{"id":189149,"date":"2022-09-08T11:00:24","date_gmt":"2022-09-08T04:00:24","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=189149"},"modified":"2022-09-08T11:17:02","modified_gmt":"2022-09-08T04:17:02","slug":"20-film-korea-selatan-terbaik-sepanjang-masa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/20-film-korea-selatan-terbaik-sepanjang-masa\/","title":{"rendered":"20 Film Korea Selatan Terbaik Sepanjang Masa"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sudah menyukai film Korea Selatan sejak tahun 2010. Sudah ratusan\u2014bahkan lebih\u2014judul film Korea Selatan yang saya tonton dalam rentang waktu tersebut. Saya menyadari, dari waktu ke waktu, sinema Korea terus berkembang, baik secara komersial maupun kualitas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/percuma-nonton-parasite-tapi-menutup-mata-pada-kesenjangan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em>Parasite<\/em><\/a> telah membuat sejarah sebagai film Asia pertama yang memenangkan Film Terbaik di Academy Awards dalam beberapa dekade. Ini menjadi titik balik bagi perfilman Korea dan Asia pada umumnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gara-gara kegemaran nonton film itulah saya membuat daftar film Korea Selatan terbaik sepanjang masa. Ada beberapa aspek yang saya perhatikan ketika membuat daftar ini, antara lain kesuksesan komersial, kesuksesan yang dibuktikan dengan raihan penghargaan, hingga aspek teknis dan narasi. Angka di sini bukanlah peringkat, melainkan hanya penomoran biasa. Saya sendiri kesulitan untuk mengurutkan dari yang terbaik.<\/span><\/p>\n<h4><strong>#1 Burning (2018)<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Burning<\/em> adalah comeback spektakuler dari sang maestro, Lee Chang Dong. Film Korea Selatan satu ini merupakan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/menonton-film-adaptasi-novel-yang-pernah-dibaca-di-mana-menariknya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">film adaptasi<\/a> dari cerpen Haruki Murakami berjudul <em>Barn Burning<\/em>. Sama seperti cerpennya, film ini juga sangat menyihir, tapi dengan cara yang berbeda. Lee Chang Dong membuat film ini sangat intimidatif dan kompleks. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat menonton ini pertama kali dan belum pernah membaca cerpennya, kamu mungkin tidak langsung mengerti apa yang film ini bicarakan. Mungkin pemahamanmu soal film ini berbeda dengan saya, dan itu bagus. Film ini sangat puitis dan Lee Chang Dong membiarkan penikmat film ini mengolah informasi yang mereka dapat dari film tanpa memberi tahu kesimpulan pasti di akhir film.\u00a0<\/span><\/p>\n<div class=\"jeg_video_container jeg_video_content\"><iframe title=\"Burning - Official Trailer\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/irBLY-Ev9vo?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/div>\n<h4><strong>#2 Oldboy (2003)<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Park Chan Wook terkenal dengan karya-karyanya yang unik, kompleks, dan magis. Salah satu karyanya yang sukses adalah Oldboy. Film ini merupakan bagian dari The Vengeance Trilogy (<em>Sympathy For Mr. Vengeance<\/em>, <em>Sympathy For Lady Vengeance<\/em>, <em>Oldboy<\/em>). <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Buat saya, <em>Oldboy<\/em> adalah sebuah mahakarya. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak mudah menceritakan pembalasan dendam. Ratusan bahkan ribuan film bertema balas dendam hampir semuanya mirip, biasanya action, beberapa mungkin eksploitatif. Ini berbeda dengan <em>Oldboy<\/em> yang menceritakan balas dendam seperti puisi. Ada drama, action, dan thriller di sana. Dan satu lagi yang paling penting adalah statement yang brilian.\u00a0<\/span><\/p>\n<div class=\"jeg_video_container jeg_video_content\"><iframe title=\"Oldboy (2003) Trailer | Min-sik Choi | Ji-tae Yu\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/C4_9O7G0e9U?