{"id":194207,"date":"2022-10-30T10:50:34","date_gmt":"2022-10-30T03:50:34","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=194207"},"modified":"2022-10-30T10:51:51","modified_gmt":"2022-10-30T03:51:51","slug":"merayakan-halloween-merayakan-suzzanna-dan-mitosnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/merayakan-halloween-merayakan-suzzanna-dan-mitosnya\/","title":{"rendered":"Merayakan Halloween, Merayakan Suzzanna dan Mitosnya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Halloween tiba, dan media sosial langsung ramai oleh polemik. Dari perkara \u201ckafir\u201d sampai seru-seruan pesta kostum di kantor yang buang-buang waktu. Perayaan \u201corang mati\u201d ini juga jadi momen konten horor berseliweran di berbagai kanal. Podcast, vlog, dan thread di Twitter penuh nuansa mistis. Semua bicara Halloween dan urusan lelembut. Dan di setiap keseruan itu, terdengar sebuah nama yang selalu dikumandangkan. Nama yang menjadi personifikasi horor dan mistisme. Nama yang diabadikan sebagai \u201cRatu Horor Indonesia\u201d, the one and only, Suzzanna.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang Mexico boleh merayakan dengan memuliakan tokoh suci. Orang Amerika Serikat boleh merayakan dengan parade dan berbagi permen. Kelab malam boleh merayakan dengan pesta kostum dan promo \u201cFree for Ladies.\u201d Namun di benak orang Indonesia, Halloween adalah harinya Suzzanna. Hari di mana blio terus abadi sebagai simbol urusan klenik dan mistis. Tak hanya Halloween, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/malam-1-suro-momen-paling-pas-merayakan-pesona-suzzanna\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">malam satu Suro<\/a> pun jadi malamnya blio.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun ratu horor ini lahir pada 13 Oktober 1942 dan meninggal pada 15 Oktober 2008, namun 31 Oktober akan dirayakan untuk mengenang blio. Mengenang kehidupan, karier, dan segala mitos yang melekat pada sang ratu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut saya, Suzzanna Martha Frederika van Osch lebih cocok memerankan seorang madam. Paras campuran Jawa-Manado-Belanda-Jerman terlihat cantik dengan gaun dan topi lebar. Namun, kini kita lebih mengenal Suzzanna sebagai Nyi Blorong, Nyi Roro Kidul, dan Suketi si Sundel Bolong. Dengan baju megah ala pewayangan, atau daster putih berdarah-darah. Bahkan ketika kita mendengar nama Nyi Roro Kidul, yang terlintas adalah wajah indo blio. Bukan wajah sosok putri kraton berkulit kuning langsat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maklum saja, 10 film terbaik Suzzanna adalah film horor. Dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Beranak dalam Kubur <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sampai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Malam Satu Suro, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Suzzanna terabadikan dengan peran-peran mistis. Saya tebak, Anda pasti bingung mencari judul film di mana blio berperan sebagai orang biasa. Bocoran, film debut Suzzanna adalah drama musikal berjudul <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Asmara Dara<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<h4><b>Mitos memakan melati dan puasa ngrowot<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain peran yang dimainkan, Suzzanna juga masyhur karena kebiasaan yang penuh nuansa mistis. Salah satunya adalah hobi memakan bunga melati. Banyak yang penasaran apa tujuan dari memakan bunga yang wanginya memicu bulu kuduk berdiri ini. Apalagi tidak ada klarifikasi langsung dari blio. Banyak yang mengaitkan kebiasaan Suzzanna ini berhubungan dengan paras yang awet muda. Ada yang bilang agar blio dapat memelihara citra horornya. Bahkan ada yang berteori ini adalah ritual yang disyaratkan oleh Penguasa Laut Selatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sering bertemu dengan orang yang gemar memakan bunga. Bahkan nyemil langsung di toko bunga kubur dan sesajen. Kalau bukan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mitos-kembang-kantil-dari-tes-keperawanan-hingga-enteng-jodoh\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bunga kantil<\/a>, ya melati. Menurut beberapa sumber, memakan bunga akan memberi pancaran magis pada diri seseorang. Kalau meminjam istilah reviewer produk skincare, beauty from inside.