{"id":193299,"date":"2022-10-23T06:49:55","date_gmt":"2022-10-22T23:49:55","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=193299"},"modified":"2022-10-23T06:49:55","modified_gmt":"2022-10-22T23:49:55","slug":"rahasia-penglaris-waroeng-spesial-sambal-ss","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/rahasia-penglaris-waroeng-spesial-sambal-ss\/","title":{"rendered":"Rahasia Penglaris Waroeng Spesial Sambal SS"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau ada warung makan yang tidak pernah sepi, selalu bikin emosi, tetapi dirindukan lidah dan hati, tidak berlebihan rasanya kalau saya akan menyematkan itu ke Waroeng Spesial Sambal SS. Ada yang nggak setuju sama saya kalau Waroeng SS memang sedahsyat itu?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Usaha kuliner yang dimulai dari warung kaki lima 20 tahun lalu, kini telah menjadi salah satu jawara di Indonesia. Tidak sulit menemukan Waroeng Spesial Sambal SS di kota-kota besar di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-cara-kirim-motor-antarkota-di-pulau-jawa-beserta-biayanya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pulau Jawa<\/a>.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbekal senjata utama berupa sambal, jagat perkulineran dibuatnya semakin pedas dan panas dengan sepak terjang mereka selama ini. Namun, untuk mencapai posisinya sekarang, ada banyak fakta yang tidak diketahui masyarakat ramai dan malahan beberapa kali menimbulkan tuduhan dan prasangka.<\/span><\/p>\n<h4><b>Rahasia #1 Bertahun-tahun tidak untung<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari pulau Dewata hingga tanah Pasundan, dari tanahnya Para Raja Jawa hingga menyeberang ke Negeri Jiran, rasa-rasanya memang agak jarang menemukan cabang Waroeng Spesial Sambal SS sepi dari pelanggan. Bahkan di \u201cjam mati\u201d, Waroeng SS tetap saja ramai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya nggak heran kalau mencuatkan isu penglari. Nggak kaget juga sih mengingat kultur masyarakat kita yang penuh kedengkian kewaspadaan dalam perkara kekayaan. Susah melihat orang lain yang kok begitu mudahnya mendulang kesuksesan. Padahal, Waroeng SS sendiri di tahun-tahun pertamanya justru dilanda kerugian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hebatnya lagi, kerugian itu terjadi bukan hanya 1 atau 2 tahun, melainkan 5 tahun. Benar, 5 tahun! Selama itulah Waroeng Spesial Sambal SS belum menenggak manisnya keuntungan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bayangkan saja warung <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/rekomendasi-penyetan-condongcatur\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">penyetan pinggir jalan<\/a> yang nggak untung selama itu, saya yakin pasti lebih banyak yang memilih gulung tikar daripada repot-repot bertahan. Lima tahun penuh penderitaan itu nyatanya tidak cukup untuk meruntuhkan semangat dan menghentikan perjuangan mereka. What doesn\u2019t kill you, makes you stronger.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Benar saja. Setelah masa itu berlalu, sejarah mencatat Waroeng Spesial Sambal SS berhasil bangkit. Puluhan cabang berdiri, ribuan orang bergabung, omzet pun membumbung. Buah kerja keras Waroeng SS selama 5 tahun pertama, sedikit demi sedikit mulai terbayarkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Waroeng Spesial Sambal SS mungkin tidak selalu sukses besar di setiap pembukaan seperti perkiraan banyak orang. Namun, kegagalan-kegagalan mereka sudah dicicil sedari awal.<\/span><\/p>\n<h4><b>Rahasia #2 Sambal perlawanan terhadap kemapanan<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gula itu manis sebagaimana kenangan kopi itu pahit. Sambal pun sudah sepatutnya pedas. Sayangnya, seorang pemuda bernama <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Yoyok_Hery_Wahyono\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Yoyok Hery Wahyono<\/a> tidak mendapati demikian. Di kota tempatnya merantau, a.k.a Jogja, ke mana saja roda motornya menjejak, tidak ditemuinya sambal yang pedas. Semuanya manis atau setidaknya ada manis-manisnya seperti di iklan air mineral. Lidah dan hati nuraninya memberontak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cIni tidak benar! Sambal itu pedas. Sambal itu harus pedas!\u201d Hardiknya sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di tengah pergulatan batinnya, ditambah usus 12 jarinya yang sudah tidak bisa berkompromi lagi, pemuda ini memutuskan untuk membuat sendiri sambalnya. Dengan ulekan di tangan kanan dan cobek di tangan kiri, serta resep sambal turun-temurun di dalam kepalanya, terlahirlah sambal perlawanan yang kelak akan meruntuhkan dominasi sambal-sambal manis di kota tempatnya merantau.