{"id":187127,"date":"2022-08-21T07:56:04","date_gmt":"2022-08-21T00:56:04","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=187127"},"modified":"2022-08-21T07:56:04","modified_gmt":"2022-08-21T00:56:04","slug":"panduan-wawancara-kerja-bagi-kamu-yang-overqualified","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/panduan-wawancara-kerja-bagi-kamu-yang-overqualified\/","title":{"rendered":"Panduan Wawancara Kerja Bagi yang Kualifikasinya Dianggap Overqualified oleh HRD"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wawancara kerja memang sering membikin sebagian pelamar kerja kaget. Kaget karena pertanyaan yang diajukan oleh <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/proses-layoff-memang-nggak-pernah-mudah-termasuk-bagi-para-hrd-dan-perusahaan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">HRD<\/a> kadang di luar dugaan, ternyata di perusahaan impian benefitnya kurang sesuai, dan masih banyak momen kaget lainnya. Mau gimana, suka atau tidak, dua hal tersebut menjadi bagian dari realitas dan proses dalam pencarian kerja. Makanya, buku panduan wawancara kerja selalu laris manis di luar sana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lantas, apakah momen kaget tersebut bisa dialami juga oleh para HRD? Jawabannya, tentu saja, iya. Momennya sama, saat wawancara kerja, tapi dalam porsi yang berbeda. Yakni, saat HRD mendapati atau mewawancara kandidat yang kualifikasinya overqualified. Jadi, yang butuh panduan wawancara kerja bukan cuma pelamar, ya.<\/span><\/p>\n<h4><b>Kenyataan yang terjadi<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misal, dalam iklan lowongan kerja minimal pendidikan yang dicantumkan SMA, tapi yang melamar lulusan D3, S1, bahkan S2 juga ada (meski hanya segelintir). Jika sebagian di antara kalian berpikir pernyataan ini mengada-ada, sebaiknya dipikirkan ulang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ingat ya, hal tersebut sudah menjadi realitas yang harus dihadapi, baik oleh para HRD maupun pencari kerja. <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/info-loker-jakarta-2022-yang-pas-buat-fresh-graduate\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Info lowongan<\/a> kerja memang banyak, tapi pelamarnya lebih banyak dan membludak. Oleh sebab itu, kita semua butuh yang namanya panduan wawancara kerja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alhasil, nggak jarang para lulusan D3, S1, atau S2, saat dianggap overqualified oleh HRD, sering mendapat pertanyaan saat wawancara. Misalnya, \u201cIni kamu yakin melamar di posisi ini? Sayang, lho, sama latar belakang pendidikanmu.\u201d<\/span><\/p>\n<h4><b>Semua butuh panduan wawancara kerja<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagian di antara kalian yang pernah mengalami momen ini, mungkin sudah memperkirakan dan mempersiapkan jawaban dengan baik. Namun, di sisi lain, nggak sedikit HRD yang ragu sambil mbatin, \u201cIni anak beneran bisa bertahan lama nggak, ya? Atau hanya mau coba-coba aja?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keraguan yang cukup wajar, karena dalam proses wawancara, ada biaya, tenaga, dan waktu yang harus diluangkan. Jika di antara kalian ada yang ngedumel, \u201cLah, pas screening CV, kalau memang dirasa overqualified, kan bisa aja perlu diundang wawancara?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang, tapi banyak faktor yang melatarbelakangi. Pertama, ada kandidat yang misal sudah menyelesaikan studi D3, S1, atau S2, tapi di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tutorial-bikin-cv-bukannya-membantu-malah-bikin-makin-bingung\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">CV<\/a> belum di-update atau sengaja nggak di-update biar nggak dianggap overqualified dan dapat kesempatan wawancara kerja. Dan baru diketahui saat proses wawancara.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua, pelamar kerja datang saat proses walk in interview (datang langsung ke kantor). Ketiga, HRD tertarik untuk melakukan proses wawancara dengan tujuan tertentu. Misal, menawarkan posisi lain (dengan catatan, jika ada) yang dirasa lebih cocok dengan latar belakang pendidikan atau pengalaman kerja si pelamar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada sedikit panduan wawancara kerja yang bisa saya berikan sekaligus dipertimbangan oleh kalian, para pelamar kerja, seandainya diundang wawancara kerja dan menghadapi momen overqualified tersebut.<\/span><\/p>\n<h4><b>#1 Hadapi, jangan dihindari<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan menghadapinya, kalian akan memikirkan solusi atau jawaban yang logis saat wawancara kerja sekaligus menyesuaikan keresahan kalian. Jawaban yang kalian sampaikan akan lebih mantap dan meyakinkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kebanyakan kandidat yang overqualified dari sisi latar belakang pendidikan dan belum punya banyak persiapan, biasanya punya jawaban template, \u201cSaya nggak masalah melamar di posisi ini, walaupun latar belakang pendidikan saya A, B, C, atau D.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">FYI, jawaban itu tidak serta merta membikin HRD yakin akan memilih atau mempertimbangkan dirimu sebagai calon karyawan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai alternatif, sampaikan bahwa kalian punya kemampuan dalam bidang atau hal apa. Jika punya pengalaman organisasi atau freelance, bisa jadi penguat alasan yang logis, biar kalian bisa menjadi kandidat pilihan utama. Sebab, jika hanya berkata, \u201cNggak masalah\u201d atau \u201cSaya membutuhkan pekerjaan ini\u201d, semua pencari kerja juga ada di posisi yang sama dengan dirimu, Sob.<\/span><\/p>\n<h4><b>#2 Pastikan kalian sudah siap dengan benefit yang diterima<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sering terjadi, yang menjadi pertimbangan HRD saat memproses kandidat dengan kategori <a href=\"https:\/\/lifestyle.kompas.com\/read\/2009\/03\/02\/09481416\/jika.anda.overqualified?page=all\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">overqualified<\/a> adalah, apakah kandidat tersebut mau menerima benefit yang ditawarkan. Poin ini cukup menentukan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan sampai ada celetukan dari HRD, \u201cLah, ente yang melamar, sudah tahu ente overqualified buat posisi ini, tapi masih tetep lamar juga. Begitu ditawarkan untuk bekerja, malah ngedumel sendiri pas tau gajinya berapa.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, pertimbangkan dan cari tahu terlebih dahulu. Baca panduan wawancara kerja ini dulu, ya. Setelah itu, pertimbangkan dengan matang apakah kalian berkenan menerima benefit dengan kualifikasi tersebut atau justru tidak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah kenapa, riset sederhana sangat diperlukan. HRD paham, banyak yang membutuhkan pekerjaan. Namun, ketika sudah diberi kesempatan bekerja malah mengeluhkan sesuatu yang sebetulnya sudah dijelaskan di awal, bisa ditanyakan lebih dulu. Ya, mohon maaf, malah jadi agak nganu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Seto Wicaksono<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/saat-wawancara-kerja-jangan-pernah-menjelek-jelekkan-perusahaan-lama\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Saat Wawancara Kerja, Jangan Pernah Menjelek-jelekkan Perusahaan Lama<\/a>.<\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Baca ini dulu biar kamu nggak tersesat.<\/p>\n","protected":false},"author":24,"featured_media":187187,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12911],"tags":[126,16676,3623],"class_list":["post-187127","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-loker","tag-hrd","tag-panduan-wawancara-kerja","tag-wawancara-kerja"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/187127","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/24"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=187127"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/187127\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/187187"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=187127"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=187127"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=187127"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}