{"id":190839,"date":"2022-09-27T15:57:39","date_gmt":"2022-09-27T08:57:39","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=190839"},"modified":"2022-09-27T15:57:39","modified_gmt":"2022-09-27T08:57:39","slug":"tara-nasiku-nasi-instan-ambigu-yang-nggak-laku","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tara-nasiku-nasi-instan-ambigu-yang-nggak-laku\/","title":{"rendered":"Tara Nasiku: Nasi Instan Ambigu yang Nggak Laku"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika Anda pernah bertanya, apakah ada produk <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kalian-mau-boikot-unilever-sebaiknya-baca-ini-dulu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Unilever<\/a> yang gagal di pasaran, jawabnya ada. Produk itu adalah Tara Nasiku.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau Anda baru dengar produk ini, nggak masalah. Produk ini memang tidak seterkenal produk Unilever yang membanjiri rak-rak belanjaan di pasaran. Awalnya, produk ini dirilis untuk mengikuti kesuksesan mi instan yang sudah dikenal sejak 1968.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">FYI, mi instan pertama kali muncul di Indonesia pada 1968 dengan produk <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/antara-merahnya-oreo-supreme-dan-murahnya-supermi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Supermi.<\/a> Lalu pada 1976, Supermi mengeluarkan varian rasa kaldu ayam dan menjadi salah satu produk favorit keluarga hingga akhirnya memunculkan produk-produk serupa lainnya di pasaran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah pada awal 2000\u2013an, Unilever mencoba mengulang kesuksesan dari pabrikan Indofood tersebut dengan memberikan diferensiasi produk. Inisiator Unilever berasumsi, jika mi instan saja yang notabene bukan makanan asli Indonesia bisa sukses di pasaran, apalagi kalau makanan asli. Tentu harusnya laku dong.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Logikanya begitu, sih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tara Nasiku memiliki ukuran kemasan yang hampir mirip dengan kemasan mi instan. Meski kalau dijejerin, keliatan berbeda. Produk ini punya beberapa varian, mulai Tara Nasi Goreng dan Tara Nasi Kuning. Varian yang sangat lumayan\u2014di zamannya\u2014untuk sebuah inovasi. <\/span><b>Pertama<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, nasi goreng menjadi makanan yang akrab dengan masyarakat kita sehingga bisa menjadi alternatif ketika ingin membuatnya dengan cara yang lebih mudah. <\/span><b>Kedua<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, varian Tara Nasi Kuning seakan menjadi oase bagi warga +62 lantaran kudapan ini hanya hadir di waktu-waktu tertentu dalam ritus budaya Jawa yang tidak muncul setiap hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sehingga kehadiran produk ini dianggap menjadi pembeda. Nggak perlu lagi repot bikin <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Nasi_kuning_(Indonesia)\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">nasi kuning<\/a>. Tinggal cetek, beres.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nahas, untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Produk yang digadang-gadang menjadi solusi untuk memudahkan pelanggan, tidak jadi kenyataan. Meski namanya Tara Nasiku Instan, namun pembuatannya ternyata tidak semudah yang digadang-gadang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh, memasaknya disarankan menggunakan teflon. Padahal kita tahu sendiri, tidak semua rumah punya panci teflon. Kalau dipaksa dengan alat seadanya, teksturnya jadi aneh. Dan ya, yang namanya nasi, harus diaduk biar pulen dan kadar airnya berkurang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tanpa proses ini, bentuk nasi yang tersaji justru lembek meskipun dalam aturan penyajian kemasan di Tara Nasiku, setelah nasi diberi bumbu dianjurkan untuk didiamkan selama tiga menit agar hasilnya optimal. Namun nyatanya, tetap saja sajian nasinya kureng.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu jika kalian melihat iklan Tara Nasiku di kanal YouTube, kalian akan menemukan ambiguitas yang diberikan produsen ini kepada pelanggan. Lantaran dari banyak iklan utamanya yang melibatkan anak-anak, produk ini selalu disebut snack.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan penelusuran saya, ada sekitar tujuh iklan yang ditampilkan Tara Nasiku pada masa itu. Di mana empat di antaranya menggunakan model anak-anak dan menggambarkan Tara Nasiku serupa jajanan yang bisa dinikmati oleh anak-anak dengan mudah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal seperti penjelasan di atas, penyajiannya tidak seinstan seperti yang dibayangkan. Alhasil, produk ini pun hilang dari pasaran. Mungkin karena nggak laku, dan produknya tidak sesuai dengan ekspektasi orang Indonesia kebanyakan.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Fareh Hariyanto<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sudahi-perdebatan-antara-indomie-dan-mie-sedaap-misoa-instan-adalah-sebenar-benarnya-mi-instan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sudahi Perdebatan Antara Indomie dan Mie Sedaap, Misoa Instan Adalah Sebenar-benarnya Mi Instan<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/span><\/h5>\n<h5><span id=\"Anda_penulis_Terminal_Mojok_Silakan_bergabung_dengan_Forum_Mojokdi_sini\"><strong><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\">di sini<\/a>.<\/em><\/strong><\/span><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Agak aneh sih ini emang.<\/p>\n","protected":false},"author":664,"featured_media":190890,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12909],"tags":[4468,17091,17090],"class_list":["post-190839","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-beras","tag-nasi-instan","tag-tara-nasiku"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/190839","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/664"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=190839"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/190839\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/190890"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=190839"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=190839"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=190839"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}