{"id":192827,"date":"2022-10-17T15:58:56","date_gmt":"2022-10-17T08:58:56","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=192827"},"modified":"2022-10-17T15:58:56","modified_gmt":"2022-10-17T08:58:56","slug":"7-lagu-indonesia-yang-paling-menggambarkan-derita-korban-selingkuh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/7-lagu-indonesia-yang-paling-menggambarkan-derita-korban-selingkuh\/","title":{"rendered":"7 Lagu Indonesia yang Paling Menggambarkan Derita Korban Selingkuh"},"content":{"rendered":"<p>Sejauh usaha saya melihat kembali berbagai pengalaman orang sekitar ketika menjadi korban selingkuh, ada 7 lagu Indonesia yang bisa dengan telak menggambarkan penderitaan korban. Mari, saya kasih cerita.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terkadang, usaha mengungkapkan derita karena <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-buku-yang-cocok-dibaca-saat-patah-hati\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">patah hati<\/a> itu sesulit meruntuhkan gunung. Butuh perjuangan keras, melewati pertarungan dilema di dalam hati. Pertarungan antara enggan mengingat kembali kronologi sakit hati atau sesak di dada karena butuh pelepasan. Apalagi kalau kamu menjadi korban selingkuh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika masa-masa sulit itu terjadi, sebuah lagu bisa menjadi media pelepasan. Mendengarkan lagu Indonesia yang terasa dekat dengan kita. Lagu-lagu yang liriknya sanggup menjadi \u201ckawan\u201d. Dan inilah, berdasarkan pengalaman pribadi, 7 lagu Indonesia yang paling menggambarkan derita korban selingkuh.<\/span><\/p>\n<h4><b>#1 Agnez Mo, Sebuah Rasa<\/b><\/h4>\n<p><iframe title=\"YouTube video player\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/XNQoWURf8lI\" width=\"560\" height=\"315\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kamu berjalan bersamanya<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selama kamu denganku<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitu rumitnya dunia<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hanya karena sebuah rasa<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cinta<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagu Indonesia yang menurut saya paling pas menggambarkan derita korban selingkuh adalah \u201cSebuah Rasa\u201d dari <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/salty-benci-agnez-mo-karena-kesuksesan-weird-genius-itu-bentuk-sesat-pikir\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Agnez Mo<\/a>. Ingat, ini menurut saya, ya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tema lagu ini sangat klasik, yaitu seorang laki-laki yang selingkuh karena rumitnya perasaan manusia. Sampai sekarang, \u201cSebuah Rasa\u201d adalah salah 1 lagu galau favorit saya.<\/span><\/p>\n<h4><b>#2 Anang, Separuh Jiwaku Pergi<\/b><\/h4>\n<p><iframe title=\"YouTube video player\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/QxB-OW2IOsg\" width=\"560\" height=\"315\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Benar &#8216;ku mencintaimu<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi tak begini<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kau khianati hati ini<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kau curangi aku<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagu Indonesia nomor dua yang sukses menggambarkan derita korban selingkuh adalah \u201cSeparuh Jiwaku Pergi\u201d dari <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/token-asix-mas-anang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Anang Hermansyah<\/a>. Konon, lagu ini merupakan tema dari perceraian antara Anang dan Krisdayanti.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagian paling meruntuhkan hati adalah kalimat \u201cKau curangi aku.\u201d Sebuah penekanan akan penyebab sebuah derita terjadi. Dasar manusia.<\/span><\/p>\n<h4><b>#3 Geisha, Jika Cinta Dia<\/b><\/h4>\n<p><iframe title=\"YouTube video player\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/zDFQ22eom5s\" width=\"560\" height=\"315\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika cinta dia, jujurlah padaku<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tinggalkan aku di sini tanpa senyumanmu<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika cinta dia, kucoba mengerti<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin kau bukan cinta sejati di hidupku<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah 2 lagu dari penyanyi solo, lagu Indonesia nomor 3 yang bisa menggambarkan derita korban selingkuh adalah \u201cJika Cinta Dia\u201d dari Geisha. Lagu ini adalah single andalan dari album Geisha yang berjudul Anugerah Terindah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konon, lagu ini merupakan pengalaman dari salah satu personel Geisha yang saat itu ditinggal nikah oleh kekasihnya. Sakit sekali mendengarnya. Pelaminan jadi angan belaka. Tunggu sebentar, saya mau ambil tisu. Mau nangis dulu.<\/span><\/p>\n<h4><b>#4 Tata Janeeta, Sang Penggoda<\/b><\/h4>\n<p><iframe title=\"YouTube video player\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/-rs-404qZ3M\" width=\"560\" height=\"315\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan ku pernah jadi yang tersayang<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ku pernah jadi yang paling kau cinta<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin kau lupa<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan di saat sang penggoda datang<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kau biarkan dia hancurkan istanaku<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekarang kau lupa aku ratumu<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagu &#8220;Sang Penggoda&#8221; merupakan lagu yang dipopulerkan Tata Janeeta ketika berkolaborasi dengan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bunda-maia-estianty-jangan-ikut-memperkeruh-suasana-ya-ya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Maia Estianty<\/a>. Lagu Indonesia yang dalem banget menggambarkan derita korban selingkuh ini populer pada 2018.