{"id":19069,"date":"2019-10-30T12:03:37","date_gmt":"2019-10-30T05:03:37","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=19069"},"modified":"2019-10-30T12:04:15","modified_gmt":"2019-10-30T05:04:15","slug":"grup-whatsapp-alumni-selalu-sepi-pasti-akan-ramai-pada-waktunya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/grup-whatsapp-alumni-selalu-sepi-pasti-akan-ramai-pada-waktunya\/","title":{"rendered":"Grup WhatsApp Alumni Selalu Sepi, Pasti Akan Ramai pada Waktunya"},"content":{"rendered":"<p>Ketika saya mengetikkan <em>keyword<\/em> &#8220;alumni&#8221; di pencarian WhatsApp, muncul 8 grup alumni yang tentunya saya adalah salah satu anggotanya. Grupnya beragam, mulai dari grup sekolah, organisasi, pelatihan, hingga beasiswa. Saya membayangkan, jika saja setiap grup ada <em>title<\/em> seperti layaknya alumni perguruan tinggi, tentu nama di belakang saya akan berpeluang jauh lebih panjang.<\/p>\n<p>Meski punya banyak grup WhatsApp alumni, tapi bisa dijamin hanya momen-momen tertentu saja grup itu ramai. Misalnya, ketika awal dibentuk. Bahkan saking aktifnya, baru sehari aja nggak dibuka, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/apa-itu-nembak-lewat-chat-lewat-surat-cinta-dong-lebih-romantis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><em>chat-<\/em>nya<\/a> bisa mencapai ribuan. Namun, seiring berjalannya waktu, grup itu pun menjadi sepi. Entah kapan akan dikunjungi kembali.<\/p>\n<p>Hal ini wajar-wajar saja sih. Sebab, setiap orang punya kesibukan masing-masing dan akan kembali ke kehidupan nyata mereka. Jadi nggak perlu <em>melow<\/em> atau drama, ketika <em>chat-<\/em>mu tak dianggap dan diabaikan. Meski jelas di <em>chat<\/em> itu ada simbol tanda tanya, yang artinya kamu butuh jawaban. Namun, akan jauh berbeda, jika beberapa momen di bawah di-<em>share\u00a0<\/em>di grup Whatsapp alumni.<\/p>\n<h3>Satu: Undangan Nikah<\/h3>\n<p>Sebenarnya, saya nggak mau menaruh poin ini pada urutan pertama untuk menjaga hati para <em>jomblowers<\/em>. Tapi nyatanya, memang <a href=\"https:\/\/tirto.id\/saat-pernikahan-jadi-barang-dagangan-cvWs\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">undangan nikah<\/a> selalu manjur meramaikan grup. Bahkan bagi para <em>silent reader<\/em>.<\/p>\n<p>\u201c<em>Mengundang dengan tanpa mengurangi rasa hormat kami, untuk hadir di acara pernikahan kami. Kehadiran teman-teman tentu sangat berarti.\u201d<\/em><\/p>\n<p>Dan seketika grup pun <em>auto<\/em> ramai. Mulai dari <em>chat<\/em> ucapan selamat hingga komen ala netijen ber-<em>flower<\/em>,<em> \u201cSelamat yah, Guso. Semoga lancar hingga halal dan jadi keluarga samawa\u201d, \u201cGuso, calon kamu ini si Rimar yang junior akutansi itu yah?\u201d, \u201cKamu nikah Guso, kok bisa sih?\u201d, \u201cGuso, kamu pakai pelet apa dia bisa nerima kamu, bagi-bagi dong.\u201d<\/em><\/p>\n<p>Mungkin, kurang lebih seperti itu keributan yang akan muncul ketika nge-<em>share<\/em> undangan nikah. Dan masih akan berlanjut selama beberapa hari jika para anggota berinisiatif untuk pergi barengan, seragam barengan, hingga <em>upload<\/em> foto barengan di hari-H. Jadi, kamu milih membagikan atau menunggu undangan nih? Hehehe.<\/p>\n<h3>Dua: Temu Kangen<\/h3>\n<p>Nggak bisa ditampikkan juga sih. Meski sibuk dengan urusan masing-masing, pasti pernah terselip rindu dan penasaran dengan kabar teman-teman di grup WhatsApp alumni. Dan kita tahu, kalau obat rindu itu adalah bertemu. Apalagi kalau acara temu kangen bareng teman-teman alumni momentumnya pas, misal saat liburan. Ini akan sangat mendukung kegiatannya berpotensi besar untuk ramai. Tentu, semuanya akan dibahas di grup WhatsApp alumni. Mulai dari waktu, tempat, <em>dresscode<\/em>, per-PJ-an, hingga bisa melipir ke <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pak-prabowo-foto-tanpa-pasangan-ya-memangnya-kenapa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">foto studio<\/a> bareng.