{"id":192326,"date":"2022-10-16T08:00:29","date_gmt":"2022-10-16T01:00:29","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=192326"},"modified":"2022-10-16T06:48:05","modified_gmt":"2022-10-15T23:48:05","slug":"17-istilah-dalam-jurnal-ilmiah-yang-wajib-diketahui-calon-peneliti","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/17-istilah-dalam-jurnal-ilmiah-yang-wajib-diketahui-calon-peneliti\/","title":{"rendered":"17 Istilah dalam Jurnal Ilmiah yang Wajib Diketahui Calon Peneliti"},"content":{"rendered":"<p><em>Cari tahu dulu istilah-istilah dalam jurnal ilmiah.<\/em><\/p>\n<p>Di Indonesia, amat sangat jarang orang yang bercita-cita jadi peneliti. Kebanyakan justru memilih cita-cita yang mainstream seperti dokter, pilot, guru, tentara, atau <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/polisi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">polisi<\/a>. Sebagian lagi\u2014khususnya anak-anak zaman sekarang\u2014memilih bercita-cita menjadi pengusaha, selebgram, atau <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/youtuber\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">YouTuber<\/a>. Padahal menjadi peneliti itu cita-cita yang mulia, lho. Sama halnya dengan guru, seorang peneliti bisa mengembangkan ilmu pengetahuan dan membangun peradaban manusia. Keren banget nggak, sih?<\/p>\n<p>Buat kamu yang memang bercita-cita menjadi seorang peneliti, ada banyak hal yang harus dipersiapkan. Selain harus melatih daya kritis terhadap suatu fenomena atau peristiwa, seorang peneliti juga harus mengetahui seluk-beluk tentang jurnal ilmiah. Di dalam jurnal ilmiah itulah, kamu bisa mempublikasikan hasil penelitianmu. Jangkauan publikasinya bisa di level nasional atau bisa juga internasional, tergantung jurnal yang kamu pilih.<\/p>\n<p>Nah, sebelum melangkah lebih jauh, ada baiknya kamu mengenal berbagai istilah yang berkaitan dengan jurnal ilmiah tadi. Yuk, kita bedah satu per satu.<\/p>\n<h4><strong>#1 Paper<\/strong><\/h4>\n<p>Artikel atau karya ilmiah berupa studi\/kajian hasil penelitian yang ditulis berdasarkan format tertentu.<\/p>\n<h4><strong>#2 Jurnal<\/strong><\/h4>\n<p>Media tempat mempublikasikan berbagai jenis paper\/artikel ilmiah dengan topik tertentu.<\/p>\n<h4><strong>#3 Gaya selingkung<\/strong><\/h4>\n<p>Gaya penulisan yang disepakati dalam suatu lingkungan\/jurnal tertentu.<\/p>\n<h4><strong>#4 Template jurnal<\/strong><\/h4>\n<p>File yang dibuat dengan tata letak keseluruhan paper\/artikel ilmiah dalam suatu jurnal seperti ukuran kertas, jenis dan ukuran font, spasi, dan aturan penulisan lainnya.<\/p>\n<h4><strong>#5 ISSN<\/strong><\/h4>\n<p>Singkatan dari International Standard Serial Number, yaitu nomor seri unik yang diberikan pada jurnal ilmiah yang sudah terakreditasi.<\/p>\n<h4><strong>#6 Akreditasi jurnal<\/strong><\/h4>\n<p>Pengakuan resmi terhadap suatu jurnal ilmiah setelah dilakukan penilaian standar baku dan kriteria tertentu.<\/p>\n<h4><strong>#7 Sinta<\/strong><\/h4>\n<p>Akronim dari Science and Technology Index, yaitu portal pemberian indeks jurnal yang berisi basis data kumpulan jurnal nasional yang sudah terakreditasi. Tingkatan <a href=\"https:\/\/kbbi.kemdikbud.go.id\/entri\/akreditasi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">akreditasi<\/a> tertinggi ditempati oleh Sinta 1 dan yang paling rendah adalah Sinta 6.<\/p>\n<h4><strong>#8 Scopus<\/strong><\/h4>\n<p>Portal yang berisi basis data kumpulan jurnal yang dimiliki oleh penerbit Elsevier dan sudah bereputasi internasional.