{"id":18755,"date":"2019-10-28T13:40:25","date_gmt":"2019-10-28T06:40:25","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=18755"},"modified":"2019-10-28T16:15:44","modified_gmt":"2019-10-28T09:15:44","slug":"nunggu-bisikan-najwa-ke-nadiem-jadikan-kampus-cerdikiawan-jangan-cendikiawan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/nunggu-bisikan-najwa-ke-nadiem-jadikan-kampus-cerdikiawan-jangan-cendikiawan\/","title":{"rendered":"Nunggu Bisikan Najwa ke Nadiem: \u201cJadikan Kampus Cerdikiawan, Jangan Cendikiawan\u201d"},"content":{"rendered":"<p>Di tengah macet Kota Surabaya. Saya menghubungi seseorang melalui pesan WhatsApp, \u201cBro, ayo ngopi!\u201d Sambil jalan, sesekali saya mengecek handphone saya. Hingga hampir sampai ke lokasi <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/nyangkruk-ngopi-itu-ngobrol-atau-ngopi-saja-sendiri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ngopi<\/a>, teman saya yang akademisi itu belum juga menjawab.<\/p>\n<p>Akhirnya, saya pun menelponnya. Selang beberapa detik, ia pun mengangkat panggilan saya.<\/p>\n<p>\u201cSibuk ya?\u201d tanya saya.<\/p>\n<p>\u201cYups, seperti biasa, Mas. Harus nulis buat jurnal terindex Scopus?\u201d jawabnya.<\/p>\n<p>&#8220;Apaan Scopus, Bro. Buat professor itu, ya?\u201d tanya saya lagi.<\/p>\n<p>\u201cYa,\u201d jawabnya.<\/p>\n<p>\u201cNggak bisa ngopi bareng berarti?\u201d<\/p>\n<p>\u201cTunggu aja di tempat biasa. Nanti aku ke sana\u201d.<\/p>\n<p>\u201cOke,\u201d saya mengakhiri obrolan.<\/p>\n<p>Setelah menelpon teman saya itu, saya mulai merasa aneh. Di dalam otak saya, kok bisa-bisanya teman saya ini belum juga selesai mengerjakan tugas bernama Scopus? Bukannya dua tahun setelah ia menempuh sekolah doktoral, ia bercerita sedang membuat tulisan supaya bisa di-<em>publish<\/em> pada <a href=\"https:\/\/tirto.id\/1200-guru-besar-minim-publikasi-di-jurnal-internasional-cjxt\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">jurnal internasional?<\/a> Belum lagi, ia juga sudah keseringan ikut konferensi internasional. \u201cEntahlah, nunggu saja lebih baik,\u201d gumam saya dalam hati.<\/p>\n<p>Setengah jam berlalu, \u201cmobil khas\u201d taksi <em>online<\/em> di Surabaya itu pun muncul. Teman saya datang dengan wajah tak terawat. Ia seakan penat. Terlihat kasat mata, otaknya tidak dipindah dari jidat. \u201cSana pesan kopi dulu. Bilang meja 10 atas nama saya,\u201d suruh saya pada dia. \u201cSiap bapak anggota dewan terhormat,\u201d jawabnya lantang.<\/p>\n<p>Setelah duduk di depan saya, ia pun curhat dengan sangat santainya. \u201cWaduh capek, Mas. Gini ya, nasib jadi seorang junior. Pasalnya belum bisa diubah,\u201d ungkapnya tanpa jeda.<\/p>\n<p>\u201cLah, kenapa, lo? Dapat <em>order-<\/em>an buat tulisan lagi?\u201d tanya saya takjub.<\/p>\n<p>\u201cYa begitulah. Bukan <em>order<\/em>-an, sih. Lebih tepat kena instruksi buat menulis,\u201d jawabnya.<\/p>\n<p>\u201cYa dinikmati, Bro. Kan yang dapat ilmu dan aksesnya kamu,\u201d jawab saya, na\u00eff sok memberi semangat.<\/p>\n<p>\u201cEntahlah, Mas.\u201d Ia terlihat pasrah.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">***<\/p>\n<p>Hampir dua jam lebih kami terlibat obrolan. Saya pribadi, sejatinya berkeinginan teman saya ini melepas aktivitas klasiknya itu. Seperti, menolak di kala tawaran seniornya mengkonstruk ide dan membuat tulisan ke jurnal internasional. Tapi, kayaknya, ia teguh pada prinsipnya. Ia tetap menganggap menulis untuk seniornya sebagai sebuah pengabdian. Jadi, berkali-kali dinasehati, usang juga pada ujungnya.