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti lagu Agnez Mo, tema \u201cSang Penggoda\u201d juga sangat klasik: orang ketiga. Sebuah pengkhianatan yang membuat si aku tak lagi menjadi ratu di hati kekasihnya. Brengsek betul. Siapa ya yang lagi disindir pakai lagu ini? Coba tebak.<\/span><\/p>\n<h4><b>#5 Kerispatih, Bila Rasaku Ini Rasamu<\/b><\/h4>\n<p><iframe title=\"YouTube video player\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/kSbQo03yOiI\" width=\"560\" height=\"315\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bila rasaku ini rasamu<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sanggupkah engkau menahan sakitnya<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terkhianati cinta yang kau jaga<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Coba bayangkan kembali<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Betapa hancurnya hati ini, kasih<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semua telah terjadi&#8230;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagu Indonesia yang berjudul &#8220;Bila Rasaku Ini Rasamu&#8221; dipopulerkan oleh Kerispatih dan diciptakan oleh Badai. Lagu yang dirilis pada 2008 ini merupakan salah satu single Kerispatih dari album studionya yang berjudul Tak Lekang Oleh Waktu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski cukup lawas, lagu ini cukup membekas di hati saya. Sebuah pengingat tentang pedihnya menjadi korban selingkuh dan patah hati yang menyayat.<\/span><\/p>\n<h4><b>#6 Astrid, Mendua<\/b><\/h4>\n<p><iframe title=\"YouTube video player\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/C5uZBPVOl3Y\" width=\"560\" height=\"315\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kau putuskan<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tuk mendua<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan dia<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di belakangku<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal ku<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pilih kamu<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi cinta terakhir<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sangat sulit untuk tidak mengenali Astrid ketika menyanyi. Suaranya sangat khas dan selalu enak di telinga. Nah, di lagu \u201cMendua\u201d ini, Astrid sukses menggambarkan penderitaan seorang korban selingkuh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagu Indonesia yang nggak kalah sendu dengan \u201cSebuah Rasa\u201d ini punya daya magis yang sukses bikin saya sendu. Bawaannya pengin mengelap air mata sambil memaki mantan tukang selingkuh.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><b>#7 Ahmad Band, Aku Cinta Kau Dan Dia<\/b><\/h4>\n<p><iframe title=\"YouTube video player\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/bAnDJzK3_qE\" width=\"560\" height=\"315\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Skali lagi maafkanlah,<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karna aku cinta kau dan dia,<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maafkanlah ku tak bisa tinggalkan dirinya\u2026<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagu terakhir ada dari <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Ahmad_Band\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ahmad Band<\/a> yang berjudul &#8220;Aku Cinta Kau dan Dia&#8221;. Lagu Indonesia ini bertemakan tentang seseorang yang mencintai 2 orang dalam waktu bersamaan, lagu ini sulit untuk dilupakan. Salah 1 masterpiece dari Ahmad Dhani.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu dia 7 lagu Indonesia yang paling menggambarkan derita korban selingkuh. Sekali lagi, daftar ini berdasarkan perasaan saya, ya. Kalau kamu punya cerita dan lagu terbaik, silakan share aja. Siapa tahu kamu jadi lebih lega. Nanti saya temani mengelap air mata sambil memaki mantan-mantan kita tukang selingkuh. Anjing!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Shyanata Wijaya<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-lagu-lawas-indonesia-yang-liriknya-bikin-bingung\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">3 Lagu Lawas Indonesia yang Liriknya Bikin Bingung<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nanti saya temani mengelap air mata sambil memaki mantan-mantan kita tukang selingkuh. Anjing!<\/p>\n","protected":false},"author":1962,"featured_media":192904,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"enable_post_split":"0","post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[13084],"tags":[7765,17287,7283,12870,1078],"class_list":["post-192827","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-musik","tag-agnez-mo","tag-anang-hermansyah","tag-dewa-19","tag-lagu-indonesia","tag-selingkuh"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/192827","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1962"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=192827"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/192827\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/192904"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=192827"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=192827"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=192827"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}