<\/p>\n<h4><strong>#9 Sitasi<\/strong><\/h4>\n<p>Nama lain dari kutipan, yaitu tindakan memindahkan satu kalimat atau lebih dari suatu paper\/artikel ilmiah tertentu untuk mendukung hasil penelitian.<\/p>\n<h4><strong>#10 DOI<\/strong><\/h4>\n<p>Akronim dari Digital Object Identifier, yaitu alamat unik dari suatu paper\/artikel ilmiah pada suatu jurnal yang sifatnya permanen.<\/p>\n<h4><strong>#11 Plagiarisme<\/strong><\/h4>\n<p>Istilah lain dari penjiplakan, yaitu tindakan mengambil seluruh atau sebagian isi paper\/artikel ilmiah dan menjadikannya seolah-olah hasil karya sendiri.<\/p>\n<h4><strong>#12 Turnitin<\/strong><\/h4>\n<p>Aplikasi perangkat lunak berbasis web yang digunakan untuk mengidentifikasi plagiasi dalam penyusunan paper\/artikel ilmiah. Caranya adalah dengan mencocokkan teks pada paper\/artikel ilmiah dengan berbagai referensi di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/internet\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">internet<\/a>.<\/p>\n<h4><strong>#13 Mendeley<\/strong><\/h4>\n<p>Aplikasi perangkat lunak buatan penerbit Elsevier yang digunakan untuk mengelola sitasi (kutipan) dan referensi dalam penyusunan paper\/artikel ilmiah.<\/p>\n<h4><strong>#14 Grammarly<\/strong><\/h4>\n<p>Aplikasi perangkat lunak untuk mengecek penulisan teks pada paper\/artikel ilmiah yang menggunakan bahasa Inggris.<\/p>\n<h4><strong>#15 Quartile<\/strong><\/h4>\n<p>Sistem pemberian ranking pada jurnal ilmiah bereputasi internasional yang terindeks Scopus. Tingkatan tertinggi adalah Quartile 1 (Q1) dan yang paling rendah adalah Quartile 4 (Q4).<\/p>\n<h4><strong>#16 Scimago<\/strong><\/h4>\n<p>Situs web yang mencantumkan ranking jurnal bereputasi internasional mulai dari Q1 sampai Q4.<\/p>\n<h4><strong>#17 DOAJ<\/strong><\/h4>\n<p>Singkatan dari Directory of Open Access Journal, yaitu situs web yang menyediakan kumpulan jurnal dengan akses terbuka (gratis).<\/p>\n<p>Itulah berbagai istilah yang bakal kamu sering dengar ketika memutuskan jadi peneliti. Semoga saja artikel ini bermanfaat dan makin menguatkan niat kamu untuk mengembangkan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/ilmu-pengetahuan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ilmu pengetahuan<\/a> dan membangun peradaban manusia. Syukur-syukur bisa sekalian membangun negeri yang sedang morat-marit ini, ygy?<\/p>\n<p>Penulis: Andri Saleh<br \/>\nEditor: Intan Ekapratiwi<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-situs-penyedia-jurnal-ilmiah-gratis-yang-wajib-diketahui-pejuang-skripsi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">5 Situs Penyedia Jurnal Ilmiah Gratis yang Wajib Diketahui Pejuang Skripsi<\/a>.<\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apaan tuh DOI?<\/p>\n","protected":false},"author":1468,"featured_media":192737,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12910],"tags":[13142,5223,14669],"class_list":["post-192326","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pendidikan","tag-istilah","tag-jurnal-ilmiah","tag-kamus-terminal"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/192326","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1468"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=192326"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/192326\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/192737"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=192326"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=192326"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=192326"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}