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/div>\n<h4><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>#3 Memories of Murder (2003)<\/strong>\u00a0<\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mari bersepakat <em>Memories of Murder<\/em> adalah karya terbaik dari peraih Oscar, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/film-film-bong-joon-ho-dan-kapan-waktu-terbaik-untuk-menontonnya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bong Joon Ho<\/a>. Film Korea Selatan yang didasarkan pada pembunuhan berantai yang terjadi antara 1986 dan 1991 di Hwaseong ini mampu memberikan pengalaman sinematik yang tidak biasa. Andai saya bisa menontonnya di bioskop.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Film yang merupakan kerja sama pertama Bong Joon Ho dengan aktor Song Kang Ho ini bukan sekadar menceritakan pengusutan kasus pembunuhan, melainkan juga kemanusiaan dan keadilan. Film ini menggambarkan situasi sosial-politik Korea Selatan pada masa itu dengan baik. Selain itu, ada banyak kritik sosial dan sindiran terhadap ketidakmampuan kepolisian dalam menanangani kasus semacam ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terlepas dari semua itu, teknis dalam film ini juga nyaris sempurna. Production value film ini sangat bagus. Sinematografi dan musik di film ini juga masih termasuk yang terbaik hingga kini.<\/span><\/p>\n<div class=\"jeg_video_container jeg_video_content\"><iframe title=\"MEMORIES OF MURDER Official Int&#039;l Main Trailer\" width=\"500\" height=\"375\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/pliylHilD_U?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/div>\n<h4><strong>#4 Peppermint Candy (1999)\u00a0<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Naskah yang brilian, akting luar biasa Sol Kyung Gu, dan dampak yang besar. Tiga frasa yang cocok untuk menggambarkan kejeniusan dan kehebatan Lee Chang Dong dalam pembuatan <em>Peppermint Candy<\/em>. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Film Korea Selatan satu ini juga merupakan film pertama Lee Chang Dong yang saya tonton dan membuat saya ingin tahu lebih jauh tentang sutradara satu ini. Hampir semua filmnya bisa dibilang mahakarya. Lee Chang Dong adalah satu dari sedikit sutradara yang sering membuat saya bertanya, &#8220;Kok bisa kepikiran bikin film kayak begini, ya?&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Brilian!<\/span><\/p>\n<div class=\"jeg_video_container jeg_video_content\"><iframe title=\"Peppermint Candy - OFFICIAL TRAILER - English Subtitles\" width=\"500\" height=\"375\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/PIuN3gfyGcY?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/div>\n<h4><strong>#5 Parasite (2019)\u00a0<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dosa besar buat saya kalau tidak memasukkan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/parasite\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em>Parasite<\/em><\/a> ke dalam 10 besar film Korea Selatan terbaik sepanjang masa. Film peraih 4 Oscar ini adalah pencapaian sinematik tertinggi Bong Joon Ho. Bong seperti mengulangi kesuksesan <em>Memories of Murder<\/em>-nya, dengan kedewasaan dan pengetahuan yang lebih luas. Film ini mungkin jadi salah satu yang tidak menuai pro-kontra saat memborong Oscar lantaran semua orang puas dengan hasilnya.<\/span><\/p>\n<div class=\"jeg_video_container jeg_video_content\"><iframe title=\"PARASITE Official Indonesia Trailer\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/3zQooNkLiwE?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/div>\n<h4><strong>#6 Secret Sunshine (2007)<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Secret Sunshine<\/em> adalah karya kesekian Lee Chang Dong yang berhasil membuat saya ternganga dan ingin sekali membongkar isi kepala sutradara satu ini. Apa yang sebenarnya dia pikirkan saat membuat film? Semuanya magis. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Film Korea Selatan satu ini memiliki kekayaan narasi dan matang secara teknis. Film ini juga berjaya di salah satu festival film paling bergengsi, Cannes International Film Festival, dengan menyabet Palme d&#8217;Or dan Best Actress (Jeon Do Yeon).<\/span><\/p>\n<div class=\"jeg_video_container jeg_video_content\"><iframe title=\"SECRET SUNSHINE Official Int&#039;l Main Trailer\" width=\"500\" height=\"375\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/kOBEO96tJv8?