{"id":186052,"date":"2022-08-06T13:00:29","date_gmt":"2022-08-06T06:00:29","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=186052"},"modified":"2022-08-06T12:47:14","modified_gmt":"2022-08-06T05:47:14","slug":"bangga-jadi-orang-blitar-gara-gara-gus-samsudin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bangga-jadi-orang-blitar-gara-gara-gus-samsudin\/","title":{"rendered":"Bangga Jadi Orang Blitar Gara-gara Gus Samsudin"},"content":{"rendered":"<p><em><span style=\"font-weight: 400;\">Baiknya, Gus Samsudin diangkat jadi duta Blitar. Duta apa aja deh, bebas.<\/span><\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Blitar adalah kota yang nggak terkenal-terkenal amat. Maksudnya, kalau saya nyebutin kota tersebut, nggak banyak orang yang ngeh. Nggak jarang akan ada jeda berapa detik sebelum merespons balik jawaban saya. Ya, lumrah saja sih menurut saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalaupun ada yang setidaknya pernah dengar Blitar, biasanya dialog setelahnya tidak jauh-jauh dari:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Oh, tempat lahirnya Bung Karno, ya?&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Walau keliru, jawaban ini bisa cukup untuk memantik obrolan. Kalau ingatan saya tidak berkhianat, memang semasa sekolah dulu sering digaungkan bahwa Soekarno adalah presiden kelahiran Blitar. Namun, ini tidak tepat. Tapi, itu untuk bahasan lain saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">***<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau ditanya apa nggak enaknya jadi orang Blitar, mungkin jawaban saya adalah betapa banyak orang yang sama sekali nggak tahu tentang kota ini. Banyak yang pengetahuannya nol besar. Salah? Nggak juga sih sebenarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contohnya, jarang rasanya mendengar orang membahas pesisir Blitar. Entah kenapa jika bicara tentang pesisir, yang ada di pikiran orang selalu Malang. Padahal ada belasan \u201cpantai\u201d dengan karakteristik yang berbeda. menarik sebenarnya, dalam satu kabupaten, ada banyak pilihan pantai yang bisa dikunjungi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun ada syukurnya juga tidak membahas pesisir. Sebab saya sendiri belum juga tuntas mengunjungi barang separuh dari pantai yang sudah saya tahu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Blitar juga punya Kampung Cokelat. Kota ini punya kawasan wisata yang punya olahan cokelat yang enak. Meski pernah diliput di televisi nasional, tetap saja kota ini nggak jadi terkenal begitu saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin jika ada satu hal yang diingat orang, jawabnya adalah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-mitos-yang-menyelubungi-gunung-kelud-di-kediri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Gunung Kelud<\/a>. Kelud memang berada di dua kabupaten, yaitu Blitar dan Kediri. Pun, tak bikin kota ini jadi naik popularitasnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, setelah gegeran <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/membongkar-konspirasi-geger-gedhen-pesulap-merah-vs-gus-samsudin\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pesulap Merah vs Samsudin<\/a>, saya yakin setelah ini Blitar akan dikenal banyak orang, dan makin akan terkenal. Meski karena kontroversi, setidaknya bikin saya nggak capek-capek menjelaskan mana Blitar dan nggak susah untuk menjelaskan apa yang terkenal dari kota ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya jadi paham rasanya jadi orang <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/lupakan-sejenak-mas-bechi-ini-6-fakta-tentang-kota-jombang-yang-perlu-kalian-tahu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jombang,<\/a> yang kotanya dikenal karena orang kontroversial. Ya kayak Ryan dan Bechi. Padahal ada Cak Nun dan Gus Dur yang lahir di kota itu. Letak kota yang strategis, kota santri, tapi tetap saja yang diingat orang adalah Ryan dan Ponari. Kasihan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski saya paham, tapi ya nggak merasakan hal yang sama. Setidaknya Jombang lumayan terkenal. Lha Blitar? Ya kalah, menurut saya lho ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya lumayan berterima kasih pada Gus Samsudin. Perkara praktik yang ia lakukan hoax atau tidak, saya tak peduli amat. Nyatanya ada orang yang percaya, dan itu bukan urusan saya. Perkara mana yang lebih benar, Shanks alias Pesulap Merah atau <a href=\"https:\/\/onepiece.fandom.com\/id\/wiki\/Marshall_D._Teach\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kurohige<\/a> alias Gus Samsudin, saya nggak peduli-peduli. Setidaknya, dia bikin kota ini terkenal, meski sekejap. Setelah ini, baiknya, Gus Samsudin diangkat jadi duta Blitar. Duta apa aja deh, bebas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kini, kalau ada orang tanya Blitar di mana, dengan mantap saya jawab, \u201cItu, lho, tempat yang kemarin ada geger pesulap!\u201d<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Annisa Rakhmadini<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/panduan-membaca-suasana-hati-orang-blitar-dari-nada-peh-yang-dipakai\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Panduan Membaca Suasana Hati Orang Blitar dari Nada Peh yang Dipakai<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gus Samsudin FTW!<\/p>\n","protected":false},"author":1833,"featured_media":186106,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[9519,7445,16526,16527,16524],"class_list":["post-186052","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-blitar","tag-gunung-kelud","tag-gus-samsudin","tag-kurohige","tag-pesulap-merah"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/186052","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1833"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=186052"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/186052\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/186106"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=186052"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=186052"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=186052"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}