{"id":190243,"date":"2022-09-21T08:52:37","date_gmt":"2022-09-21T01:52:37","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=190243"},"modified":"2022-09-21T08:57:34","modified_gmt":"2022-09-21T01:57:34","slug":"10-serial-netflix-paling-buruk-yang-pernah-ada","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/10-serial-netflix-paling-buruk-yang-pernah-ada\/","title":{"rendered":"10 Serial Netflix Paling Buruk yang Pernah Ada"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/netflix\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Netflix<\/a> itu ibarat kaleng undian berisi kertas-kertas yang digulung. Ada banyak hadiah tertulis di sana, ada juga bagian zonk-nya. Supaya kamu tidak salah ambil tontonan, mari saya tuntun. Setidaknya ada 10 serial Netflix yang sebaiknya kamu hindari. Alasannya ya karena serial-serial ini begitu buruk. Baca saja judulnya, catat, lalu blacklist dari daftar antrean tontonanmu. Siap?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut kesepuluh serial Netflix paling buruk yang pernah ada.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><strong>#1 Sex\/Life<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pernahkah kamu merasa sangat terganggu oleh elemen tertentu yang terus diulang di sebuah film atau serial? Kalau ya, maka sebaiknya kamu tidak menonton serial Netflix satu ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebetulnya kalau\u00a0<em>Sex\/Life<\/em> hanya berhenti di premis, sangat potensial untuk jadi drama erotis yang menarik. Sayangnya, alih-alih fokus pada <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/alur-cerita\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">alur cerita<\/a>, para kreatornya justru sibuk menaruh adegan ranjang di setiap episode dengan kadar yang nggak kira-kira. Satu-dua episode saya masih bisa bertahan, setelah itu saya mulai muak. Dan hal yang bikin saya terganggu adalah adegan seks dieksekusi sekenanya, video porno di Pornhub bahkan lebih baik dalam mengarahkan kamera. Setidaknya, buatlah adegan seks yang kreatif kalau memang mau fokus di situ.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Sex\/Life<\/em> masuk kategori buruk bagi saya, bahkan adegan seks yang sebanyak itu pun tidak membantu sama sekali. Tengok saja rating di berbagai platform review macam IMDb. Baik kritikus maupun audiens tampaknya sepakat dalam hal ini, bahwa <em>Sex\/Life<\/em> memang <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">wadidaw<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<div class=\"jeg_video_container jeg_video_content\"><iframe title=\"&quot;Sex\/Life&quot; (2021) season 1 HD Trailer [1080p]\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/tpmYGdvCKRw?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/div>\n<h4><strong>#2 Super Drags<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Super Drags adalah serial animasi asal Brazil yang disuguhkan untuk penonton dewasa. Namun, sepertinya label dewasa yang disematkan pada serial Netflix satu ini membuat sang <a href=\"https:\/\/kbbi.kemdikbud.go.id\/entri\/kreator\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kreator<\/a> melemparkan semua lelucon &#8220;gelap&#8221; tanpa ragu. Banyak lelucon yang tidak bekerja dengan baik alias tidak lucu sama sekali\u2014dan mungkin ofensif untuk komunitas tertentu\u2014sementara lelucon yang lucu justru tidak bisa mengimbanginya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Entah apa yang ada di kepala kreatornya, yang jelas <em>Super Drags<\/em> hanya tampak seperti kumpulan dark jokes tongkrongan abang-abang yang sebaiknya disimpan di kepala saja.<\/span><\/p>\n<div class=\"jeg_video_container jeg_video_content\"><iframe title=\"Super Drags | Teaser [HD] | Netflix\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/ERQ9wN8uXWw?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/div>\n<h4><strong>#3 Richie Rich<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seorang anak biasa menjadi jutawan dalam semalam dan memiliki kesempatan tak terbatas untuk bersenang-senang dan berpetualang.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Itu terdengar menyenangkan, bukan?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Richie Rich<\/em> merupakan sitkom adaptasi lepas dari karakter Harvey Comics, <em>Richie Rich<\/em>. Sebelumnya, sudah ada beberapa adaptasi termasuk film yang dibintangi Macaulay Culkin (pemeran Kevin di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/nonton-film-home-alone-adalah-cara-mudah-menyambut-natal-bagi-yang-tidak-merayakan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em>Home Alone<\/em><\/a>) yang rilis pada tahun 1994.