{"id":193512,"date":"2022-10-25T12:12:47","date_gmt":"2022-10-25T05:12:47","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=193512"},"modified":"2022-10-25T12:12:47","modified_gmt":"2022-10-25T05:12:47","slug":"berlomba-mengutuk-bpjs-padahal-yang-buruk-pelayanan-rumah-sakitnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/berlomba-mengutuk-bpjs-padahal-yang-buruk-pelayanan-rumah-sakitnya\/","title":{"rendered":"Berlomba Mengutuk BPJS, padahal yang Buruk Pelayanan Rumah Sakitnya"},"content":{"rendered":"<p><em><span style=\"font-weight: 400;\">Orang-orang lupa, bahwa banyak nyawa terselamatkan karena BPJS<\/span><\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap ada satu hal baik muncul, akan ada banyak suara sumbang menyertainya. Dan beberapa dari suara tersebut, ada yang tak hanya sumbang, juga bodohnya minta ampun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya punya satu asumsi yang selama ini saya pendam: kebodohan itu candu. Banyak orang entah kenapa berlomba-lomba mengeluarkan opini bodoh, semata karena itu menyenangkan. Saya tak memahami tindakan tersebut, tapi lagi-lagi saya juga sadar, bahwa common sense itu sebenarnya nggak common-common amat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan itu dibuktikan lewat twit Babe Cabita tentang pelayanan buruk pasien BPJS. Satu twit menyerang, lainnya ikut mengibarkan bendera perang. Sebagaimana perang-perang lainnya, orang-orang itu sebenarnya tak tahu betul mereka ikut-ikut terjun. Tahu masalahnya saja tidak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Babe Cabita akhirnya \u201cmerevisi\u201d twitnya. Masalahnya bukan perkara revisinya, tapi sasaran tembaknya yang keliru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">BPJS selalu lekat dengan keburukan. Iuran mencekik, manfaat yang tak terasa (ini bodoh, sejujurnya), juga pelayanan yang diklaim tak memuaskan selalu jadi topik yang menyertai. Sebagai penikmat BPJS, serta hidup di rumah sakit dalam waktu yang lama (keluarga saya nakes), saya selalu miris mendengar hal tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk perkara <a href=\"https:\/\/mojok.co\/pojokan\/tarif-iuran-bpjs-yang-sempat-turun-kini-naik-lagi-apakah-ini-the-new-normal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">iuran,<\/a> saya paham kenapa banyak orang mengeluh. Banyak orang masih berusaha keras memenuhi kebutuhan dasar. Iuran ini, jadi hal yang bikin pengeluaran mereka terasa mencekik. Saya tak mau komen begitu banyak, mengingat iuran saya dibayar oleh kantor.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi untuk perkara manfaat dan pelayanan, saya menolak argumen-argumen buruk tentang BPJS.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita mulai dari pelayanan. Banyak yang bilang, pasien BPJS dapat diskriminasi oleh rumah sakit. Saya punya argumen tersendiri. Sebenarnya, perlakuannya bisa jadi tidak berbeda, tapi memang pelayanan rumah sakit tersebut dasarnya memang buruk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Percayalah, kalau rumah sakitnya memang punya pelayanan buruk, meski kau bayar sekalipun, belum tentu kau dapat pelayanan yang lebih baik. Sudah bagus kau dapat pelayanan yang lebih cepat. Seringnya sih, tidak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pelayanan buruk rumah sakit tidak mengenal kasta. BPJS atau bukan, kalian tetap bisa kena musibah. VIP sekalipun, bisa kena pelayanan buruk, meski kemungkinannya lebih kecil. Semuanya kena. Saya nggak mengada-ada, sebab saya ya pernah jadi \u201cpasien premium\u201d. Nyatanya ya dapat pelayanan buruk. Administrasi panjang, nunggu lama, periksa 5 menit, udah gitu mahal. Bajingan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya nggak akan spill RS mana yang ngasih pelayanan buruk. Selain takut kena UU ITE, kalian bakal kaget setengah mati kalau tau RS mana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari dulu, pelayanan rumah sakit memang jadi penyakit lawas. Mengubahnya tak mudah, kecuali rombak total dan bersih-bersih. Dan ini butuh perhatian dan keterlibatan banyak pihak, terutama kepala daerah. Rumah sakit yang buruk, akan bikin kualitas hidup daerah tersebut jadi buruk. Kepala daerah kalau diam saja, ya sama aja membiarkan rakyatnya hidup dalam kesehatan yang buruk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau rumah sakitnya memang mengutamakan pelayanan yang baik, BPJS atau bukan, akan dapat pengalaman yang menyenangkan. Saya mengalaminya sendiri saat istri lahiran. Meski BPJS, pelayanan yang keluarga saya terima menyenangkan kok. Ya ada mangkel-mangkelnya dikit, namanya urusan