{"id":190508,"date":"2022-09-23T07:00:41","date_gmt":"2022-09-23T00:00:41","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=190508"},"modified":"2022-09-22T20:28:28","modified_gmt":"2022-09-22T13:28:28","slug":"one-piece-film-red-eksperimen-oda-yang-hasilnya-luar-biasa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/one-piece-film-red-eksperimen-oda-yang-hasilnya-luar-biasa\/","title":{"rendered":"One Piece Film: Red: Eksperimen Oda yang Hasilnya Luar Biasa"},"content":{"rendered":"<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">One Piece Film: Red <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">adalah film ke-15 dari seri <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">One Piece<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (OP) yang pertama kali diumumkan pada November 2021 ini adalah film yang dibuat oleh Oda dengan memakai karakter vital wanita, yakni Uta yang disebutkan sebagai putri dari Shanks. Karakter utama kali ini beda, bila melihat pakem film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">One Piece <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang ada. Karakter utamanya wanita, pun tidak punya \u201cmasalah turunan\u201d ke kru Topi Jerami.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wawancara-dengan-eiichiro-oda-perihal-perdebatan-one-piece-dan-naruto\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Oda<\/a> merasa \u201cjenuh\u201d setelah membuat deretan film dengan karakter pria-pria di era keemasan pada masanya seperti Shiki, Z, Gildo Tesoro (yang beneran mas-mas emas), dan yang terakhir adalah Douglas Bullet dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">One Piece: Stampede<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Film ini juga menjadi debut <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/membayangkan-jinbe-jadi-menteri-kelautan-dan-perikanan-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jinbe<\/a> sebagai kru Straw-Hat Pirates. Bisa mengindikasikan bahwa plot cerita berada setelah arc Wanokuni dengan beberapa catatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oda juga menggandeng Ado (Oda x Ado) seorang musisi muda Jepang yang sedang naik daun untuk mengisi original soundtrack film ini, yang mana peran soundtrack di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">One Piece Film: Red<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menjadi sangat esensial. Soundtrack tidak hanya digunakan sebagai musik pengantar dan pengisi suasana, tapi soundtrack juga dipakai sebagai elemen set adegan di film.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBeruntungnya\u201d, fans OP dari luar Jepang yang screening filmnya beberapa waktu lebih mundur dari premier-nya di Jepang (6 Agustus 2022) bisa menikmati album Uta no Uta: ONE PIECE FILM RED sebagai acuan menonton film ini. Jadi, ketika film ini rilis (di Indonesia pada tanggal 16-18 untuk fans screeningnya, dan 21 september untuk general release-nya) penonton akan lebih familiar dengan lagu-lagu yang dijadikan elemen penting di film ini. Karena sebegitu pentingnya musik sebagai set yang dipakai di dalam film, banyak yang mengatakan film ini adalah \u201cFilm Bollywood Ala Eiichiro Oda\u201d, creator dari seri One Piece yang juga bertindak sebagai Produser dan Supervisor <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">One Piece Film: Red<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">One Piece Film: Red<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> didukung dengan prolog di serial animenya pada episode 1029 dan 1030 yang menceritakan bagaimana awal mula Luffy bertemu Uta bahkan Red Hair Pirates di Foosha Village. Serta dari serial manganya chapter 1055-1057 diselipkan halaman yang menggambarkan bagaimana awal mula Uta menulis lagu yang dijadikan setlist konser Uta.<\/span><\/p>\n<h4><b>Jalan cerita <\/b><b><i>One Piece Film: Red<\/i><\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Film ini dimulai dengan fase pembuka yang cukup singkat padat dan tidak bertele-tele, di mana kru Straw Hat Pirates menentukan tujuan berlayar selanjutnya adalah menuju konser <a href=\"https:\/\/onepiece.fandom.com\/wiki\/Uta\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Uta,<\/a> sang megabintang yang juga menjadi sosok \u201cviral\u201d di universe <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">OP<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Tidak seperti seri film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">OP<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sebelumnya yang mana adegan awal selalu menjadi ajang pamer skill, melainkan menjadi ajang reuni Luffy dengan sahabat kecilnya, Uta, yang telah berpisah selama 12 tahun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ajang reuni yang cukup menyenangkan ternyata adalah awal dari malapetaka di film ini. Karena banyak tanda tanya yang tidak terjawab semenjak pertemuan mereka di masa kecil akhirnya dijawab di film ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak plot twist yang dihadirkan di film ini, yang cukup membuat penonton bersorak heboh dengan spectacle yang dihadirkan. Termasuk lagu-lagu dari album Uta no Uta yang diaplikasikan sebagai set dalam adegan secara apik yang didukung dengan visual yang sangat memanjakan mata penonton<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">One Piece Film: Red<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini juga salah satu media Oda dalam mengkonfirmasi info yang tidak dimunculkan di serial anime maupun manganya, atau yang biasa disebut dengan canon. Canon yang muncul juga salah satu bagian yang cukup sentimental dan berdampak besar untuk cerita inti seri <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">One Piec<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">e.