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/div>\n<h4><strong>#7 The Isle (2000)\u00a0<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Percaya atau tidak, saya sudah menonton <em>The Isle<\/em> sebanyak 10 kali. Film Korea Selatan ini juga merupakan film Kim Ki Duk pertama yang saya tonton dan langsung suka. Sineas &#8220;aneh&#8221; satu ini hampir selalu mampu memberi kesan ganjil di setiap filmnya. Film-filmnya, termasuk <em>The Isle<\/em>, sulit dinikmati semua orang. Kamu bisa sangat menyukai, tapi bisa juga sangat membenci film-filmnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>The Isle<\/em> sendiri sudah gila sejak awal. Film ini bahkan pernah membuat penonton di bioskop muntah-muntah karena ada cukup banyak adegan disturbing. Terlepas dari kontroversinya, <em>The Isle<\/em> tetap sebuah karya yang bagus.<\/span><\/p>\n<div class=\"jeg_video_container jeg_video_content\"><iframe title=\"The Isle 2000 \uc12c\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/9c1H07uobzY?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/div>\n<h4><strong>#8 The Handmaiden (2016)<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bisa dibilang, <em>The Handmaiden<\/em> adalah karya terindah Park Chan Wook. <em>The Handmaiden<\/em> merupakan adaptasi lepas dari novel <em>Fingersmith<\/em> karya Sarah Waters. Film Korea Selatan satu ini memadukan drama, crime, dan thriller dalam mengemas cerita cinta dua orang perempuan yang memperjuangkan kemerdekaan mereka dari para laki-laki. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti lukisan, film ini indah secara visual. Tata produksinya tidak main-main. Soal penuturan cerita, duet Park Chan Wook dan Jeong Seo Kyung (<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/little-women\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em>Little Women<\/em><\/a>) tidak pernah mengecewakan. Kamu akan sangat puas setelah menonton film ini. Percayalah.\u00a0<\/span><\/p>\n<div class=\"jeg_video_container jeg_video_content\"><iframe title=\"The Handmaiden - Official Trailer\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/whldChqCsYk?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/div>\n<h4><strong>#9 The House of Hummingbird (2018)\u00a0<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Debut layar lebar Kim Bo Ra ini sukses menggetarkan saya dengan kelengkapan yang dimiliki film ini. Film kalau dibikin dengan hati memang rasanya berkali-kali lipat lebih mengena ketimbang yang terlalu mementingkan teknis. Kim Bo Ra menampilkan kesederhanaan dalam menceritakan cerita Eun Hee kecil (Hwang Jeongone) saat tumbuh menjadi anak remaja yang penasaran (Park Ji Hu). <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>The House of<\/em> <em>Hummingbird<\/em> adalah cerita coming-of-age yang penuh sensitivitas dan cinta. Sebuah cerita pembebasan yang puitis.<\/span><\/p>\n<div class=\"jeg_video_container jeg_video_content\"><iframe title=\"HOUSE OF HUMMINGBIRD | TIFF Next Wave 2020\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/b9UCe5Vckb8?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/div>\n<h4><strong>#10 The Housemaid (1960)<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>The Housemaid<\/em> merupakan mahakarya Kim Ki Young yang menjadi tonggak awal industri film Korea Selatan. Film ini adalah yang pertama menarik perhatian audiens dari luar Korea. Sebuah domestic-thriller kompleks soal <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-film-korea-tentang-perselingkuhan-please-jangan-ditiru\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">perselingkuhan<\/a> yang digarap dengan luar biasa. Tidak elok bagi saya untuk tidak memasukkan <em>The Housemaid<\/em> ke dalam daftar ini, lantaran film ini adalah alasan perfilman Korea bisa sebesar sekarang.<\/span><\/p>\n<div class=\"jeg_video_container jeg_video_content\"><iframe title=\"The Housemaid (1960) trailer ENG\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/WsShIXZrJvA?