{"id":188087,"date":"2022-08-31T13:37:56","date_gmt":"2022-08-31T06:37:56","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=188087"},"modified":"2022-08-31T13:37:56","modified_gmt":"2022-08-31T06:37:56","slug":"ujian-terberat-rakyat-jawa-barat-adalah-pimpinan-daerahnya-sendiri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ujian-terberat-rakyat-jawa-barat-adalah-pimpinan-daerahnya-sendiri\/","title":{"rendered":"Ujian Terberat Rakyat Jawa Barat Adalah Pimpinan Daerahnya Sendiri"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ternyata bukan bahasa atau yang dapat menyatukan seluruh wilayah Provinsi Jawa Barat. Adalah tingkah pimpinan mereka yang justru dapat menyatukan rakyat. Baik di tingkat kota, kabupaten, sampai provinsi, tingkah pimpinan sama-sama membuat rakyat mengelus dada masing-masing.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Izinkan saya menjelaskannya satu per satu\u2026.<\/span><\/p>\n<h4><b>Banyak kepala daerah di Jawa Barat yang terciduk KPK<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Entah kalian sadari atau tidak, sampai Agustus 2022 ini, sudah ada 3 pimpinan daerah di Jawa Barat yang tersandung kasus KKN. Menurut data yang saya baca dari berbagai sumber, Jawa Barat menjadi penyumbang kepala daerah paling banyak tertangkap KPK pada tahun ini. Mulai dari Walikota Bekasi, Bupati Bogor, sampai yang terbaru Mantan Walikota Cimahi (periode 2017-2022) yang ditangkap kembali oleh KPK setelah belum lama bebas dari Lapas Sukamiskin, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/spbu-self-service-di-kota-bandung-yang-malah-nyusahin\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bandung<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Prestasi kepala daerah di Jawa Barat nggak cuma itu saja perihal KKN. Berdasarkan data yang saya dapat dari detik.com, sudah ada 16 kepala daerah yang terjerat kasus KKN sejak 2008-2022. Jumlah tersebut sedikit lebih banyak ketimbang Jawa Tengah dan Jawa Timur yang \u201ccuma\u201d 15 Kepala daerah pada periode yang sama.<\/span><\/p>\n<h4><b>Opini yang \u201cajaib\u201d<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya, rakyat Indonesia sudah cukup terbiasa dengan opini atau kebijakan \u201cajaib\u201d yang keluar dari para pemimpin selama bertahun-tahun. Cuma baru-baru ini rakyat Jawa Barat diberi ujian ekstra dengan \u201copini ajaib\u201d yang keluar dari wakil gubernurnya. Sebagai orang yang lahir dan besar di Jawa Barat, saya lebih baik memiliki wakil pimpinan yang diem-diem saja nggak ngeluarin opini tapi bekerja ketimbang yang sekalinya mengeluarkan opini bikin netizen emosi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terakhir, <a href=\"https:\/\/tirto.id\/wagub-jabar-uu-ruzhanul-sebut-nikah-poligami-solusi-atasi-hiv-gvEQ\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Uu Ruzhanul Ulum<\/a> bilang kalau poligami bisa jadi solusi menekan tingginya kasus HIV\/AIDS di Jawa Barat. Dia yang beropini, tapi kok saya yang malu, ya. Coba kamu browsing nama Uu Ruzhanul Ulum, deh. Isinya kok bikin saya mau nangis. Pak Ridwan Kamil nggak mau bersikap, nih?<\/span><\/p>\n<h4><b>Kepala daerah merangkap musisi<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya baru tahu kalau bukan hanya Depok yang memiliki kepala daerah merangkap pencipta lagu. Namun, tetap saja Walikota Depok adalah pelopor kepala daerah yang merangkap musisi..<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kehebatan Walikota Depok bukan hanya bisa menciptakan lagu. Beliau bisa \u201cmemaksa\u201d rakyat Depok untuk mendengarkan lagunya secara efektif. Iya, kamu padti sudah tahu kalau lagu ciptaan beliau diputar di beberapa titik lampu merah. Kreatif sekali, si Bapak ini. Memang sudah waktunya Walikota Depok diperhitungkan untuk menerima Kalpataru.<\/span><\/p>\n<h4><b>Dinasti politik di Jawa Barat<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika membahas dinasti politik kepala daerah di Indonesia, pasti yang menjadi top of mind adalah Ratu Atut di Banten. Padahal, di Jawa Barat juga ada 2 daerah yang pernah terkenal dengan dinasti politiknya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan, kedua dinasti politik tersebut bisa bertahan sampai puluhan tahun. Dua daerah yang terkenal dengan dinasti politik di Jawa Barat adalah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/suka-duka-mahasiswa-asal-indramayu-dari-dianggap-norak-sampai-ngaku-dari-cirebon\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Indramayu<\/a> dan Kabupaten Bandung. Syukurnya, dua dinasti politik tersebut sudah tumbang pada pilkada 2020.