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bunga melati adalah salah satu bunga yang tetap cantik meskipun sudah kering. Kelopaknya tidak layu dan menjadi coklat, namun mengering dan hanya sedikit menguning. Bahkan harumnya tidak hilang meskipun sudah berbulan-bulan mengering. Maka muncul teori bahwa dengan memakan bunga melati maka kecantikan seseorang juga tidak akan layu dan pudar. Seperti paras Suzzanna yang tetap terjaga kecantikannya sampai akhir hayat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sih tidak akan dan tidak ingin membuktikannya. Mending saya nyemil mendoan sambil ngeteh. Ra risiko.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mitos lain yang melekat adalah kebiasaan semedi atau meditasi. Beberapa situs dikenal sebagai jujugan Suzzanna untuk bersemedi. Yang paling terkenal adalah Umbul Jumprit di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kapan-temanggung-punya-festival-musik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Temanggung,<\/a> Jawa Tengah. Di tengah malam, blio melawan dingin dengan bersemedi dan berendam di sumber air dan pemandian tersebut. Kebiasaan yang sering dikisahkan Clift Sangra, suami kedua Suzzanna, ini membuat citra klenik sang ratu makin seru dibicarakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ritual semacam ini memang umum dilakukan oleh seniman yang percaya. Semisal ritual mandi di Sendang Kasihan di Jogja. Banyak orang yang mandi di sana untuk mengharapkan ilmu pengasihan. Sebuah ilmu untuk memikat lawan jenis. Dari pemandu lagu sampai biduan dangdut sering datang dan mandi di pemandian ini. Maka kabar ritual Suzzanna itu sebenarnya biasa saja bagi orang Jawa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, karena dilakukan oleh sang ratu horor, kisahnya menjadi legenda tersendiri. Coba kalau Anda yang melakukan, paling dikira kesambet demit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Urusan puasa dan menjinakkan ular juga melekat pada Suzzanna. Dikabarkan bahwa blio sering melakukan puasa ngrowot dan ngebleng. Dua puasa ini cukup berat karena memiliki berbagai pantangan. Seperti hanya boleh makan buah saat sahur dan tidak boleh menyalakan cahaya. Blio juga dikabarkan selalu akrab dengan ular yang menemaninya saat bermain peran. Seluruh ular itu akan jinak kepada blio.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Urusan puasa memang lumrah dilakukan oleh penganut kepercayaan. Bahkan berbagai agama juga memerintahkan puasa. Puasa bagi orang Jawa adalah bentuk prihatin. Melepaskan kenikmatan duniawi untuk membersihkan diri dari dosa. Prihatin juga menunjukkan keteguhan hati seseorang untuk memohon. Karena orang tersebut rela menahan lapar dan nafsu kenikmatan asal permohonannya dikabulkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sesuatu yang lumrah ini menjadi legenda ketika dilakukan Suzzanna. Kalau Anda puasa ngrowot sambil bermain ular, Anda akan dipandang seperti Mapala yang kehabisan uang saku.<\/span><\/p>\n<p>Baca halaman selanjutnya<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/merayakan-halloween-merayakan-suzzanna-dan-mitosnya\/2\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em>Semua ingin jadi Suzzanna<\/em><\/a><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h4><b>Semua ingin jadi Suzzanna<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Citra Suzzanna yang horor ini tidak hanya memanjakan pemirsa dengan imajinasi liar. Para aktris pun ingin menjadi penerus bahkan titisan sang ratu horor. Salah satunya adalah mendiang <a href=\"https:\/\/mojok.co\/esai\/selamat-jalan-julia-perez\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Julia Perez<\/a>. Dewi Persik juga disebut ingin menjadi penerus dari Suzzanna.<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/andai-luna-maya-beneran-jadi-ketua-rt\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Luna Maya<\/a> juga pernah mengunjungi tempat-tempat yang melekat pada blio, serta merasakan bagaimana blio bersemedi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wajar sih. Siapa yang tidak mau mendapat gelar titisan Suzzanna? Nama sang ratu saja sudah cukup untuk mendatangkan tawaran bermain di film horor. Menjadi titisan Suzzanna adalah masa depan benderang bagi seorang aktris.