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/div>\n<h4><strong>#11 Spring, Summer, Fall, Winter\u2026 and Spring (2003)\u00a0<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau ditanya film apa yang tidak akan pernah saya lupakan, pasti film ini akan saya sebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Spring, Summer, Fall, Winter\u2026 and Spring\u2014<\/em>setelah <em>The Isle\u2014<\/em>adalah alasan utama mengapa saya menjadi penggemar Kim Ki Duk dan menganggapnya sebagai salah satu sutradara film favorit saya sepanjang masa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Film Korea Selatan ini termasuk dalam The Greatest Movie List yang diterbitkan oleh Roger Ebert. Dia juga menulis ulasan yang indah tentang film tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain bagus, film ini memberi dampak spiritual yang berarti untuk saya. Film ini membuat saya kembali mendefinisikan apa itu agama dan iman, serta hal-hal yang berkaitan. Menonton film ini seperti sedang melakukan ibadah.<\/span><\/p>\n<div class=\"jeg_video_container jeg_video_content\"><iframe title=\"Spring, Summer, Fall, Winter... and Spring (2003) ORIGINAL TRAILER\" width=\"500\" height=\"375\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/3rIgudJbHek?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/div>\n<h4><strong>#12 Mother (2009)<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Mother<\/em> adalah thriller psikologis bergaya Hitchcockian (Bong memang mengaku bahwa dirinya penggemar karya Hitchcock, salah satunya <em>Psycho<\/em>) tentang seorang ibu tunggal (Kim Hye Ja) yang rela melakukan apa pun untuk membersihkan nama putranya yang cacat intelektual, Do Joon (Won Bin), setelah dia dituduh melakukan pembunuhan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Film ini sangat Hitchcockian karena Bong terus-menerus menciptakan ketegangan dan ketegangan pada level yang bikin jantung berpacu tanpa henti. <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-film-korea-tentang-relasi-ibu-dan-anak-yang-pantang-dilewatkan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Film ini<\/a> mampu membongkar isi hati dan kepala seorang ibu, lalu mentransfernya menjadi karya audio visual yang ciamik. <em>Mother<\/em> menerima banyak pujian baik dari penonton Korea maupun secara internasional.<\/span><\/p>\n<div class=\"jeg_video_container jeg_video_content\"><iframe title=\"Mother Official HD Trailer - From the Director of THE HOST\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/0oBwQHWeYxo?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/div>\n<h4><strong>#13 3-Iron (2004)\u00a0<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>3-Iron<\/em> adalah salah satu film yang membuat kamu percaya pada mimpi lagi. Sebuah film langka, sangat langka. Tentu, ini film karya Kim Ki Duk. Gaya bercerita Kim Ki Duk memang luar biasa. Film Korea Selatan satu ini sangat unik karena karakter utama menggunakan bahasa non-verbal untuk mengekspresikan emosi mereka. Sungguh menakjubkan bagaimana Kim Ki Duk membuktikan bahwa &#8220;diam&#8221; juga dapat menjadi sebuah pesan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>3-Iron<\/em> jelas salah satu film romantis favorit saya. Sederhana tapi dalam, indah, memikat, dan tak terlupakan.<\/span><\/p>\n<div class=\"jeg_video_container jeg_video_content\"><iframe title=\"3 iron trailer\" width=\"500\" height=\"375\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/S-S5n0JniDw?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/div>\n<h4><strong>#14 The Wailing (2016)\u00a0<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah sukses bikin semua orang merinding di film <em>The Chaser<\/em>, Na Hong Jin kembali dengan horor yang mencekam dan menusuk jantung kita secara perlahan sampai meletus lewat <em>The Wailing<\/em>. Film ini merupakan horor atmospheric yang tidak hanya mengandalkan jump scare, film ini lebih mengendalikan mental penontonnya ketimbang menakut-nakuti dengan cara yang murahan. <em>The Wailing<\/em> juga banyak menginspirasi sineas horor dunia dalam menciptakan tontonan yang mengerikan. Di Indonesia sendiri, sutradara <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/joko-anwar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Joko Anwar<\/a> sangat menggemari film ini dan mengaku banyak mendapatkan inspirasi.