{"id":187582,"date":"2022-08-26T08:00:27","date_gmt":"2022-08-26T01:00:27","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=187582"},"modified":"2022-08-25T22:11:49","modified_gmt":"2022-08-25T15:11:49","slug":"konsorsium-303-dan-usaha-menumpas-judi-yang-sia-sia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/konsorsium-303-dan-usaha-menumpas-judi-yang-sia-sia\/","title":{"rendered":"Konsorsium 303 dan Usaha Menumpas Judi yang Sia-sia"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cYa karena pelarangannya justru menguntungkan, Kin.\u201d Tukas Cak Narto sambil menggeser pionnya maju ke petak D4, memulai pertandingan yang entah ke berapa malam ini. Setelah berkali-kali gagal, pancingan Solikin untuk membahas ontran-ontran bisnis judi konsorsium 303 yang menyeret nama-nama pembesar itu dan kayaknya bikin jadi ada<a href=\"https:\/\/mojok.co\/kilas\/hukum\/polri-bersih-bersih-judi-online-pelaku-ditangkap-di-berbagai-daerah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> pembersihan besar-besaran<\/a>, tampaknya kini mulai mendapat tanggapan di forum.<\/span><\/p>\n<p>Konsorsium 303 ini mencuat, seiring dengan munculnya kejelasan tentang kasus paling heboh di negara kita. Disebut-sebut, konsorsium 303 ini menyeret banyak nama yang bisa bikin kita ternganga. Bisa jadi, konsorsium 303 adalah skandal paling mengerikan yang akan terkuak.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSiapa yang diuntungkan, Cak?\u201d celetuk Pardi seraya memajukan kudanya ke petak F6. Ia nampak ingin cepat menyerang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cYo, ndak tahu, kok tanya aku. Siapa kira-kira yang untung, Kin?\u201d pion Cak Narto maju ke petak C4. Solikin yang sedang mencubiti layar gawai tergeragap. \u201cMaksud Sampean orang-orang ini, Cak?\u201d Ia membesarkan potret sebuah diagram yang berisi foto-foto orang yang diduga terlibat konsorsium perjudian itu dan memampangnya ke muka dua orang yang sedang masyuk main catur di depannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMungkin saja, Kin. Yang jelas bukan aku yang untung\u201d, ujar Pardi terkekeh sambil menggeser pionnya maju ke petak G6.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suasana hening. Solikin mecucu karena usahanya meramaikan forum kembali diabaikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cGini lho, Kin\u2026\u201d pion Cak Narto digeser maju ke petak F3, \u201c\u2026Kamu kan tentu tahu kalau judi adalah salah satu aktivitas masyarakat yang usianya lebih tua dari republik ini, membasminya itu mustahil. Yang ada, pelarangan justru membuatnya menjadi semacam pasar gelap, yang hanya akan menguntungkan pihak-pihak tertentu.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMaksudnya pasar gelap, Cak?\u201d sela Pardi seraya memajukan pionnya ke petak C5 bersitatap dengan pion Cak Narto di petak D4.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKarena judi memang masih digemari, dan aktivitasnya ilegal maka yang terjadi ya pasar gelap, Di. Para penjudi jadi sembunyi-sembunyi main sabung ayam, main dadu, sampai seperti sekarang ini, situs-situs judi onlen yang promosinya militan-nggilani itu. Dan\u2026\u201d, Cak Narto memajukan pionnya ke petak D5. \u201c\u2026sama dengan pasar gelap lainnya, keadaan seperti itu memang dipertahankan karena akan menguntungkan pelaku bisnisnya.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Solikin tercenung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTapi, nggak mungkin juga judi dilegalkan oleh pemerintah, Cak? Wong undang-undangnya jelas melarang, Kok\u201d, Pardi menghadang pion Cak Narto dengan pionnya di petak D6.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKata siapa ndak mungkin? Coba, Kin, gimana bunyi pasal larangan perjudian itu?\u201d Cak Narto tersenyum, lantas memajukan pionnya ke petak E4. Solikin bergerak cepat mengetik pasal larangan perjudian di gawainya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sesaat kemudian Solikin menarik napas, memasang air muka penuh wibawa, mengambil jeda untuk membacakan sesuatu yang dianggapnya serius ke hadapan forum, \u201cDiancam dengan pidana penjara paling lama sepuluh tahun atau pidana denda paling banyak dua puluh lima juta rupiah, barang siapa tanpa mendapat izin: a. dengan sengaja menawarkan atau memberikan\u2026\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSik\u2026\u201d Sergap Cak Narto, \u201c\u2026setop dulu sampai situ, Kin.\u201d Ia mengangkat dagunya ke arah Pardi, memintanya agar segera mengambil langkah berikutnya. Pardi dengan kikuk memajukan gajahnya ke petak G7.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Solikin tolah-toleh dengan mulut yang masih menganga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cNah, Ndes, menurutku pangkal ontran-ontran dunia perjudian dari dulu sampai sekarang itu, sebenarnya ada di frasa \u2018barang siapa tanpa mendapatkan izin\u2019 itu\u2026\u201d Ia memacu kudanya di sisi kanan pertahanan maju ke petak E2.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pardi bersitatap dengan Solikin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cOoo, berarti yang dilarang bukan judinya ya, Cak? Tapi aktivitas judi yang ndak diberikan izin sama aparat? Gitu maksud Sampean?