{"id":19195,"date":"2019-11-01T11:50:24","date_gmt":"2019-11-01T04:50:24","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=19195"},"modified":"2019-11-01T12:10:41","modified_gmt":"2019-11-01T05:10:41","slug":"fanfiksi-sarana-mencurahkan-kehaluan-dan-menyulut-pertikaian-para-penggemar-fiksi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/fanfiksi-sarana-mencurahkan-kehaluan-dan-menyulut-pertikaian-para-penggemar-fiksi\/","title":{"rendered":"Fanfiksi: Sarana Mencurahkan Kehaluan dan Menyulut Pertikaian Para Penggemar Fiksi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: left;\">Baru-baru ini aktris cantik asal Inggris, Emma Watson dikabarkan berpacaran dengan salah satu lawan mainnya dalam <em>franchise<\/em> film <em>Harry Potter,<\/em> Tom Felton. Memang nggak aneh sih, kalau ada aktor yang menjalin hubungan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/revolusi-asmara-dan-stagnansi-perkembangan-manusia-dalam-beberapa-era-terakhir\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">asmara<\/a> dengan rekan seprofesinya. Apalagi kalau keduanya pernah main film bareng. Hal seperti itu kayaknya sudah lumrah terjadi di mana-mana.<\/p>\n<p>Tapi, kabar kedekatan Emma Watson (pemeran Hermione Granger) dan Tom Felton (pemeran Draco Malfoy) menjadi luar biasa di kalangan <em>Potterheads<\/em> (sebutan untuk penggemar <a href=\"https:\/\/tirto.id\/bagaimana-harry-potter-menyihir-anak-anak-di-seluruh-dunia-cMW8\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><em>Harry Potter<\/em><\/a>), khususnya para <em>shipper<\/em> DRAMIONE alias Draco x Hermione.<\/p>\n<p>Tunggu, apa itu <em>shipper<\/em>? Dan kenapa Draco dipasangkan dengan Hermione? Bukannya Hermione itu nikah sama Ron ya? Oke. Sebelum saya menjelaskan lebih lanjut, ada baiknya kita mengucap sebuah mantra terlebih dahulu supaya lebih <em>afdhol.<\/em> <em>Wingardium leviosa~<\/em><\/p>\n<h3>Pemahaman Sederhana Soal Fanfiksi<\/h3>\n<p>Begini, fanfiksi adalah suatu media untuk mencurahkan imajinasi liar para penggemar karya fiksi (dan juga beberapa <em>idol groups<\/em>). Biasanya, dalam bentuk sebuah tulisan utuh atau <em>doujinshi<\/em> (cerpen bergambar). Dalam fanfiksi, kita bebas mengekspresikan ide dan pemikiran kita mengenai alur cerita, <em>character development<\/em>, bahkan <em>ending<\/em> dari sebuah karya fiksi yang mungkin sangat berlainan dengan kisah yang dituliskan pengarang aslinya.<\/p>\n<p>Seluruh karya fanfiksi bisa dikatakan halu tingkat tinggi karena memang berdasarkan imajinasi masing-masing penggemar. Tak dimungkiri, banyak penggemar yang mampu menuliskan cerita yang bisa dikatakan lebih bagus dari novel aslinya dalam beberapa aspek. Akan tetapi tak sedikit pula yang malah jadinya <em>absurd<\/em> dan frontal.<\/p>\n<p>Bebas-bebas aja sih mau nulis cerita fanfiksi kayak gimana, selama kita mempublikasikan karya fanfiksi hanya sebatas hiburan, bukan untuk mencari keuntungan materi dan memperkaya diri. Pasalnya, hal tersebut sudah melanggar <a href=\"https:\/\/www.hukumonline.com\/klinik\/detail\/ulasan\/lt5726283fe6a50\/apakah-fanfiksi-memiliki-hak-cipta-dan-legal-diterbitkan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">hak cipta<\/a>.<\/p>\n<p>Situs-situs yang menampung karya tulis fanfiksi adalah Wattpad, FanFiction(dot)net, ArchiveofOurOwn(dot)org, dan Tumblr. Untuk <em>doujinshi<\/em>, biasanya ditampung di Pixiv, Pinterest, dan DeviantArt. Bisa juga di-<em>posting<\/em> di blog pribadi, media sosial, dan forum khusus fanfiksi.<\/p>\n<p>Nah, karena dalam fanfiksi kita bebas menuliskan apa saja, maka nggak heran jika banyak bermunculan istilah-istilah aneh yang mungkin nggak familiar bagi pembaca lain. Contohnya, tentang istilah <em>shipper<\/em> yang artinya masih sedikit berhubungan dengan kapal. <em>Ship <\/em>adalah sebuah <em>term<\/em> dalam dunia fanfiksi yang berarti penyatuan dua karakter dalam sebuah hubungan romantis dan <em>shipper<\/em> adalah orang yang setuju akan penyatuan tersebut.<\/p>\n<p>Jadi, kalau dikatakan mereka adalah <em>shipper<\/em> DRAMIONE, maka artinya mereka setuju mengenai segala hal tentang &#8220;penyatuan&#8221; Draco Malfoy dan Hermione Granger. Walaupun hal ini bertentangan dengan yang dikisahkan oleh J.K. Rowling, yang menyatukan Hermione dengan Ron Weasley.<\/p>\n<p>Selanjutnya, <em>term<\/em> untuk <em>pairing<\/em> yang disatukan oleh penulis aslinya disebut <em>canon<\/em> (contohnya : Hermione x Ron). Sedangkan untuk <em>pairing<\/em> yang disatukan oleh para penggemar disebut <em>non-canon<\/em> (contohnya : Hermione x Draco).<\/p>\n<p>Istilah <em>canon<\/em> dan <em>non-canon<\/em> juga bisa digunakan untuk alur cerita sebuah fanfiksi. Contohnya, jika saya ingin membuat cerita tentang Hermione dan Ron yang terdampar di Desa Konoha dan menjadi ninja, maka bisa dikatakan alurnya <em>non-canon<\/em>, karena tidak sesuai dengan plot novel aslinya, meskipun pairingnya <em>canon<\/em>.