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berawal dari seorang kawan yang kemudian memberitakan ke kawannya yang lain, sebuah ide untuk melakukan perlawanan secara terang-terangan akhirnya muncul. Hingga akhirnya berdirilah Waroeng Spesial Sambal SS yang kala itu berupa tenda kaki lima di pinggir jalan raya utama di samping tempat kondangan terkemuka kampusnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memperkenalkan sesuatu yang baru untuk mengubah zona nyaman tentunya bukan perkara mudah. Banyak yang mengkritik dan mencibirnya sebagai pemimpi. Tidak masalah bagi pemuda ini karena dia meyakini mimpinya. Dia juga tahu, meskipun menjadi pemimpi, dia tidak sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lambat laun, sambal di Waroeng Spesial Sambal SS mulai diperbincangkan. Dari sekadar kritikan karena menjual sambal terpisah di saat semua warung makan menggratiskannya, hingga anggapan bahwa level kepedasan sambalnya yang dianggap berada di atas ambang batas toleransi lidah warga Jogja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi pemuda ini, sambal tetaplah sambal dan pedas mestilah pedas. Keyakinan ini terbayar ketika banyak orang seperti dirinya, yang mendambakan sambal sebagaimana hakikatnya sambal, mulai berdatangan dan menjadi konsumen tetap di Waroeng Spesial Sambal SS.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang-orang tidak sekadar membeli sambal dan kepedasan di Waroeng SS. Mereka membiayai perlawanan terhadap kemapanan sambal-sambal manis dan menjaga keberlangsungan idealisme pedasnya.<\/span><\/p>\n<h4><b>Rahasia #3 Ora nduwe musuh ora kepenak<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau orang lain bakalan misuh-misuh ketika secara tiba-tiba kompetitor mendekati lokasi usahanya, apalagi dengan jualan produk yang sama persis, Waroeng SS bisa dibilang nyeleneh dan menyalahi kebiasaan. Jangankan misuh-misuh, yang terjadi malahan Waroeng Spesial Sambal SS akan menggelar syukuran, doa bersama, sampai sebisa mungkin mereka dapat menghadiri grand opening kompetitornya itu. Dan kalau perlu, makan siang di situ hingga 7 hari ke depan sebagai bentuk dukungan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lha, kok? Apakah mereka akan menyabotase, mengirim santet, mata-mata, atau bahkan bikin gaduh usaha kompetitornya? Jawabanya tidak sama sekali. Mereka melakukannya dengan tulus dan senang hati.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Waroeng SS akan selalu mendukung berkembangnya industri kuliner. Khususya jagat kuliner persambalan. Sebutkan nama-nama kompetitor Waroeng Spesial Sambal SS di Jogja, beberapa dari mereka pastilah pernah belajar langsung dengan si empunya Waroeng SS.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ilmu-ilmu dan pengalaman membangun bisnis kuliner pun akan menjadi topik utamanya. Tidak hanya itu, tema-tema seperti pengendalian bahan baku, strategi keuangan, dan pengelolaan SDM pun akan turut beliau ajarkan. Saya sendiri saksi hidupnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tujuan dari dukungan Waroeng Spesial Sambal SS ini tentunya agar semakin banyak usaha kuliner yang mengandalkan produk sambalnya. Sehingga secara tidak langsung akan mengampanyekan budaya makan sambal secara lebih masif lagi. Dan ujungnya, sambalnya Waroeng SS akan ditandingkan dengan sambal warung makan lain secara apple to apple. Sambal bertemu sambal, pedas beradu pedas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sama halnya seperti nelayan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pengalaman-kerja-part-time-di-jepang-gajinya-besar-kerjaannya-nggak-nyantai\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jepang<\/a> yang memasukkan ikan hiu kecil ke kotak-kotak ikan tangkapannya agar ikan-ikan itu terus berlari sehingga terjaga kesegarannya. Kompetisi semacam inilah yang mereka butuhkan untuk terus bergerak dan menjadi lebih baik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah, pembaca yang baik, \u201crahasia penglaris\u201d Waroeng Spesial Sambal SS.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Mohammad Ibnu Haq<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-menu-waroeng-spesial-sambal-yang-recommended\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">5 Menu Waroeng Spesial Sambal (SS) yang Recommended<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rahasia penglaris yang sangat mudah untuk ditiru&#8230; kalau ada niat dan hati yang besar.<\/p>\n","protected":false},"author":758,"featured_media":193339,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0","post_calculate_word_method":"str_word_count"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0","format":"standard"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"enable_post_split":"0","post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[12909],"tags":[4418,437,17323,17322,17320,17321],"class_list":["post-193299","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-kuliner-jogja","tag-sambal","tag-sambal-ss","tag-ss","tag-waroeng-spesial-sambal-ss","tag-waroeng-ss"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/193299","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/758"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=193299"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/193299\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/193339"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=193299"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=193299"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=193299"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}