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sama seperti adaptasi filmnya, serial Netflix satu ini pun tidak mampu membuat penonton puas. Premis yang menyenangkan itu ternyata tidak mampu melahirkan cerita yang menarik, setidaknya untuk adaptasi audio visual. Saya tidak bisa menilai apakah komiknya bagus, yang jelas hasil adaptasinya jauh dari kata layak tonton. Garing dan cringey.<\/span><\/p>\n<div class=\"jeg_video_container jeg_video_content\"><iframe title=\"Richie Rich - Official Trailer - Netflix Kids Originals\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/OTMZ2X5cE_Q?start=2&#038;feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/div>\n<h4><strong>#4 Real Rob<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rob Schneider telah berhasil membuat sitkom yang tidak kalah garing dari materi <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/stand-up-comedy\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">stand-up comedy<\/a>-nya. Sebuah sajian kurang bumbu yang tidak menarik perhatian sejak awal. Saat menonton <em>Real Rob<\/em>, saya seperti sedang menonton daily vlog keluarga Schneider dan sudah, tidak ada yang istimewa. Rob Schneider benar-benar harus mulai mengevaluasi dirinya, proses kreatifnya, dan mempertimbangkan untuk tidak menulis sitkom lagi kecuali kalau sudah bisa bikin orang ketawa.\u00a0<\/span><\/p>\n<div class=\"jeg_video_container jeg_video_content\"><iframe title=\"Real Rob | official trailer (2015) Rob Schneider Netflix\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/mEf-94THH88?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/div>\n<h4><strong>#5 Sexy Beasts<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Sexy Beasts<\/em> adalah sebuah dating show yang merupakan &#8220;reinkarnasi&#8221; dari show asal Inggris berjudul sama. Dating show ini memiliki konsep yang cukup menarik. Setiap peserta akan menjalani kencan buta, tapi masing-masing harus mengenakan kostum binatang atau makhluk-makhluk fantasi untuk menutupi penampilan mereka.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayang sekali, <em>Sexy Beasts<\/em> hanyalah acara kencan murahan yang tidak ada faedahnya. Saya pikir kostum yang dikenakan peserta dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa cinta bisa tumbuh terlepas dari bagaimanapun bentuk fisik mereka. Eh, ternyata semua pesertanya cakep, alias ngapain pada pakai kostum, sih? Selain itu, literally &#8220;semua hal&#8221; yang terjadi di show ini terasa menggelikan bagi saya.<\/span><\/p>\n<div class=\"jeg_video_container jeg_video_content\"><iframe title=\"Sexy Beasts | Official Trailer | Netflix\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/IJO5m6EFL6A?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/div>\n<h4><strong>#6 Hype House<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Hype House<\/em> merupakan reality show buatan Netflix yang menceritakan kisah para influencer media sosial terutama TikTok, sensasi, dan &#8220;kehidupannya&#8221; sehari-hari.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Percayalah, <em>Hype House<\/em> bukanlah pertunjukan yang menyenangkan atau menarik. Serial original Netflix ini sama sekali tidak menawarkan apa-apa. Jelas, Netflix di sini mencoba memasarkan diri mereka ke generasi muda, mereka mungkin melihat bahwa anak-anak hari ini lebih banyak menonton <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/tiktok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">TikTok<\/a> daripada menonton konten yang ditawarkan Netflix. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa pejabat Netflix mungkin risau dan mulai berpikir untuk menggabungkan Netflix dan TikTok. Mereka pikir ini akan menjadi ide yang luar biasa. Tapi ingat, tidak semua ide dilahirkan sama. Dan, beberapa ide seharusnya tidak direalisasikan. Hype House adalah contoh utama.<\/span><\/p>\n<div class=\"jeg_video_container jeg_video_content\"><iframe title=\"Hype House | Official Trailer | Netflix\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/yXmONk0v0wA?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/div>\n<h4><strong>#7 Too Hot To Handle<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Too_Hot_to_Handle_(TV_series)\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em>Too Hot To Handle<\/em><\/a> merupakan reality show di mana sekelompok jomlo yang gigih berkompetisi untuk mendapatkan hadiah sejumlah uang. Caranya, mereka tidak boleh berhubungan seks. Waduh.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Reality show ini lebih mirip dokumentasi rehabilitasi kecanduan seks ketimbang reality show yang menghibur. Jujur, saya merasa bodoh karena kok saya mau menonton acara ini.<\/span><\/p>\n<div class=\"jeg_video_container jeg_video_content\"><iframe title=\"Too Hot To Handle | Season 1 | Official Trailer | Netflix\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/2JgPJpgnut4?