<\/p>\n<p><em>Literally<\/em>, istilah <em>ship<\/em> juga bisa digunakan sebelum karya fiksi tersebut ditamatkan oleh penulisnya. Sebagai contoh, saya merupakan <em>shipper<\/em> ZOROBIN alias Zoro x Robin dalam serial One Piece. Kapal (<em>ship<\/em>) saya masih terombang-ambing menanti kepastian dari Oda-<em>sensei<\/em> mengenai kelangsungan hidup dan kisah cinta sang pendekar pedang dan arkeolog cantik tersebut. Semoga saja mereka berdua bisa berlabuh dan hidup bahagia bersama di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/yang-bisa-dilakukan-karakter-one-piece-jika-masuk-kabinet-indonesia-kerja-ii\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">One Piece<\/a>, dan akhirnya memiliki bayi lucu berambut hijau yang diberi nama Beelzebub. Loh? Kok jadi <em>cro<\/em><em>s<\/em><em>sover<\/em> gini?!!!<\/p>\n<p>Begitulah salah satu contoh kehaluan dalam dunia fanfiksi. Bahkan, kita pun bisa membuat cerita dari dua atau lebih karya fiksi yang berbeda.<\/p>\n<p>Oke. Kita lanjut ke pertikaian. Lantaran yang halu-halu biasanya selalu sukses memicu keributan, tak terkecuali dalam dunia fanfiksi. Jika fans bola saling bertikai selepas pertandingan dan <em>K-popers<\/em> sering <em>fanwar<\/em> di media sosial, para penggemar fanfiksi justru <em>flamewar<\/em> di kolom komentar. Biasanya <em>fandom-fandom<\/em> besar seperti Naruto dan Harry Potter yang sering disusupi para <em>flamers<\/em> (<em>term <\/em>untuk <em>haters<\/em> di dunia fanfiksi) anonim yang menyulut pertikaian antar <em>shipper<\/em>.<\/p>\n<p>Sebagai contoh, <em>shipper<\/em> SASUSAKU (Sasuke x Sakura) dan SASUHINA (Sasuke x Hinata) di fandom Naruto, sering sekali diadu domba oleh <em>flamers<\/em> tak bertanggung jawab. Mereka meributkan banyak hal, saling ejek dan ujung-ujungnya malah mendiskreditkan karakter-karakter dalam fanfiksi tersebut. Menurut saya, hal itu sudah keterlaluan.<\/p>\n<p>Selain <em>original character<\/em> yang memang sengaja diciptakan oleh pengarang fanfiksi, semua karakter dalam fanfiksi berasal dari karakter yang muncul dalam kisah aslinya. Menjelek-jelekkan karakter tersebut, sama saja nggak menghargai jerih payah penulis sang penulis asli demi menghasilkan maha karya yang mendunia.<\/p>\n<p>Untung saja, fanfiksi hanya dipublikasikan di situs-situs tertentu dan bersifat hiburan semata. Coba bayangkan seandainya Kishimoto-<em>sensei<\/em> membaca sebuah fanfiksi dan menemukan kalimat-kalimat seperti; &#8220;Haruno Sakura merupakan karakter paling tidak berguna di serial Naruto&#8221;, atau &#8220;Ino Yamanaka adalah seorang pelacur,&#8221; dalam kolom komentar. Pasti rasanya ingin sekali berkata kasar!<\/p>\n<p>Yup! Itulah segelintir mengenai fanfiksi yang bakal selalu ada seiring makin populernya sebuah karya fiksi. Di satu sisi, menulis fanfiksi bisa menjadi sebuah alternatif untuk mengasah kemampuan dan imajinasi kita dalam dunia tulis-menulis dan memupuk kepercayaan diri sejak dini, hingga akhirnya kita mampu menelurkan karya yang lebih bagus dan tentunya orisinil.<\/p>\n<p>Di sisi lain, kita juga harus siap mental menghadapi berbagai kritik dan <em>review<\/em> pedas dari para <em>flamers<\/em> yang lebih sering menyerang ranah pribadi ketimbang mengomentari karya kita. Dan tentunya, tak sedikit pula yang menyinggung pesan moral yang hendak kita sampaikan dalam karya fanfiksi kita. Jadi, apakah kalian sudah berminat menjadi penulis fanfiksi?<\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/hrs\/esai\/harry-potter-dan-ajaran-mistik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Harry Potter dan Ajaran Mistik<\/a> <b><\/b>atau tulisan Hiki lainnya.<\/p>\n<p>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam fanfiksi, kita bebas mengekspresikan ide dan pemikiran kita mengenai alur cerita, character development, bahkan ending dari sebuah karya fiksi.<\/p>\n","protected":false},"author":420,"featured_media":19333,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[2775,4323,4322],"class_list":["post-19195","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-featured","tag-anime","tag-fanfiksi","tag-harry-potter"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19195","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/420"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19195"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19195\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19333"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19195"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19195"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19195"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}