{"id":191463,"date":"2022-10-05T15:14:04","date_gmt":"2022-10-05T08:14:04","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=191463"},"modified":"2022-10-05T15:14:04","modified_gmt":"2022-10-05T08:14:04","slug":"kesaksian-penonton-apa-yang-saya-lihat-di-area-konser-westlife-prambanan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kesaksian-penonton-apa-yang-saya-lihat-di-area-konser-westlife-prambanan\/","title":{"rendered":"Kesaksian Penonton: Apa yang Saya Lihat di Area Konser Westlife Prambanan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita semua tahu, Konser Westlife di Candi Prambanan pada 2 Oktober kemarin<a href=\"https:\/\/mojok.co\/kilas\/westlife-konser-dalam-kegelapan-di-candi-prambanan-promotor-refund-tiket\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> menuai kritik<\/a>. Tentu saja ini mengagetkan, mengingat konser ini sudah ditunggu banyak orang. Lumrah, Westlife bukanlah boyband kacangan, mereka legenda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin kalian tahu beberapa cerita lewat media-media yang menceritakan semrawutnya konser. Dalam artikel ini, saya mau menceritakan secara detil apa yang sebenarnya terjadi. Soalnya saya nonton konser ini. Baiklah, kita mulai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai pemegang tiket Festival B, saya tiba di area konser sekitar pukul 19.30. Jika dilihat dari rundown acara, seharusnya Dave Moffatt sedang tampil. Namun, panggung masih gelap dan lampu belum menyala. Saya bergerak mencari titik berdiri dengan jarak pandang ke panggung yang nyaman. Saat itu penonton di sekitar saya belum teramat riuh. Kebanyakan sambatnya seputar konsernya kok tidak segera dimulai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya yang kurang paham dengan keluhan penonton lalu tanya ke penonton di depan saya. Katanya, mereka sudah menunggu dari sore di depan panggung dalam kondisi hujan, tapi D\u2019Masiv, Nania, dan Dave Moffatt belum tampil. Penonton tersebut juga menambahkan bahwa sepertinya mereka bertiga di-skip mengingat waktu sudah malam. MC juga tidak memberikan info keterangan sehingga penonton seperti digantung nggak jelas. Kala itu jam menunjukkan hampir pukul 20.00.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat saya tiba di Prambanan, hujan memang masih turun, tetapi tidak dalam taraf yang deras banget. Lebih ke arah gerimis yang konsisten. Terlihat banyak penonton yang mengenakan mantol plastik. Dari perjalanan dari area parkiran, ticketing, hingga pintu masuk area konser tampak para calo mengobral tiket Westlife dengan harga edan. Saya sempat dihampiri calo yang menawarkan tiket Festival B seharga 500 ribu. Turun jauh dari harga normal yakni 1,5 juta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di panggung terlihat peralatan band seperti drum dihampiri beberapa kru. Dalam keterbatasan penglihatan saya karena kondisi panggung yang lumayan gelap, alat-alat band yang semula diplastikin itu sempat dibuka plastiknya sebentar. Hal ini disambut ramai para penonton. Namun setelahnya justru peralatan tadi dipinggirkan sehingga panggung jadi kosong. Penonton riuh. Sepanjang kondisi ini MC belum muncul. Terdengar alunan lagu yang diputarkan guna mengisi \u201cdurasi kekosongan\u201d tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selama periode penantian ini, terpantau beberapa orang sibuk di atas panggung. Saya mengidentifikasinya sebagai panitia EO &amp; tim dari Westlife sebab ada beberapa bule di sana (hal ini yang kemudian ditegaskan oleh pengakuan penonton di barisan depan yang curhatannya dapat kita jumpai di akun Instagram EO-nya atau promotornya). Mereka lalu sibuk menyusun penerangan darurat secepat mungkin. Setelahnya disusul dengan menempatkan empat kursi di panggung. Penonton semakin riuh dengan banyak yang ngomong, \u201cSuweee, ayo ndang lekas, gek ndang\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah urusan panggung kelar, kedua MC muncul. Saya tidak dapat mengidentifikasi wajah MC-nya karena jarak pandang yang tidak dekat plus gelap. MC menyerukan permohonan agar para penonton bersabar menunggu Westlife. Yang terjadi berikutnya kian menambah jengkel penonton. MC mengucapkan selamat datang kepada para pejabat seperti Muhaimin Iskandar dan Bupati Klaten. Penonton sontak menyambut dengan teriakan huuuuu yang kencang sembari menunjukkan gesture tangan pertanda kekesalan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Uniknya, sebelum konser dimulai, MC mempersilakan Muhaimin Iskandar naik panggung guna memimpin doa untuk para korban tragedi Kanjuruhan. Penonton semakin berteriak huuuu. Penonton di dekat saya berteriak \u201caku pengen nonton Westlife bukan pejabat, ngapaian pejabat di situ woyyy, ndang mudhun\u201d. Para penonton tentu saja setuju dengan sesi doa bersama jelang konser, tetapi kok yo harus ngundang pejabat (yang konon mau nyapres) naik panggung. Apakah sesi doanya tidak bisa dipimpin oleh MC saja?