\u201d seolah menemukan strategi mengalahkan lawan, mata Pardi membelalak, lantas melukir raja dengan benteng, kini rajanya ada di petak g8.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPersissss\u2026\u201d Cak Narto mendesis diiringi gerakan kudanya dari petak e2 ke c3.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTapi\u2026\u201d Solikin menyela, mengiling kopinya yang mengepulkan asap ke lepek, \u201c\u2026rasanya tetep nggak mungkin pemerintah ngasih izin buat usaha perjudian, Cak?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cIya, Cak. Ndak mungkin dikasih izin sama aparat.\u201d Pardi mengafirmasi Solikin seraya memajukan kudanya dari F6 ke petak H5.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cHa kenapa ndak mungkin? Wong Gubernur <a href=\"https:\/\/mojok.co\/susul\/ali-sadikin-dan-catatan-utang-mahasiswa-yang-makan-indomie-pakai-nasi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ali Sadikin<\/a> aja pernah ngasih <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-jenis-togel-yang-pernah-dilegalkan-di-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">izin perjudian<\/a> dan tempat hiburan malam untuk beroperasi di Jakarta, kok. Dan pajaknya terbukti bermanfaat bagi pembangunan Ibu Kota waktu itu.\u201d Ujar Cak Narto mantap. Gajah yang telah terbuka jalannya melesat ke petak G5.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suasana hening sejenak. Solikin tercenung membaca berita di gawainya tentang prestasi Gubernur Ali Sadikin saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta (1966-1977) yang berhasil mendongkrak pendapatan daerah dari hanya Rp66 juta per tahun menjadi Rp122 miliar pada 1977, lewat pajak judi, pelacuran, bar, dan panti pijat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTapi kalau dilegalkan, Cak, yang rugi kan ya masyarakat sendiri, to. Wong sekarang masih ilegal saja banyak yang kebulet utang buat main <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/judi-slot-lebih-seru-nonton-orang-main-ketimbang-ikutan-main\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">slot<\/a> gitu, kok. Judi itu candu, Cak.\u201d Gajah Pardi maju menghadang di petak F6.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cLho ya ndak papa, to\u2026\u201d dengan cepat gajah Cak Narto memakan gajah Pardi, \u201c\u2026daripada seperti sekarang, yang main judi banyak, yang rugi karena kalah juga banyak, tapi keuntungan bisnisnya cuma dinikmati segelintir orang. Ha mending dilegalkan, diatur tempatnya, penyelenggaranya, terus dikumpulkan pajaknya. Nah, nanti duit pajaknya \u2018kan bisa dimanfaatkan buat kepentingan masyarakat.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cHalah nanti pajaknya juga dikorupsi lagi, Cak\u2026\u201d pion Pardi memakan gajah Cak Narto.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMemajaki sesuatu itu satu hal dan korupsi atas uang pajak yang terkumpul, itu persoalan lain lagi, Ndes.\u201d Menteri Cak Narto dimajukan ke petak D2.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTapi memang angkanya gila juga sih, Mas Di\u2026\u201d Solikin menyela dengan pandangan masih ke arah layar gawainya, menyitir berita di dunia maya \u201c\u2026pada 2012, hanya dari dua resor yang terintegrasi, Marina Bay Sand (MBS) dan Resor World Sentosa (RWS) yang bergerak di sektor perjudian dan hiburan, Singapura meraup penghasilan bersih sebesar Rp56,8 triliun.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBiyuuuh\u2026duit semua itu?\u201d Pardi terkekeh seraya memajukan pion ke petak F5.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suasana tiba-tiba hening. Cak Narto tampak serius menekuri papan catur. Pionnya di e4 memakan pion Pardi di f5. Pardi merespon cepat dengan memakan pion itu dengan gajahnya dari petak pertahan c8. Kini pion Cak Narto melompat ke g4.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSkak!\u201d Pardi memecah hening. Ia mengancam raja Cak Narto di ujung papan dengan benteng yang digeser ke petak E8. Cak Narto terlihat masih tenang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTapi, Ndes, meskipun demikian, aku setuju bahwa hal ini, legalisasi perjudian itu, memang sulit terjadi di sini,\u201d suara Cak Narto terdengar bestari diiringi gerak menghindar rajanya ke petak D1.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKenapa gitu, Cak?\u201dgajah Pardi melesat menghantam kuda Cak Narto di petak B1.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cYa, sebab bagi mereka, pihak-pihak yang diuntungkan itu tadi, perjudian harus tetap menjadi pasar yang gelap, ilegal dan pelakunya sembunyi-sembunyi. Jika terang benderang dan legal, mereka akan kehilangan sumber pendapatan bermiliar-triliun itu tadi. Nggak ada konsorsium 303 segala.\u201d Jawabnya pendek sambil mendepak gajah Pardi menggunakan bentengnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cJudi itu amoral, Cak. Candu! Menjanjikan kemenangan semu! Merugikan masyarakat! Sudah benar dilarang sama pemerintah!\u201d Pardi mulai menyerang argumen diiringi menteri yang melesat diagonal ke petak F6.