{"id":19208,"date":"2019-11-01T08:20:12","date_gmt":"2019-11-01T01:20:12","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=19208"},"modified":"2019-11-01T08:20:12","modified_gmt":"2019-11-01T01:20:12","slug":"3-alasan-kenapa-filter-truth-or-dare-dan-head-quiz-di-instagram-story-diciptakan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-alasan-kenapa-filter-truth-or-dare-dan-head-quiz-di-instagram-story-diciptakan\/","title":{"rendered":"3 Alasan Kenapa Filter Truth or Dare dan Head Quiz di Instagram Story Diciptakan"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"https:\/\/tirto.id\/gisella-gisel-anastasia-dan-keinginan-kuat-sang-ratu-sejagat-daqv\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Gisella Anastasia<\/a> mengunggah Instagram Story dirinya bermain filter <em>Truth or Dare <\/em>bareng keponakan <em>online <\/em>Indonesia\u2014alias anaknya sendiri\u2014Gempi. Netizen di media sosial heboh. Rata-rata mereka gemas pada respons Gempi saat tak bisa membaca pertanyaan <em>Truth <\/em>yang diminta ibunya. Gisel baru sadar. Ketawa ngakak lah blio\u2014tentu saja tetap merdu, namanya juga penyanyi.<\/p>\n<p>Yang jadi sorotan, <em>Truth or Dare <\/em>ini bukan cuma dimainkan Gisel dan Gempi. Gading jug\u2014eh maksudnya, hampir semua pengguna Instagram pun ikutan. Coba deh sekarang kamu <em>tap <\/em>Instastory teman-temanmu; pasti adaaaa saja yang menggunakan filter ini. Yakin!<\/p>\n<p>\u201cNgapain, sih, pakai filter <em>Truth or Dare<\/em>? Ngabis-ngabisin kuota aja!\u201d keluh banyak manusia yang baru aja dapat <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/modus-penipuan-via-sms-yang-kian-membosankan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">SMS<\/a> pemberitahuan kalau kuotanya tinggal 9,99 MB setiap kali bunyi musik <em>tenonet <\/em>dari filter ini muncul di Instagram Story.<\/p>\n<p>Yah, memang, sih, filter yang satu ini dan filter <em>Head Quiz\u2014<\/em>yang bikin kita inget acara Eat Bulaga\u2014lagi hits se-hits-hits-nya di Instagram. Kalau mau diibaratkan, dari 10 pengguna Instagram, kayaknya cuma 4 orang yang belum pernah mengunggah filter <em>Truth or Dare <\/em>atau <em>Head Quiz. <\/em>Dari 4 orang tadi pun, paling-paling, 3 di antaranya udah pernah coba, tapi ogah <em>upload <\/em>karena dapetnya pertanyaan <em>Truth <\/em>atau <em>Dare <\/em>yang nggak banget, misalnya&#8230;<\/p>\n<p>&#8230;disuruh menyebutkan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/benarkah-jogja-berhati-mantan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">nama mantan<\/a> yang paling bikin kangen.<\/p>\n<p>Hih, gengsi, Bro! Gengsi!<\/p>\n<p>Terlepas dari caci maki yang mengikuti kemunculan filter <em>Truth or Dare <\/em>dan <em>Head Quiz <\/em>karena dicap <em>too much <\/em>dan menghabiskan kuota, sesungguhnya kita patut mengapresiasi siapa pun orang di balik dua filter bersejarah ini.<\/p>\n<p>Setidaknya, ada tiga alasan kenapa kita, mulai detik ini, sebaiknya mengurangi sikap kesal dan benci terhadap filter <em>Truth or Dare <\/em>dan <em>Head Quiz.<\/em><\/p>\n<h3><em><strong>Pertama,<\/strong> <\/em>kehadiran dua filter ini membuat wajah yang muncul di Instastory lebih bervariasi.<\/h3>\n<p>Kalau sebelumnya dalam fitur Story orang-orang menampilkan wajahnya sendiri yang lagi berkedip-kedip, monyong-monyongin bibir, ngelirik kamera-lalu pura-pura <em>candid, <\/em>merem-melek, goyang kanan-goyang kiri, dan lain sebagainya dengan filter Boomerang, bersyukurlah bahwa kali ini Instastory mereka tampak lebih \u201cbersosial\u201d dengan kehadiran wajah baru yang dikenai filter <em>Truth or Dare <\/em>dan <em>Head Quiz. <\/em><\/p>\n<p>Lewat filter ini pula, pengguna Instagram jadi nggak kelihatan <em>forever alone <\/em>karena mereka ternyata punya teman untuk diajak bermain. Alhamdulillah, ya.<\/p>\n<h3><em><strong>Kedua,<\/strong> <\/em>filter baru di Instagram Story ini mampu memperkaya kosakata pengguna-penggunanya.