<\/p>\n<p>Terkadang, saya merasa aneh dengan ketentuan Scopus atau apalah itu namanya. Karena, setahu saya\u2013berdasarkan cerita teman\u2013ada banyak dosen yang sudah <em>sepuh, <\/em>belum terbiasa menulis dalam kosa kata yang dibatasi. Selain itu, ia harus menulis menggunakan bahasa yang diakui PBB. <em>\u00a0<\/em><\/p>\n<p>Padahal, kata teman, dulu seseorang bisa menjadi guru besar apabila punya karya monumental: Sebuah karya yang difoto di depan monumen, kata teman bergurau. Karya monumental adalah karya yang dianggap memiliki kebaruan sehingga banyak dikutip oleh orang lain. Karya yang banyak dibaca oleh <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/malangnya-nasib-hypatia-gadis-yang-dibunuh-karena-penelitian-ilmiah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">peneliti<\/a> selanjutnya.<\/p>\n<p>Untuk menciptakan karya yang seperti itu, lagi-lagi kata teman, hampir setiap dosen harus bisa melakukannya. Alasannya, seorang dosen memiliki dana penelitian yang tidak sedikit. Dosen punya <em>episteme<\/em> yang beragam. Dan, Indonesia sendiri\u2013 khususnya di bidang keagamaan dan politik\u2013memiliki keunikan yang tidak dimiliki negara lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">***<\/p>\n<p><em>Nah, <\/em>hari ini kita punya Mendikbud yang unik. Namanya Nadiem Makarim. Bos dari produk ilmu pengetahuan yang aplikatif, Gojek namanya. Belakangan si Nadiem Makarim ini meminta Najwa Shihab untuk menjadi pengisi suara iklannya. <em>Tagline<\/em> itu bertajuk \u201cCerdikiawan\u201d.<\/p>\n<p>Berikut kata-kata itu, <em>\u201cCer-di-kia-wan: Mereka yang berkarya dengan kecerdikan; mereka yang melampui batas dengan akal; \u2026..(ending-nya), apakah kamu bagian dari mereka di atas? Apa pun masalah kamu sehari-hari, pakai <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kerja-sama-antara-gojek-dengan-rich-brian-dan-reaksi-para-warga-twitter\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Gojek<\/a>. #PastiAdaJalan.\u201d<\/em>\u00a0Secara umum, kata-kata Najwa Shihab di iklan ini, dibuat sepuitis mungkin agar bisa menghegemoni kognisi masyarakat secara luas.<\/p>\n<p>Akankah Nadiem Makarim bakal melakukan hal yang sama? Bukankah Scopus adalah masalah terbesar kalangan akademisi dan para cendikiawan di kampus-kampus untuk menjadi seorang guru besar? Akankah Nadiem Makarim\u2013yang sudah di-<em>bully<\/em> para intelegensia kampus itu\u2013memberanikan diri mengubah aturan tersebut? Kita tunggu saja Najwa Shihab berbisik pada Nadiem Makarim.<\/p>\n<p>Begini kira-kira narasi bisikan itu, \u201cCerdikiawan: Mereka orang-orang melebihi batas ke-cendikiawanan; mereka bukan sekadar orang yang pandai menyusun kata dan laporan; melainkan, mereka yang mencetak dan mendidik calon negarawan; mereka menghibah karya dan ilmunya pada anak bangsa sebagai pelajaran dan pengalaman, bukan orderan kepentingan. Dengan Nadiem #SelaluAdaTerobosan\u201d.<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <\/strong><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sisi-lain-nadiem-makarim\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Sisi Lain Nadiem Makarim<\/a> atau tulisan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/fauzan-fuadi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Fauzan Fuadi<\/a> lainnya.<\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Belakangan si Nadiem Makarim ini meminta Najwa Shihab untuk menjadi pengisi suara iklannya. Tagline itu bertajuk \u201cCerdikiawan\u201d.<\/p>\n","protected":false},"author":409,"featured_media":18815,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[2426,4259,4152,1002],"class_list":["post-18755","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-featured","tag-gojek","tag-mendikbud","tag-nadiem-makarim","tag-najwa-shihab"],"modified_by":"Zahroh Ayu","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18755","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/409"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18755"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18755\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18815"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18755"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18755"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18755"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}