{"id":19447,"date":"2019-11-04T11:07:58","date_gmt":"2019-11-04T04:07:58","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=19447"},"modified":"2019-11-05T11:42:14","modified_gmt":"2019-11-05T04:42:14","slug":"katanya-mahir-berbahasa-inggris-saat-gunakan-mesin-atm-kok-tetap-pakai-bahasa-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/katanya-mahir-berbahasa-inggris-saat-gunakan-mesin-atm-kok-tetap-pakai-bahasa-indonesia\/","title":{"rendered":"Katanya Mahir Berbahasa Inggris, Saat Gunakan Mesin ATM Kok Tetap Pakai Bahasa Indonesia?"},"content":{"rendered":"<p>Hingga saat ini, penggunaan kalimat dengan bahasa &#8220;campuran&#8221; baik saat berbicara langsung ataupun tekstual\u2014melalui chat, sms, juga <em>update status<\/em> di media sosial\u2014sering kali dipermasalahkan. Bahkan bagi mereka yang memiliki kebiasaan seperti ini akan secara otomatis dilabeli sebagai <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/heres-bumi-manusia-for-millenials-jakarta-selatan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">anak Jaksel<\/a> (Jakarta Selatan).<\/p>\n<p>Tidak cukup sampai di situ, selain penggunaan bahasa campuran (umumnya Indonesia-Inggris), seseorang yang sering menggunakan bahasa Inggris dalam keseharian dianggap sok tahu, sok pintar, atau cari perhatian. Bagi saya pribadi, hal tersebut sah-sah saja, apalagi jika memang tujuannya adalah untuk belajar\u2014menguasai bahasa asing. Toh, itu semua tidak akan sia-sia. Apa yang ditanam, pasti akan menghasilkan sekaligus berguna suatu hari nanti.<\/p>\n<p>Belum lagi pengoreksi grammar\u2014baik secara langsung maupun <em>online<\/em>\u2014yang selalu dengan mudahnya mengolok teman, orang di sekitar, (intinya, sih) orang Indonesia, jika menemukan kesalahan ucap atau tulis. Sadar atau tidak, pengoreksi grammar yang cenderung mengolok, sering kali menjatuhkan mental orang yang sedang belajar suatu bahasa. Sehingga, seseorang menjadi enggan belajar suatu bahasa\u2014karena takut salah dan khawatir mendapat perundungan.<\/p>\n<p>Namun, bahasa asing pun tetap harus disesuaikan penggunaannya. Tidak semua orang belajar dengan metode yang sama dalam kehidupan sehari-hari, bahkan tidak semua orang memiliki <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tips-menggunakan-linkedin-biar-keliatan-profesional-dan-dihire-orang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">minat<\/a> atau antusiasme yang sama dalam memahami bahasa asing. Orang tua atau kakek-nenek kita, misalnya. Jika sanak saudara kita tidak memahami bahasa asing, menggunakan bahasa daerah atau Indonesia pun bukan masalah. Mengingat komunikasi itu berlangsung secara dua arah. Antara pemberi dan penerima pesan harus sama-sama memahami maksud dan tujuan.<\/p>\n<p>Komunikasi dua arah pun tidak melulu dilakukan antar sesama manusia. Di era 4.0 ini pun komunikasi biasa dilakukan antara manusia dan mesin, intinya sih dalam bentuk digital. Bisa dengan aplikasi perbankan, <a href=\"https:\/\/tirto.id\/dompet-digital-semakin-banyak-pengguna-belum-tentu-diuntungkan-ejx2\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">dompet digital<\/a>, komputer, untuk urusan keuangan tentu menggunakan mesin ATM pun sudah terbiasa dan dibiasakan.<\/p>\n<p>Dan khusus untuk penggunaan mesin ATM ini, meski tersedia dalam dua pilihan bahasa (Inggris dan Indonesia), sering kali banyak orang secara otomatis akan memilih menggunakan layanan pada mesin ATM dengan bahasa Indonesia\u2014meski orang tersebut terbilang mahir dalam menggunakan bahasa Inggris.<\/p>\n<p>Saya pun sempat melakukan survey kecil-kecilan mengenai hal ini ke beberapa teman yang pada dasarnya bisa, mahir, atau terbiasa menggunakan bahasa Inggris. Kemudian, beberapa di antaranya memiliki jawaban masing-masing.