{"id":191699,"date":"2022-10-08T12:18:47","date_gmt":"2022-10-08T05:18:47","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=191699"},"modified":"2022-10-08T12:18:47","modified_gmt":"2022-10-08T05:18:47","slug":"lagu-kabar-damai-dari-aremania-wujud-doa-terbaik-untuk-perdamaian-suporter-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/lagu-kabar-damai-dari-aremania-wujud-doa-terbaik-untuk-perdamaian-suporter-indonesia\/","title":{"rendered":"Lagu Kabar Damai dari Aremania Wujud Doa Terbaik untuk Perdamaian Suporter Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Damai, damai, saudaraku.<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Jabat erat penuh kasih sayang.<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk apa terus bertengkar?<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pertemuan ini adalah kabar<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penggalan lirik lagu ini perlahan menggaung di penjuru negeri. Tragedi kemanusiaan di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/saksi-tragedi-kanjuruhan-tangisan-lelaki-muda-di-samping-perempuan-yang-tak-berdenyut-nadinya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kanjuruhan<\/a> yang memakan korban seratus lebih nyawa Aremania membuat para suporter menurunkan egonya, membuang rivalitas dan kebencian antar mereka, dan menyerukan satu sikap yang sangat indah: damai. Dan penggalan lirik lagu di atas, lagu berjudul \u201cKabar Damai\u201d, menjadi salah satu anthem yang menyertainya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Adalah Anto Baret, musisi yang menjadi bagian dari Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ), yang jadi otak di balik munculnya lagu \u201cKabar Damai\u201d ini. Bagi orang Malang dan Aremania, nama Anto Baret bukanlah nama yang asing. Anto Baret ini bisa dibilang sebagai tokoh, bukan hanya tokoh budayawan Malang, tapi juga tokoh Aremania. Kecintaannya kepada Arema, Aremania, dan persatuan menjadi salah satu alasan mengapa Anto Baret (bersama Iwan Fals dan D\u2019kross) menciptakan lagu \u201cKabar Damai\u201d ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seingat saya, lagu \u201cKabar Damai\u201d ini populer pertama kali ketika Anto Baret menyanyikannya bersama D\u2019kross. Nah, lagu \u201cKabar Damai\u201d ini terdapat dalam album \u201cIndonesia Damai\u201d yang dirilis pada 2008. Buat yang tidak tahu D\u2019kross, mereka ini adalah sebuah unit rock asal Malang, yang mana lagu-lagunya menceritakan soal Arema, Aremania, dan Malang. Lagu-lagu D\u2019kross ini juga kerap diadopsi oleh Aremania untuk menjadi chants di stadion ketika Arema bertanding, termasuk lagu \u201cKabar Damai\u201d ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagu ini sebenarnya ingin memotret bagaimana perdamaian yang terjadi tidak hanya di kalangan suporter sepak bola, tetapi di masyarakat umum secara luas. Meskipun hanya dinyanyikan secara akustik dan sederhana, lagu ini memiliki daya magis yang sangat kuat, apalagi jika kita menelaah liriknya. Dari bait pertama saja, kita sudah disuguhkan sebuah potret kehangatan yang bisa-bisa membuat haru. Perhatikan saja penggalan lirik ini:<\/span><\/p>\n<p><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSudah lama aku menunggu, pertemuan seperti ini. Ikatan batin yang t\u2019lah terpatri, tak bisa aku hindari.\u201d<\/span><\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terenyuh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu perhatikan lirik di bagian sebelum reff. \u201cSatukan jiwa, satukan rasa. Damai di hati, kita bersaudara.\u201d Lagu ini seakan ingin menyadarkan kita-kita yang masih berseteru, bahwa sudah saatnya kita menyatukan jiwa, menyatukan rasa, dalam satu nama, yaitu kemanusiaan. Lagu ini juga ingin menyadarkan bahwa bagaimanapun rivalitas dan kebencian yang selama ini terjadi, itu tidak ada artinya. Kita seharusnya saling berdamai, sebab kita adalah saudara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan sampailah kita pada pesan pamungkas dalam lagu ini, yang terletak di bagian reff. \u201cDamai, damai, saudaraku. Jabat erat penuh kasih sayang. Untuk apa terus bertengkar? Pertemuan ini adalah kabar.\u201d Inilah yang seharusnya kita lakukan sebagai masyarakat, sebagai suporter sepakbola: berdamai, saling menjabat dalam kasih dan sayang. Sebab, pertengkaran hanya akan menimbulkan penyesalan dan kehilangan. Dan iya, pertemuan damai seperti ini adalah kabar, kabar yang harus dijaga, kabar yang harus tetap disuarakan.<\/span><\/p>\n<h4><b>Mimpi perdamaian yang perlahan menjadi kenyataan<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201c<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mataram-is-love-menyambut-sejuk-persaudaraan-fans-psim-pss-dan-persis-solo\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mataram Is Love<\/a>\u201d. Slogan ini menggema selama beberapa hari terakhir. Buntut tragedi Kanjuruhan dan ketidakbecusan PSSI, PT. LIB, Panpel, dan aparat keamanan dalam menangani tragedi Kanjuruhan kemarin membuat kelompok suporter PSS Sleman, PSIM Yogyakarta, Persis Solo, dan tim-tim asal tanah Mataram lain ini saling rangkul. Mereka rela menurunkan ego, membuang kebencian yang selama ini menyelimuti, demi satu nama: kemanusiaan. Doa-doa terkirim dari tanah Mataram untuk Aremania dan para korban tragedi Kanjuruhan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini