{"id":193165,"date":"2022-10-20T13:48:32","date_gmt":"2022-10-20T06:48:32","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=193165"},"modified":"2022-10-20T13:48:32","modified_gmt":"2022-10-20T06:48:32","slug":"jauhi-rokok-ilegal-dekati-tingwe","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jauhi-rokok-ilegal-dekati-tingwe\/","title":{"rendered":"Jauhi Rokok Ilegal, Dekati Tingwe"},"content":{"rendered":"<p><em>Rokok ilegal bikin negara rugi dan merugikan petani. Rokok tingwe, sebaliknya<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/mojok.co\/pojokan\/9-fakta-sukarno-antek-asing-poliglot-10-bahasa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bung Karno<\/a> pernah berkata, \u201cAku merokok supaya revolusi tetap jalan.\u201d Maka saya ingin membalas, \u201cMaaf, Bung, tapi revolusi hari ini harus ditunda dulu.\u201d Lha gimana, makin hari makin susah jadi perokok. Sudah dipojokkan kelompok antirokok, masih ditekan dengan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kenaikan-tarif-cukai-rokok-harus-ditolak-meski-anda-antirokok-sekalipun\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">cukai rokok<\/a> yang terus naik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tekanan dari kenaikan cukai rokok memaksa perokok lebih kreatif (baca: narimo ing pandum). Dari menurunkan selera kepada rokok murah, sampai memilih rokok linting. Beberapa orang, terutama di area dekat perbatasan, memilih rokok tanpa cukai atau bercukai palsu. Klise sih, cukai naik yang diharapkan menambah pemasukan negara malah menyuburkan barang ilegal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rokok ilegal paling banyak adalah barang impor. Karena tidak membayar cukai, harganya bisa sangat murah dibanding rokok bercukai. Bahkan untuk rokok putih isi 16 saja dijual dengan harga 10 ribu. Bandingkan dengan harga rokok bercukai sejenis yang kini paling tidak seharga 25 ribu. Jelas selisihnya terlalu jauh. Urusan cita rasa, banyak yang bilang enak. Toh rokok putih memang punya rasa yang gitu-gitu aja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rokok kretek pun juga tidak lepas dari hantu ini. Bahkan kretek ilegal lebih kreatif dalam urusan penamaan. Kretek ilegal biasanya memanfaatkan cukai palsu atau cukai bekas. Sama-sama tidak bayar cukai, dan sama-sama lebih murah dari rokok bercukai. Tapi, kadang harga kretek ilegal ini tidak selisih banyak dari yang bercukai. Dan ini sering menimbulkan kebingungan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun jauh lebih murah, rokok ilegal adalah pilihan tidak masuk akal. Masih mending rokok tingwe meskipun sedikit lebih repot. Dan berikut alasannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu bahaya yang paling nyata adalah urusan hukum. <a href=\"http:\/\/jdih.kemenkeu.go.id\/fullText\/2007\/39tahun2007UU.HTM\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">UU Nomor 39 Tahun 2007<\/a> menegaskan bahwa perokok rokok ilegal bisa dijerat hukum. Dalam pasal 56, ditegaskan bahwa pelanggaran terhadap UU ini termasuk \u201cmenimbun, menyimpan, memiliki, menukar, memperoleh, atau memberikan\u201d rokok ilegal. Jadi Anda bisa dijerat hukum hanya karena menyimpan sebungkus rokok ilegal di kantong Anda. Hukuman yang dijatuhkan bisa sampai 8 tahun penjara lho!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kan tidak lucu. Mosok dipenjara karena rokok? Mending <span style=\"text-decoration: line-through;\">dipenjara karena korupsi terus bisa sok alim di depan kamera <\/span><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">turu gaes, ra risiko.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rokok ilegal juga terus diburu kepolisian dan bea cukai. Jadi akan lumrah ketika salah satu merek ilegal tiba-tiba hilang dari masyarakat. Risiko perokok rokok ilegal adalah kehilangan merek rokok favorit karena pabriknya digeruduk polisi. Atau tidak bisa merokok rokok impor ilegal karena penyelundupnya terciduk aparat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akhirnya perokok rokok ilegal harus siap gonta-ganti merek. Dan jika Anda bukan orang bermulut asbak, ganti cita rasa rokok adalah siksaan tersendiri. Lidah Anda bisa mengeluh karena setiap hari ganti rasa rokok. Dan belum tentu Anda cocok dengan rokok lain ketika rokok kesayangan Anda terjerat hukum.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan terus membeli rokok ilegal, Anda juga menabur benih masalah di kehidupan petani tembakau. Ketika yang ilegal lebih menjanjikan, mau tidak mau para petani menjual tembakau ke produsen rokok ilegal. Bisa jadi malah tidak tahu karena permainan tengkulak. Kehidupan petani tembakau yang sudah susah masih harus ditambah masalah barang ilegal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara tidak langsung, Anda sedang mengajak petani tembakau masuk ke jurang bencana. Setiap isapan rokok ilegal, segenggam hidup petani menjadi kriminal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tingwe tidak akan memberi semua masalah tadi. Harga tembakau tingwe juga lebih murah daripada rokok. Sederhananya, biaya rokok selama sehari bisa cukup untuk membeli tingwe selama 3 hari. Jadi masalah cukai naik bisa selesai tanpa harus beli barang ilegal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perkara rasa memang relatif. Tapi gonta-ganti tembakau tingwe masih tidak lebih rugi daripada mencoba berbagai rokok ilegal. Toh lebih murah dan masih bisa dimodifikasi agar tembakau tingwe Anda menjadi lebih <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-rekomendasi-merek-tembakau-untuk-tingwe-pemula\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">nikmat.<\/a> Kalau rokok ilegal, sudah susah mencocokkan rasa, masih kena bui akibat terjerat hukum.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Toh kalau mau bicara patriotik, tembakau tingwe jelas lebih patriot. Selain ikut menafkahi petani tembakau, Anda juga masih bayar cukai. Paling tidak, Anda bisa sombong sedikit ketika diserang kelompok antirokok. Bayangkan jika Anda perokok rokok ilegal. Sudah dihujat, masih dipandang sebagai kriminal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi daripada bermain api dengan barang ilegal, mending tingwe saja. Enak, ra risiko, dan tetap gagah untuk melawan bacotan antirokok.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Prabu Yudianto<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-manfaat-tingwe-yang-wajib-kalian-ketahui\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">3 Manfaat Tingwe yang Wajib Kalian Ketahui<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/span><\/h5>\n<h5><span id=\"Anda_penulis_Terminal_Mojok_Silakan_bergabung_dengan_Forum_Mojokdi_sini\"><strong><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\">di sini<\/a>.<\/em><\/strong><\/span><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ra risiko, Lur!<\/p>\n","protected":false},"author":793,"featured_media":193167,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"enable_post_split":"0","post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[14280],"tags":[3842,16464,820,7661],"class_list":["post-193165","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sebat","tag-cukai","tag-rokok-ilegal","tag-tembakau","tag-tingwe"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/193165","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/793"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=193165"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/193165\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/193167"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=193165"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=193165"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=193165"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}