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/div>\n<h4><strong>#8 Fuller House<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Fuller House<\/em> adalah sitkom Amerika yang dibuat oleh Jeff Franklin yang mengudara sebagai serial Netflix original. <em>Fuller House<\/em> merupakan sekuel dari sitkom populer yang pernah tayang pada 1987-1995, yaitu <em>Full House<\/em>.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekuel ini sebetulnya tidak diperlukan dan saya rasa juga tidak ada yang mengharapkan ini ada. Sekuel ini berusaha keras menyamai kelucuan versi lawas, bukannya bagus malah terlihat bodoh. Banyak sekali lelucon yang tidak kena sasaran alias garing.<\/span><\/p>\n<div class=\"jeg_video_container jeg_video_content\"><iframe title=\"Fuller House | Teaser [HD] | Netflix\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/N9y61eSRPM8?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/div>\n<h4><strong>#9 Riverdale<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Riverdale<\/em> adalah serial televisi drama remaja Amerika yang didasarkan pada karakter dari Archie Comics. Serial ini diproduksi oleh <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Warner Bros. Television<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Riverdale<\/em> merupakan drama remaja yang proper sampai naskahnya ngalor ngidul kehilangan arah. Sebagus apapun sebuah cerita, harusnya memang diakhiri saja pada saat-saat terbaiknya kalau memang idenya sudah sulit diperas. Sayang sekali, padahal saya season pertamanya cukup menghibur.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Serial Netflix ini memiliki naskah yang buruk dan bodoh. Penulisnya tampak &#8220;buta&#8221; Archie Comics yang mana merupakan sumber aslinya. Jangan-jangan beliau menulis tanpa membaca sumbernya. Alih-alih jadi drama remaja yang menghibur, serial ini justru terlihat tidak lebih dari sekadar cerita fan-fiction di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/wattpad\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Wattpad<\/a> dengan dialog-dialog menggelikannya itu.\u00a0<\/span><\/p>\n<div class=\"jeg_video_container jeg_video_content\"><iframe title=\"Riverdale | Official Trailer [HD] | Netflix\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/HxtLlByaYTc?start=2&#038;feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/div>\n<h4><strong>#10 Fate: The Winx Saga<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Fate: The Winx Saga<\/em> merupakan serial fantasi remaja buatan Netflix yang saya sendiri tidak tahu maunya apa. Banyak hal yang mengganggu saya saat menonton serial satu ini, bahkan di beberapa kesempatan saya merasa jengkel ketika mendengar dialog murahan yang bikin bergidik. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/karakter\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">karakter-karakter<\/a> dalam serial ini, entah kenapa, sulit untuk disukai. Tidak ada yang benar-benar lovable, jadi saya juga malas ngikutin kisah mereka dan tidak peduli sama sekali terhadap apa pun yang mereka lakukan. Belum lagi bagian &#8220;romansa&#8221; yang membosankan. Meh.<\/span><\/p>\n<div class=\"jeg_video_container jeg_video_content\"><iframe title=\"Fate: The Winx Saga | Official Trailer | Netflix\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/dfXRud1AIiw?start=2&#038;feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/div>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah kesepuluh serial Netflix paling buruk yang pernah ada. Cukup saya saja yang tergocek oleh 10 serial Netflix paling buruk sepanjang masa di atas, kamu jangan, ya.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Rizal Nurhadiansyah<br \/>\nEditor: Intan Ekapratiwi<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/10-serial-netflix-yang-wajib-ditonton-minimal-sekali-seumur-hidup\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Serial Netflix yang Wajib Ditonton Minimal Sekali Seumur Hidup<\/a>.<\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Meh. <\/p>\n","protected":false},"author":1693,"featured_media":190258,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13118],"tags":[2363,5010,13098,6487],"class_list":["post-190243","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-serial","tag-netflix","tag-netflix-original","tag-pilihan-redaksi","tag-serial-netflix"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/190243","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1693"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=190243"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/190243\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/190258"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=190243"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=190243"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=190243"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}