{"id":190035,"date":"2022-09-17T11:23:17","date_gmt":"2022-09-17T04:23:17","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=190035"},"modified":"2022-09-17T22:37:45","modified_gmt":"2022-09-17T15:37:45","slug":"5-lagu-indonesia-dengan-lirik-paling-ikonik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-lagu-indonesia-dengan-lirik-paling-ikonik\/","title":{"rendered":"5 Lagu Indonesia dengan Lirik Paling Ikonik"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada banyak lagu Indonesia ikonik yang sampai sekarang masih terus diputar, baik di radio maupun platform digital, meski usia lagunya sudah cukup tua. Biasanya, lagu-lagu tersebut mampu diterima semua kalangan karena selalu terdengar fresh, memorable, dan relate sepanjang zaman. Tentu saja, hal ini nggak lepas dari peran sang penulis lirik lagu yang peka dengan keadaan sekitar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nggak sedikit musisi Indonesia yang dikenal piawai menulis lirik lagu dan saya kira patut diacungi jempol, sebut saja<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-lagu-iwan-fals-yang-kalau-diciptakan-sekarang-pasti-rame-kayak-tilik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Iwan Fals<\/a>, Ombags\u2014basis sekaligus vokalis NTRL, Otong Koil, dan masih banyak lagi. Beberapa penulis lirik tersebut nyaris selalu sukses bikin lagu-lagu terdengar eksentrik, berumur panjang, dan relevan dari masa ke masa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ngomong-ngomong soal lirik lagu Indonesia, ada banyak musisi yang menciptakan lagu yang begitu ikonik dan seolah menjadi lagu wajib putar pada momen-momen tertentu. Berikut sejumlah lirik lagu Indonesia paling ikonik yang bisa kamu dengarkan atau jadi referensi saat menulis lirik, di antaranya:<\/span><\/p>\n<h4><b>Bunda, Potret<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lirik lagu Indonesia paling ikonik yang pertama adalah \u201cBunda\u201d karya Potret, band Melly Goeslaw. Lagu yang dirilis pada 1997, sampai sekarang masih eksis dan masih sering diputar di berbagai platform, terutama ketika peringatan Hari Ibu pada 22 Desember. Saking ikonik-nya lirik lagu ini, majalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Rolling Stones<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pada 2009 lalu memasukkan \u201cBunda\u201d ke dalam lagu terbaik sepanjang masa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagu yang menceritakan kasih sayang seorang ibu ini memang begitu menyentuh hati. Liriknya begitu puitis dengan iringan suara piano yang indah, bikin lagu \u201cBunda\u201d sukses bikin siapa saja yang mendengarkan hanyut mengingat perjuangan, pengorbanan, dan kasih sayang seorang ibu. Nggak heran sih kalau banyak orang yang masih tetap nangis haru meski lagu ini diputar berulang kali.<\/span><\/p>\n<p><iframe title=\"YouTube video player\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/-A_sQZ6XNCc\" width=\"560\" height=\"315\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<h4><b>Matraman, The Upstairs<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Raja pensi asal Jakarta, The Upstairs, memang selalu berhasil menyita perhatian skena musik indie di Indonesia. Band beraliran new wave yang dibentuk pada 2001 ini banyak menciptakan lagu-lagu ikonik, salah satunya Matraman. Lagu yang dirilis pada 2004 ini sukses memberi warna baru di blantika musik Indonesia karena liriknya yang terdengar tak biasa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lirik-lirik dalam lagu ini seperti \u201cDemi celurit, mistar, dan batu terbang pelajar, ku ungkapkan..\u201d atau \u201cKan ku persembahkan sekuntum mawar, aku di Matraman.. kau di Kota Kembang\u201d terdengar unik tapi tetap puitis. Tentu saja, ini nggak lepas dari kepiawian sang vokalis, Jimi Multhazam, dalam menulis lirik yang sejak dulu dikenal jago merangkai kata-kata ajaib bin eksentrik. Nggak percaya? Dengerin deh.<\/span><\/p>\n<p><iframe title=\"YouTube video player\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/DpSaBP4mEyE\" width=\"560\" height=\"315\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<h4><b>Semua Tentang Kita \u2013 Peterpan<\/b><\/h4>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Waktu terasa semakin berlalu<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tinggalkan cerita tentang kita<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tiada lagi kini tawamu<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tuk hapuskan semua sepi di hati<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Acara perpisahan sekolah maupun perpisahan KKN tentu belum lengkap jika belum menyanyikan lagu \u201cSemua tentang Kita\u201d milik <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bintang-di-surga-milik-peterpan-adalah-album-indonesia-paling-fenomenal-dan-sulit-dilupakan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Peterpan.<\/a> Lagu yang diciptakan oleh Ariel ini menceritakan masa-masa indah bersama sahabat dan orang-orang terdekat. Meski lirik lagu ini terdengar sederhana, tetapi selalu sukses bikin acara perpisahan semakin hangat dan penuh keakraban.