{"id":190860,"date":"2022-09-27T12:09:25","date_gmt":"2022-09-27T05:09:25","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=190860"},"modified":"2022-09-27T12:09:25","modified_gmt":"2022-09-27T05:09:25","slug":"tunangan-itu-penting-nggak-sih","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tunangan-itu-penting-nggak-sih\/","title":{"rendered":"Tunangan Itu Penting Nggak, sih?\u00a0"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Manusia melewati beberapa peristiwa penting dalam hidupnya. Salah satunya adalah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mending-pakai-jasa-wo-daripada-sistem-rewang-untuk-pesta-pernikahan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pernikahan.<\/a> Tentu saja, hal ini tidak berlaku bagi kalian yang meyakini bahwa hidup tanpa menikah itu lebih baik. Hanya saja, mari berpikir dengan pola pikir kebanyakan, yaitu menganggap pernikahan sebagai peristiwa sakral dalam hidup manusia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saking sakralnya, banyak yang mempersiapkan acara pernikahan dengan segenap jiwa raga. Mencari vendor terbaik untuk resepsi, duit mepet nggak peduli. Kalau perlu, BPKB disekolahkan ke <a href=\"https:\/\/mojok.co\/susul\/dikenal-merakyat-bri-ternyata-bermula-dari-bank-priayi-di-purwokerto\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">BRI.<\/a> Ndilalah, kalau kita\u00a0 bicara soal persiapan pernikahan, yang menguras kantong bukan hanya resepsinya saja. Namun, kebocoran dana juga terjadi di tahapan menuju ke jenjang pernikahan, yaitu pertunangan. Kalau istilah anak sekarang, tuh, engagement.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Eh tapi, ngomong-ngomong, tunangan itu penting nggak, sih?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk bisa menjawab pertanyaan ini, mari kita bedah dulu pengertian pertunangan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pertunangan berarti perbuatan (hal dan sebagainya) bertunangan atau menunangkan. Sedangkan dilansir dari Wikipedia, pertunangan merupakan masa peralihan antara lamaran dengan pernikahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan kata lain, urutan tahapan menurut Wikipedia adalah lamaran dulu, kemudian bertunangan, baru menikah. Sementara di masyarakat, banyak pula yang beranggapan bahwa urutan yang benar adalah tunangan dulu, baru lamaran, setelah itu menikah. Malah ada yang secara spesifik menyebut jika dilakukan sehari atau paling lama 6 bulan sebelum menikah, itu namanya lamaran. Namun jika diselenggarakan lebih dari 6 bulan sebelum hari-H, maka itu namanya tunangan. Daripada gelut, mari kita tarik kesamaannya saja. Bahwa, baik lamaran maupun tunangan adalah tahapan sebelum kedua mempelai naik ke pelaminan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, penting tidak, nih?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sabar. Kita telisik dari sejarahnya dulu, ya. Konon, pertunangan diyakini berasal dari zaman Mesir kuno. Pada masanya, pasangan Mesir kuno yang akan menikah akan bertukar cincin terlebih dahulu. Cincin tersebut terbuat dari buluh yang dikepang dan dipakai di jari kiri. Mengapa jari kiri? Sebab di jari kiri terdapat pembuluh darah vena bernama \u201cVena amoris\u201d, yang terhubung langsung ke jantung, organ vital manusia. Itu sebabnya, pertunangan di zaman Mesir kuno dilambangkan sebagai simbol cinta, kesetiaan dan keabadian.\u00a0\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seiring berkembangnya waktu, masing-masing negara memiliki budaya yang berbeda terkait dengan pertunangan ini. Contohnya, di Eropa Barat. Berbeda dengan masyarakat Mesir kuno, di negara-negara Eropa Barat justru cincin tunangan dipakai di jari tangan kanan. Kebiasaan yang sama juga dapat ditemukan di Inggris, Prancis, Jerman, dan Norwegia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara dalam Budaya Hindu, meski masih ada yang mengenakan cincin tunangan dengan gaya ala barat, namun ada pula yang memakai cincin di jari kaki mereka. Cincin ini bernama <a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Toe_ring\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bichiya.