{"id":189614,"date":"2022-09-15T08:00:35","date_gmt":"2022-09-15T01:00:35","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=189614"},"modified":"2022-09-15T00:11:16","modified_gmt":"2022-09-14T17:11:16","slug":"karakter-ikonik-diperankan-oleh-poc-perjuangan-kesetaraan-yang-nanggung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/karakter-ikonik-diperankan-oleh-poc-perjuangan-kesetaraan-yang-nanggung\/","title":{"rendered":"Karakter Ikonik Diperankan oleh POC, Perjuangan Kesetaraan yang Nanggung"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belakangan, sejumlah karakter ikonik di sejumlah film diperankan oleh aktor atau aktris POC atau person of color. Sebenarnya itu bagus. Namun, jujur saja, secara pribadi hal ini mengganggu saya sebagai penikmat film.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukannya rasis, cuma kebanyakan nggak pas aja. Bentar-bentar, saya jelaskan dulu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya mendukung diversity yang diupayakan oleh produsen film. Kesetaraan diperjuangkan itu selalu jadi hal yang bagus. Cuman, menurut saya, harus ada porsi yang jelas. Ada peran yang harus diperankan oleh aktor kulit hitam, macam T\u2019Challa atau <a href=\"https:\/\/mojok.co\/pojokan\/baju-koko-black-panther\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Black Phanter<\/a>, ya itu wajib banget diperankan POC. Namun, ada beberapa peran yang tak harus dipaksakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apalagi jika film itu ternyata adaptasi buku. Saya beri contoh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kasus pertama adalah karakter ikonik yang kita semua tahu, Hermione Granger dan Rose Granger-Weasley di dalam pagelaran teater<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Harry Potter and the Cursed Child<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Keduanya diperankan oleh aktris berkulit hitam, yang sangat bertolak belakang dengan Emma Watson sebagai Hermione di delapan film <\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/harry-potter-karakter-underrated-di-serialnya-sendiri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Harry Potter<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Namun, kasus ini menurut saya masih bisa dimaafkan. Mengingat, J.K. Rowling memang menggambarkan Hermione di buku sebagai perempuan berambut keriting mengembang, kulit gelap, dan dua gigi kelinci yang besar. Artinya, penampilan Hermione di teater (walau tidak sepenuhnya) mendekati deskripsi itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kasus kedua adalah karakter Alice dan Peter Pan di film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Come Away<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, yang juga berkulit hitam. Karakter Alice sangat kental dengan rambut pirangnya, sementara Peter Pan tidak bisa lepas dari bayang-bayang muka jahil ala Jeremy Sumpter. Jadi, sangat aneh (atau minimal nggak terbiasa) ketika keduanya tiba-tiba berubah penampilan. Namun, perubahan penampilan Alice dan Peter di film ini juga masih bisa ditoleransi, mengingat ini bukan film resmi keduanya. Ini semacam film &#8220;teori konspirasi&#8221; dengan memakai jurus &#8220;what if&#8221; dari cerita aslinya. Jadi, jangan heran ketika Jack milik Titanic juga berkulit hitam di film ini. Karena umumnya penonton akan ber-&#8220;ooh&#8221; ria di bagian akhir, maka pemilihan pemain berkulit hitam di film ini bisa dibilang tidak begitu mengganggu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kasus ketiga adalah Peri Biru di film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pinocchio<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, juga berkulit hitam. Di film ini, Cynthia Erivo tampil dengan sangat memukau, walau\u2014sayangnya\u2014hanya dalam satu adegan. Akan tetapi, bayangan Peri Biru yang anggun dengan rambut panjang digerai seolah runtuh ketika Erivo tampil dengan kepala plontosnya. Terlebih, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pinocchio <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">asalnya dari Italia. Tak perlu saya jelaskan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, kalau ada yang berargumen \u201csiapa bilang peri harus berkulit putih dan berambut panjang\u201d, well, baiklah. Masih masuk. Sebab, ini fantasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada hal yang amat vital, namun luput dari pandangan perkara karakter ikonik diperankan oleh <a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Person_of_color\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">POC.<\/a> Tentu saja yang saya maksud adalah kesetaraan yang sebenar-benarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Benar bahwa diversity dan pemilihan POC sebagai pemeran karakter ikonik itu upaya memperjuangkan kesejahteraan. Namun, kalau hanya itu doang, ya sama aja bohong. Rasisme tak akan kelar hanya dengan memilih aktor berkulit hitam atau mengganti ras karakter ikonik. Sebenarnya, masalah ini tak hanya semata ditemukan di industri film. Industri hiburan lain, seperti <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/uefa-gercep-perkara-duit-lambat-perkara-rasisme\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sepak bola<\/a> pun, mereka lambat menangani rasisme, dan mentok di perkara simbolik saja. Ya sama kayak ganti ras karakter ikonik ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kesejahteraan sebenar-benarnya, seperti, memberi peluang yang sama kepada tiap manusia terlepas dari warna kulit mereka, berjuang serius dalam memberantas rasisme jarang dibicarakan keras-keras. Kalau menganggap mengubah ras karakter ikonik adalah upaya satu-satunya, ya tolong banget ini mah. Masalah yang sebenarnya, justru nggak pernah tersentuh. Pemeran menjalankan perannya, mindset orang-orang yang terlibat industri ini yang harusnya diubah. Kalau dukung POC jadi aktor utama, tapi sendirinya rasis ke tetangga berbeda warna kulit, ya sama aja. Kayak gitu ada? BANYAK.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perjuangan sebenar-benarnya lah yang harusnya disampaikan dan dikampanyekan. Saya tak ada masalah dengan mengubah ras karakter ikonik, I truly am. Masalahnya, jika hal itu justru memicu perdebatan panjang dan malah mengaburkan niat baiknya, saya pikir, praktik ini perlu dipikirkan ulang.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Kevin Ridho Al Khudri<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/gerakan-blacklivesmatter-dan-benih-rasisme-yang-jarang-kita-sadari\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Gerakan #Blacklivesmatter dan Benih Rasisme yang Jarang Kita Sadari<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/span><\/h5>\n<h5><span id=\"Anda_penulis_Terminal_Mojok_Silakan_bergabung_dengan_Forum_Mojokdi_sini\"><strong><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\">di sini<\/a>.<\/em><\/strong><\/span><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Niatnya bagus, tapi&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1436,"featured_media":189624,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13081],"tags":[28,6425,16927,3364,2637],"class_list":["post-189614","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-film","tag-film","tag-karakter","tag-poc","tag-ras","tag-rasisme"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/189614","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1436"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=189614"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/189614\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/189624"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=189614"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=189614"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=189614"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}