{"id":189137,"date":"2022-09-08T09:00:06","date_gmt":"2022-09-08T02:00:06","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=189137"},"modified":"2022-09-08T00:40:14","modified_gmt":"2022-09-07T17:40:14","slug":"balada-breadwinner-di-keluarga-muda-cinta-komitmen-dan-kompromi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/balada-breadwinner-di-keluarga-muda-cinta-komitmen-dan-kompromi\/","title":{"rendered":"Balada Breadwinner di Keluarga Muda: Cinta, Komitmen, dan Kompromi  \u00a0"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekitar empat bulan yang lalu saya memutuskan menikah dengan segala konsekuensinya. Saya berkomitmen untuk tidak lagi hidup berantakan, menaruh piring bekas sembarangan, tidak menggantung pakaian bekas lebih dari seminggu, dan mencintai serta menghormati istri saya seumur hidup. Dan saya juga berkomitmen untuk menjadi breadwinner alias pencari nafkah utama keluarga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejauh ini, berhasil. Semoga konsisten, doakan saya ya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keputusan untuk menjadi pencari nafkah utama ini bukan sepihak. Istri saya yang bekerja di salah satu marketplace terbesar harus menganggur. Maklum, kontrak sebagai pekerja <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/plus-minus-yang-dialami-saat-kita-melamar-pekerjaan-melalui-jasa-outsourcing\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">outsourcing<\/a> itu nggatheli. Akhirnya saya mengambil seluruh peran sebagai breadwinner ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menjadi breadwinner di keluarga muda itu gampang-gampang susah. Bahkan kalau gaji Anda dua digit sekalipun, gesekan perkara uang rumah tidak langsung beres. Uang rumah tidak hanya bicara nominal. Ada komitmen, saling pengertian, dan kejujuran di dalamnya. Mental dan fisik akan ditempa lebih keras daripada saat bujang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seorang breadwinner punya tanggung jawab besar atas rumah tangga. Terlepas suami atau istri yang jadi breadwinner. Mereka menjaga keluarga tetap eksis dan bahagia. Dan itu adalah beban mental tersendiri. Apalagi Anda suka <a href=\"https:\/\/mojok.co\/kilas\/kesehatan\/3-cara-atasi-overthinking-menurut-psikolog-ugm\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">overthinking<\/a> seperti saya. Pasti tiap malam akan termangu dan berdoa agar besok masih bisa mencukupi kebutuhan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketakutan tentang masa depan akan lebih terasa setelah menjadi breadwinner. Karena masa depan sudah bukan milik diri sendiri. Ada nyawa dan masa depan orang lain yang ikut dipertaruhkan. Berbeda kalau bujang, yang bisa saja menahan lapar ketika uang sudah tiris.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pola hidup pun berubah setelah menjadi breadwinner. Saya yang dulu bisa enteng mengeluarkan uang, kini mikir ratusan kali. Bahkan untuk sekadar beli kopi botol pun bisa saya tunda ketika ingat istri. Pokoknya sekarang kalau tidak untuk berdua, mending nanti dulu. Mau mancing saja saya mikir-mikir dulu. Bukan, bukan nggak dibolehin, saya emang nggak bisa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang saya juga punya \u201c<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pentingnya-transparansi-uang-laki-dalam-hubungan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">uang laki<\/a>\u201d. Dan istri membebaskan saya untuk menggunakan uang tersebut. Tapi, mindset seorang breadwinner membuat uang pribadi ini tidak serta merta dihamburkan. Kini saya lebih menghargai uang, dan menemukan kebahagiaan yang berbeda. Kini saya lebih suka belanja kebutuhan kopi bersama istri daripada bikin story sedang nongkrong di coffee shop yang fancy.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Motivasi kerja juga terpengaruh setelah jadi breadwinner. Dulu kerja untuk pencapaian personal. Entah demi gaji, relasi, atau peningkatan karier. Semua kembali pada diri sendiri. Sekarang setelah jadi breadwinner, semua demi keluarga. Gaji yang diperoleh untuk hidup keluarga. Jabatan tinggi agar ekonomi keluarga ikut stabil. Terdengar romantis, tapi memang begitu realitanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi jangan nyinyir ketika banyak lagu yang meromantisasi seorang pencari nafkah. Kami juga butuh menghibur diri dan merasa bangga sebagai breadwinner!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun mindset sudah berubah, tapi perkara uang tetap sensitif. Meskipun istri tahu betul penghasilan saya, membahas itu bukan hal mudah. Mental bujang yang semua serba privasi sering terbawa setelah menikah. Pertanyaan \u201ctadi beli apa\u201d bisa membuat saya tersinggung. Padahal istri hanya ingin tahu saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bicara kebutuhan keluarga juga sama sensitifnya. Ada sisi mudah tersulut ketika breadwinner diajak membahas masalah uang rumah. Takut penghasilannya tidak cukup, dinilai belum bertanggung jawab, dan sejenisnya. Padahal diskusi tentang kebutuhan rumah adalah kunci<a href=\"https:\/\/hellosehat.com\/mental\/hubungan-harmonis\/pernikahan-tetap-romantis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> keharmonisan keluarga<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu bagaimana menyiasati hal sensitif ini? Tidak ada! Tidak ada jalan pintas ketika bicara uang dalam keluarga. Yang ada adalah berdamai dengan diri sendiri. Sikap yang terbawa saat bujang sudah tidak relevan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya mencoba mengubah mindset tentang ini. Istri bukan lagi individu lain, tapi bagian dari diri saya sendiri. Ini mempermudah saya untuk menerima pembahasan tentang uang sebagai hal yang tidak sensitif. Kan saya tidak membahas uang dengan orang lain tapi seperti dengan diri sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, cara saya ini belum tentu berhasil di setiap breadwinner. Namun, yang pasti berhasil adalah komitmen dan kompromi. Ketika dua kunci ini sudah dipegang suami dan istri, uang bukanlah hal sensitif. Siapapun yang jadi pencari nafkah utama, tidak akan gesekan yang terjadi. Karena landasan pernikahan adalah cinta, komitmen, dan kompromi.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Prabu Yudianto<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/www.google.com\/search?q=breadwinner&amp;oq=breadwinner&amp;aqs=chrome..69i57j46i131i433i512j0i131i433i512j69i59j0i512j46i512j0i512l4.3547j0j7&amp;sourceid=chrome&amp;ie=UTF-8\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kenapa Sih Minta Uang ke Suami Sendiri Dianggap Memalukan?<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/span><\/h5>\n<h5><span id=\"Anda_penulis_Terminal_Mojok_Silakan_bergabung_dengan_Forum_Mojokdi_sini\"><strong><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\">di sini<\/a>.<\/em><\/strong><\/span><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ana kowe aku wani ngadepi urip iki.<\/p>\n","protected":false},"author":793,"featured_media":189139,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13078],"tags":[16857,13845,16858,5489],"class_list":["post-189137","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gaya-hidup","tag-breadwinner","tag-kelas-pekerja","tag-keluarga-muda","tag-nafkah"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/189137","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/793"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=189137"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/189137\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/189139"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=189137"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=189137"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=189137"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}