{"id":186395,"date":"2022-08-10T12:00:22","date_gmt":"2022-08-10T05:00:22","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=186395"},"modified":"2022-08-10T11:56:11","modified_gmt":"2022-08-10T04:56:11","slug":"kasus-brigadir-j-ditertawakan-rakyat-makin-menjatuhkan-martabat-polisi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kasus-brigadir-j-ditertawakan-rakyat-makin-menjatuhkan-martabat-polisi\/","title":{"rendered":"Kasus Brigadir J: Ditertawakan Rakyat, Makin Menjatuhkan Martabat Polisi"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perjalanan kasus pembunuhan Brigadir J mencapai fase plot twist. Kini Bharada E dan Irjen <a href=\"https:\/\/mojok.co\/kilas\/hukum\/ferdy-sambo-kena-pasal-pembunuhan-berencana-pengamat-sebut-waktunya-polri-singkirkan-oknum-nakal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sambo<\/a> kini ditetapkan sebagai tersangka. Skenario pelecehan seksual oleh Brigadir J kini berganti dugaan pembunuhan berencana. Sepertinya, Eichiro Oda boleh juga mengikuti kasus ini. Lumayan, jadi inspirasi serial <\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/10-misteri-one-piece-yang-paling-bikin-penasaran\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">One Piece<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> besok.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masyarakat Indonesia sendiri terus mengikuti kasus polisi vs polisi ini. Meskipun kadang terpaksa seperti saya ini. Lha wong buka medsos sebentar langsung nemu berita kasus ini. Mau tidak mau saya dan banyak orang lain ikut menyimak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, yang saya lihat bukan proses hukum dari pembunuhan Brigadir J ini. Saya mengamati bagaimana respons masyarakat melalui media sosial. Apa yang saya lihat cukup menarik. Di tengah tuntutan penyelesaian kasus ini, ada tawa meledek merendahkan. Bahkan meminta media massa menghentikan pemberitaan kasus ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari apa yang saya lihat, boleh saya simpulkan bahwa balada kasus pembunuhan Brigadir J sudah sampai titik jenuh. Seperti sinetron yang sampai ribuan episode. Rakyat Indonesia mulai memandang kasus ini sebagai lelucon. Dan bersama dengan itu, memandang kepolisian yang terhormat sebagai panggung komedi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa terbitan akun Facebook media dipenuhi emoticon tawa. Secara tidak langsung, banyak orang yang menertawakan kasus ini. Padahal ada nyawa yang melayang, dan ada konspirasi di baliknya. Tapi bagi banyak orang, kasus ini sudah kehilangan harga diri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa komentar juga mulai sinis kepada kasus ini. Memang masih banyak yang meminta pengusutan tuntas terbunuhnya Brigadir J. Tapi sisanya meminta Polri untuk fokus pada kasus lain. Misal menangkap beberapa koruptor yang masih kabur<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sih maklum. Lha wong penyelesaian kasus ini tidak berdampak langsung pada masyarakat. Bagi mereka, kasus pembunuhan Brigadir J kini sekelas drama misteri. Bahkan diusulkan untuk diangkat menjadi drama series.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rakyat tidak percaya dengan teori pelecehan seksual. Di mata rakyat, sejak awal kasus ini adalah pembunuhan berencana. Terbukti dari banyaknya simpati rakyat kepada Brigadir J. Dan plot twist kemarin menyempurnakan rasa skeptis rakyat kepada instansi penegak hukum Indonesia ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari respons masyarakat, harusnya polisi mulai ketar-ketir. Tingkat <a href=\"https:\/\/mojok.co\/esai\/reformasi-polri-itu-apa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kepercayaan masyarakat makin turun<\/a>, dan berpotensi menjadi hilangnya kehormatan instansi kepolisian. Rakyat tidak lagi memandang polisi sebagai instrumen penegak hukum yang adil. Lha wong di antara mereka malah tembak-tembakan sampai menghilangkan nyawa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin tinggal senapan dan hukum yang bisa memberi sedikit rasa segan rakyat pada polisi. Tapi ketika kepercayaan ini makin runtuh, lalu apa lagi yang dihormati dari polisi? Lihat saja beberapa daerah \u201chitam\u201d di mana kehadiran polisi tidak dihormati lagi. Baik daerah krisis agraria, sampai pelosok negeri yang tidak terjangkau aparat. Apa yang terjadi jika fenomena ini lebih merata?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang saya takutkan adalah, dari kasus Brigadir J ini, rakyat berpikir <a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Civil_disorder\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">social unrest<\/a> akan jadi jawaban. Ketika masyarakat tidak percaya pada penegak hukum, setiap orang menjadi penegak hukumnya sendiri. Tidak ada hukum yang menjadi pegangan bersama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah, sudah. Saya tidak sampai hati melanjutkan skenario di atas. Toh saya yakin pihak kepolisian sudah mengamati situasi ini. Toh mereka punya cyber police yang <span style=\"text-decoration: line-through;\">dikhawatirkan menghapus kebebasan berpendapat<\/span><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0bisa menjaga kestabilan sosial serta keamanan melalui medsos.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi ketika rakyat tidak percaya pada polisi, mereka tidak segan. Ketika rakyat tidak segan, mereka tidak mengacuhkan. Ketika polisi tidak diacuhkan, lalu apa fungsi hukum? Jika hukum tidak memiliki instrumen untuk menegakkan, apa fungsi negara?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan permainkan logika rakyat. Plot twist kasus Brigadir J tidak dinilai sebagai integritas polisi. Tapi, dinilai mempermainkan logika berpikir rakyat dengan skenario sekelas FTV. Pasangan yang dipermainkan hatinya saja minta putus. Masak mau diputus sama rakyat karena mempermainkan logika?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurunnya kepercayaan rakyat kepada penegak hukum memang bukan rahasia. Dan saya yakin, mereka\u2014para penegak hukum\u2014tahu betul akan perkara ini. Yang mereka perlu lakukan hanya satu: bekerja dengan sepenuh hati dan membuktikan bahwa memang mereka layak dipercaya. Namun, jika masih ada kasus-kasus seperti ini, saya amat ragu mereka akan kembali dipercaya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan, saya ragu, mereka peduli dengan penilaian kita. Atau lebih buruk, saya ragu mereka peduli dengan rakyat.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Prabu Yudianto<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/kilas\/hukum\/sensitif-motif-penembakan-brigadir-j-belum-diungkap\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sensitif, Motif Penembakan Brigadir J Belum Diungkap<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rakyat nggak bodoh.<\/p>\n","protected":false},"author":793,"featured_media":186397,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[16565,154,16564,102,2504],"class_list":["post-186395","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-brigadir-j","tag-drama","tag-kepercayaan-rakyat","tag-media-sosial","tag-polisi"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/186395","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/793"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=186395"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/186395\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/186397"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=186395"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=186395"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=186395"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}