sama manusia kan. Tapi, ya, memuaskan. Dokternya tetep ramah, perawatnya pun sigap, bidannya apalagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau BPJS lebih ribet, saya akui itu. Saya pikir itu lumrah, sebab memang butuh administrasi yang bertumpuk, kan laporan ini buat klaim. Kayak reimburse gitu lah, harus bawa nota dsb. Tapi nggak ribet-ribet banget sih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, sebelum mengutuk BPJS, kalian pikir-pikir lagi: yang buruk BPJS-nya, atau rumah sakitnya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekarang bicara manfaat. Ah, saya bingung mau menulis apa. Sebab, kalau ada yang merasa mereka bayar terus tapi nggak ngrasain manfaatnya, saya malah heran, baru kali ini ada orang minta sakit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">***<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak Covid, nakes jadi profesi yang paling rentan. Potensi nyawa melayang begitu besar, tapi masih jadi samsak kecurigaan rakyat. Banyak orang menuding bahwa merekalah yang berpesta saat Covid merebak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan kini pun tak berbeda.<a href=\"https:\/\/twitter.com\/babecabiita\/status\/1583462199669891072?s=20&amp;t=JpKZ5iJ_POWsz7V5V1qofQ\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Twit Babe Cabita<\/a> tentang BPJS bikin nakes kembali jadi sasaran tembak. Semua orang kembali mengangkat senjata perang. Tak tahu apa-apa, tapi tetap memasukkan peluru ke senapan bacot.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang-orang lupa, bahwa banyak nyawa terselamatkan karena BPJS. Banyak orang memijak Bumi lebih lama karena asuransi yang iurannya tak semahal Starbucks. Bagi orang-orang tersebut, senapan bacot kalian tak lebih dari suara nyamuk yang mengganggu. Meski tak sempurna (dan jelas tak akan sempurna), BPJS punya andil besar. Memang masih buruk, tapi semua sudah jauh lebih baik ketimbang waktu awal muncul. Kita mungkin terlalu lama melihat hal-hal buruk, hingga hal-hal baik tak lagi kita gubris.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya menyayangkan orang dengan akses berlebih, pendidikan memadai, dan menu makan yang bergizi justru memaki BPJS. Terlebih jika itu dilakukan hanya karena ikut-ikutan dan \u201ckatanya\u201d. Mereka kadang lupa bahwa masalah pelayanan rumah sakit yang kadang-kadang ampas ini sudah terjadi bahkan sebelum BPJS ini lahir. Yang harusnya dituntut berbenah justru malah tak kena cipratan kritik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan inilah masalah orang-orang di media sosial. Punya senapan, punya peluru, tapi tolol betul dalam urusan membidik. Punya akses pengetahuan, dapat pendidikan tinggi, tapi common sense-nya nol besar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Entah kenapa, yang punya masalah begini biasanya punya pengikut banyak. Memang sudah saatnya ada gerakan Indonesia Tanpa Influencer, terlebih yang punya masalah besar dalam bernalar.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Rizky Prasetya<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/pojokan\/berhenti-dari-bpjs-kesehatan-hanya-bisa-dilakukan-dengan-satu-cara\/?fb_comment_id=2797060987058152_2797122560385328\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Berhenti dari BPJS Kesehatan Hanya Bisa Dilakukan dengan Satu Cara<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/span><\/h5>\n<h5><span id=\"Anda_penulis_Terminal_Mojok_Silakan_bergabung_dengan_Forum_Mojokdi_sini\"><strong><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\">di sini<\/a>.<\/em><\/strong><\/span><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Aim-mu bosok tenan.<\/p>\n","protected":false},"author":777,"featured_media":193513,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"enable_post_split":"0","post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[3060,1800,1630,4564,13098,7095],"class_list":["post-193512","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-bpjs","tag-influencer","tag-kritik","tag-pelayanan","tag-pilihan-redaksi","tag-rumah-sakit"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/193512","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/777"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=193512"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/193512\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/193513"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=193512"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=193512"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=193512"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}