adalah satu langkah progresif, mengingat rivalitas tim-tim asal tanah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ironi-derbi-mataram-didramatisasi-kisah-priyayi-keraton-jogja-dan-solo-biar-seolah-ada-kebencian\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mataram<\/a> ini sudah mendarah daging. Namun malam itu, kebencian perlahan sirna, berganti dengan rangkul, peluk, dan cinta kasih antarmereka. Sesekali penggalan reff lagu \u201cKabar Damai\u201d terdengar dinyanyikan oleh para suporter yang bersolidaritas. Kabar damai yang muncul dan terjadi di tanah Mataram, perlahan terjadi juga di daerah-daerah lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rivalitas antara Aremania-Bonek dan The Jak-Viking\/Bobotoh bisa dibilang sebagai rivalitas panjang dan abadi. Namun, rivalitas yang panjang nan abadi itu ternyata perlahan bisa diputus, setelah apa yang terjadi di Kanjuruhan kemarin. Beberapa kelompok Aremania dan Bonek saling bersolidaritas dan perlahan mulai menurunkan egonya serta menyerukan satu niat untuk islah, damai. Pun dengan The Jak dan Viking\/Bobotoh, yang juga menyerukan niat dan semangat serupa. Dan di antara solidaritas dan niat damai tersebut, lagu \u201cKabar Damai\u201d perlahan juga berkumandang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun niat tersebut tak serta-merta disepakati oleh semua kalangan suporter, namun setidaknya dengan adanya niat untuk damai, sudah menunjukkan sebuah langkah yang progresif. Kabar damai yang tersiar di antara suporter ke depannya akan menghangatkan tribun dan memupuk persaudaraan. Mataram sudah satu suara. Malang-Surabaya semoga akan satu suara. Jakarta-Bandung juga semoga akan satu suara. Semua atas nama sepakbola, semua atas nama kemanusiaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika semuanya sudah satu suara, akan terlihat nyata siapa sebenarnya musuh kita. Musuh kita adalah federasi yang bobrok dan tak punya urat malu. Musuh kita adalah operator Liga dan broadcaster yang sekongkol menuhankan rating di atas segalanya, termasuk nyawa. Musuh kita adalah aparat represif nirempati. Itu musuh kita. Dan \u201cKabar Damai\u201d yang berkumandang, semoga tak hanya menumbuhkan perdamaian dan persaudaraan, tapi juga menjadi awal perlawanan kita, para suporter yang bersatu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mengakhiri tulisan ini, izinkan saya sebagai salah satu Aremania mengucapkan terima kasih kepada semua masyarakat, semua suporter yang sudah bersolidaritas dan mendoakan Aremania serta korban Tragedi Kanjuruhan. Saya terharu, tak bisa lagi menahan tangis. Terima kasih untuk perjuangannya, perjuangan <a href=\"https:\/\/www.tiktok.com\/tag\/usuttuntas?lang=en\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">#UsutTuntas<\/a> demi keadilan bagi nawak-nawak Aremania yang terdampak. Biarlah \u201cKabar Damai\u201d ini menjadi amal jariyah, amal baik bagi nawak-nawak yang sudah berpulang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka dari itu, mari sekali lagi kita kumandangkan \u201cKabar Damai\u201d ke seluruh penjuru negeri. Mari kita wujudkan \u201cKabar Damai\u201d ini agar tak hanya menjadi sebuah lagu, sebuah chant, tapi menjadi mimpi yang benar-benar menjadi nyata.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Damai, damai, saudaraku.<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Jabat erat penuh kasih sayang.<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk apa terus bertengkar?<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pertemuan ini adalah kabar<\/span><\/i><\/p>\n<div class=\"jeg_video_container jeg_video_content\"><iframe title=\"Kabar Damai - Anto Baret\" width=\"500\" height=\"375\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/kAYZvaH4I14?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/div>\n<p>Penulis: Iqbal AR<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/menyatukan-air-mata-untuk-tragedi-kanjuruhan-memeluk-rival-menyudahi-pertikaian\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Menyatukan Air Mata untuk Tragedi Kanjuruhan, Memeluk Rival Menyudahi Pertikaian<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/span><\/h5>\n<h5><span id=\"Anda_penulis_Terminal_Mojok_Silakan_bergabung_dengan_Forum_Mojokdi_sini\"><strong><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\">di sini<\/a>.<\/em><\/strong><\/span><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebarkan cinta!<\/p>\n","protected":false},"author":75,"featured_media":191704,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13084],"tags":[17194,17195,31,17193,17197,17196],"class_list":["post-191699","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-musik","tag-anto-baret","tag-aremania","tag-indonesia","tag-kabar-damai","tag-kanjuruhan","tag-perdamaian-suporter"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/191699","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/75"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=191699"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/191699\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/191704"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=191699"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=191699"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=191699"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}