<\/a> Bichiya diyakini dapat menekan saraf yang terhubung ke sistem reproduksi, sehingga membuat pemakainya memiliki sistem reproduksi yang sehat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun berbeda penerapannya, tapi tunangan bermuara pada satu tujuan yang sama, yaitu sebagai sebuah bentuk komitmen kedua belah pihak dalam menjalin hubungan.\u00a0 Artinya, tunangan memiliki tujuan mulia. Saya yakin, siapapun orangnya pasti akan galau jika tidak ada kejelasan dalam hubungan yang sedang dijalani. Bayangkan, kamu jalan sama doi sekian lama, tanya kabar tiap hari, kondangan bareng, nonton bareng, bobok\u2026 eh, yang itu nggak boleh, ding! Tapi, kamu sama sekali nggak pernah dikenalkan ke orangtua dan diajak ngobrol soal tahap yang lebih serius. Kan wagu. Memangnya kamu anggap apa aku ini, hah?? Begitu pastinya kamu akan bertanya-tanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya, jika berkaca pada fenomena saat ini, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">pertunangan telah banyak mengalami pergeseran makna. Ia bukan lagi sekadar kunjungan dari pihak laki-laki untuk meminta izin kepada orang tua wanita, tapi sudah menjadi ajang untuk saling menunjukkan. Kepada keluarga perempuan, pihak laki-laki ingin menunjukkan bahwa mereka memiliki status sosial yang baik. Caranya, yaitu dengan membawakan berbagai macam pernak-pernik hantaran, meski duitnya didapat dari pinjam sana-sini. Ada yang seperti itu? Ada, lah~<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara dari pihak keluarga perempuan, melalui tunangan ini mereka ingin menunjukkan bahwa anak perempuan mereka akan menikah. Jadi kalau bisa, ya, dibikin rame. Biar semua orang tahu. Segala detail pun dipersiapkan mulai dari konsep acara, dekorasi hingga riasan. Udah berasa kek mau menggelar pernikahan saja, tapi versi lite.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ndilalah, perkembangan media sosial juga turut andil membuat tunangan menjadi momen yang tak cukup sekadar khidmat. Pertunangan akan dianggap kurang afdol jika tidak ada dekorasi lampu tumblr lengkap dengan tirai flowy dan hiasan bunga kertas. Kurang nendang juga jika tidak didokumentasikan secara cinematic. Kan mau dibuat jadi konten di IG~<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kesimpulannya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tunangan itu baik dan punya tujuan yang mulia, sehingga penting untuk dilakukan. Jangan sampai terjadi, kamu runtang-runtung dengan anak orang tapi tidak ada kejelasan hubungan. Cuma, yang tidak kalah penting adalah, nggak usah memaksakan diri untuk menggelar pertunangan kekinian demi pengakuan apalagi konten. Toh, tujuan awal pertunangan itu untuk saling berkomitmen antar kedua belah pihak, kan? Jadi nggak usah ada tirai flowy, bunga kertas, kebaya seragaman, nggak papa, kan?<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/setelah-lamaran-malah-muncul-keraguan-pernahkah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Setelah Lamaran Malah Muncul Keraguan, Pernahkah?<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/span><\/h5>\n<h5><span id=\"Anda_penulis_Terminal_Mojok_Silakan_bergabung_dengan_Forum_Mojokdi_sini\"><strong><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\">di sini<\/a>.<\/em><\/strong><\/span><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penting nggak ya?<\/p>\n","protected":false},"author":613,"featured_media":190866,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12912],"tags":[17087,365,2999],"class_list":["post-190860","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sapa-mantan","tag-cincin","tag-pernikahan","tag-tunangan"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/190860","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/613"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=190860"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/190860\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/190866"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=190860"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=190860"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=190860"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}