{"id":190873,"date":"2022-09-27T13:47:21","date_gmt":"2022-09-27T06:47:21","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=190873"},"modified":"2022-09-27T13:47:21","modified_gmt":"2022-09-27T06:47:21","slug":"5-rekomendasi-tempat-rapat-untuk-puan-maharani-yang-beneran-ramah-wong-cilik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-rekomendasi-tempat-rapat-untuk-puan-maharani-yang-beneran-ramah-wong-cilik\/","title":{"rendered":"5 Rekomendasi Tempat Rapat untuk Puan Maharani yang Beneran Ramah Wong Cilik"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selamat kepada kemiskinan karena jadi alat kampanye tokoh politik kembali. Lagi dan lagi urusan miskin diangkat sebagai alat mencari simpati. Dari era Soekarno yang mengangkat \u201cpetani marhaen\u201d sampai Jokowi dengan gaya blusukan. Sayangnya, tidak semua tokoh politik bisa mengemas kemiskinan sebagai alat jualan janji. Salah satunya Puan Maharani.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Entah kenapa poltisi satu ini susah betul membuat aksi tanpa blunder. Dari menanam padi saat hujan, sampai baliho yang bikin mata risih. Terakhir, Puan Maharani melakukan blunder dengan melakukan pertemuan dengan Cak Imin di warung pecel. Tapi bukannya menimbulkan rasa simpati, publicity stunt ini malah mendatangkan cibiran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau dibandingkan dengan pemain bola sih, Puan Maharani sudah selevel <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/harry-maguire-adalah-representasi-kita-semua-manusia-biasa-yang-penuh-kesalahan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Harry Maguire<\/a>. Sama-sama merah, sama-sama suka blunder.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari urusan warung pecel yang fancy dengan kursi bersarung putih, sampai Durian Musang King yang jadi camilan, semua dirujak oleh warganet. Sebenarnya saya agak iba dengan Mbak Puan ini. Pasti blio dan tim sudah mikir bagaimana cara memunculkan gimmick \u201csandal jepit\u201d dan \u201cwong cilik\u201d dalam pertemuan ini. Tapi, kenyataane cen nggapleki.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi demi mendukung kampanye Mbak Puan, saya rekomendasikan 5 lokasi rapat dan pertemuan yang lebih tepat untuk nuansa \u201cwong cilik\u201d. Cuma nuansa saja ya. Toh akan sama saja selama DPR yang dipimpin Mbak Puan masih membuat produk hukum semacam Omnibus Law dan UU ITE. Minimal, kalau mau cari simpati rakyat jangan blunder lagi.<\/span><\/p>\n<h4><b>#1 Ruang tunggu kantor BPJS<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di mana lagi Mbak Puan bisa dekat dengan wong cilik selain kantor <a href=\"https:\/\/mojok.co\/pojokan\/kenaikan-iuran-bpjs-kesehatan-dipertimbangkan-lagi-menkes-lagi-galau-ya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">BPJS?<\/a> Kantor satu ini jelas jadi jujugan masyarakat ekonomi bawah, terutama yang sedang kesusahan. Kalau tidak mengurus tanggungan biaya rumah sakit, ya mengurus BPJS Tenaga Kerja pasca dipecat atau resign. Mbak Puan tidak akan ketemu nasabah prioritas atau konglomerat tambang batu bara di ruang tunggu kantor BPJS.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Paling kalau mau ketemuan dengan Cak Imin, Mbak Puan akan dilirik dan dibicarakan oleh pengantri BPJS. Bukan, bukan karena kagum dengan kepak sayap Mbak Puan. Tapi, risih karena Anda membuat ruang tunggu yang sudah penuh itu makin sumpek.<\/span><\/p>\n<h4><b>#2 Teras Bank BRI<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lokasi kedua ini jelas mendekatkan Mbak Puan kepada wong cilik. Karena di teras ini, banyak orang miskin mengantri. Bukan tarik tunai, tapi untuk mengajukan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/susul\/dikenal-merakyat-bri-ternyata-bermula-dari-bank-priayi-di-purwokerto\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kredit Usaha Rakyat<\/a> (KUR). Mbak Puan juga akan ketemu para penerima BLT serta pejuang KPR. Kalau ada bapak-bapak menunggu dengan muka murung, kemungkinan ia sedang \u201cmenyekolahkan\u201d BPKB motornya. Lebih terasa kan wong cilik-nya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jelas tidak ada blunder seperti aksi makan pecel kemarin. Apalagi BRI kan punya vibes yang merakyat banget.