{"id":191141,"date":"2022-09-30T12:12:17","date_gmt":"2022-09-30T05:12:17","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=191141"},"modified":"2022-09-30T12:12:17","modified_gmt":"2022-09-30T05:12:17","slug":"nguyen-di-vietnam-ada-dan-terus-berlipat-ganda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/nguyen-di-vietnam-ada-dan-terus-berlipat-ganda\/","title":{"rendered":"Cowok R di Indonesia Katanya Problematik, Terus Gimana di Vietnam yang Namanya Nguyen Semua?"},"content":{"rendered":"<p><em>Di Vietnam, orang-orang yang namanya Nguyen itu kena stigma problematik nggak sih?<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gara-gara Rizky Billar, semua orang yang awalan namanya \u201cR\u201d jadi kena getahnya. Lebih parah, yang punya nama Rizky. Saya pun kena. Taeeek.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang susah rasanya punya nama yang pasaran. Selain bikin kita mempertanyakan kreativitas orang tua, juga bikin orang tersebut kena getah atas perbuatan yang bahkan tak mereka lakukan. Bayangkan ketika kamu diberi nama Rizky, maksudnya agar dapat rezeki yang berlimpah, malah kena cap problematik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKenalin, nama aku Rizky.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDuh skip, problematik\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wo lha jindul.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sepertinya, tren ini belum terlihat akan berakhir. Ya gimana, nama macam Raditya, Rizky, Rony, Rafi, gitu kan pasaran. Katakanlah, ada 40 juta orang bernama demikian, nggak menutup kemungkinan ada yang problematik dan ra tau adus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, saya jadi penasaran, kalau di Vietnam, orang yang bernama Nguyen itu apa kena cap yang sama?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Soalnya begini, Gaes, 40 persen penduduk Vietnam itu bernama Nguyen. Ini beneran. Mereka bahkan belum tentu bersaudara, kayaknya sih kebanyakan nggak. Apa mereka janjian? Kayaknya sih nggak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada sejarahnya kenapa orang Vietnam bernama Nguyen, dan tentu saja ini tak berhubungan dengan kreativitas mereka. Tapi, ini semua bermula karena China, pengaruh aseng beneran ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begini. China datang ke Vietnam, dan mereka membawa apa yang Vietnam nggak pedulikan sebelumnya: nama belakang. Bagi China, nama belakang ini penting, sebab untuk pencatatan dan pengaturan pajak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang namanya barang baru kan ya, menarik dong ya, Vietnam langsung mengadopsi hal tersebut. Masalahnya, adopsi tersebut rasanya kepolen. Sebab, penguasa memaksa rakyat mengikutinya, sebagai tanda kepatuhan pada penguasa. Bukan FOMO. FOMO mah, situ dengerin lagu indie biar relevan di tongkrongan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, pada saat itu, karena dinasti yang berkuasa adalah dinasti Nguyen, jadi ya semua orang ikutan ganti nama. Penguasa ganti, rakyatnya ikutan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi bayangin kalau ada penguasa yang punya nama susah, kayak, Xalxulus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, kenapa nama Nguyen tetap lestari, meski penguasa sudah berganti berkali-kali?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebab, pada 1945, akhirnya metode itu nggak diadopsi lagi. Kebetulan, Dinasti Nguyen lah yang terakhir berkuasa. Jadi ya, akhirnya tetap ada dan berlipat ganda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, penyebabnya adalah\u2026 hobi bikin keturunan. Jadi, Gia Long, kaisar Dinasti Nguyen pertama punya 100 selir. S E R A T U S. Minh Mang, dinasti kedua, punya 142 anak. Itu dua orang aja, keturunannya bisa memenuhi Monaco.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gara-gara tak ada lagi paksaan mengganti nama, dan mungkin udah nyaman, maka nama Nguyen tetap dipakai sampe sekarang. Definisi ada dan berlipat ganda banget ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, apakah mereka kena stigma problematik kayak di Indonesia?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalaupun iya, harusnya sih nggak valid karena nama tersebut cukup umum. Ya nama memang punya pengaruh ke sikap, tapi nggak signifikan. Coba bayangin kalau ada yang namain anaknya <a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Legolas\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Legolas,<\/a> apa ya kalian berharap anak tersebut main panah tiap hari? Tulung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya kayak nama macam Rizky, Raditya, dan R-R yang lain. Harusnya nggak kena stigma. Nama adalah doa, tapi kadang doa kan nggak terkabul wqwqwq. Stigma itu jangan kalian jadikan pegangan hidup. Bayangin Nguyen yang baik, tidur jam 9, sregep ngibadah, eh, dikira fakboi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/keberanian-lesti-kejora-laporkan-rizky-billar-karena-kdrt-wajib-didukung\/?utm_source=rcti_plus&amp;utm_medium=aggregator\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Rizky Billar<\/a> cen asu sih, jangan ditiru, Gaes. Kalau kalian namanya R dan punya sifat yang nggak baik, berubah sekarang. Belum terlambat. Jadi orang baik itu keharusan, alami, bukan pencapaian.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Rizky Prasetya<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/pojokan\/nguyen-dan-vietnam-lestari-karena-kekuasaan-berlipat-ganda-karena-keturunan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Nguyen dan Vietnam: Lestari karena Kekuasaan, Berlipat Ganda karena Keturunan<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/span><\/h5>\n<h5><span id=\"Anda_penulis_Terminal_Mojok_Silakan_bergabung_dengan_Forum_Mojokdi_sini\"><strong><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\">di sini<\/a>.<\/em><\/strong><\/span><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rizky, Rizky.<\/p>\n","protected":false},"author":777,"featured_media":191142,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13086],"tags":[17125,5455],"class_list":["post-191141","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-luar-negeri","tag-nguyen","tag-vietnam"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/191141","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/777"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=191141"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/191141\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/191142"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=191141"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=191141"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=191141"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}