{"id":193971,"date":"2022-10-27T10:30:50","date_gmt":"2022-10-27T03:30:50","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=193971"},"modified":"2022-11-29T13:35:13","modified_gmt":"2022-11-29T06:35:13","slug":"najwa-shihab-tokoh-perempuan-yang-pantas-jadi-presiden-2024","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/najwa-shihab-tokoh-perempuan-yang-pantas-jadi-presiden-2024\/","title":{"rendered":"Najwa Shihab Satu-satunya Tokoh Perempuan yang Pantas Menjadi Presiden, yang Lain Minggir Dulu!"},"content":{"rendered":"<p><em>Najwa Shihab, bagi saya, adalah satu-satunya tokoh yang pantas jadi presiden 2024 nanti.<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sepanjang hidup, saya belum pernah ikutan nyoblos ketika ada pemilihan kepala daerah, apalagi pemilihan presiden. Belum ada satupun politikus\u2014baik di tingkat daerah maupun nasional\u2014yang berhasil membuat saya datang ke TPS dan memilih mereka. Bahkan, ketika saya jatuh cinta dengan seseorang yang berprofesi sebagai Komisioner KPU di Kabupaten, perasaan cinta saya kepada Masnya tak berhasil mendorong hati saya untuk berpartisipasi dalam pemilihan kepala daerah. Urusan cinta nggak perlu ragu, urusan politik mikir dulu, Mas!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin, banyak di antara Anda yang menganggap saya apatis, ya silahkan saja. Akan tetapi, kalau boleh jujur sih, saya nggak nyoblos bukan karena nggak mencintai negeri ini, melainkan karena keseringan dikecewain politikus. Sudah nggak kehitung lagi berapa banyak janji yang diucapkan politikus (calon presiden) ketika kampanye, ternyata tidak terbukti saat sudah terpilih menjadi presiden.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sialnya, mereka yang maju menjadi kandidat presiden ya orang itu-itu aja. Bahkan nih ya, ada yang sudah pernah gagal tiga kali, tapi berencana mencalonkan diri menjadi presiden lagi. Entah semangatnya luar biasa, atau ngebet bener jadi RI 1.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, jika Pemilu 2024 nanti ada nama Najwa Shihab dalam daftar calon Presiden Indonesia. Besar kemungkinan, 99,9 persen saya tidak akan golput lagi.\u00a0 Kalau perlu, saya akan menawarkan diri menjadi tim sukses Najwa Shihab for RI 1.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai perempuan, saya merindukan sosok pemimpin yang mampu mewakili suara perempuan, yang mengerti masalah utama perempuan Indonesia dan mampu memberi solusi permasalahan tersebut dari sudut pandang perempuan. Selama ini, masalah-masalah perempuan kerap diselesaikan dengan sudut pandang laki-laki (baca: patriarki).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut saya, Najwa Shihab adalah sosok perempuan yang paling layak masuk kandidat, bahkan jadi presiden 2024 nanti. Saya beri empat alasannya.<\/span><\/p>\n<h4><b>#1 Pro rakyat<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Indonesia tidak pernah kekurangan orang pintar, negara ini justru kekurangan orang jujur yang berpihak kepada rakyat. Najwa Shihab, meskipun belum pernah masuk dalam parlemen, tapi kerja-kerja jurnalistik dan kerja sosialnya telah membuktikan dengan terang benderang kalau blio berpihak kepada rakyat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penggemar Arsenal ini secara konsisten menyuarakan kebenaran dan tak pernah gentar meskipun usahanya dalam mengungkap kebenaran kerap diancam oleh tiran.\u00a0 Banyak kasus besar di negara ini terbongkar di publik berkat program Mata Najwa yang selama ini dipandu olehnya. Najwa Shihab adalah penyambung lidah rakyat, dan sejauh ini, blio tidak memiliki track record berseberangan dengan kepentingan rakyat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kandidat Presiden lain, sorry to say, mayoritas sudah memiliki jejak mengecewakan rakyat. Ada kandidat yang punya riwayat menjadi pelopor disahkannya UU Cilaka (omnibus law), ada kandidat yang hobinya marah-marah dan pernah bersikap rasis, ada pula kandidat yang kedapatan zalim dengan warga Wadas. Bahkan, ada tuh kandidat yang gagal\u00a0 mengatasi banjir di ibu kota, tapi mau mencoba mengurus masalah orang seluruh Indonesia. Mbok ya introspeksi diri dulu sebelum maju.<\/span><\/p>\n<h4><b>#2 Cerdas dan tegas<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di Indonesia, perempuan kerap dipandang sebagai makhluk yang baperan dan kurang logis sehingga tidak cocok menjadi pemimpin. Anggapan seperti itu jelas keliru dan langsung dipatahkan oleh sosok Najwa Shihab. Anda yang pernah melihat acara Mata Najwa tentu paham betul bagaimana kecerdasan dan ketegasan Mbak Nana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perempuan kelahiran Makassar ini kerap membuat para politikus di negara ini ciut nyali. Gaya bicara Mba Nana yang tegas, sat-set dengan pertanyaan-pertanyaan kritis membuat para politikus bermasalah di negeri ini memilih untuk menghindarinya. Mending <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/najwa-shihab-kok-berani-beraninya-interview-menteri-terawan-tapi-kursinya-kosong-gitu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">nggak