{"id":191199,"date":"2022-10-01T10:02:44","date_gmt":"2022-10-01T03:02:44","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=191199"},"modified":"2022-10-01T10:02:44","modified_gmt":"2022-10-01T03:02:44","slug":"bearish-dan-bullish-novel-bertema-bisnis-digital-dan-genre-misteri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bearish-dan-bullish-novel-bertema-bisnis-digital-dan-genre-misteri\/","title":{"rendered":"Bearish dan Bullish, Novel Unik Gabungkan Tema Bisnis Digital dan Genre Misteri"},"content":{"rendered":"<p>Judul: Bearish dan Bullish<br \/>\nPenulis: Arshy Mentari<br \/>\nPenerbit: Buku Mojok<br \/>\nTebal: 146 halaman<br \/>\nTahun terbit: 2022<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalian pernah dengar atau baca istilah <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">bearish <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">bullish <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">nggak? Kalau belum, berarti kita sama. Sebelum mengenal buku yang akan saya bahas di bawah ini, saya nggak pernah tahu apa itu <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">bearish <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">bullish.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melansir dari sikapiuangmu.ojk.go.id, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">bearish<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">bullish <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">adalah dua istilah yang berhubungan dengan tren<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/pasar-modal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> pasar modal<\/a>. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Bearish<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> yang berasal dari kata <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">bear<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah kondisi pasar yang mengikuti pola serangan seekor beruang, yaitu gerakan dari atas ke bawah. Dalam tren pasar modal, hal tersebut menggambarkan keadaan harga pasar yang terus bergerak turun atau melemah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">bullish<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> berasal dari kata <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">bull<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, yaitu kondisi pasar serupa serangan banteng yang menyerang lawan\/target dengan mengangkat tanduk di kepalanya. Dalam tren pasar modal, hal tersebut menggambarkan kondisi sebuah pasar yang sedang mengalami tren naik atau penguatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, sudah sangat jelas ya bahwa kedua istilah tersebut memang sangat erat kaitannya dengan kondisi\/tren pasar. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Lantas, bagaimana isi buku <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">Bearish <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Bullish\u00a0<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">yang baru saja diterbitkan oleh <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/buku-mojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Buku Mojok<\/a> ini?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Satu info penting yang harus saya sampaikan sebelum kalian membaca tulisan ini lebih jauh adalah buku <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bearish dan Bullish <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">karya Arshy Mentari ini merupakan novel alias karya fiksi. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, ini bukan buku tentang panduan ikut tren pasar modal, pasar saham, dan sebagainya, ygy, melainkan sebuah novel yang menjadikan salah satu komponen bisnis digital sebagai latar cerita. Unik, kan?<\/span><\/p>\n<p><em><span style=\"font-weight: 400;\">Bearish <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Bullish <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">berkisah tentang Ken, anak muda yang sengaja menunda kuliah karena pengin ngerasain cari duit sendiri. Bersama dengan Loui dan Eza, Ken membangun komunitas bisnis digital. Mereka bertiga mengelola aset digital, perdagangan, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/investasi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">investasi<\/a>, mining, dan semacamnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam lingkup keluarga, latar belakang keluarga Ken bisa dibilang tidak begitu baik. Aba (ayah) dan ibunya sudah berpisah, sementara kakaknya meninggal dunia setelah ditemukan bunuh diri.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tak ada peringatan kematian atau ritual lain di kemudian hari. Tahun-tahun berlalu, bersama dengan kepergian Aba yang mendekam di bui di pulau selatan Talu. Kenzi, anak laki-laki di rumah itu, mempertahankan kamar kakak perempuannya seperti sedia kala. Dia menjaga kamar itu agar tidak kehilangan kenangannya<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (bagian prolog).