{"id":186122,"date":"2022-08-07T09:02:42","date_gmt":"2022-08-07T02:02:42","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=186122"},"modified":"2022-08-07T09:02:42","modified_gmt":"2022-08-07T02:02:42","slug":"jogja-dan-solo-di-mata-orang-jambi-tetap-menarik-dan-layak-disambangi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jogja-dan-solo-di-mata-orang-jambi-tetap-menarik-dan-layak-disambangi\/","title":{"rendered":"Jogja dan Solo di Mata Orang Jambi: Tetap Menarik dan Layak Disambangi"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa hari ini saya menekuni dua artikel di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jogja-di-mata-orang-solo-saya-tak-punya-cukup-alasan-membenci-jogja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Terminal Mojok<\/a> terkait Solo di mata orang Jogja dan Jogja di mata orang Solo. Sebagai orang yang bukan kedua-duanya, saya hanya bisa merespons kayak, &#8221;Wah, dua kota itu terlihat asik kalau dikunjungi!&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Omong-omong, saya orang Jambi. Jadi itulah alasan saya netral saja terhadap dua pandangan ini. Oleh karena itu, saya tertarik pula untuk menjabarkan pandangan saya dari dua daerah yang terkenal akan kekentalan budaya dan orang-orangnya yang ramah untuk pendatang. Oleh karenanya, marilah kita sama-sama merasuki tulisan imajiner dan rada tidak ilmiah ini karena sifatnya subjektif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama-tama, sekali lagi saya tegaskan, saya bukan orang Solo maupun Jogja. Tulisan ini jelas tentu saja tidak mewakili seluruh masyarakat <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Jambi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jambi<\/a> dalam memandang dua tempat tersebut. Kedua, setiap orang pasti punya pandangan berbeda dan apa yang tertulis di sini murni pengalaman serta perspektif saya saja.<\/span><\/p>\n<h4><b>Jogja di mata saya<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mari masuk ke kota impian para pelajar terlebih dulu, yaitu Jogja. Ketika saya sekolah di MAN, teman-teman saya mayoritas adalah anak yang sangat mengejar masuk ke perguruan tinggi terbaik di negeri ini. Tentu saja Kota Jogja menjadi urutan tiga besar yang tidak ketinggalan. Alasannya ya sudah jelas karena universitas terbaik ada di sana, apalagi kalau bukan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-tips-dari-dosen-ugm-agar-skripsi-cepat-selesai\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">UGM<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya juga mau masuk UGM. Tapi sayang, saya ditolak mentah-mentah. Hiks.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum lagi dengan narasi-narasi di media sosial tentang Jogja. Mulai dari keistimewaan, selalu ada kangen di tanah Jogja, ketemu pujaan hati di media sosial, dan lain sebagainya. Rasa-rasanya, romantisme Jogja sudah mengalahkan Bandung yang dingin seperti dosen pembimbingmu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Muncul pula stigma di kepala saya bahwa kisah cinta pasti berjalan manis dan indah jika berada di Kota Gudeg. Tambah lagi lagu-lagu tentang Jogja yang indah dan enak didengarkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian ada pula narasi yang mengatakan bahwa Jogja adalah \u201ckota termurah\u201d di seluruh negeri. ada video vlog orang bisa makan mi ayam segunung seharga dua belas ribu rupiah atau semangkuk soto serta es teh di harga lima ribu rupiah. Bagaimana saya tidak tertarik coba?!<\/span><\/p>\n<h4><b>Solo di mata saya<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah sekarang kita pindah ke kota tempat kuliah saya, yaitu Solo. Anda mau menyebut Kota Surakarta juga nggak apa-apa, yang penting jangan sebut Bekasi atau Depok. Kalau berkaca dari pengalaman di MAN, jujur saya tidak terlalu paham tentang kota ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal itu bermula dari kakak tingkat saya yang diterima kuliah di Universitas Sebelas Maret. Setelah mencari-cari, oh ternyata itu berada di Jawa Tengah, di sebuah tempat bernama Solo. Mungkin karena karma atau apa, akhirnya saya keterima juga di universitas tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena di tempat saya Solo itu jarang dibicarakan, saya harus berselancar di media sosial tentang kota ini. Jadi, kota ini dipimpin oleh <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/daripada-blusukan-daring-gibran-rakabuming-mending-lakukan-hal-yang-lebih-wangun\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Gibran Rakabuming<\/a>. Beberapa mengklaim bahwa biaya hidup di Solo jauh lebih murah dibandingkan Jogja. Ada yang bilang enam ribu rupiah sudah dapat makan plus minum. Wah tidak salah saya memilih tempat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selama dua semester kuliah, hal lain yang saya dapatkan dari Solo adalah pada tutur bahasa masyarakatnya. Kebetulan, di jurusan saya, mayoritas mahasiswa dan dosennya dari Solo Raya (Sukoharjo, Sragen, Boyolali, Solo, Klaten, Karanganyar). Dan tutur bahasa mereka, aduh, halus banget. Suwer, saya nggak bohong. Belum pernah saya mendengar mereka teriak atau berbicara keras.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang terdengar adalah kehalusan, nada lembut, dan tentu saja aksen medok yang kental. Bahkan ada satu atau dua dosen saya ketika marah atau kasih nasihat itu masih lembut dan pelan. Beda banget dengan aksen Sumatera saya yang kencang dan kadang agak kasar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terus kalau saya buka-buka di Google, banyak yang mengatakan Solo itu bertajuk Spirit of Java karena budaya-budaya di sana masih kental dan terjaga dengan baik sama seperti Jogja. Kalau ini kayaknya memang benar sih. Beberapa kali saya iseng ketik kata kunci \u201cbudaya Solo\u201d di YouTube maka hasilnya ada banyak banget. Saya jadi tidak sabar untuk menonton budaya ini besok di Solo.<\/span><\/p>\n<h4><strong>Uniknya negeri kita<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, Solo dan Jogja di mata saya sebagai orang Jambi adalah tempat yang menarik dan layak untuk disambangi. Perbedaan pasti ada, tapi itulah yang membuat negeri kita unik, termasuk Solo dan Jogja. Bismillah duta wisata Solo dan Jogja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: M. Guntur Rahardjo<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/solo-di-mata-orang-jogja-solo-dipandang-rendah-tapi-lebih-menjanjikan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Solo di Mata Orang Jogja: Solo Dipandang Rendah, tapi Lebih Menjanjikan<\/a>.<br \/>\n<\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yuk, main ke Jogja, lalu Solo.<\/p>\n","protected":false},"author":1618,"featured_media":186154,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[14819,10004,115,2284,9513],"class_list":["post-186122","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-jambi","tag-jawa-tengah","tag-jogja","tag-solo","tag-sumatera"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/186122","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1618"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=186122"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/186122\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/186154"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=186122"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=186122"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=186122"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}