<\/span><\/p>\n<h4><b>Politik selebritis<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jawa Barat, saya rasa, adalah salah satu daerah yang cukup seksi untuk menjadi sasaran para artis. Salah satunya adalah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ahmad-dhani-dan-kenangan-tentang-kontroversi-konyol-lagu-satu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ahmad Dhani<\/a> yang pernah mau nyalon jadi wakil bupati Bekasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sih nggak masalah artis nyalon jadi kepala daerah di wilayah tempat tinggal saya, toh itu hak politik setiap orang. Tapi, tolong janji politiknya nggak usah aneh-aneh kaya Ahmad Dhani, yang kalau menang bakal ngundang Red Hot Chili Peppers (RHCP). Ketimbang uang negara dipake ngundang RHCP, lebih baik uangnya buat bangun fasilitas pendidikan dan kesehatan aja. Untungnya, sih, dia kalah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya masih ada nama selebritis lain yang pernah kalah di pilkada Jawa Barat selain Ahmad Dhani, contohnya Adly Fairuz. Tapi ternyata yang pernah menang dan menjabat juga banyak seperti Deddy Mizwar (Wagub Jabar), Dede Yusuf (Wagub Jabar), Sahrul Gunawan (Wabup Badung), Hengky Kurniawan (Plt. Bupati Bandung Barat) dan Lucky Hakim (Wabup Indramayu). Tiga nama terakhir masih menjabat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya membayangkan jika kepala daerah di seluruh Jawa Barat berkumpul mungkin lebih terlihat seperti asosiasi artis ketimbang perkumpulan kepala daerah. Bahkan jangan-jangan, setelah rapat, banyak ASN yang minta foto dengan artis yang sedang menjabat kepala daerah tersebut.<\/span><\/p>\n<h4><b>Diincar Ketum PSSI<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mari kita update penderitaan rakyat Jawa Barat terkait jabatan politik. Terakhir, muncul kabar kalau Ketum PSSI, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/iwan-bule-dan-jasanya-yang-kelewat-besar-untuk-timnas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Iwan Bule<\/a>, sedang mengincar jabatan gubernur. Masalahnya, rekam jejak ketum PSSI yang menjadi kepala daerah itu belum terlihat ada yang menjanjikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terlebih saya belum pernah merasakan ada Ketum PSSI yang benar-benar kompeten ngurusin sepak bola Indonesia. Ngurus sepak bola aja susah, kan, Pak? Jangan tambahin amanah dengan ngurus daerah dan rakyatnya. Ngurus daerah dan seisinya itu bakal lebih njelimet ketimbang ngurus bola.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akhir kata, saya sih respek untuk seluruh rakyat Jawa Barat yang mampu menghadapi ujian ekstra ini. Pesan dari saya adalah jangan tanyakan apa yang telah diberikan daerah kepada kamu tapi tanyakan apakah benar ini masih suatu daerah yang beneran mikirin rakyatnya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Ahmad Arief Widodo<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wagub-jawa-barat-sebaiknya-belajar-lagi-tentang-bullying-biar-opininya-agak-mashok\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Wagub Jawa Barat Sebaiknya Belajar Lagi tentang Bullying biar Opininya Agak Mashok<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rakyat Jawa Barat yang semangat, ygy.<\/p>\n","protected":false},"author":1760,"featured_media":188124,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[9935,5640,864,16772,16412],"class_list":["post-188087","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-iwan-bule","tag-jawa-barat","tag-ridwan-kamil","tag-uu-ruzhanul-ulum","tag-wagub-jawa-barat"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/188087","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1760"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=188087"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/188087\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/188124"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=188087"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=188087"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=188087"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}