{"id":189290,"date":"2022-09-10T09:01:45","date_gmt":"2022-09-10T02:01:45","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=189290"},"modified":"2022-09-10T09:01:45","modified_gmt":"2022-09-10T02:01:45","slug":"3-sisi-gelap-profesi-buruh-pabrik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-sisi-gelap-profesi-buruh-pabrik\/","title":{"rendered":"3 Sisi Gelap Profesi Buruh Pabrik"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dulu, banyak akan kecil akan menjadi <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/malangnya-nasib-dokter-residen\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">dokter<\/a>, tentara, atau pilot ketika menjawab pertanyaan soal cita-cita. Namun, buat saya, profesi tersebut nggak masuk dalam hitungan. Pasti akan terdengar aneh ketika saya menjawab buruh pabrik adalah cita-cita waktu kecil. Iya, bekerja di pabrik adalah salah satu impian masa kecil saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Iya, saya yakin cita-cita saya itu aneh. Namun, menjadi buruh pabrik memang terlihat keren dan sekarang sudah terwujud. Di mata saya, buruh pabrik itu \u201csangat laki sekali. Berangkat pagi menggunakan seragam, pulang sore berpeluh keringat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak yang memandang sepele sebuah pabrik. Padahal, di pabrik, bahan baku diolah menjadi produk dengan nilai jual tinggi. Bagi saya, aktivitas ini sangat mulia karena berkaitan dengan hajat hidup orang banyak. Selain itu, pabrik juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Bagi saya, ini keren sekali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, di balik segala sisi karena itu, profesi buruh pabrik tetap punya \u201csisi gelap\u201d. Apa saja? Izinkan saya bercerita.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><b>#1 Rawan terjadi kecelakaan kerja<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap pabrik pasti punya papan informasi yang berisi data keselamatan kerja. Secara garis besar, papan tersebut berisikan data jumlah tenaga kerja, tanggal terakhir terjadi kecelakaan kerja, hingga jumlah jam aman tanpa terjadinya kecelakaan kerja. Dari sini dapat kita ketahui bahwa sisi gelap buruh pabrik yang pertama, yaitu rawan terjadi <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kerja-remote-itu-nggak-selamanya-enak-yang-jelas-bikin-sakit-pinggang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kecelakaan kerja<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kecelakaan kerja, biasanya, terjadi karena buruh pabrik tidak dibekali peralatan yang menunjang keselamatan kerja. Banyak yang tidak dibekali helm standar pabrik, sampai sepatu yang aman. Penyebab lainnya adalah buruhnya sendiri yang tidak waspada dan konsentrasi penuh ketika bekerja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena itu, manajemen pabrik memiliki peraturan tersendiri mengenai Alat Pelindung Diri (APD). APD harus dikenakan apabila kita memasuki area pabrik. Alat Pelindung Diri\u00a0 yang wajib digunakan berbeda-beda di setiap pabrik, tergantung tingkat resikonya. Umumnya, pabrik mewajibkan kita untuk memakai safety helmet untuk melindungi kepala dari benturan dan juga safety boot untuk memproteksi kaki dari sandungan. Itu yang paling standar, tapi masih banyak pabrik yang lalai menyediakannya.<\/span><\/p>\n<h4><b>#2 Kebosanan terkait makan siang<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak pabrik yang menyediakan makan siang untuk buruhnya. Biasanya, makan siang ini sifatnya cuma-cuma, sehingga tidak ada jatah uang makan siang. Inilah yang biasanya membedakan antara <a href=\"https:\/\/www.cnbcindonesia.com\/news\/20191029141955-4-110996\/sri-mulyani-minta-pns-nya-makan-siang-dengan-orang-yang-beda\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">PNS<\/a> dan pegawai swasta dengan buruh pabrik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya, kebijakan ini baik adanya. Pabrik menjadi aware dengan gizi buruhnya. Namun, di sini sering muncul \u201csisi gelap\u201d yang jarang disadari manajemen. Jadi, pihak ketiga yang di-hire untuk menyediakan makan siang menjadi tidak kreatif ketika menyiapkan menu. Kadang, mereka berpikir yang penting porsinya banyak saja, tanpa memikirkan aspek rasa dan kebosanan buruh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan salah, break makan siang itu penting sekali buat buruh pabrik. Lantaran mereka bekerja berat dalam waktu yang panjang, istirahat makan siang menjadi waktu yang sangat ditunggu. Makan siang dengan menu bergizi, enak, dan porsinya cukup adalah hiburan yang menyenangkan. Sangat bermanfaat untuk mengembalikan semangat kerja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lantaran tidak mendapatkan uang makan siang, banyak buruh tidak bisa memilih. Mereka jadi berpikir kalau yang penting sudah makan dan perut kenyang. Soal gizi dan rasa ya urusan belakang. Saya rasa, hal ini kurang benar dan sering bikin buruh bosan, malas kerja karena kekenyangan semata, lalu performa mereka menurun.<\/span><\/p>\n<h4><b>#3 Shift kerja yang berubah terlalu cepat<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Khusus untuk tenaga produksi, biasanya pabrik menerapkan kebijakan untuk kerja shift. Ada yang 1 hari terdiri dari 2 shift panjang, ada pula yang dalam 1 hari terdapat 3 shift.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tenaga produksi sendiri biasanya memiliki jadwal masuk yang berbeda setiap pekan. Satu pekan full masuk pagi dan pekan depan full masuk malam atau sebaliknya. Terkadang, terjadi jadwal masuk yang agak jomplang. Karena 1 dan lain hal, ada buruh pabrik yang cuma masuk pagi 3 hari, lalu 11 harinya masuk malam. Dua minggu selanjutnya, ketika tubuh sudah terbiasa bekerja malam, tiba-tiba harus dapat shift pagi dalam waktu panjang. Tubuh tidak akan sempat beradaptasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jam kerja dan jam tidur buruh pabrik menjadi agak kacau. Perubahan yang terlalu cepat ini tentu tidak sehat bagi buruh. Biasanya, efeknya tidak langsung terasa. Namun, ketika kelelahan itu menumpuk, tubuh akan rontok. Sekali sakit jadi butuh waktu lama untuk sembuh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal-hal di atas harus diperbaiki oleh manajemen pabrik. Mau gimana, buruh pabrik adalah nyawa sebuah proses produksi. Meskipun dari sisi <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kemenaker-bilang-upah-minimun-indonesia-terlalu-tinggi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">gaji<\/a> bisa diadu, kesehatan buruh pabrik wajib diperhatikan. Jika tidak, \u201csisi gelap\u201d ini akan selalu jadi momok bagi buruh ketika harus mengais rezeki.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Arief Nur Hidayat<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sejarah-may-day-hari-raya-kaum-buruh-yang-berlumuran-darah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sejarah May Day, Hari Raya Kaum Buruh yang Berlumuran Darah<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di balik segala sisi positif, profesi buruh pabrik tetap punya \u201csisi gelap\u201d.<\/p>\n","protected":false},"author":1676,"featured_media":189297,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[16864],"tags":[218,9229,16871,16872],"class_list":["post-189290","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-profesi","tag-buruh","tag-buruh-pabrik","tag-gaji-buruh","tag-keselamatan-kerja"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/189290","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1676"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=189290"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/189290\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/189297"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=189290"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=189290"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=189290"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}