{"id":187463,"date":"2022-08-26T10:36:19","date_gmt":"2022-08-26T03:36:19","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=187463"},"modified":"2022-08-26T10:36:19","modified_gmt":"2022-08-26T03:36:19","slug":"5-keunikan-purbalingga-yang-tidak-dimiliki-daerah-lain","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-keunikan-purbalingga-yang-tidak-dimiliki-daerah-lain\/","title":{"rendered":"5 Keunikan Purbalingga yang Tidak Dimiliki Daerah Lain"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum masuk ke inti tulisan, izinkan saya menjelaskan terlebih dahulu supaya para pembaca tidak dilema mengenai kabupaten yang saya bahas. Yaps, Purbalingga.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Purbalingga adalah salah satu kabupaten yang terletak di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/saran-untuk-warga-jawa-tengah-yang-daerahnya-mulai-diserbu-pabrik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Provinsi Jawa Tengah<\/a>. Sebelah utara Purbalingga berbatasan dengan Kabupaten Pemalang, sebelah timur dengan Banjarnegara, selatan dan barat dengan Banyumas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ingat ya, Purbalingga bukan Probolinggo. Beda loh, ya! Setelah mengerti letak Kabupaten Purbalingga secara strategis. Mari kita simak keunikan yang ada di Purbalingga dan tidak ada di daerah lain.<\/span><\/p>\n<h4><b>#1 Industri bulu mata dan rambut palsu terbesar di Indonesia\u00a0<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kabupaten Purbalingga mempunyai banyak rumah-rumah industri yang bergerak di bidang bulu mata dan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/carita-de-angel-telenovela-yang-bikin-saya-pengin-punya-rambut-palsu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">rambut palsu<\/a>. Industri ini mampu menyerap banyak tenaga kerja lokal. Biasanya para karyawan pabrik adalah seorang ibu rumah tangga.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mayoritas pabrik bulu mata dan rambut palsu di Purbalingga itu fleksibel soal jam kerja. Para pekerja mendapatkan izin untuk membawa pulang pekerjaan menyulam bulu mata dan rambut palsu. Jadi, para pekerja nggak harus berangkat pagi pulang malam. Pokoknya target terpenuhi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan, tahukah kamu, industri bulu mata dan rambut palsu di Purbalingga itu terbesar di Indonesia? Sebuah kebanggaan ketika industri yang dianggap kecil bisa menghidup banyak orang.<\/span><\/p>\n<h4><b>#2 Industri knalpot<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Knalpot Purbalingga terkenal dengan sebutan knalpot braling. Pelopor knalpot ini adalah Hasan Yusuf yang memulai usahanya sekitar tahun 1970.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Awalnya, Hasan merintis usaha pembuatan dandang dari bahan kuningan. Namun, karena merasa usahanya kurang berhasil, Hasan banting setir untuk memulai usaha knalpot. Hasan tidak menyangka kalau knalpot hasil kreasinya sangat laku di pasaran.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Knalpot Purbalingga tidak hanya terkenal di Indonesia saja, bahkan sudah merambah pasar mancanegara. Untuk menghargai usaha Hasan menjadikan knalpot sebagai ikon, Kabupaten Purbalingga membuat patung knalpot. Sebuah apresiasi bahwa dari \u201cusaha sederhana\u201d ini, banyak warga kabupaten yang mendapatkan pekerjaan.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><b>#3 Produksi batu akik<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain knalpot dan rambut palsu, banyak orang mengenal Purbalingga sebagai surganya penggemar <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mengenang-kejayaan-batu-akik-garut-yang-meredup-ditelan-zaman\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">batu akik<\/a>. Bahan-bahan baku batu akik sendiri diambil dari Sungai Klawing yang berhulu di Gunung Slamet.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada berbagai jenis batu di Sungai Klawing yang selanjutnya diolah menjadi cincin, mata gelang, dan liontin. Harga batu akik di Purbalingga bernilai jual tinggi. Selain itu, motifnya juga sangat beragam. Bagi kalian yang menyukai perhiasan unik, batu akik khas Purbalingga bisa menjadi alternatif oleh-oleh.<\/span><\/p>\n<h4><span style=\"font-weight: 400;\">#<\/span><b>4 Jenderal Soedirman<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tahukah kamu kalau Jenderal Soedirman itu dilahirkan di Desa Bantarbarang, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga? Ya, itulah kebenarannya. Kini, rumah jenderal besar yang menjadi api di perang gerilya itu menjadi sebuah monumen.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lokasinya sekitar 24 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 1 jam dari Alun-Alun Purbalingga. Di sini, kalian bisa menemui berbagai barang replika yang unik. Selain itu, nuansa di dalam museum amat lekat dengan diaroma yang disertai tulisan menggambarkan perjalanan hidup Sang Jenderal mulai dari kecil hingga meninggal dunia.<\/span><\/p>\n<h4><b>#5 Festival Gunung Slamet\u00a0<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Festival ini kali pertama dilaksanakan pada 2015 dengan tujuan melestarikan nilai-nilai budaya di sekitar lereng <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pendakian-gunung-slamet-dan-pengalaman-horor-di-pos-samarantu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Gunung Slamet<\/a>. Festival yang rutin dilaksanakan setiap September ini berlangsung selama 3 hari.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hari pertama diisi pawai ta&#8217;aruf, festival rebana, lomba MTQ, dan sholawatan. Lalu, beranjak ke hari kedua, diisi dengan pengambilan air Sikopyah, Ruwat Bumi, dan pagelaran wayang kulit. Hari ketiga festival, pawai budaya, perang tomat, mangan takir (makan bersama), serta pertunjukan ebeg menjadi penutup.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ritual pengambilan air Sikopyah sendiri dimulai dengan mengambil air di lereng Gunung Slamet dengan lodong (bambu yang dibentuk sedemikian rupa) dan disemayamkan di Balai Desa Serang untuk dibagikan kepada warga desa saat acara Ruwat Bumi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah 5 keunikan Kabupaten Purbalingga yang nggak kalian temui di daerah lain. Kepriwe, Lur, pengin meng Purbalingga ra? Ayuh, gas lah! sat set!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Yanuar Abdillah Setiadi<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/purbalingga-ditinggal-merantau-ngangenin-ditinggali-nggak-menghasilkan-apa-apa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Purbalingga: Ditinggal Merantau Ngangenin, Ditinggali Nggak Menghasilkan Apa-apa<\/a>.<br \/>\n<\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kepriwe, Lur, pengin meng Purbalingga ra?<\/p>\n","protected":false},"author":1840,"featured_media":187630,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[8340,16725,8290],"class_list":["post-187463","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-gunung-slamet","tag-knalpot-purbalingga","tag-purbalingga"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/187463","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1840"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=187463"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/187463\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/187630"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=187463"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=187463"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=187463"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}