{"id":188424,"date":"2022-09-01T11:40:54","date_gmt":"2022-09-01T04:40:54","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=188424"},"modified":"2022-09-04T22:04:53","modified_gmt":"2022-09-04T15:04:53","slug":"sudah-betul-ajakan-poligami-dan-menikah-muda-untuk-mencegah-hiv-aids","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sudah-betul-ajakan-poligami-dan-menikah-muda-untuk-mencegah-hiv-aids\/","title":{"rendered":"Sudah Betul Ajakan Poligami dan Menikah Muda untuk Mencegah HIV\/AIDS, Nggak Usah Geger!"},"content":{"rendered":"<p><em>Ajakan poligami dan menikah muda itu memang bisa dan amat efektif mencegah HIV\/AIDS. Nggak usah ribet deh klean!<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Isu poligami dan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kenapa-sih-harus-nikah-muda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">nikah muda<\/a> adalah sesuatu yang paling mudah memancing emosi orang. Beberapa tahun terakhir isu poligami dan propaganda menyuruh menikah muda ramai dibicarakan, baik oleh kelompok-kelompok yang sering mengadakan kajian atau seminar dengan membawa nama agama, aktivis, pendakwah. Hingga yang terakhir disampaikan dengan gamblang oleh seorang <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wagub-jawa-barat-sebaiknya-belajar-lagi-tentang-bullying-biar-opininya-agak-mashok\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">wakil gubernur<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan main, seorang wakil gubernur yang sibuk mengurus wilayahnya, masih perhatian memberikan edukasi dan mengajak rakyat agar menyadari pentingnya poligami dan nikah muda. Terlebih, tujuan seruan poligami dan nikah muda begitu mulia, yaitu mencegah penyebaran HIV\/AIDS.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suatu terobosan yang cemerlang, bahwa ternyata solusi menekan angka HIV\/AIDS adalah dengan menikah lagi bagi yang sudah punya istri. Sedangkan bagi remaja yang sudah tidak mampu menahan gejolak seksualnya, sebaiknya tancap gas menikah muda. Edukasi yang selalu berbusa-busa disampaikan oleh tenaga medis, psikolog, atau siapapun yang sadar dampak buruk poligami dan bahaya perkawinan dini, ternyata kurang efektif dan efisien menangkal persebaran HIV\/AIDS.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah capek-capek edukasi, hasilnya tidak signifikan, maka kenapa tidak lakukan poligami dan nikah muda aja? Gitu aja kok repot!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu, sebagai warga yang baik dan taat aturan, haruslah bergerak aktif mencegah HIV\/AIDS yang terjadi di suatu wilayah. Jatah menikah bagi laki-laki muslim adalah sampai 4 kali, daripada sibuk bermain di area lokalisasi apalagi berusaha merawat hubungan perkawinan agar bikin sumringah, lebih baik poligami. Manfaat poligami sungguh banyak, selain bisa gonta-ganti pasangan secara halal guna melampiaskan libido yang membara, menekan angka HIV\/AIDS, juga mampu membuat hidup jauh lebih hemat. Tidak perlu uang lebih untuk menyewa para PSK di lokalisasi, uangnya bisa buat hura-hura yang lain, sangat ekonomis, bukan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Poligami juga dianggap mempraktikkan<a href=\"https:\/\/mojok.co\/esai\/khotbah\/dari-sekian-banyak-sunah-nabi-kenapa-hanya-pilih-poligami\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> sunah rasul<\/a> tanpa harus susah payah memahami konsep adil dan merasa perlu untuk mempelajarinya kembali. Kalau merasa setara dengan adilnya seorang rasul, maka yakin saja bisa menjalani poligami dengan mulus. Kata aktivis poligami, zina itu tidak boleh, maka kalau mau mudah, lakukan saja poligami daripada selingkuh, itu jauh lebih baik, bukan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Istri-istri yang risau suaminya minta nikah lagi, harus selalu ingat, bahwa poligami adalah jalan yang baik untuk berkontribusi pada bangsa dan negara. Terlebih bapak Wakil Gubernur Jawa Barat sudah mengatakan, meski tanpa data, bahwa poligami bisa mencegah HIV\/AIDS menyebar. Artinya, poligami sama dengan langkah nyata kontribusi untuk mencegah keburukan menimpa bangsa ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anak muda yang belum siap menanggung tanggung jawab menikah, tapi sangat ingin melakukan seks tanpa takut kena HIV\/AIDS, minta nikah aja. Asalkan beralasan tidak mampu mengendalikan hawa nafsu dan gejolak asmara, orang tua bisa segera sat set menikahkan. Tidak perlu galau, sebab bapak Wakil Gubernur Jawa Barat yang terhormat telah menyarankan hal ini, yang penting yakin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau yang memberikan pernyataan itu punya harta, takhta, dan ilmu, apalagi ini wakil gubernur, langsung saja diikuti. Semua pernyataan tentu sudah berlandaskan argumen yang kuat, dilengkapi analisis risiko yang lengkap, dan bukti empiris yang tak terbantahkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKan ini argumennya Pak Wagub nggak bernalar?\u201d Lho, memang, tapi kan yang ngomong kan Wagub, itu saja dulu yang dipegang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anak muda kalian harus segera menikah muda, ingat, lebih besar manfaatnya daripada dampak buruknya. Jangan pikirkan data <a href=\"https:\/\/www.bps.go.