{"id":186725,"date":"2022-08-15T07:00:07","date_gmt":"2022-08-15T00:00:07","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=186725"},"modified":"2022-08-15T08:25:29","modified_gmt":"2022-08-15T01:25:29","slug":"kasus-untirta-panitia-ospek-goblok-melanggengkan-gojlokan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kasus-untirta-panitia-ospek-goblok-melanggengkan-gojlokan\/","title":{"rendered":"Berkaca dari Kasus Untirta, Hanya Panitia Ospek Goblok yang Melanggengkan Gojlokan"},"content":{"rendered":"<p><em>Kasus Untirta dan bagaimana mereka membela tindakan mereka mencerminkan hanya panitia ospek goblok saja yang melanggengkan gojlokan<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejatinya, pendidikan tinggi tidak berbeda dengan playgroup. Sama-sama ditempatkan dalam ekosistem penuh pengetahuan, dan diajak untuk penasaran serta mencoba. Mahasiswa sendiri kembali seperti balita. Pegang benda, mengira-ngira apa yang terjadi, lalu meledakkan entah tabung reaksi atau pemikiran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang membedakan hanya satu: anak playgroup gila bermain, mahasiswa gila <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mahasiswa-senior-yang-gila-hormat-memang-enaknya-dibuang-jauh-jauh\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">hormat.<\/a><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ruang yang sejatinya menjadi wahana penasaran ini berevolusi menjadi panggung pamer kuasa. Dosen menekan mahasiswa, senior menekan junior, ibu kantin menekan pemuda madesu. Relasi kuasa ini tidak tampil belakangan, tapi sejak seseorang menjadi bagian dari pendidikan tinggi. Biasa disebut ospek, atau singkatan-singkatan lain yang njelimet biar terkesan cerdas. Pokoknya ndakik-ndakik biar keliatan intelek meskipun yang dilakukan goblok.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan kalau Anda menangkap maksud saya, benar. Saya sedang menunjuk Anda, panitia ospek Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta).\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Baru technical meeting (TM) saja, mereka sudah terlihat goblok. Viral TM yang memaksa mahasiswa baru (maba) panas-panasan sampai beberapa jam ini memang menyebalkan. Hanya demi menata formasi mosaik, beberapa maba harus pingsan dan mimisan. Dan gobloknya, itu semua demi formasi mosaik yang akan dipotret melalui drone.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak kampus yang melakukan hal sama, terutama bagian membuat mosaik. Dan menurut saya mereka juga goblok.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama, apa pentingnya formasi mosaik? Untuk menumbuhkan kecintaan pada almamater? Lalu apa pentingnya almamater? Semua itu akan bermuara pada satu pertanyaan: apa pentingnya ospek? Membudayakan mental korsa adalah hal paling ra mashok bagi seorang akademisi. Bentuk penggojlokan dengan dalih menumbuhkan kecintaan pada almamater lebih ra mashok.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mahasiswa itu harus punya mental kritis. Tanpa mental kritis, bagaimana mereka ingin meneliti sesuatu? Kalau tidak kritis pada banyak hal, bagaimana mereka membuat hipotesa saat skripsi? Mental kerumunan dan jiwa korsa hanya mereduksi sikap ingin tahu seorang akademisi. Mempersempit mental kritis yang berakhir jadi \u201cnulis skripsi agar lulus.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka wajar ketika <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-jenis-mahasiswa-senior-yang-wajib-dihindari-maba\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">mahasiswa senior<\/a> (yang mungkin panitia ospek, who knows?) Untirta banyak yang membela diri di medsos. Karena, suka tidak suka, mereka sedang mempertahankan eksklusivitas dan mental korsa ini. Maka wajar jika mereka terlihat goblok. Sudah tahu salah, tapi tetap membela harkat dan martabat kampus. Saya yakin, melihat ini <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Aristoteles\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Aristoteles<\/a> akan berkomentar, \u201cKowe ki do kurang gawean po?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ospek, dengan segala persiapan dan pelaksanaan, tak lebih dari pelanggengan relasi kuasa. Mengedepankan usia dan \u201cangkatan\u201d sebagai alat dominasi pada maba tidak lebih dari pelecehan terhadap semangat civitas akademika. Apa sih fungsi usia dan angkatan dalam kampus? Apa sih manfaat penghormatan (baca: ketakutan) maba kepada senior dan panitia ospek dalam ekosistem pendidikan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya yakin bakal ada yang ngomong \u201cospek keras itu untuk membentuk mental, dunia luar itu kejam!\u201d Saya perlu bilang ini. Pertama, maba itu udah tahu hidup itu kejam, mereka mungkin mengalaminya tiap hari. Kedua, nggak semua orang segoblok kalian yang perlu diberi tahu kalau hidup itu kejam lewat bentakan panitia ospek.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Manfaat yang diperoleh tidak lebih dari relasi kekuasaan yang semu dan ra mendidik blas. Hanya memberi nuansa <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/entah-plonco-atau-lucu-lucuan-ospek-mahasiswa-itu-tidak-dibutuhkan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">senioritas<\/a> yang tidak bermanfaat dalam proses belajar serta riset. Dan sekali lagi, hanya akan mereduksi perilaku akademis yang seharusnya kritis dan berfokus pada pengetahuan. Bukan umur dan angkatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah mengenalkan kampus pada maba perlu relasi kuasa? Tentu tidak, karena yang harus dikenalkan adalah perilaku akademis. Membuka ruang diskusi serta mengajak berdialektika (meskipun ndakik-ndakik) lebih masuk akal daripada membuat mosaik. Menanamkan kultur kritis lebih berguna daripada menebar teror dan relasi kuasa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Output dari ekosistem berbasis relasi kuasa ini hanyalah generasi gila hormat dan posisi. Jadi bisa dimaklumi kan kalau kita tidak beranjak dari birokrasi njelimet dan jilat menjilat atasan? Lha wong dari cara berpikir saja digojlok untuk gila hormat, dan dilestarikan oleh panitia ospek yang kurang seprapat ini. Dan karena proses penggojlokan ini masih dipandang normal, ya sampai anak cucu kita pendidikan tinggi hanya jadi alat pelestarian relasi kuasa yang tidak sehat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Capek juga saya bicara ndakik-ndakik bicara. Mungkin panitia ospek Untirta dan kampus lain kemungkinan agak sulit menangkap inti yang saya maksud. Maka mari saya rangkum dalam satu kata: goblok!<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Prabu Yudianto<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/omongan-senior-di-makrab-adalah-hal-yang-paling-menyebalkan-dan-sia-sia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Omongan Senior di Makrab Adalah Hal yang Paling Menyebalkan dan Sia-sia<\/a><\/strong><\/p>\n<h6><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/span><\/h6>\n<h6><span id=\"Anda_penulis_Terminal_Mojok_Silakan_bergabung_dengan_Forum_Mojokdi_sini\"><strong><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\">di sini<\/a>.<\/em><\/strong><\/span><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pintar kali klean.<\/p>\n","protected":false},"author":793,"featured_media":186727,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[16617,1821,16615,16616],"class_list":["post-186725","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-gojlokan","tag-ospek","tag-panitia-ospek","tag-untirta"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/186725","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/793"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=186725"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/186725\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/186727"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=186725"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=186725"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=186725"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}