{"id":187398,"date":"2022-08-24T09:20:24","date_gmt":"2022-08-24T02:20:24","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=187398"},"modified":"2022-08-24T10:03:55","modified_gmt":"2022-08-24T03:03:55","slug":"4-keunikan-kota-kediri-yang-tidak-dimiliki-kota-lain","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-keunikan-kota-kediri-yang-tidak-dimiliki-kota-lain\/","title":{"rendered":"4 Keunikan Kediri yang Tidak Dimiliki Daerah Lain"},"content":{"rendered":"<p>Kalau kalian bertanya, apa yang paling terkenal dari Kediri, saya akan menjawab kuliner tahunya. Kota Kediri bahkan menjadi kota terbesar ketiga di Provinsi <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/jawa-timur\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jawa Timur<\/a> setelah Surabaya dan Malang. Nama kuliner tahu dari daerah ini bahkan terkenal unik. Sebut saja tahu takwa, tahu klik, hingga stik tahu.<\/p>\n<p>Selain kuliner tahu yang unik dan nikmat, Kediri juga punya keunikan lain yang nggak dimiliki daerah lain di Indonesia. Penasaran apa saja keunikan Kediri?<\/p>\n<h4><strong>#1 Punya jembatan besi tertua di Pulau Jawa<\/strong><\/h4>\n<p>Sebagai daerah yang dilewati Sungai Brantas, Kediri memiliki banyak jembatan. Setidaknya sepanjang aliran Sungai Brantas di Kediri, terdapat 6 jembatan penyeberangan. Salah satu jembatan tersebut ada yang berusia lebih dari satu setengah abad. Namanya Jembatan Lama. Jembatan Lama Kediri menghubungan dua kecamatan, yakni Kecamatan Kota dan Kecamatan Mojoroto.<\/p>\n<p>Sesuai dengan namanya, Jembatan Lama Kediri dibangun sejak tahun 1869. Pembangunan jembatan tersebut bertujuan untuk mempermudah akses antarwilayah agar lebih efektif dan nggak mengandalkan perahu. Konon, jembatan ini jadi jalur utama perdagangan dari <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/surabaya\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Surabaya<\/a> ke Madiun atau sebaliknya pada zaman penjajahan. Jembatan yang memiliki panjang 160 meter dan lebar 5,8 meter ini masih bisa digunakan hingga sekarang.<\/p>\n<h4><strong>#2 Punya monuman SLG yang menyerupai Arc de Triomphe Paris<\/strong><\/h4>\n<p>Alun-alun sebagai ruang publik sudah umum di banyak daerah di Indonesia, namun Kediri berbeda. Ruang publik yang dimiliki Kediri menyerupai monumen <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Arc_de_triomphe_de_l%27%C3%89toile\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Arc de Triomphe<\/a> di Paris. Nama ruang publik yang saya maksud adalah Monumen Simpang Lima Gumul (SLG).<\/p>\n<p>Secara bentuk, Monumen SLG mirip dengan Arc de Triomphe, yang membedakan adalah pada Monumen SLG terdapat 16 relief yang bercerita tentang sejarah dan kesenian Kediri yang terukir pada dinding sisi-sisinya. Monumen SLG memiliki luas 804 meter persegi dan tinggi 25 meter.<\/p>\n<p>Dari atas monumen, pengunjung bisa menikmati pemandangan indah Kediri. Namun, untuk bisa naik ke atas, pengunjung harus minta izin petugas. Di bawah monumen ini juga ada ruang bawah tanah yang menghubungkan area parkir dengan monumen. Selain itu, ada juga ruang serba guna yang biasanya digunakan untuk acara-acara publik.<\/p>\n<h4><strong>#3 Punya Kampung Inggris<\/strong><\/h4>\n<p>Keunikan Kediri yang nggak dimiliki daerah lain di Indonesia adalah memiliki satu daerah yang disebut Kampung Inggris. Kampung Inggris terletak di wilayah Tulungrejo, Pare. Kampung ini bukan kampung yang isinya bule, lho ya. Dinamakan demikian lantaran banyaknya tempat kursus <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/bahasa-inggris\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bahasa Inggris<\/a> di sana. Bahkan tempat kursus di Kampung Inggris mencapai 100 lebih!<\/p>\n<p>Di Kampung Inggris, orang-orang dari berbagai daerah datang untuk belajar bahasa Inggris. Biasanya mereka akan menghabiskan waktu untuk belajar di sana selama 1-2 bulan, bahkan 6 bulan hingga 1 tahun sesuai dengan paket yang dipilih. Untuk berkegiatan sehari-hari pun, orang-orang yang sedang belajar ini wajib menggunakan bahasa Inggris. Beli makanan atau sekadar saling sapa pokoke wajib pakai bahasa Inggris.<\/p>\n<p>Keunikan lain dari Kampung Inggris adalah kampung ini nggak pernah sepi dari pelajar. Di sana juga ada beberapa toko buku, angkringan, hingga jasa peminjaman sepeda dan toko suvenir khas Kampung Inggris. Boleh dibilang Kampung Inggris ibarat Jogjanya orang Kediri.<\/p>\n<h4><strong>#4 Jadi tempat asal perusahaan rokok terbesar di Indonesia<\/strong><\/h4>\n<p>Salah satu yang menjadikan Kediri unik ketimbang daerah lain di Indonesia adalah di sinilah tempat berdirinya perusahaan rokok terbesar di Indonesia, yakni <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/gudang-garam\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Gudang Garam<\/a>. Gudang Garam boleh dikatakan terbesar lantaran produknya sudah tersebar ke seluruh penjuru negeri bahkan hingga ke mancanegara. Saking mendunianya, rokok Gudang Garam sampai muncul dalam serial manga <em>Jormungand.\u00a0<\/em>Kantor pusat Gudang Garam dan produksinya berada di kompleks seluas 514 hektare di Kediri.<\/p>\n<p>Itulah 4 keunikan Kediri yang nggak bisa kita temukan di daerah lainnya. Kalau kalian berkesempatan mampir ke sini, boleh lho menjelajahi tempat-tempat yang saya sebutkan di atas.<\/p>\n<p>Penulis: Mohammad Sirojul Akbar<br \/>\nEditor: Intan Ekapratiwi<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-tempat-di-kediri-yang-menyimpan-cerita-mistis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">3 Tempat di Kediri yang Menyimpan Cerita Mistis<\/a>.\u00a0<\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nggak cuma nama kuliner tahunya yang unik, lho.<\/p>\n","protected":false},"author":1736,"featured_media":187406,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[2501,6470,16630],"class_list":["post-187398","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-jawa-timur","tag-kediri","tag-keunikan"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/187398","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1736"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=187398"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/187398\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/187406"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=187398"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=187398"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=187398"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}