{"id":189033,"date":"2022-09-07T08:48:45","date_gmt":"2022-09-07T01:48:45","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=189033"},"modified":"2022-09-07T08:48:45","modified_gmt":"2022-09-07T01:48:45","slug":"pengakuan-driver-gojek-bbm-naik-pengeluaran-naik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pengakuan-driver-gojek-bbm-naik-pengeluaran-naik\/","title":{"rendered":"Pengakuan Driver Gojek: BBM Naik = Pengeluaran Naik"},"content":{"rendered":"<p><em><span style=\"font-weight: 400;\">Pemerintah telah memutuskan untuk menaikkan harga BBM pada Sabtu (3\/9\/22) lalu. Saya lalu mewawancarai seorang driver Gojek yang juga merupakan suami saya sendiri untuk mencari tahu dampak dari kenaikan harga BBM ini.<\/span><\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"> Kenaikan harga <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/bbm\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bahan Bakar Minyak (BBM)<\/a> sebenarnya memang suatu hal yang nggak bisa kita hindari. Cepat atau lambat, kenaikan harga pasti akan terjadi. Hal yang nggak pasti justru adalah pendapatan kita. Sudah, akui saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu saja hal ini juga berlaku buat para driver ojek online. Kendaraan bermotor dan BBM adalah kaki mereka. Tanpa keduanya, ya bakal pincang. Semuanya akan jadi terhambat dan lebih lambat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suami saya adalah seorang <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/driver-ojol\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">driver ojek online<\/a>, sebut saja driver Gojek. Ini memang bukan profesi utamanya, tapi jadi salah satu sumber pemasukan bagi kami. Jika dihitung rata-rata, di momen weekend, suami saya bisa mendapat uang minimal 100 hingga 150 ribu rupiah dalam sehari.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, itu semua terjadi sebelum BBM naik. Lantas, apa yang terjadi setelah BBM naik?<\/span><\/p>\n<h4><b>Perbandingan sebelum dan sesudah BBM naik<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai istri, sebenarnya saya nggak terlalu mau tahu berapa pendapatan suami. Namun, karena dia menyerahkan semua urusan keuangan pada saya, otomatis saya tahu pasti nominal yang ada di saldo akun driver-nya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita mulai dari sebelum BBM naik, ya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fyi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, motor yang digunakan oleh suami saya sebagai driver Gojek adalah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tips-memilih-honda-vario-150-bekas-walau-kilometer-tinggi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Honda Vario 150<\/a> cc. Ingat ya, Gaes, Honda pernah mengeklaim bahwa motor yang satu ini masuk dalam jajaran matic yang irit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suami saya terbiasa mengisi ulang bahan bakarnya dengan Pertalite saat indikator bensin berada di satu garis terakhir. Biasanya, dia mengisi bensin sebesar 33 ribu rupiah. Lho, kok ganjil? Hmmm, ini ada rumusnya sendiri. Kapan-kapan saya bahas, ya.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Intinya, setelah mengisi bensin dengan nominal segitu, indikator bensin pada motor akan langsung bergerak sampai ke garis paling atas alias full tank. Ilustrasinya, kalau suami saya yang driver Gojek itu berangkat nge-bid sekitar sore hari dan pulang selepas tengah malam, bensinnya masih ada sisa. Biasanya suami saya nge-bid di area <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/Surabaya\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Surabaya<\/a>, sementara rumah kami ada di Sidoarjo. Jadi, cukup jauh, ya.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan rata-rata pemasukan seperti yang sudah saya sampaikan di atas, tentu masih cukup menguntungkan. Apalagi sebagai driver Gojek, suami saya selalu bawa bekal makan dari rumah, nggak ngopi, dan nggak <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/rokok\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">merokok<\/a>. Cukup irit. Uang hasil jadi driver Gojek biasanya kami masukkan semua ke dalam tabungan paten yang nggak bisa diganggu kecuali darurat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun setelah harga BBM naik, apa yang terjadi?