{"id":193068,"date":"2022-10-19T11:12:31","date_gmt":"2022-10-19T04:12:31","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=193068"},"modified":"2022-10-19T11:12:31","modified_gmt":"2022-10-19T04:12:31","slug":"8-olahan-telur-ceplok-yang-enak-dan-mudah-dibuat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/8-olahan-telur-ceplok-yang-enak-dan-mudah-dibuat\/","title":{"rendered":"8 Olahan Telur Ceplok yang Enak dan Mudah Dibuat"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Variasi olahan telur ceplok ini dijamin bikin kalian puas!<\/em><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masak itu melelahkan. Lelahnya bahkan sudah terasa jauh sebelum lombok ketemu pisau, atau panci masuk bak cuci. Memikirkan hari ini mau masak apa saja, sudah termasuk melelahkan. Nggak percaya? Coba saja tanya pada orang yang setiap hari bergulat di dapur. Pernah tidak mereka dilanda kebingungan mau masak apa? Pasti jawabnya, pernah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, ibarat penyakit yang selalu ada obatnya, urusan mati gaya di dapur inipun ada penawarnya. Bukan dengan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/betapa-mudahnya-nge-judge-generasi-yang-suka-gofood\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">GoFood<\/a> atau makan di luar, ya. Keduanya memang solusi, sih, tapi bukan itu yang saya maksud. Melainkan, dengan pintar-pintar melakukan variasi dalam mengolah bahan makanan. Variasi inilah yang dapat menyelamatkan siapapun dari kebuntuan saat memasak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan melakukan variasi, satu bahan di dapur bisa disulap jadi berbagai macam menu. Contohnya, telur. Jika selama ini nasib telurmu hanya diceplok, modifikasi, dong. Jangan khawatir bakalan ribet. Nih, saya beri sontekan 8 olahan telur ceplok yang gampang dibuat.<\/span><\/p>\n<h4><b>#1 Telur ceplok balado<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mumpung harga cabai lagi murah meriah, yuk, dimasak balado saja si telur ceploknya. Cukup tumis bumbu dasar merah yang terdiri atas cabai merah, rawit merah, bawang merah dan bawang putih yang sudah digiling halus. Kemudian, tambahkan sedikit gula, garam dan bumbu penyedap untuk mengoreksi rasa. Mau lebih praktis lagi? Bumbu merahnya bisa ganti dengan bumbu instan merah yang rekomendasinya bisa kamu baca di<\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-bumbu-merah-instan-pengganti-cabai-yang-harganya-makin-nggak-ngotak\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">sini<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, ya~<\/span><\/p>\n<h4><b>#2 Telur ceplok bumbu kecap<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Punya stok bumbu dasar putih di kulkas? Cocok, tuh, kalau digunakan untuk membuat telur ceplok bumbu kecap. Tinggal tumis bumbu dasar putih secukupnya hingga harum. Lalu, masukkan telur ceplok dan beri kecap. Selanjutnya, kecilkan api dan biarkan si kecap meresap sempurna ke dalam telur. Tapi, jangan ditinggal pergi umroh, ya, nanti gosong telurnya.<\/span><\/p>\n<h4><b>#3 Telur ceplok bumbu kemangi<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Si daun hijau beraroma tajam ini, memang tak pernah gagal untuk melezatkan masakan. Termasuk, jika dijodohkan dengan telur ceplok. Cara membuat telur ceplok bumbu kemangi juga mudah. Anti nguleg, anti parut. Cukup iris-iris manja saja si duo bawang dan cabai merah, lalu ditumis hingga harum. Jangan lupa tambahkan garam dan penyedap, kecuali kalau kamu anti micin. Setelah itu, barulah masukkan kemangi, aduk sebentar sambil diberi sedikit air. Terakhir, masukkan telur ceplok. Beres.<\/span><\/p>\n<h4><b>#4 Telur ceplok lombok hijau<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Olahan telur ceplok berikutnya adalah telur ceplok lombok hijau. Dari namanya saja, sudah jelas bahwa menu ini mengandalkan cita rasa pedas dari si lombok hijau. Cara membuatnya, uleg kasar lombok hijau bersama dengan bawang merah dan bawang putih. Kemudian, tumis bersama dengan lengkuas, daun salam dan sereh. Beri sedikit air dan koreksi rasa. Jika sudah mantap, masukkan telur ceplok lalu aduk sebentar. Telur ceplok lombok hijau, siap disantap dengan sepiring nasi panas. Yummi.