<\/span><\/p>\n<div class=\"jeg_video_container jeg_video_content\"><iframe title=\"The Wailing Official Trailer 1 (2016) - Korean Thriller HD\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/43uAputjI4k?start=1&#038;feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/div>\n<h4><strong>#15 I Saw The Devil (2010)<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>I Saw The Devil<\/em> menunjukkan kematangan dan kedewasaan Kim Jee Woon dalam berkreasi. Film yang dibintangi Choi Min Sik dan Lee Byung Hun ini merupakan <em>A Tale of Two Sisters<\/em> (horor psikologis buatan Kim Jee Woon) yang dinaikkan beberapa level. Film Korea Selatan satu ini merupakan pencapaian luar biasa Kim dalam membuat film thriller.<\/span><\/p>\n<div class=\"jeg_video_container jeg_video_content\"><iframe title=\"I Saw The Devil Trailer\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/xwWgp1bqVwE?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/div>\n<h4><strong>#16 Friend (2001)\u00a0<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Film feature ketiga Kwak Kyung Taek, <em>Friend<\/em>, merupakan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/film-blockbuster\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">blockbuster<\/a> yang menjadi titik awal kesuksesan film Korea Selatan secara komersial, di mana film-film Korea memecahkan rekor box-office. Selain sukses secara komersial, <em>Friend<\/em> juga sukses sebagai sebuah karya yang monumental di genrenya. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Film ini dengan sangat apik menggambarkan situasi Korea Selatan pada saat dan pasca krisis moneter di mana kekerasan merajalela dan manusia menunjukkan sifat aslinya masing-masing. Kita dapat melihat dengan jelas bahwa film ini telah menginspirasi banyak film Korea setelahnya, bahkan saya menemukan ada beberapa elemen dari film ini di <em>Parasite<\/em>.<\/span><\/p>\n<div class=\"jeg_video_container jeg_video_content\"><iframe title=\"&#039;Friend&#039; (KT Kwak, 2001) English-subtitled trailer\" width=\"500\" height=\"375\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/vaLWbBvInZ8?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/div>\n<h4><strong>#17 New World (2013)\u00a0<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>New World<\/em> bisa dibilang salah satu drama-crime-thriller terbaik yang pernah dibuat sineas Korea Selatan. Film garapan Park Hoon Jung ini mampu membuat film gangster yang komplit dengan karakter yang membuat memiliki kedalaman, narasi yang thoughtful, dan jauh lebih baik daripada film serupa seperti <em>Nameless Gangster<\/em> yang rilis setahun sebelumnya. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Film ini\u00a0gelap dan penuh ketegangan dan para aktor menampilkan performa akting luar biasa. <em>New World<\/em>\u00a0dibintangi oleh nama-nama besar seperti Lee Jung Jae, Choi Min Sik, hingga Hwang Jung Min.\u00a0<\/span><\/p>\n<div class=\"jeg_video_container jeg_video_content\"><iframe title=\"New World Official Trailer #1 (2013) - Min-sik Choi Movie HD\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/rln9Hx_wPFw?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/div>\n<h4><strong>#18 Poetry (2010)<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah mengikuti kelas menulis puisi, seorang nenek berusia 66 tahun menyerahkan cucunya yang masih remaja kepada polisi yang terlibat pemerkosaan terhadap teman sekolahnya. Dia hanya bisa merasakan sakitnya gadis yang diperkosa itu sambil belajar menulis puisi. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Film Korea Selatan ini jadi karya dari Lee Chang Dong yang tak terlupakan. Puitis, indah, mengharukan. Tidak ada kata yang bisa menggambarkan betapa bagusnya film ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<div class=\"jeg_video_container jeg_video_content\"><iframe title=\"Poetry - Official UK Trailer (Lee Chang-dong)\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/rtxZOpu_YNk?