datang<\/a> di acara Mata Najwa dari pada ketahuan bodohnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka dari itu, kemarin ada orang (bodoh) yang<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kurawa-berkicau-najwa-shihab-berlalu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> bandingin Najwa sama Deddy Corbuzier<\/a> gara-gara itu. Mon maap ini mah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun perempuan, Najwa Shihab juga punya mental kuat dan nggak mudah terprovokasi. Lihat saja cara blio menghadapi Nyai <a href=\"https:\/\/mojok.co\/esk\/esai\/nikita-mirzani-di-antara-media-dan-para-monyet\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Nikita Mirzani<\/a> yang menghinanya. Alih-alih menanggapi hujatan yang berpotensi menimbulkan konflik personal, Mbak Nana memilih diam dan fokus pada isu yang lebih penting. Karakter seperti ini jelas cocok untuk menjadi presiden karena paham betul skala prioritas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi siapa juga yang mau ngadepin orang kek Nikita. Ditanggapi gawe isin, dibiarin kok ya kakehan CCT.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Negara ini memang butuh sosok yang tegas dan satset seperti Mbak Najwa. Dah nggak lagi-lagi dipimpin yang kebanyakan retorika. Wis, ra madang.<\/span><\/p>\n<h4><b>#3 Populer<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kompas pernah memuat survey tentang preferensi politik publik. Hasilnya, faktor ketokohan menjadi alasan utama seseorang ketika memilih partai politik. Sederhananya, popularitas tokoh sangat penting. Mungkin inilah sebabnya, banyak partai politik merekrut artis untuk menjadi anggotanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0Nah, bicara popularitas, Najwa Shihab tentu sudah tidak diragukan lagi. Ayolah, masak saya harus kasih tahu alasannya? We\u2019re talking about Najwa, come on.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun kandidat presiden lain\u2014sama-sama perempuan\u2014juga ada, yang populer, tetapi kepopulerannya lewat jalur yang \u201ckeliru\u201d. Ha matiin mic pas rapat dan berbahagia saat rakyat berang atas keadaan. Ya tolong sih kalau itu.<\/span><\/p>\n<h4><b>#4 Literasi banget<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Najwa Shihab pernah menjadi duta baca dan memiliki sumbangsih dalam peningkatan literasi di Indonesia. Kebiasaan membaca Mbak Nana juga menginspirasi perempuan lain di negeri ini untuk suka membaca dan berpikir kritis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mbak Nana juga suka dengan sastra dan puisi. Blio kerap membagikan karya sastra yang blio baca pada akun Instagram-nya. Ini keliatan sepele memang, tapi dampaknya ruarrr biasa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti kata <a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/John_F._Kennedy\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">John F Kennedy<\/a>, jika politik kotor, puisi akan membersihkannya. Jika politik bengkok, sastra akan meluruskannya. Besar kemungkinan, sosok yang menyukai sastra akan mampu memimpin dengan lebih bijaksana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya masih banyak alasan-alasan lain yang membuat Najwa Shibab pantas menjadi presiden 2024 nanti. Tapi kalau ditulis semuanya, khawatir kandidat yang lain minder.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Intinya, mari berseru, Najwa Shihab for RI 1!<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Tiara Uci<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/kilas\/5-tokoh-perempuan-yang-bisa-mengubah-peta-politik-2024\/2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">5 Tokoh Perempuan yang Bisa Mengubah Peta Politik 2024<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/span><\/h5>\n<h5><span id=\"Anda_penulis_Terminal_Mojok_Silakan_bergabung_dengan_Forum_Mojokdi_sini\"><strong><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\">di sini<\/a>.<\/em><\/strong><\/span><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Najwa FTW!<\/p>\n","protected":false},"author":1542,"featured_media":193973,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"enable_post_split":"0","post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[12905],"tags":[4855,1002,5849,17697,17378,17379],"class_list":["post-193971","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-politik","tag-arsenal","tag-najwa-shihab","tag-pilpres-2024","tag-politik-mjk","tag-presiden-2024","tag-tokoh-perempuan"],"modified_by":"Ibil S Widodo","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/193971","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1542"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=193971"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/193971\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/193973"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=193971"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=193971"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=193971"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}