<\/h3>\n<p>Ini poin penting dan mungkin menjadi benefit yang paling terasa signifikan. Daripada orang-orang di Instastory terus-terusan bilang hal-hal semacam, \u201cEh, ada siapa, niiiih?\u201d, \u201cWah, lagi apa, niiih?\u201d, \u201cKita lagi di mana, niiiih?\u201d, atau pertanyaan-pertanyaan retoris lainnya, filter <em>Truth or Dare <\/em>dan <em>Head Quiz <\/em>jelas membantu. Alih-alih terjebak di kalimat yang itu-itu saja, dengan dua filter ini, kita (<em>hah, kita???<\/em>) bisa mengembangkan kalimat-kalimat lain, misalnya untuk mendeskripsikan gambar binatang di filter <em>Head Quiz <\/em>atau menjawab pertanyaan-pertanyaan aneh\u2014yang-kadang-terlalu-personal-tapi-nggak-apa-apa-deh-demi-konten\u2014di <em>Truth or Dare.<\/em><\/p>\n<h3><strong><em>Ketiga, <\/em><\/strong>filter-filter ini bisa dipakai untuk mengobati <em>awkard moment <\/em>saat bertemu teman-teman lama.<\/h3>\n<p>Mungkin, sekitar 87% orang di dunia ini bakal menunduk dalam-dalam saat bertemu dengan teman-teman di restoran atau kedai kopi. Bukan, bukan menunduk karena <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/syarat-berpenampilan-menarik-di-lowongan-pekerjaan-sering-kali-bikin-minder\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">minder<\/a>\u2014mereka menunduk sambil main hape! Artinya, obrolan yang berkualitas pun kian minim ditemukan dalam <em>circle <\/em>pertemanan.<\/p>\n<p>Ya, ya, demi menampilkan eksistensi sebagai manusia yang aktif bersosial, beberapa orang kerap membuat Instagram Story yang biasanya <em>template\u2014<\/em>setidaknya seperti yang telah disinggung di atas: merekam pertemuan dengan teman-teman sambil berkata, \u201cWaaaah, ada siapa, nih?\u201d yang rasanya pantas-pantas saja kita <em>reply <\/em>dengan kalimat semacam, \u201cYA MBUH YA MBRET, ITU KAN TEMENMU, KENAPA NANYANYA KE KITA?!\u201d<\/p>\n<p>Pertemuan semacam ini, umumnya, bakal berujung dengan <em>awkward moment <\/em>yang dipenuhi dengan diam-diaman dan suara ketikan di <em>keyboard <\/em>hape. Mau bilang temen gemukan, nanti dikira <em>body shaming. <\/em>Mau nanya udah punya pacar atau belum, nanti dikira ngatain jomblo. Mau nanya nikah kapan, nanti dikira ikut campur urusan orang.<\/p>\n<p>Naaaah, di sinilah fungsi yang filter <em>Truth or Dare <\/em>dan <em>Head Quiz <\/em>tawarkan. Cukup dengan mengarahkan hape ke teman, lalu minta dia pilih <em>Truth, Dare, <\/em>atau kasih deskripsi sesuai gambar binatang yang ada di kepalanya, niscaya kalian bisa ketawa-ketiwi selama setidaknya satu menit.<\/p>\n<p>Mantap. Sungguh penyelamat di bidang sosial. Terima kasih, filter Instagram Story!<\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/instagram-berinovasi-nggak-ngaruh-sama-kecemasan-saya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Percuma Instagram Berinovasi, Nggak Ngaruh Tuh Sama Kecemasan Saya<\/a> <b><\/b>atau tulisan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/aprilia-kumala\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Aprilia Kumala<\/a> lainnya.<\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kali ini Instastory mereka tampak lebih \u201cbersosial\u201d dengan kehadiran wajah baru yang dikenai filter Truth or Dare dan Head Quiz.<\/p>\n","protected":false},"author":416,"featured_media":19293,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[302,102,4318],"class_list":["post-19208","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-featured","tag-instastory","tag-media-sosial","tag-truth-or-dare"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19208","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/416"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19208"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19208\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19293"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19208"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19208"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19208"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}