<\/p>\n<p>Intinya sih, momen temu kangen ini selalu menjadi momen seru yang ditunggu-tunggu. Untuk saling bertanya kabar dan mengenang kembali kenangan lama yang pernah dilalui bersama sebelum jadi alumni. Dan bisa jadi kesempatan buat pen-dekat-an kembali, setelah terpisah jarak dan waktu. <em>Monggo gaskeun\u2026.<\/em><\/p>\n<h3>Tiga: Lahiran<\/h3>\n<p>Nah, masih ada kaitannya nih dengan poin pertama. Setelah nikah lalu punya dede bayi.<\/p>\n<p><em>\u201cAlhamdulillah, telah lahir ke dunia anak kami dengan sehat walafiat. Namanya Marso, yang merupakan singkatan dari nama kami berdua, riMAR dan guSO.\u201d<\/em><\/p>\n<p>Grup alumni akan ramai dengan ucapan selamat dan tebak-tebakan wajah &#8220;mirip siapa&#8221;. Selain itu, agenda pembahasan juga biasanya terkait rencana untuk jenguk bareng hingga ke aqiqahan bareng. Jadi, kamu mau yang\u2026 eh nggak jadi nanya, deh. Hehehe.<\/p>\n<h3>Empat: Lebaran<\/h3>\n<p>Ini sudah pasti, <em>mah,<\/em> yah. Grup mana pun pasti langsung ramai dengan <em>broadcast<\/em> pesan berisi, &#8220;<em>Selamat Hari Lebaran. Mohon Maaf Lahir dan Batin&#8221;.<\/em> Cuma emang kudu cepet-cepetan buat ngirim. Karena keburu pesannya bakal sama dengan yang lain. Yah walaupun sebenarnya pesan lebaran yang kita kirim pun hasil <em>copy-<\/em>an juga cuma modal ganti nama doang.<\/p>\n<p>Isi pesannya pun beragam, mulai dari kata-kata puitis, pantun hingga kalimat singkat, padat, dan tanpa basa-basi. Tapi dari sekian pesan tersebut, menurut saya ada satu pesan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mudik-lebaran-yang-menyisakan-sunyi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">lebaran<\/a> yang fenomenal dan selalu ada di tiap tahun. Kalimatnya selalu dibuka dengan, <em>\u201cMeski kaki tak mampu melangkah dan tangan tak mampu menjabat, di malam yang penuh berkah ini, izinkan aku\u2026,\u201d<\/em> kamu pasti ingat, kan, dengan pesan yang nggak pernah absen di setiap lebaran ini?<\/p>\n<p>Namun, dari rentetan pesan itu, biasanya grup WhatsApp alumni akan semakin ramai dengan ajakan untuk dateng ke rumah. Biar tergoda, biasanya para anggota saling adu mengirim foto menu makanan dan per-kue-an yang kalau bisa nggak ada di tempat orang lain. Meski tetap ada bantuan aplikasi mempercantik foto di baliknya.<\/p>\n<p>Nah, itu beberapa hal yang bisa memancing keributan warga alumni di grup WhatsApp. Jadi, kita-kira kamu pilih yang mana? Atau mungkin kamu ada acara lain untuk meramaikan grup? Asalkan bukan bikin kotroversi dan <em>prank<\/em> aja, yah. Cukuplah Nyai dan King YouTube aja. Kamu jangan. Sudah cukup hidup ini penuh drama, jangan ditambah-tambah lagi, yak!<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <\/strong><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/dilema-admin-tunggal-whatsapp-group-wag-yang-nggak-laku\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Dilema Admin Tunggal WhatsApp Group (WAG) yang Nggak Laku<\/a> atau tulisan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/suci-fitrah-syari\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Suci Fitrah Syari<\/a> lainnya.<\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Meski punya banyak grup WhatsApp alumni, tapi bisa dijamin hanya momen-momen tertentu saja grup itu ramai. Misalnya, ketika awal dibentuk.<\/p>\n","protected":false},"author":116,"featured_media":19086,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[4298,2595,2621],"class_list":["post-19069","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-featured","tag-grup-alumni","tag-grup-whatsapp","tag-undangan-nikah"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19069","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/116"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19069"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19069\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19086"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19069"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19069"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19069"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}