{"id":191818,"date":"2022-10-10T11:50:28","date_gmt":"2022-10-10T04:50:28","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=191818"},"modified":"2022-10-10T11:50:28","modified_gmt":"2022-10-10T04:50:28","slug":"sejarah-dan-misteri-jeritan-minta-tolong-di-jembatan-merah-surabaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sejarah-dan-misteri-jeritan-minta-tolong-di-jembatan-merah-surabaya\/","title":{"rendered":"Sejarah dan Misteri Jeritan Minta Tolong di Jembatan Merah Surabaya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada banyak jembatan bersejarah yang menyimpan ribuan kisah menarik di Indonesia. Salah satunya adalah Jembatan Merah Surabaya, yang sudah berdiri sejak lama, menyimpan banyak sejarah panjang dan misteri yang hingga kini belum terpecahkan. Meskipun begitu, jembatan tersebut pernah menjadi bagian penting bagi Indonesia di masa penjajahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jembatan Merah Surabaya pertama kali dibangun berdasarkan perjanjian Pakubowono II dari Mataram dengan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/rame\/nafkah\/menghitung-kekayaan-voc-perusahaan-terkaya-di-dunia-sepanjang-masa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">VOC<\/a> pada 11 November 1743. Kesepakatan di antara mereka menyebutkan, sejumlah wilayah pantai utara, termasuk Surabaya diserahkan ke VOC, dan tidak terkecuali wilayah Surabaya yang di bawah kolonialisme Belanda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada saat itu, jembatan itu menjadi daerah komersial dan penghubung satu-satunya antara Kalimas dan Gedung Residensi Surabaya. Artinya, Jembatan Merah Surabaya adalah fasilitas penting dan jadi aset berharga dalam ekosistem perdagangan pada masanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara tidak langsung pula, jembatan ini jadi bukti bahwa Belanda menguasai sebagian daerah Surabaya. Apalagi, saat itu Belanda mengajukan hak klaim terhadap sejumlah daerah pantai utara di Surabaya yang dinilai bisa menguntungkan sebagai daerah komersil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi pemerintah Belanda, kota pelabuhan Surabaya punya banyak potensi untuk menghasilkan cuan. Pantas jika kota ini disebut sebagai kota dagang paling sibuk yang dikuasai para meneer.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejarah kelam mencatat, pada 10 November 1945, Jembatan Merah Surabaya jadi area tempur rakyat Surabaya melawan sekutu dan Belanda. Orang-orang bule itu berniat mengambil alih Surabaya kembali, meskipun <a href=\"https:\/\/mojok.co\/pojokan\/9-fakta-sukarno-antek-asing-poliglot-10-bahasa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Soekarno<\/a> sudah memproklamirkan kemerdekaan dua bulan sebelumnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertempuran arek-arek Surabaya yang dipimpin <a href=\"https:\/\/mojok.co\/esai\/bung-tomo-10-november\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bung Tomo<\/a>, dengan para penjajah itu berlangsung sengit meski tidak ada gas air mata yang ditembakan kepada mereka. Beruntung, Indonesia berhasil mengalahkan pasukan bule itu secara strategis, psikologis, dan politis tanpa harus membagikan kaos partai ke orang Belanda. Brigjen <a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Aubertin_Walter_Sothern_Mallaby\">Mallaby,<\/a> salah seorang petinggi Belanda tewas karena ditembak oleh pejuang bernama Harun dan hingga kini jasadnya tidak pernah ditemukan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Usai pertempuran tersebut, sungai yang ada di bawah jembatan berubah warna menjadi merah. Warna merah itu bukan karena cat partai yang tumpah saat mewarnai gedung, tetapi darah para pejuang yang mengorbankan segenap jiwa dan raganya demi Indonesia. Pejuang-pejuang itu gugur dalam kehormatan, tanpa harus mengirim surat \u201cHalo, Dek!\u201d pada kembang desa di kampung halamannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Air yang memerah tersebut membuat jembatan ini dijuluki Jembatan Merah. Tetapi, ada juga yang menyebut bahwa nama Jembatan Merah bukan berasal dari darah para pejuang, melainkan dari nama asli jembatan ini. Awalnya, jembatan ini dinamai Roode Brug yang artinya jembatan merah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hingga kini, 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan bagi Indonesia. Dengan banyak renovasi, Jembatan Merah Surabaya kini menjadi salah satu destinasi yang wajib dikunjungi wisatawan yang melancong ke Kota Pahlawan. Namun, ternyata jembatan itu memiliki misteri yang masih belum terpecahkan sampai sekarang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anak kampung sini alias akamsi dari Surabaya kerap mencium bau anyir di sekitar jembatan, tetapi belum pernah diketahui dari mana asalnya. Bahkan, konon katanya kerap terlihat penampakan mahluk tak kasat mata yang berkeliaran dan suara aneh di Jembatan Merah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu suara yang terkenal dan paling banyak dibahas adalah suara minta tolong dari sekitar jembatan. Menurut beberapa sumber, terkadang suara minta tolong itu lengkap dengan sosok yang menampakkan wujudnya. Warga sekitar percaya, mereka yang meminta tolong adalah para pejuang dari pertempuran Surabaya yang gugur dan kehilangan anggota tubuhnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak kreator yang mencoba uji nyali di Jembatan Merah ini. Tetapi, seperti yang kita ketahui, masih belum ada yang bisa membuktikan kebenaran dari misteri-misteri tersebut. Mungkin bau anyir tersebut berasal dari tubuh seseorang yang belum mandi, atau suara minta tolong itu berasal dari seseorang yang kecopetan. Tidak ada yang tahu, berani coba?<\/span><\/p>\n<p><em>Sumber gambar: <a href=\"https:\/\/commons.wikimedia.org\/wiki\/File:Jembatan_Merah_Surabaya.JPG\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sakurai Midori via Wikimedia Commons<\/a><\/em><\/p>\n<p>Penulis: Muhammad Afsal Fauzan S.<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/kilas\/pendidikan\/jembatan-peneleh-yang-bersejarah-saksi-cinta-soekarno-dan-siti-oetari\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jembatan Peneleh yang Bersejarah, Saksi Cinta Soekarno dan Siti Oetari<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/span><\/h5>\n<h5><span id=\"Anda_penulis_Terminal_Mojok_Silakan_bergabung_dengan_Forum_Mojokdi_sini\"><strong><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\">di sini<\/a>.<\/em><\/strong><\/span><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ngeri&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1184,"featured_media":191867,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[17211,2964,1944,8999],"class_list":["post-191818","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-jembatan-merah-surabaya","tag-misteri","tag-sejarah","tag-soekarno"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/191818","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1184"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=191818"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/191818\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/191867"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=191818"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=191818"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=191818"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}