{"id":186130,"date":"2022-08-07T08:00:05","date_gmt":"2022-08-07T01:00:05","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=186130"},"modified":"2022-08-07T00:27:21","modified_gmt":"2022-08-06T17:27:21","slug":"6-stereotipe-papua-yang-benar-benar-keliru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/6-stereotipe-papua-yang-benar-benar-keliru\/","title":{"rendered":"6 Stereotipe Papua yang Benar-benar Keliru"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak orang punya asumsi dan stereotipe yang keliru tentang Papua. Pulau yang ada di ujung timur Indonesia kerap dipandang berbeda, dan penduduknya diberi stigma yang benar-benar tak seperti realitas. Padahal, andai orang-orang tersebut lebih bijak dalam menggunakan gawai, mereka tahu bahwa yang mereka yakini selama ini tak lebih dari asumsi konyol semata. Dan kadang saya ya miris, pandangan ini bahkan kerap dipakai oleh petinggi negara. Contohnya sih, bilang Papua sebagai <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bu-risma-papua-bukan-tempat-untuk-buang-pns-nggak-becus-kerja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">tempat PNS buangan<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada 2007, selepas menikah saya benar-benar bisa ke Papua dalam rangka mengikuti suami yang kebetulan punya pekerjaan di sana. Dari momen tersebut, saya bisa melihat kehidupan di pulau ini lebih dekat dan lebih nyata. Dan saya bisa dengan lantang bilang: stereotipe yang disematkan kebanyakan keliru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya akan jelaskan dan koreksi stereotipe tentang Papua yang sering kalian terima di bawah.<\/span><\/p>\n<h4><b>#1 Papua masih hutan dan sinyal internet susah<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tak sedikit yang mengira kalau Papua itu masih hutan dan jaringan internet susah. Saya sering ditanya teman-teman terkait hal itu. Padahal itu semua salah. Saya jelaskan dulu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi gini, hutan di Papua itu memang luas namun tidak semua wilayahnya itu hutan. Jadi kalau dibilang \u201cmasih hutan\u201d, ya keliru. Lagian perkembangan pulau ini bagus banget, dan jelas banget nggak kalah dengan kota besar lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perkara internet susah, begini. Sinyal di Papua sudah bagus, kalau nggak, memangnya pada berkomunikasi pake apa, Gan? Kalau ada yang ngeluh susah, saya tanya, emang di Jawa sana semua daerah sudah tercover jaringan dan nggak pernah susah sinyal?<\/span><\/p>\n<h4><b>#2 Hanya dihuni oleh orang Nasrani<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kadang saya heran sama pertanyaan seperti ini. Kata \u201chanya\u201d itu, kadang, terlalu berlebihan. Tapi, baiklah, tetap saya jawab. Papua tak hanya dihuni oleh orang Nasrani, ada penganut agama lain juga di sini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Papua juga dihuni banyak pendatang, dengan latar belakang dan yang jelas agama mereka sendiri. Jadi, kata \u201chanya\u201d di sini jelas terlalu berlebihan.<\/span><\/p>\n<h4><b>#3 Tidak ada mall<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tiap kali saya menyebut kata mall di Papua, teman-teman saya yang berada di luar Papua menganggap saya tengah bercanda, halu, dan terlalu tinggi berimajinasi. Saya justru heran, emang mall sebegitu eksklusif?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi apakah di Papua ada mall? Iya jelas ada dong. Selama ada penduduk dalam jumlah banyak yang terpusat dan ada potensi, bakal ada mall berdiri. Lagian, mall belum tentu jadi penanda perkembangan suatu daerah. Banyak lho daerah di Jawa yang nggak ada mallnya, berani kalian bilang itu terbelakang?<\/span><\/p>\n<h4><b>#4 Cuacanya panas<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jujur saja, dulu saya juga menyangka kalau Papua adalah salah satu daerah paling panas di Indonesia. Panasnya pasti sangat ekstrem. Kadang, saya tertawa kalau mengingat hal tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau panas, itu lumrah. Wong Indonesia kan negara tropis. Tapi bukan berarti cuaca mereka amat panas seperti yang saya pikirkan. Ya ada hujannya juga, ya lumrahnya daerah di Indonesia lah. Bahkan ada gunung di Papua yang diliputi salju. Panas dari mananya kalau gitu?<\/span><\/p>\n<h4><b>#5 Jalannya belum diaspal<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum ke Papua saya sempat membayangkan kalau akses jalan darat di Papua masih bebatuan, terjal dan bikin sengsara, terutama kalau bawa kendaraan roda dua. Saya membayangkan kalau mau ke mana-mana butuh waktu yang amat panjang. Padahal, itu semua salah. Kalian nggak tahu kalau lagi ada <a href=\"https:\/\/nasional.kompas.com\/read\/2021\/12\/20\/08060251\/sederet-fakta-jalan-trans-papua-panjangnya-4-kali-lipat-jarak-jakarta\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pembangunan jalan Trans<\/a> Papua? Oh nggak tahu? Ya salah kalian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk menjawab pertanyaan kalian, nggak, jalan di Papua nggak terjal, sudah mulus-mulus malah. Nggak percaya? Situ mending buka Google deh.<\/span><\/p>\n<h4><b>#6 Primitif<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kalian masih membayangkan orang-orang Papua masih <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kota-jayapura-nggak-seudik-yang-kalian-kira-jangan-ngadi-ngadi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">primitif,<\/a> saya hanya bisa bilang kalau justru kalian yang masih primitif. Ini sudah tahun berapa, Bos, kok pandangan masih terjebak di situ-situ aja? Stereotipe macam apa ini?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Denger ya, orang Papua itu sama kek kalian di belahan Indonesia lain. Mereka itu nggak berbeda dengan kita lho. Maksudnya, nggak seperti yang kalian pikirkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kalian menyangka orang-orang Papua cenderung pada sifatnya yang barbar kalian juga keliru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap ada pemberitaan kriminalitas yang dilakukan oleh orang-orang Papua saya sering menemui komentar-komentar seperti ini: dasar primitif, manusia bar-bar dan sejenisnya. Saya paling tidak sependapat dengan tuduhan barbar. Pada dasarnya, mereka itu ramah-ramah, sopan, dan sangat welcome terhadap pendatang dari luar daerahnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau ada yang buruk, saya yakin itu nggak semuanya. Ya kayak daerah lain lah, pasti ada yang buat onar, tapi nggak bisa mewakili semuanya kan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah beberapa pandangan keliru yang sering disematkan kepada orang-orang dan Pulau Papua. Ketimbang kalian memelihara asumsi yang basi, saya sarankan untuk lebih sering belajar tentang daerah lain. Keragaman, kalau tak bisa dimaknai secara arif, hanya akan bikin kalian saling membandingkan dan berujung perpecahan.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Muntarsih Zakiyya Sakhie<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/esai\/kalau-orang-indonesia-omong-soal-papua-mereka-omong-apa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kalau Orang Indonesia Omong Soal Papua, Mereka Omong Apa?<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Udah 2022, tapi kok percaya stereotip yang keliru?<\/p>\n","protected":false},"author":836,"featured_media":186140,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1265,16541,185],"class_list":["post-186130","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-papua","tag-primitif","tag-stereotip"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/186130","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/836"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=186130"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/186130\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/186140"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=186130"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=186130"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=186130"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}