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Liriknya yang cukup dalam berpadu dengan sentuhan petikan gitar sederhana nan mengalun indah, juga mampu membuat lagu yang dirilis pada 2003 ini mudah dihafal dan bisa diterima semua kalangan. Jadi, buat kamu yang mau ada acara perpisahan apa pun itu, jangan sampai lupa bawain lagu keren milik Peterpan ini, ygy.<\/span><\/p>\n<p><iframe title=\"YouTube video player\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/hhn-nGSuenM\" width=\"560\" height=\"315\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<h4><b>Kebyar-kebyar, Gombloh<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagu \u201cKebyar-kebyar\u201d yang dibawakan <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Gombloh\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Soedjarwoto Soemarsono<\/a> atau yang lebih dikenal dengan nama <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/gombloh-dan-revolusi-melankolik-lewat-musik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Gombloh<\/a> menjadi salah satu lagu Indonesia yang punya lirik paling ikonik. Meski dirilis pada 1979 silam, lagu ini masih tetap eksis dan hits sampai sekarang, terutama ketika perayaan HUT Kemerdekaan RI. Ya, lagu ini nggak pernah absen memeriahkan suasana 17 Agustus, baik saat lomba maupun pawai tujuhbelasan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagu ini menjadi begitu ikonik karena memiliki narasi yang mampu mengobarkan semangat nasionalisme. Selain itu, lagu \u201cKebyar-kebyar\u201d juga sarat akan nilai-nilai persatuan, perjuangan, dan cinta Tanah Air. Yah, nggak heran kalau lirik lagu ikonik satu ini akan selalu dan tetap relevan sepanjang masa.<\/span><\/p>\n<p><iframe title=\"YouTube video player\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/QoAzgc7mFkE\" width=\"560\" height=\"315\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<h4><b>Yogyakarta, KLa Project<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lirik lagu Indonesia ikonik yang nggak boleh dilewatkan selanjutnya adalah \u201cYogyakarta\u201d milik KLa Project. Lagu yang menceritakan tentang Yogya ini mampu memotret suasana setiap sudut Kota Pelajar yang penuh kehangatan, keakraban, dan kenangan. Lirik lagu ciptaan Katon Bagaskara satu ini terdengar puitis, begitu emosional, serta sanggup menggambarkan setiap sudut Yogyakarta dengan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/lagu-yogyakarta-dan-sesuatu-di-jogja-bikin-saya-halu-berasa-jadi-orang-jogja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">cukup manis<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau nggak percaya, liat itu buzzer Jogja. Kalau lagi bikin campaign, lagunya pasti ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sampai saat ini, lagu yang sudah populer sejak 1992 ini masih sering diputar dan menjadi \u201clagu wajib\u201d para pengamen di Kota Jogja. Meski kita tahu UMR di kota ini nggak manusiawi, tapi lirik lagu Yogyakarta harus diakui akan selalu menghadirkan senyum yang abadi. Ho\u2019o tenan~<\/span><\/p>\n<p><iframe title=\"YouTube video player\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/GDykB7p9O5o\" width=\"560\" height=\"315\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah beberapa lirik lagu Indonesia paling ikonik yang bisa kamu dengarkan dan resapi. Masih banyak lagu Indonesia dengan lirik monumental lainnya, kayak lagu \u201cLintang\u201d yang dibawakan Netral, \u201cMobil Balap\u201d-nya Naif, \u201cMengadili Persepsi\u201d punya Seringai, hingga \u201cYolanda\u201d milik Kangen Band, yang bisa jadi referensi menulis lirik. By the way, kalau kamu sendiri gimana, lirik lagu Indonesia apa yang menurutmu paling ikonik? Apa pun itu, yang jelas, kalau nonton konser aja jotos-jotosan lho, Gaes. Selamat headbanging!<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Jevi Adhi Nugraha<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/8-lagu-indonesia-yang-tak-lekang-oleh-waktu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">8 Lagu Indonesia yang Tak Lekang oleh Waktu<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/span><\/h5>\n<h5><span id=\"Anda_penulis_Terminal_Mojok_Silakan_bergabung_dengan_Forum_Mojokdi_sini\"><strong><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\">di sini<\/a>.<\/em><\/strong><\/span><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada cerita tentang aku dan dia&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":547,"featured_media":190036,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13084],"tags":[8402,16959,31,6083,2682,12541,4067,2550],"class_list":["post-190035","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-musik","tag-gombloh","tag-ikonik","tag-indonesia","tag-kla-project","tag-lagu","tag-lirik","tag-peterpan","tag-potret"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/190035","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/547"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=190035"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/190035\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/190036"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=190035"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=190035"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=190035"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}