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akhirnya yang ditunggu pun tiba. Westlife muncul sekitar jam 20.30. Mereka meminta maaf atas kondisi panggung yang gelap dan menjanjikan penampilan yang tetap bagus. Dibuka dengan \u201cUptown Girl\u201d dan ditutup dengan \u201cYou Raise Me Up\u201d, jujur saja saya bingung hendak berkomentar apa. Sekian lagu yang dibawakan Westlife sejujurnya tidak semuanya versi full. Ada beberapa yang dibuat medley dan versi potongan dengan disamarkan dalam mode dialog seperti \u201cUnbreakable\u201d, \u201cSeasons In The Sun\u201d, \u201cIf Your Hearts Not It In\u201d, dan \u201cNo No\u201d. Sebagian yang bukan versi full ini ada dalam sesi ngobrol mereka dengan Sissy AADC.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Westlife terlihat berupaya keras agar penampilan mereka tetap dapat berjalan lancar. Mereka berupaya menaikkan mood penonton dengan dialog yang bertujuan mencairkan suasana seperti saat Shane membahas flashback lagu di tahun 1999, Mark yang bersenandung &#8220;<a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Twinkle,_Twinkle,_Little_Star\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Twinkle-Twinkle Little Star<\/a>&#8220;, Kian yang nggodain Nicky dengan membahas usia, hingga Nicky yang diberi ucapan happy birthday di panggung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya yang nonton merasa sedih jika harus mengingat bagaimana Westlife harus menyalakan flashlight di hape mereka saat bernyanyi agar wajah mereka dapat dilihat penonton. Ada pula adegan di mana mereka berdiri sambil memegangi dua lampu portable yang menyala. Tidak heran jika sedari awal konser mereka juga sering meminta penonton untuk menyalakan flashlight dari hape masing-masing. Ini tidak semata-mata agar konsernya terkesan romantis, melainkan karena memang situasinya gelap.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika dilihat dari janji konser keren yang ditawarkan, kemampuan EO menyediakan plan B dan plan C saat panggung diguyur hujan patut dipertanyakan. Dampak nyata dari panggung yang kurang baik adalah nyaris di sepanjang acara personel Westlife berdiri di panggung bagian tengah. Mereka terpantau hanya sekali menyapa penonton dengan berjalan ke panggung kiri dan kanan. Panggung yang licin usai diguyur hujan menghambat mereka untuk berkoreografi ke sana-sini. Saya heran mengapa panggung ini tidak didirikan menghadap ke utara alias membelakangi candi persis (seperti saat konser Dewa 19 di Prambanan awal Agustus 2022). Konser Westlife kemarin tidak benar-benar berlatar candi sebab panggung menghadap timur dengan candinya di arah barat daya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika dilihat dari penampilan Westlife, dengan keterbatasan tadi, saya salut dengan usaha mereka. Westlife mengupayakan agar konser tetap bergulir. Meski banyak penonton di akhir konser yang kecewa karena durasi konser yang tidak sampai 1,5 jam dan serasa nonton acara karaoke, penampilan Westlife patut diapresiasi karena mereka bisa saja memilih untuk tidak manggung dengan pertimbangan keselamatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di depan panggung mereka happy, lain cerita di belakang panggung. Manajemen Westlife sepertinya kecewa yang dibuktikan dengan tidak adanya unggahan di Instagram terkait konser di Prambanan hingga tulisan ini dibuat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, jangan tanyakan kesan nonton konser bagi penonton di area VVIP ya. Wes mbayare 3,5 juta, duduk di kursi basah, tidak ada tenda atap, dan jarak pandang ke panggung yang jauh. Wes pokoke nggak asyik. Untuk harga tiket yang jauh di atas UMR Jogja, konser tadi pasti super gelap bagi mereka yang berjuang mengumpulkan duit agar bisa nonton Westlife. Lha mbok yakin.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Christianto Dedy Setyawan<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/7-lagu-westlife-paling-dikenang-sepanjang-masa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">7 Lagu Westlife Paling Dikenang Sepanjang Masa, Generasi 90-an Pasti Pernah Belajar Bahasa Inggris dari Lagu-lagu Ini<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/span><\/h5>\n<h5><span id=\"Anda_penulis_Terminal_Mojok_Silakan_bergabung_dengan_Forum_Mojokdi_sini\"><strong><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\">di sini<\/a>.<\/em><\/strong><\/span><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kureng, Lur.<\/p>\n","protected":false},"author":691,"featured_media":190613,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13084],"tags":[3619,2923,17047],"class_list":["post-191463","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-musik","tag-konser","tag-prambanan","tag-westlife"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/191463","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/691"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=191463"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/191463\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/190613"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=191463"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=191463"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=191463"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}