{"id":194127,"date":"2022-10-29T09:11:45","date_gmt":"2022-10-29T02:11:45","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=194127"},"modified":"2022-10-29T09:23:56","modified_gmt":"2022-10-29T02:23:56","slug":"google-doodle-tempeh-atau-tempe-terjemahan-bahasa-indonesia-ke-bahasa-inggris-yang-aneh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/google-doodle-tempeh-atau-tempe-terjemahan-bahasa-indonesia-ke-bahasa-inggris-yang-aneh\/","title":{"rendered":"Google Doodle Tempeh atau Tempe: Terjemahan Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris yang Aneh"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menantikan munculnya Google Doodle yang baru itu bisa jadi momen yang mendebarkan. Kita menantikan kapan ya, salah satu <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/menyesal-kuliah-bahasa-indonesia-di-universitas-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">produk budaya<\/a> Indonesia muncul lagi di sana. Dan, hari ini, Sabtu 29 Oktober 2022, muncul soal tempe. Sayang, terjemahan Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris terasa aneh: tempeh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tempe dan tempeh. Aneh. Tentu buat saya pribadi, ya. Mungkin terjemahan Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris menurut si pembuat itu biasa saja. Saya malah jadi penasaran kenapa harus menambahkan kata \u201ch\u201d di belakang tempe, ya?<\/span><\/p>\n<h4><strong>Terjemahan yang terdengar aneh<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau terjemahan Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris cuma nambah satu kata, ya mending nggak usah diubah sekalian. Tempe. Terdengar lebih seksi dan sintal. Terasa pas saja di telinga. Tempeh. Ada bunyi -peh yang aneh banget. Kayak bunyi kentut. Mana Google Doodle selalu merujuk ke Bahasa Inggris pula.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada lagi, mendengar bunyi -peh ketika mengucapkan tempeh itu malah membuat saya jadi kepingin malas. Coba bunyikan seperti ini: temmm\u2026 pehhhhh. Dengan suara agak mendesah dan manja. Rasa-rasanya malah pengin rebahan dan tidak memikirkan keanehan terjemahan Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beda kalau mengucapkan tempe. Meskipun mengucapkannya dengan nada manja dan sedikit mendesah, hasilnya tetap terdengar bulat: temmm\u2026 pe! Ya kan? Memang orang Barat itu suka aneh-aneh ketika memikirkan sesuatu.<\/span><\/p>\n<h4><strong>Yang nikmat, yang dibungkus daun pisang<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, kalau pembaca mengetik di kolom pencarian Google Doodle yang baru, yang muncul adalah foto-foto tempe yang \u201corganik\u201d. Gimana, ya, sebagai hooligan berbagai macam olahan tempe, bagi saya, tempe yang paling pas itu yang dibungkus pakai daun pisang. Tapi yang potongannya kotak kecil ya, bukan yang persegi panjang itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, Google Doodle menyajikan foto-foto tempe atau tempeh yang dibungkus plastik. Salah satu jenama bungkus plastik yang terkenal adalah tempe Muchlar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kenapa saya lebih suka yang bungkus daun pisang?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi saya, tentu ini menurut petunjuk dari lidah ya, yang bungkus daun pisang itu lebih enak kalau digoreng. Kedelai-nya tuh lebih terasa saja. Apalagi tempe bungkus daun pisang yang belum sepenuhnya jadi. Kalau digoreng agak garing itu jadi kemropol alias bisa rontok sedikit-sedikit. Itu pas banget kalau diolah menjadi sambal tempe untuk teman makan sayur bening. Gokil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, melihat Google Doodle hari ini, dengan foto-foto produk tempeh yang bungkus plastik, ditambah anehnya terjemahan Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris, saya jadi agak sedih. Untuk soal bahasa saya memang agak perasa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rasa aneh dari tempeh itu sama ketika saya menemukan terjemahan Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris untuk \u201cBahasa Indonesia\u201d. Orang Barat menyebutnya dengan \u201cbahasa\u201d. Apa sih ini? Aneh banget. Bukankah identitas kebanggsaan itu harus lengkap, ya? Apalagi sudah disepakati lewat sebuah musyawarah mulia bernama Sumpah Pemuda.<\/span><\/p>\n<h4>Alih bahasa yang sulit saya terima<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukankah menyebut Bahasa Inggris itu \u201cenglish\u201d? Bahasa Jerman? Ya menyebutnya german. Prancis? Ya france. Enak gitu lho. Nggak ada yang menyebut \u201clanguage\u201d untuk merujuk Bahasa Inggris, Jerman, dan Prancis, bukan? Pernah merasa aneh dengan hal ini, nggak?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cCan you speak bahasa?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cOpe se! Mayak arek iki!\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukankah lebih enak kalau bilang, \u201cCan you speak Indonesian?\u201d atau \u201cCan you speak Bahasa Indonesia? Bukankah itu terjemahan Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris yang lebih enak di telinga?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tempeh? Aneh, cok!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tempe? Nah, ini baru enak untuk digoreng agak kering, lalu diolah jadi sambal tempe, untuk teman makan sayur bening.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tempe-bacem-makanan-underrated-dengan-cita-rasa-paripurna\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tempe Bacem: Makanan Underrated dengan Cita Rasa Paripurna<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tempe paling enak itu yang dibungkus daun pisang. <\/p>\n","protected":false},"author":425,"featured_media":194129,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[17397,17398,12806,17396],"class_list":["post-194127","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-bahasa-indonesia-ke-bahasa-inggris","tag-google-doodle","tag-tempe","tag-terjemahan-bahasa-indonesia-ke-bahasa-inggris"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/194127","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/425"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=194127"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/194127\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/194129"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=194127"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=194127"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=194127"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}