<\/span><\/p>\n<h4><b>#3 Gunung Kawi<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gunung yang menyimpan banyak kisah mistis ini jelas cocok dengan vibes wong cilik. Orang kecil tidak akan investasi di kripto. Tidak juga belanja NFT karena digobloki influencer. Wong cilik tidak ditemukan di bursa saham atau lelang. Wong cilik yang kena masalah ekonomi bisa Mbak Puan temukan di lokasi pesugihan. Salah satunya <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/gunung-kawi-dan-mitos-pohon-dewandaru-bawa-rezeki\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Gunung Kawi<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tempatnya asri dan sejuk. Lebih enak untuk kampanye daripada menanam padi sambil pakai mantel plastik. Dan sudah pasti, tidak ada pengusaha kaya yang datang ke tempat ini. Kalaupun ada, ya mereka tetap wong cilik yang sukses.<\/span><\/p>\n<h4><b>#4 Kawasan SCBD<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang saya maksud bukan tempat Jeje dan Bonge nongkrong, tapi kawasan perkantoran Start-Up paling bergengsi sekaligus menyedihkan di Jakarta. Bayangkan saja: diisi generasi milenial yang gajinya nanggung, korban Omnibus Law, tidak punya serikat pekerja, dan dituntut konsumtif agar waras. Di balik keindahan dan kemewahan SCBD, banyak wong cilik yang sedang diisap kapital.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cocok untuk Mbak Puan ketika ingin ketemu wong cilik tapi tidak harus terlihat lucu seperti di warung pecel. Mbak Puan tidak akan dinyinyiri bahkan ketika nyeruput Starbucks sambil menunjukkan dekat dengan wong cilik.<\/span><\/p>\n<h4><b>#5 Wadas<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini lokasi pamungkas. Saya yakin kalau <a href=\"https:\/\/www.kompas.id\/baca\/linimasa\/2022\/02\/18\/isu-wadas-dari-bendungan-sampai-ganjar-pranowo\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Wadas<\/a> adalah tempat paling tepat untuk menunjukkan kedekatan Mbak Puan dengan wong cilik. Hadir di dusun terpencil yang sedang melawan mesin eksploitasi raksasa. Romantis banget lho ini! Apalagi Mbak Puan hadir ketika ada ricuh pengukuran tanah lokasi tambang batu andesit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya, siapa tahu, Mbak Puan jadi tahu kalau eksploitasi alam itu nggak hanya jelek buat alam, tapi juga untuk rakyat sekitarnya. Itu kalau paham sih.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Prabu Yudianto<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/pojokan\/puan-maharani-tidak-salah-meski-disindir-susi-pudjiastuti-soal-menanam-padi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Puan Maharani Tidak Salah meski Disindir Susi Pudjiastuti soal Menanam Padi<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/span><\/h5>\n<h5><span id=\"Anda_penulis_Terminal_Mojok_Silakan_bergabung_dengan_Forum_Mojokdi_sini\"><strong><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\">di sini<\/a>.<\/em><\/strong><\/span><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Monggo, Mbak Puan.<\/p>\n","protected":false},"author":793,"featured_media":172560,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[8974,2237,3710,17088],"class_list":["post-190873","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-kampanye","tag-pencitraan","tag-puan-maharani","tag-wong-cilik"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/190873","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/793"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=190873"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/190873\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/172560"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=190873"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=190873"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=190873"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}