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">BPS<\/a> tahun 2020 yang menyatakan 4,77 persen anak perempuan melahirkan di usia 16-19. Meski berisiko memiliki bayi dengan berat badan rendah, memperbesar kemungkinan kematian bayi, dan mengalami pendarahan saat persalinan, tidak usah dipikirkan matang-matang, karena bapak Wakil Gubernur tidak pernah repot memberikan edukasi risiko menikah muda. Artinya semua akan lancar saja jaya bagai jalan tol.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selama ini usaha pendidik mengajarkan anak muda agar aktif mengikuti kegiatan positif, mengasah skill, belajar, berprestasi, mengembangkan diri, serta mempersiapkan mental dan finansial matang-matang sebelum menikah, bisa langsung di-skip. Urusan libido yang membara, gejolak asmara meledak, dan keinginan mencicipi seks begitu besar adalah prioritas utama untuk diselesaikan. Sebab, terpapar HIV\/AIDS itu lebih bahaya, daripada mempertimbangkan dengan matang konsekuensi pernikahan. Toh, urusan cara membangun keluarga yang baik dan benar, bisa dicari sambil rebahan via Google dan YouTube.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Percayalah solusi segala masalah dari penyebaran virus HIV\/AIDS di Bandung yang angkanya fantastis itu adalah dengan menikah. Petugas kesehatan, guru, konselor, pemuka agama, psikolog, orang tua, hingga petugas <a href=\"https:\/\/mojok.co\/penjaskes\/bukan-cuma-syarat-kua-tes-kesehatan-pranikah-memang-sepenting-itu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">KUA<\/a> tidak perlu susah payah memberi edukasi kepada semua orang tentang pencegahan seks bebas, kesehatan reproduksi, edukasi alat kontrasepsi, parenting, persiapan pranikah, manajemen keuangan, ilmu agama, kehamilan berisiko, dll, semua hal tersebut tidak penting-penting amat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Izin poligami kepada istri, cukup dengan mengatakan, bahwa ingin berkontribusi dan memerangi kemungkaran di muka bumi. Mencegah HIV\/AIDS dengan poligami adalah salah satu langkah nyata menyelamatkan bangsa dan negara. Sudah seharusnya arahan bapak wakil gubernur ini direalisasikan, tanpa perlu membuka mata apakah informasinya yang beliau sampaikan sudah jelas dan lengkap.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Daripada belajar menahan hawa nafsu yang meningkat dengan puasa, menahan pandangan, serta melakukan kegiatan positif dan produktif, lebih baik langsung nikah lagi aja, bisa langsung ehem-ehem tanpa gundah gulana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun banyak orang yang ahli di bidangnya melakukan riset bahwa hormon kebahagian dan cinta itu bisa disalurkan tanpa harus melakukan seks, toh pada akhirnya itu tidak berguna. Fakta bahwa mengalihkan libido yang meningkat dengan melakukan olahraga rutin, berbagi kebaikan dengan sesama, merawat hewan, memelihara tanaman, atau menyibukkan diri dengan segudang aktivitas yang positif, sudah langsung terbantahkan dengan statemen menikah mencegah penularan dan penyebaran HIV\/AIDS. Pendapat orang yang bertakhta dan berpendidikan sekelas wakil gubernur sudah tentu bukan blunder atau sekadar cari sensasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bernalar? Nah kalau ini jelas. Jelas belum.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kucing bisa kawin begitu saja untuk menyelesaikan urusan hidupnya, mengapa manusia yang ingin melampiaskan hasratnya harus berpikir panjang untuk segera menikah, bukan? Tidak perlu lah perempuan-perempuan berpikir matang sebelum menikah, laki-laki yang datang padamu ingin mencegah HIV\/AIDS, maka nikahi saja. Orang tua dan calon mertua tidak usah pusing, jika anak dan menantunya mengeluh karena masalah rumah tangga, suruh mereka poligami. Nasihat seorang pemimpin itu, sudah pasti benar dan memberikan manfaat, jadi kenapa kok harus ribut?<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Rahmita Laily Muhtadini<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mentoring-poligami-fakboi-syariah-persoalan-ekonomi-dan-ideologi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mentoring Poligami: Ketika Fakboi Syariah, Persoalan Ekonomi, dan Ideologi Berkolaborasi<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><strong><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/strong><\/h5>\n<h5><strong><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/strong><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Turuti bae, rasah rewel!<\/p>\n","protected":false},"author":1091,"featured_media":188525,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[16780,16779,16781,1724,16782],"class_list":["post-188424","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-aids","tag-hiv","tag-menikah-muda","tag-poligami","tag-wakil-gubernur-jabar"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/188424","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1091"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=188424"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/188424\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/188525"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=188424"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=188424"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=188424"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}