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Clift_Sangra\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Clift Sangra<\/a> sih mengaku mengetahui sembilan syarat untuk menjadi titisan Suzzanna. Dari makan kembang tadi sampai puasa dibeberkan oleh Clift. Beberapa ritual dibagikan pada media, namun beberapa ritual terakhir disimpan bagi mereka yang benar-benar ingin menjadi titisan sang ratu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi saya yakin, tidak ada orang yang bisa menjadi titisan Suzzanna.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Blio adalah fenomena. One of a kind. Siapap un bisa mencoba menjadi Suzzanna. Mengikuti ritual sampai jadi langganan film horor bisa dilakukan siapa saja. Namun untuk menjadi fenomena seperti Suzzanna? Mustahil!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suzzanna hadir pada era di mana film horor bangkit menuju masa keemasan. Dia menjadi aktris yang unik dengan spesialisasinya dalam film horor. Suzzanna tidak perlu susah payah bermimik muka menyeramkan, ketika sorot matanya saja sudah membuat orang merinding. Peran yang dimainkan blio selalu unik, abadi, dan monumental. Banyak orang yang hidup bersama film-film Suzzanna, dan terus mengenangnya hingga hari ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika Suzzanna meninggal dunia, sosoknya naik kelas menjadi legenda. Dan dengan tren konten horor hari ini, nama blio akan terus dikenang oleh generasi yang tidak mengenalnya. Setiap podcast dan vlog horor pasti pernah menyebut namanya barang sekali. Mitos dan gaya hidup yang ditinggalkan akan terus jadi bahan pembicaraan selama konten horor masih laku di pasaran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Posisi Suzzanna tidak dapat digantikan olek aktris lain. Mau mencontoh sekuat apa pun, blio tetap tidak tergantikan. Blio telah abadi sebagai Ratu Horor Indonesia. Semua aktris yang mencoba mencontohnya hanya akan dicap sebagai peniru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hari Halloween akan terus membangkitkan \u201chantu\u201d Suzzanna. Film dan kehidupan pribadinya akan dikenang setiap orang mendengar kata \u201cmistis\u201d dan \u201choror\u201d. Selamat hari Halloween, dan selamat merayakan Suzzanna!<\/span><\/p>\n<p><em>Sumber gambar: Akun Instagram <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/B_2T6cXD2aR\/?hl=en\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">@suzzannaofficial<\/a><\/em><\/p>\n<p>Penulis: Prabu Yudianto<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/pojokan\/suzzanna-ratu-horor-paling-lawak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Suzzanna: Ratu Horor Paling Lawak yang Menciptakan Ketakutan dalam Komedi<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/span><\/h5>\n<h5><span id=\"Anda_penulis_Terminal_Mojok_Silakan_bergabung_dengan_Forum_Mojokdi_sini\"><strong><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\">di sini<\/a>.<\/em><\/strong><\/span><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ratu yang tak akan turun dari takhta.<\/p>\n","protected":false},"author":793,"featured_media":194209,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13080],"tags":[17409,212,109,17408,8734,16433],"class_list":["post-194207","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-personality","tag-makan-melati","tag-mitos","tag-puasa","tag-ratu-horor","tag-ritual","tag-suzzanna"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/194207","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/793"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=194207"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/194207\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/194209"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=194207"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=194207"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=194207"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}