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya mewawancarai suami saya sendiri untuk mencari tahu dampak dari kenaikan BBM terhadap profesinya sebagai driver Gojek. Katanya, dengan kondisi sisa bensin di garis terakhir, dia mencoba untuk mengisi bensin dengan nominal tetap sebesar 33 ribu rupiah. Hasilnya? Jauh dari posisi puncak indikator, Gaes.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lantas, karena sudah dipakai untuk kerja dan nge-bid, bensinnya sudah kosong lagi, dong. Suami saya lalu mencoba menaikkan nominal pembelian bensin sebesar 40 ribu rupiah. Apakah full tank? Nggak, Gaes. Indikator bensin memang ada di garis teratas, tapi kalau kita lihat langsung ke tangki masih ada ruang kosong.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau gitu, apakah kenaikan BBM berpengaruh pada pemasukan sebagai driver Gojek? Ya jelas~<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat ini, banyak driver ojek online yang mengeluhkan orderan yang jadi sedikit sepi. Dalam sehari mereka bisa dapat minimal 50 ribu rupiah saja sudah bagus. Ha, bayangkan kalau masih harus dipotong uang bensin sebesar 40 ribu kayak suami saya. Ludes dong uangnya? Boro-boro mau nabung, sisa uang cuma 10 ribu bisa buat apa? Suami saya mungkin masih tertolong lantaran menjadi driver Gojek bukan profesi utamanya, tapi gimana dengan nasib driver lain yang hanya mengandalkan ojek online sebagai <a href=\"https:\/\/kbbi.kemdikbud.go.id\/entri\/mata%20pencarian\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">mata pencarian<\/a> utama mereka?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di grup WhatsApp driver ojol, ada satu orang driver yang cerita. Katanya dia nge-bid mulai dari pukul 7 pagi sampai pukul 3 sore dan baru dapat 2 orderan. Pemasukannya bahkan belum sampai 30 ribu rupiah, tapi bensin di motornya sudah benar-benar habis. Miris, ya? Menunggu orderan pun dia harus selalu menyalakan handphone-nya. Kalau baterai handphone habis, mau nggak mau ya mampir ke <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/warkop-tidak-akan-kalah-bersaing-dengan-kafe-kekinian\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">warkop<\/a>, numpang nge-charge sambil ngopi. Bukannya plus malah makin minus, tuh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kejadian seperti ini sebenarnya sudah jadi agenda musiman tiap harga BBM naik. Kita semua tahu itu, namun sayangnya kita nggak pernah siap. Selama kenaikan harga BBM nggak dibarengi dengan kenaikan upah atau pendapatan\u2014dalam hal ini tarif ojek online\u2014selamanya ya akan terus seperti ini. Tarif BBM yang naik hanya akan semakin membebani masyarakat kecil. Sayangnya, menaikkan upah pun bukan hal yang mudah\u2014dan diinginkan\u2014oleh banyak perusahaan di Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu tadi hanya dua versi cerita driver Gojek yang saya temui\u2014suami saya sendiri dan rekan driver lain. Di luar sana, saya yakin masih ada ribuan driver ojek online lainnya yang punya berbagai macam keluhan serupa. Belum lagi dari kalangan masyarakat yang lain.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sampai akhirnya muncul pertanyaan lainnya: apakah pemerintah benar-benar memahami kondisi rakyatnya? Apakah dengan adanya BLT, lantas semua masalah teratasi. Kayaknya nggak gitu, ya, atau mungkin belum?<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Dini N. Rizeki<br \/>\nEditor: Intan Ekapratiwi<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/driver-ojek-online-curhat-pernah-dicaci-maki-customer\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Driver Ojek Online Curhat Pernah Dicaci Maki Customer<\/a>.<\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pusing, ygy.<\/p>\n","protected":false},"author":376,"featured_media":189037,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13085],"tags":[4573,2063,16808,1610],"class_list":["post-189033","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi","tag-driver-gojek","tag-driver-ojol","tag-harga-bbm-naik","tag-ojek-online"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/189033","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/376"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=189033"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/189033\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/189037"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=189033"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=189033"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=189033"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}