<\/span><\/p>\n<h4><b>#5 Telur ceplok kuah kuning<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Olahan telur ceplok itu tidak melulu kering to nyemek, ya. Telur ceplok disulap jadi menu yang banjir alias berkuah juga bisa, yaitu dengan memanfaatkan santan. Caranya, siapkan dulu bumbu dasar kuning yang terdiri atas duo bawang, kunyit, dan <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kemiri\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kemiri<\/a> yang sudah dihaluskan. Kemudian, tumis si bumbu kuning bersama dengan lengkuas, sereh dan daun salam. Kalau sudah wangi, tambahkan santan dan air. Aduk terus, ya, Bun, biar santannya nggak pecah. Terakhir, masukkan deh telur ceploknya. Jangan lupa koreksi rasa dan tambahkan taburan bawang goreng di atasnya. Maknyus~<\/span><\/p>\n<h4><b>#6 Telur ceplok kuah merah<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kamu nggak cocok dengan makanan yang dimasak dengan kuah kuning, kamu bisa men-skip menu nomer lima dan menggantinya dengan menu yang satu ini: telur ceplok kuah merah. Cara memasaknya sama, kok. Hanya saja, bumbu dasar kuningnya diganti dengan bumbu dasar merah. Soal rasa? Tentu lebih huh-hah telur ceplok kuah merah.<\/span><\/p>\n<h4><b>#7 Telur ceplok asam manis<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Telur ceplok asam manis juga jadi menu yang wajib kalian coba. Terutama, jika persediaan saus saset hasil kumpul-kumpul sana-sini sudah mulai banyak. Sudah, ngaku saja. Kalau makan ayam di resto, trus saus sasetnya nggak kepakai, kamu bawa pulang buat dikumpulkan, kan? Sama. Saya juga gitu. Jadi, mari kita manfaatkan saus-saus tersebut untuk mengolah telur ceplok. Tinggal tumis dua bawang, masukkan saus tomat, beri sedikit kecap dan air, lalu aduk hingga rata. Terakhir, masukkan telur ceplok dan biarkan si bumbu meresap.<\/span><\/p>\n<h4><b>#8 Telur ceplok teriyaki<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Adanya bumbu instan yang bertebaran di warung itu, ya, untuk dimanfaatkan. Salah satunya yaitu Saori saus teriyaki. Cuma, biar kelihatan ada effort-nya, jangan biarkan si <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/setelah-mencicipi-mi-boncabe-menarik-jika-merek-lain-ikutan-bikin-mi-instan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Saori<\/a> ini tarung sendirian dalam upaya melezatkan masakan. Duetkan dengan irisan bawang merah, bawang putih dan cabai merah yang ditumis, biar rasanya makin juara. Amboi, pas banget nih buat bekal di kantor.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wis, lah. Pokoknya selama ada stok endog di dapurmu, urusan perut bakalan aman. Nggak usah khawatir bakal kena bisul gara-gara kebanyakan makan telur, ya. Mitos itu.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/resep-rahasia-bikin-indomie-seenak-warmindo\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pembuktian Resep Rahasia Bikin Indomie Seenak Buatan Warmindo!<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/span><\/h5>\n<h5><span id=\"Anda_penulis_Terminal_Mojok_Silakan_bergabung_dengan_Forum_Mojokdi_sini\"><strong><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\">di sini<\/a>.<\/em><\/strong><\/span><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gampang, murah, dan nikmat!<\/p>\n","protected":false},"author":613,"featured_media":193071,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"enable_post_split":"0","post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[12909],"tags":[16322,1209,5239],"class_list":["post-193068","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-olahan-telur","tag-resep","tag-telur-ceplok"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/193068","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/613"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=193068"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/193068\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/193071"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=193068"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=193068"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=193068"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}