{"id":186185,"date":"2022-08-08T12:02:38","date_gmt":"2022-08-08T05:02:38","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=186185"},"modified":"2022-08-08T12:02:38","modified_gmt":"2022-08-08T05:02:38","slug":"purwokerto-purwakarta-purworejo-dilema-karena-nama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/purwokerto-purwakarta-purworejo-dilema-karena-nama\/","title":{"rendered":"Purwokerto, Purwakarta, Purworejo: Dilema karena Sebuah Nama"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Katanya nama adalah sebuah doa. Berlaku untuk manusia saja? Nggak juga. <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kelihatannya-doang-keren-aslinya-punya-nama-kebarat-baratan-sering-bikin-repot\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Nama adalah doa<\/a> juga berlaku untuk sebuah daerah. Apa yang terjadi ketika nama sebuah daerah itu mirip dengan daerah lain? Jangan-jangan nama-nama tersebut dipersiapkan untuk anak kembar. Bisa jadi, kan, ketika nama Purwokerto, Purwakarta, dan Purworejo diciptakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tiga nama daerah itu bisa sangat \u201cmenyesatkan\u201d, terutama bagi mereka yang suka bolos pelajaran Geografi. Sekilas terlihat mirip. Bahkan Purwokerto dan Purwakarta sering dikira nama satu daerah mengingat penggunaan huruf \u201co\u201d dan \u201ca\u201d. Padahal, kedua daerah berada di provinsi yang berbeda.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Membedakan ketiga nama itu bisa jadi urusan yang menantang. Sudah begitu, masih menghadirkan dilema, khususnya bagi pendatang, seperti saya.<\/span><\/p>\n<h4><strong>Dilema karena nama<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ceritanya begini\u2026.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya asli <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-makanan-khas-pati-selain-nasi-gandul-yang-wajib-dicicipi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pati<\/a>. Suatu ketika, saya mendapat kabar diterima di sebuah kampus negeri di Purwokerto. Tentu ini sebuah kabar yang menyenangkan mengingat saya memang pengin melanjutkan kuliah. Udah gitu, dapat negeri, pula. Namun, di balik euforia, ternyata ada sebuah dilema yang muncul, yaitu menjelaskan lokasi kampus yang ternyata bikin saya mumet.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suatu hari, salah teman orang tua saya mengucapkan selamat setelah tahu saya diterima di sebuah kampus di Purwokerto. Katanya begini: \u201cOh, kamu keterima kuliah di Jawa Barat, ya? Selamat, ya.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cLho, kok Jawa Barat,\u201d batin saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa detik kemudian saya baru sadar kalau yang dimaksud oleh teman orang tua saya adalah Kabupaten Purwakarta. Eits, tunggu dulu, kerumitan terjadi lantaran di Kabupaten Purwakarta, ada juga kecamatan dengan nama\u2026 Kecamatan Purwakarta. Nah, hayo, mana yang sebetulnya dimaksud? Kecamatan atau kabupaten?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selama puluhan menit selanjutnya saya habiskan untuk menjelaskan bahwa saya diterima di kampus negeri di Kota Purwokerto, yang berada di <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kabupaten_Banyumas\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kabupaten Banyumas<\/a>. Kota Purwokerto bahkan menjadi ibu kota dari Kabupaten Banyumas. Yah ini informasi tambahan aja, sih. Biar saya terlihat \u201csudah menguasai medan\u201d sebelum kuliah di sana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sempat ada sanggahan kecil, tapi berhasil saya \u201cbungkam\u201d. Gimana, ya. Purwokerto dan Purwakarta memang cuma beda di huruf \u201co\u201d dan \u201ca\u201d. Tapi, ya buat orang Jawa, jangan lantas membaca Purwakarta sebagai Purwokerto atas asas \u201ca\u201d dibaca \u201co\u201d kalau buat orang Jawa. Nggak, ini sangat beda.<\/span><\/p>\n<h4><strong>Purwokerto yang terasa jauh<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lain hari lain cerita. Setelah Purwakarta, kali ini Purworejo yang terseret. Ada teman yang nyeletuk, \u201cEnak, ya. Tempat kuliahmu dekat Jogja. Berarti kamu ke kota yang teman kita pernah pindah dulu ya?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau pertanyaan perbedaan Purwokerto dan Purwakarta sudah bisa diantisipasi, kali ini saya harus punya jalan pintas lagi. Kalau provinsi sudah nggak bisa, saya mengeluarkan jurus lainnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akhirnya, kalau menjelaskan Purwokerto dan Purworejo, saya pakai pengetahuan soal karesidenan! Walaupun kadang nggak relevan sama anak zaman sekarang, justru perbedaan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/balasan-untuk-artikel-tentang-kota-grobogan-kalau-orang-nggak-tahu-letak-kotamu-dah-terima-aja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">letak geografis<\/a> ini masih relevan bagi orang-orang yang cukup sepuh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, karena pertanyaannya datang dari teman saya, mau tidak mau harus ada opsi kedua. Karena provinsi dan karesidenan sudah tidak mempan, satu-satunya jalan ya cuma pembedaan berdasarkan plat nomor. Ya setidaknya kalau bertemu plat nomor R itu berarti dari sekitar Banyumas, kalau AA dari sekitar Purworejo.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tantangannya nggak sampai situ saja. Ada juga orang yang ingin tahu tapi hanya paham landmark atau kota terkenal saja. Di sini tantangan yang cukup susah karena Purwokerto juga nggak punya kota terkenal yang dekat dari daerah ini.<\/span><\/p>\n<h4><strong>Jangan bolos pelajaran Geografi<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau Purwakarta bisa dijelaskan dengan \u201c2 jam dari Bandung\u201d, Purworejo \u201c1 jam dari Jogja\u201d, terus kalau Purwokerto apa? Dari Semarang sekitar 5 jam, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jogja-di-mata-orang-solo-saya-tak-punya-cukup-alasan-membenci-jogja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jogja<\/a>, dan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/solo-di-mata-orang-jogja-solo-dipandang-rendah-tapi-lebih-menjanjikan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Solo<\/a> juga malah lebih jauh lagi. Paling mentok menghubungkannya dengan Tegal atau Brebes meskipun ya sebenarnya cukup jauh juga. Atau kalau nggak mau repot, paling bilang 2 jam dari perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah. Penjelasan ini yang kadang bikin orang mikir kalau Purwokerto jauh dari mana saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Buat kalian yang akan mengambil kuliah di Purwokerto, mulai sekarang harus mengasah pengetahuan geografis tentang kota ini. Pertanyaan basa-basi tentang daerah yang ada di lereng Gunung Slamet ini terkadang lebih sulit daripada ujian masuk PTN-nya sendiri!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Laksmi Pradipta Amaranggana<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bangsa-ngapak-itu-nggak-cuma-banyumas-ada-pemalang-juga-yang-kaya-cerita\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bangsa Ngapak Itu Nggak Cuma Banyumas, Ada Pemalang Juga yang Kaya Cerita<\/a>.<\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jangan bolos pelajaran Geografi.<\/p>\n","protected":false},"author":1531,"featured_media":186224,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[8340,115,16551,8526,10034,4652,2284],"class_list":["post-186185","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-gunung-slamet","tag-jogja","tag-purwakarta","tag-purwokerto","tag-purworejo","tag-semarang","tag-solo"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/186185","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1531"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=186185"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/186185\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/186224"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=186185"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=186185"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=186185"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}