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSampean kok ngomongin moralitas bangsa ini, Mas Di. Wong geger konsorsium judi ini kan justru telah memperlihatkan amoralitas yang paripurna,\u201d timpal Solikin ketus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAkur, Kin\u2026\u201d pion Cak Narto memakan kuda di H5 diiringi senyum simpul.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDengan pertimbangan yang sama berarti sektor prostitusi juga bisa dilegalkan? Gitu maksud Sampean, Cak?\u201d Menteri Pardi digerakkan lurus memakan pion di F3, mengancam raja yang sedang bersembunyi di petak D1.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKalau perlu boleh juga, Di. Sebab, aku juga yakin di sektor itu ada pihak yang ambil untung dengan status ilegal, hehehe.\u201d Cak Narto terkekeh, rajanya melipir ke C2.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKalau alasannya hanya pendapatan negara, Cak, melegalkan kemaksiatan itu bentuk kemunduran bagi peradaban luhur bangsa ini,\u201d menteri Pardi merobohkan benteng di sudut H1. Cak Narto terdesak, tapi seringai aneh menggantung di wajahnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cGini lho, Di, maksudku daripada kita meributkan dunia gelap perjudian yang dibekingi para pembesar, kayak konsorsium 303 ini, yang keuntungannya hanya bisa dinikmati mereka, solusinya ya legalisasi. Toh peraturannya memberikan peluang untuk itu, kok. Urusan moralitas biar kita cari sendiri-sendiri, lah. Lagipula\u2026\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cak Narto menjeda, menggeser menteri ke F2,\u201c\u2026Sejarah telah mencatat bahwa perjudian sudah ada sejak dulu. Memberantasnya itu mustahil. Sama dengan mustahilnya kamu ngalahin aku di babak ini, hehehe\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pardi terkesiap, menerka strategi apa yang ada di kelapa lawannya. Solikin ikut memelototi papan catur. Cak Narto sibuk mengupas lipatan kertas bungkus kreteknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pardi memajukan kuda dari B8 ke A6. Cak Narto merespon cepat dengan memajukan gajah di F1 ke D3, membuka ancaman kepada menteri di sudut H1. Kuda Pardi merangsek ke petak B4, mengancam raja di C2. Raja Cak Narto beringsut ke D2. Pardi menyepak gajah di D3 dengan kuda di B4, mengancam menteri di F2. Raja Cak Narto memakan kuda di D3, membuat menteri Pardi di sudut terancam oleh bentengnya di petak B1.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cak Narto tiba-tiba berdiri. Merogoh kunci motor di sakunya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cJadi kesimpulannya, Kin\u2026\u201d Ia telah duduk di atas motor, siap berlalu, \u201c\u2026usaha membasmi judi itu perbuatan sia-sia. Sama dengan usaha Cah ini untuk menang tanpa menterinya. Yang untung tetap aku. Hehehe.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Solikin hanya menahan tawa, sementara Pardi masih memelototi papan catur, seolah masih ada peluang menang di pertandingan itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menteri Pardi tak dapat lagi bergerak menyingkirkan gajah di f1. Bergerak lurus tertutup oleh pion putih di h2. Keduanya terlindungi oleh keberadaan menteri Cak Narto di f2. Bergerak diagonal pun terkunci oleh menteri dan raja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cOjo lali, sing kalah mbayari kopiiiii\u2026.\u201d Weeeeerr\u2026 motor butut itu melesat meninggalkan asap putih pekat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di teras warung Pardi membereskan buah catur dengan malas. Ia sadar bahwa baru saja kalah judi, meski hanya dengan taruhan segelas kopi.<\/span><\/p>\n<p><em><span style=\"font-weight: 400;\">Catatan: Pola permainan catur terinspirasi dari pertandingan antara <a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/World_Chess_Championship_2012#:~:text=The%20World%20Chess%20Championship%202012,games%2C%20Anand%20retained%20his%20title.\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Viswanathan Anand melawan Boris Gelfand<\/a> pada game ke-8 gelaran The World Chess Championship 2012.<\/span><\/em><\/p>\n<p>Penulis: Suwatno<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/judi-online-itu-masalah-struktural-nggak-akan-kelar-hanya-dengan-blokir-situs\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Judi Online Itu Masalah Struktural, Nggak Akan Kelar Hanya dengan Blokir Situs<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Legalkan!<\/p>\n","protected":false},"author":1529,"featured_media":182436,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[8135,16718,3994],"class_list":["post-187582","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-judi","tag-konsorsium-303","tag-legal"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/187582","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1529"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=187582"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/187582\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/182436"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=187582"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=187582"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=187582"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}