{"id":193074,"date":"2022-10-19T11:50:14","date_gmt":"2022-10-19T04:50:14","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=193074"},"modified":"2022-10-19T11:50:14","modified_gmt":"2022-10-19T04:50:14","slug":"pssi-dan-fifa-membuang-empati-ke-tempat-sampah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pssi-dan-fifa-membuang-empati-ke-tempat-sampah\/","title":{"rendered":"PSSI dan FIFA Membuang Empati ke Tempat Sampah"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Judul di atas mungkin terlalu melecehkan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mengumpulkan-5-tempat-yang-sering-jadi-alternatif-buang-sampah-walau-sejatinya-bukan-tempat-sampah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">tempat sampah<\/a>. Meskipun isinya sampah, tapi sebagai sebuah \u201cwadah\u201d, mereka punya andil di kehidupan manusia. Jadi, tempat sampah pun masih terlalu mulia untuk menjadi wadah pembuangan empati PSSI dan FIFA. Maafkan saya, tempat sampah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tuhan itu sungguh baik hati.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama, Tuhan memberi kita akal dan budi. Setelah itu, turunannya ada banyak aspek positif dari manusia. Ada cinta kasih, kemampuan untuk berkarya, sampai empati yang sangat luhur. Namun, entah bagaimana, manusia selalu punya cara paling brengsek untuk memberangus empati di dalam diri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua, Tuhan itu baik hati karena selalu memberi petunjuk, tentu dengan cara-Nya sendiri. Salah satunya, menunjukkan bukti sebenarnya orang jahat itu siapa saja.<\/span><\/p>\n<h4><strong>PSSI dan FIFA sama-sama brengsek<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana bisa, di tengah duka yang mendalam, hanya 1 hari setelah jumlah korban meninggal dari Tragedi Kanjuruhan menjadi 133 orang, PSSI menerima ajakan Presiden FIFA untuk bermain fun football. Bahkan, di akun resmi, mereka menggunakan wording \u201ckeseruan\u201d. Bajingan betul.<\/span><\/p>\n<blockquote class=\"twitter-tweet\">\n<p dir=\"ltr\" lang=\"en\">FYI <a href=\"https:\/\/twitter.com\/FIFAcom?ref_src=twsrc%5Etfw\">@FIFAcom<\/a>, a few hours before your president laughed on the football field, a victim of the Kanjuruhan Tragedy died in the ICU.<\/p>\n<p>133 people have died. And your president came here to (for one thing) play FUN FOOTBALL &amp; laugh? Why don&#8217;t you just play FUN FOOTBALL at Kanjuruhan? <a href=\"https:\/\/t.co\/B6UrqX7iqU\">pic.twitter.com\/B6UrqX7iqU<\/a><\/p>\n<p>\u2014 PanditFootball.com (@panditfootball) <a href=\"https:\/\/twitter.com\/panditfootball\/status\/1582560470124630017?ref_src=twsrc%5Etfw\">October 19, 2022<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><script async src=\"https:\/\/platform.twitter.com\/widgets.js\" charset=\"utf-8\"><\/script><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau memang PSSI punya akal sehat dan empati, mereka bisa dengan mudah menolak ajak Presiden FIFA. Itu sangat mudah untuk dilakukan. Nggak perlu banyak alasan. Tinggal bilang saja Indonesia sedang berduka dan fun football itu nggak layak untuk digelar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah kalau menolak main tarkam sama Presiden FIFA lantas PSSI kena sanksi? Nggak mau main tarkam kena sanksi tapi kalau ada 133 suporter meninggal pengurus bola Indonesia malah diajak untuk kerja sama. Apa itu membangun ulang <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/menyatukan-air-mata-untuk-tragedi-kanjuruhan-memeluk-rival-menyudahi-pertikaian\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Stadion Kanjuruhan<\/a>? Secara fisik, stadion mungkin akan jadi bagus, tapi bagaimana dengan masalah sebenarnya? Indonesia selalu begitu. Fokusnya nggak pernah ke solusi. Brengsek betul.<\/span><\/p>\n<h4><strong>Rekomendasi yang tidak dijalankan<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah lebih dari 7 hari sejak TGIPF mengumumkan rekomendasinya. Sebuah rekomendasi yang saya rasa sudah cukup seimbang, meski tidak bisa dikatakan sempurna. Setidaknya, rekomendasi mereka itu konkret dan masih sesuai dengan UU yang berlaku, baik UU di Indonesia maupun statuta FIFA.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, sampai catatan emosi ini selesai saya bikin, PSSI belum melaksanakan rekomendasi tersebut. Yah, sekali lagi, kalau memang punya empati dan bukan para bajingan, nggak perlu rekomendasi, seluruh jajaran PSSI dan PT LIB sudah minggat. Sadar diri untuk mundur. Nggak perlu Presiden turun tangan dan FIFA datang ke Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, yang terjadi adalah pameran kebebalan dan pajangan orang-orang rakus jabatan. Awalnya menghindar, lalu saling lempar jabatan. Sekarang, malah main fun football bersama Presiden FIFA. Saya jadi curiga, jangan-jangan otak pengurus PSSI itu kekurangan pasokan oksigen. Mungkin terlalu banyak mabuk <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/menyatukan-air-mata-untuk-tragedi-kanjuruhan-memeluk-rival-menyudahi-pertikaian\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">gas air mata<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terakhir, fun football itu juga bukti bahwa Tuhan itu sangat baik. Dengan telak, Tuhan, sekali lagi mengingatkan kalau FIFA sendiri adalah lembaga brengsek dan korup. Isinya bukan soal sepak bola untuk manusia, tapi sepak bola sebagai mesin pendulang uang. Buktinya sudah banyak dan kamu bisa mencarinya sendiri.<\/span><\/p>\n<h4><strong>Revolusi harga mati<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah ini apalagi? Kunjungan PSSI dan FIFA ke stasiun televisi atau menggelar doa bersama? Seremonial brengsek apalagi yang akan mereka lakukan sebagai usaha membasuh tangan-tangan berdarah?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada akhirnya, revolusi hanya milik mereka yang bersatu. Untuk melawan sekumpulan manusia brengsek, tidak bisa berjalan sendiri-sendiri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah seluruh suporter Indonesia mau punya pemimpin macam ini? Yang bisa mengumbar senyum lebar sambil main fun football ketika ada 133 orang meninggal dan belum mendapatkan keadilan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau klub, sebagai \u201cpemegang suara\u201d juga cuma diam saja, jangan berharap Tragedi Kanjuruhan mendapatkan keadilan. Tragedi ini hanya akan menjadi sebatas catatan statistik. Tidak lebih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kesaksian-suporter-malam-mencekam-di-kanjuruhan-dan-saya-yang-gagal-menjadi-manusia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kesaksian Suporter: Malam Mencekam di Kanjuruhan dan Saya yang Gagal Menjadi Manusia<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sekumpulan orang brengsek main fun football.<\/p>\n","protected":false},"author":425,"featured_media":193075,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"enable_post_split":"0","post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[6345,3416,17300,17156],"class_list":["post-193074","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-fifa","tag-pssi","tag-rekomendasi-tgpf","tag-tragedi-kanjuruhan"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/193074","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/425"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=193074"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/193074\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/193075"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=193074"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=193074"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=193074"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}