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/div>\n<h4><strong>#19 Paju (2009)\u00a0<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebuah film yang dalam dan kompleks yang pada awalnya dirusak oleh marketing yang tampak murahan, mengandalkan kontroversi dan sensasi. Film ini sama sekali tidak menceritakan kisah cinta om-om dengan anak SMA seperti yang terlihat di poster dan yang media katakan sebelum perilisannya. Film ini lebih dari itu. <em>Paju<\/em> menampilkan pergolakan batin gadis SMA dan kakak iparnya yang menghadapi situasi rumit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tidak ragu untuk mengatakan bahwa <em>Paju<\/em> adalah film terbaik Korea Selatan tahun 2009 bersama dengan <em>Mother<\/em> (Bong Joon Ho), dan masuk ke jajaran film Korea Selatan terbaik sepanjang masa.<\/span><\/p>\n<div class=\"jeg_video_container jeg_video_content\"><iframe title=\"Paju | OFFICIAL TRAILER\" width=\"500\" height=\"375\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/fax8KPqQOi0?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/div>\n<h4><strong>#20 Kim Ji-young: Born 1982 (2019)\u00a0<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Kim Ji-young: Born 1982<\/em> merupakan film adaptasi dari buku kontroversial berjudul sama karya Cho Nam Ju.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Film ini adalah film penuh makna yang harus ditonton seluruh keluarga\u2014termasuk keluarga besar\u2014ini menunjukkan wawasan sosial yang berharga yang menantang sistem kepercayaan; dan juga menyentuh masalah kesehatan mental.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karakternya relatable dan realistis. Saya suka akting Jung Yu Mi di sini. Dia memberikan penampilan yang meyakinkan\u2014pembuka mata yang menyoroti perjuangan seorang perempuan hidup di tengah masyarakat patriarki. Di sisi lain, saya menghargai <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Gong_Yoo\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Gong Yoo<\/a> karena memilih film yang berpusat pada karakter perempuan ini. Dia berperan sebagai suami modern yang suportif, sabar, dan pengertian (bukan stereotip suami otoriter dangkal yang sering ditampilkan di layar).\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Film Korea Selatan satu ini sangat memberdayakan.<\/span><\/p>\n<div class=\"jeg_video_container jeg_video_content\"><iframe title=\"Kim Ji-young, Born 1982 Trailer (Eng. Subs)\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/UKMA9gzl1ds?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/div>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan anggap daftar 20 film Korea Selatan terbaik sepanjang masa ini sebagai penilaian universal. Kamu mungkin memiliki pendapat yang berbeda dengan daftar ini. Jadi, apa film Korea terbaik sepanjang masa yang pernah kamu tonton?<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Rizal Nurhadiansyah<br \/>\nEditor: Intan Ekapratiwi<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-film-korea-tentang-perselingkuhan-please-jangan-ditiru\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">5 Film Korea tentang Perselingkuhan, Please Jangan Ditiru!<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada film lawas The Housemaid juga, sih.<\/p>\n","protected":false},"author":1693,"featured_media":189155,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13081],"tags":[5337,14306,13630,1694,13098,358,15588],"class_list":["post-189149","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-film","tag-bong-joon-ho","tag-film-blockbuster","tag-film-korea-selatan","tag-parasite","tag-pilihan-redaksi","tag-sepanjang-masa","tag-terbaik"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/189149","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1693"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=189149"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/189149\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/189155"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=189149"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=189149"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=189149"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}