<\/p>\n<h4><strong>Karena sudah terbiasa menggunakan layanan berbahasa Indonesia<\/strong><\/h4>\n<p>Mereka yang memilih layanan berbahasa Indonesia saat menggunakan mesin ATM mengaku karena sudah kebiasaan sejak lama. Maka, meski memahami bahasa Inggris, kadangkala malah menjadi bingung saat pilihan yang tersedia ditampilkan dalam bahasa asing. Apalagi saat sedang terburu-buru atau <em>urgent<\/em>, selain harus adaptasi lagi, pastinya akan menguras waktu.<\/p>\n<h4>Takut salah pilih menu dan keliru menarik nominal uang<\/h4>\n<p>Alasan lain yang bagi saya cukup logis adalah karena takut salah pilih menu. Dapat dipahami juga, karena saat menggunakan mesin ATM, selain soal kerahasiaan data, segala sesuatunya akan berhubungan dengan uang. Entah transfer, pembayaran layanan tertentu, sampai dengan penarikan uang tunai. Jika salah dalam memilih menu\u2014walau gagal bisa dicancel\u2014tapi soal <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bab-di-terminal-itu-bayar-lho\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">nominal<\/a> sulit rasanya untuk kompromi.<\/p>\n<p>Apalagi bila karena keteledoran sendiri, tidak ada jaminan uang bisa kembali walau sudah melapor ke pihak berwenang. Hal ini juga yang menyebabkan banyak orang di sekitar saya lebih memilih menggunakan layanan berbahasa Indonesia saat berhadapan dengan mesin ATM.<\/p>\n<p>Pada akhirnya, menggunakan bahasa asing dalam pergaulan sehari-hari bukanlah untuk sok-sokan apalagi agar terlihat pintar. Dan jika ada kesalahan, rasanya tidak layak mendapat olok-olokan kemudian. Lha gimana, namanya juga belajar, toh? Salah itu wajar, namanya juga berproses. Lebih bahaya lagi, efek samping dari olokan tersebut adalah menjadi surutnya minat dan semangat belajar seseorang. Kalau sudah seperti itu, memangnya mau bertanggung jawab?<\/p>\n<p>Hal demikian berlaku juga untuk penggunaan mesin ATM dengan menu pilihan berbahasa Inggris. Kalau mau dicoba atau dibiasakan, tentu tidak perlu dipersoalkan dan bisa jadi bahan pertimbangan agar kemampuan berbahasa asing bisa diaplikasikan di mana pun dan kapan pun\u2014termasuk saat menggunakan mesin ATM. Kalau memang ragu, bertransaksi dalam bahasa Indonesia juga nggak ada masalah, <em>mylov~<\/em><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <\/strong><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-tipe-orang-menyebalkan-yang-biasa-ditemui-saat-antri-di-atm-center\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">4 Tipe Orang Menyebalkan yang Biasa Ditemui Saat Antri di ATM Center<\/a> atau tulisan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/setowicaksono\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Seto Wicaksono<\/a> lainnya.<\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mereka yang memilih layanan berbahasa Indonesia saat menggunakan mesin ATM mengaku karena sudah kebiasaan sejak lama dan takut bingung saat terburu-buru.<\/p>\n","protected":false},"author":24,"featured_media":19634,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[4362,1164,361],"class_list":["post-19447","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-featured","tag-atm","tag-bahasa-indonesia","tag-bahasa-inggris"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19447","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/24"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19447"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19447\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19634"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19447"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19447"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19447"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}