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Bearish dan Bullish<\/em> adalah novel dengan cita rasa baru bagi saya. Dengan menjadikan bisnis digital\u2014yang memang jadi satu tren beberapa tahun belakangan\u2014sebagai salah satu poin penting dalam cerita, novel ini jadi terasa relate dengan kehidupan masa kini. Apalagi ada genre misterinya, jadinya makin terasa unik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ken dan dua sahabatnya adalah gambaran anak muda yang punya keinginan besar untuk bisa mandiri secara finansial di usia yang masih muda. Keputusan menunda <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/kuliah\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kuliah<\/a> atau bahkan tidak kuliah sama sekali pun bukan sekadar karena tidak ingin kuliah, melainkan berdasarkan hitung-hitungan biaya yang dibutuhkan. Mereka juga berpikir tidak perlu selalu melewati jalur perguruan tinggi untuk mencapai prestasi tertentu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Katakanlah biaya masuknya tujuh juta. Itu saja sudah seharga sepersepuluh koin LTC. Jika kubeli hari ini, itu akan menjadi aset yang akan naik setidaknya sepuluh kali lipat dalam hitungan bulan saja. Tapi, untuk kuliah aku memerlukan biaya lebih besar. Ketika lulus kuliah pun, belum tentu akan menjadi sesuatu, belum tentu juga akan membuatku balik modal.&#8221; Demikian pendapat Ken (hal. 25).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apa yang dikatakan Ken memang bisa jadi pro kontra, jangankan bagi pembaca, bahkan tokoh di dalam novel ini pun ada yang tidak sepakat dengan pemikiran Ken dan sahabatnya. Kakek dan Aba-nya Ken adalah dua orang yang paling vokal menentang pilihan Ken. Bagi mereka, keputusan menunda kuliah adalah sesuatu yang mengada-ada. Toh, Ken sendiri bukan berasal dari keluarga tidak mampu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, di situlah letak salah satu kelebihan novel ini. Membaca perbedaan pendapat antara Ken dengan keluarganya, saya juga seperti diajak untuk bertukar pikiran, menimbang-nimbang, mana pendapat yang bikin ngangguk setuju, mana pendapat yang monmaap nggak dulu, deh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Bearish dan Bullish<\/em> juga menyinggung tentang skema afiliasi. Meski tidak begitu detail, tetapi cukuplah untuk memantik ingatan tentang satu kasus yang dulu juga sempat viral di dunia nyata.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, ada pula semacam <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">warning<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> tentang bagaimana pasar bisnis digital itu berjalan. Tentang perbedaan dampaknya jika menggunakan uang dingin dan uang panas sebagai modal. Jadi, kita semacam dijejali peringatan, begini lho yang biasa terjadi dalam bisnis digital. Orang-orang tentu akan siap dengan keuntungan yang didapatkan, tetapi bagaimana dengan risiko yang menanti di depan? Sudah siapkah?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum lagi soal <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">timing<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Memasuki pasar dengan memulai penanaman koin sejak harga baru dibuka atau masih di bawah, bisa beda situasinya dengan yang datang ketika harga sudah di atas awan (hal. 115).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selama dijejali informasi tentang dunia bisnis digital, ada terselip kisah cinta lama bersemi kembali antara Ken dengan Alysa, mantan pacarnya saat SMA. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Misteri kematian Yuka, kakaknya Ken, juga menjadi satu hal yang bikin penasaran untuk terus membuka lembar demi lembar novel ini. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Saya malah berharap ada seri selanjutnya dari buku ini yang khusus membahas tentang kisah Yuka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika butuh bacaan yang ringan di weekend ini, <em>Bearish dan Bullish<\/em> bisa jadi pilihan kalian. Kalau tertarik ingin membacanya, kalian bisa beli buku ini <a href=\"https:\/\/mojokstore.com\/product\/bearish-dan-bullish\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Utamy Ningsih<br \/>\nEditor: Intan Ekapratiwi<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/lemon-cake-mensyukuri-duka-melanjutkan-hidup-dan-mengapresiasi-diri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Lemon Cake: Mensyukuri Duka, Melanjutkan Hidup, dan Mengapresiasi Diri<\/a>.<\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gasss baca bukunya buat weekend ini.<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":191202,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13303],"tags":[17138,13327,10060],"class_list":["post-191199","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-buku","tag-bearish-dan-bullish","tag-buku-mojok","tag-review-buku"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/191199","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=191199"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/191199\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/191202"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=191199"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=191199"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=191199"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}