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti yang disebutkan dalam judul film ini yaitu Red, peran <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/konspirasi-one-piece-shanks-yonko-paling-misterius-kawan-atau-lawan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Red Haired Shanks<\/a> juga menjadi cukup besar. Sepertinya Oda memanfaatkan media film ini untuk memberikan screen time yang cukup banyak untuk kru kelompok bajak laut Shanks yang mana di seri <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">One Piece<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> kemunculannya cukup bisa dihitung dengan jari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keterlibatan kelompok bajak laut Shanks di film ini bisa menjadi acuan yang cukup krusial untuk kelanjutan petualangan Luffy cs.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">One Piece Film: Red<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini seolah-olah mengajak penonton untuk bertamasya sejenak bersama konsep musical yang dipakai, setelah film sebelumnya selalu didominasi dengan adegan aksinya. Adegan fighting di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">One Piece Film: Red<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pun dikonsep secara rapi dan menjadi sajian visual yang cukup mendebarkan untuk para penonton untuk menikmati setiap frame film ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Plot yang disajikan juga dirasa cukup mudah untuk diterima, baik untuk penggemar <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">OP<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> maupun penonton pada umumnya. Bagaimana film ini menceritakan hubungan Uta dengan Shanks juga menjadi bagian hangat tersendiri. Canon dari film ini juga menjadi spark yang cukup mengejutkan dan panduan yang juga wajib untuk para penggemar serial <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">One Piece<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang juga gemar dengan teori-teorinya.<\/span><\/p>\n<h4><b>Kekurangan yang lumayan fatal<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, ada kekurangan yang menurut saya lumayan mengganggu. Ada beberapa karakter yang dimunculkan, tapi tidak dengan peran yang cukup krusial, seolah-olah hanya sebagai media fan service. Terkesan sebagai pemancing sorak penonton di tengah plot saja, dan tidak begitu berdampak untuk kelangsungan ceritanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, pembukaan yang terlalu singkat membuat film terkesan terburu-buru, termasuk beberapa adegan di tengah filmnya. Pun ada beberapa elemen di film yang membuat penggemar <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">One Piece<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menjadi kurang yakin akan set waktu film ini dengan timeline besar di serialnya. Hal ini disebabkan karena <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">One Piece Film: Red<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini mencantumkan materi <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-alasan-wano-akan-jadi-arc-terbaik-one-piece\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pasca-Wano,<\/a> tapi juga mengkonfirmasi beberapa info yang belum diejawantahkan di serialnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cukup disayangkan sebab untuk menjadi stand-alone film akan menjadi \u201cterlalu\u201d canon, dan untuk penggemar yang tidak menonton filmnya akan kehilangan part besar dari cerita besar <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">One Piece<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut saya, kekurangan tersebut lumayan fatal. Sebab, experience yang terlanjur menyenangkan jadi terganggu. Nggak ganggu banget, tapi ngganjel. Kayak selilit, kecil, tapi bikin mangkel.<\/span><\/p>\n<h4><b>Kesimpulan<\/b><\/h4>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">One Piece Film: Red <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">ini, terlepas dari kekurangannya, tetap harus ditonton. Meski dibuat musikal, bukan berarti kalian akan kehilangan keseruan. Justru, porsinya lebih berimbang. Kalau isinya pukul-pukulan doang, penonton nggak dikasih jeda buat napas, dan itu malah nggak menyenangkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara teknis, visual dan audionya amat bagus. Ceritanya pun bagus, saya yakin kalian akan merasa bahagia keluar dari bioskop. Atau malah mengkerut karena endingnya yang\u2026<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nonton sendiri aja, pulang-pulang kalian pasti pengin diskusi, hehehe.<\/span><\/p>\n<p><em>Sumber gambar: Akun Instagram <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/CixehZQPJBt\/?hl=en\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">@onepiece_staff<\/a><\/em><\/p>\n<p>Penulis: Rifqi Probo<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/one-piece-bukan-sekadar-komik-dia-maha-karya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">One Piece Bukan Sekadar Komik, Dia Maha Karya!<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/span><\/h5>\n<h5><span id=\"Anda_penulis_Terminal_Mojok_Silakan_bergabung_dengan_Forum_Mojokdi_sini\"><strong><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\">di sini<\/a>.<\/em><\/strong><\/span><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Binkusu no sake wo, todoke ni yuku yo, umikaze kimakaze namimakase<\/p>\n","protected":false},"author":1940,"featured_media":190509,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13081],"tags":[4108,5935,2583,17026,13098,7542,17027],"class_list":["post-190508","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-film","tag-eiichiro-oda","tag-monkey-d-luffy","tag-one-piece","tag-one-piece-film-red","tag-pilihan-redaksi","tag-shanks","tag-uta"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/190508","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1940"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=190508"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/190508\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/190509"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=190508"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=190508"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=190508"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}