{"id":186033,"date":"2022-08-05T11:00:59","date_gmt":"2022-08-05T04:00:59","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=186033"},"modified":"2022-08-07T22:22:42","modified_gmt":"2022-08-07T15:22:42","slug":"membongkar-konspirasi-geger-gedhen-pesulap-merah-vs-gus-samsudin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/membongkar-konspirasi-geger-gedhen-pesulap-merah-vs-gus-samsudin\/","title":{"rendered":"Membongkar Konspirasi Geger Gedhen Pesulap Merah vs Gus Samsudin"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kata leluhur, kesehatan itu mahal harganya. Jadi wajar jika ada oknum yang memanfaatkan kesehatan sebagai ladang cuan. Dengan dalih pengobatan alternatif, banyak oknum mengisap harta pasien yang terlanjur hopeless. Dari Scientology sampai Lingsih Tinampi dituding melakukan itu. Nah, bagaimana dengan pengobatan alternatif Gus Samsudin? Itu lho yang baru geger dengan Marcel Radhival alias Pesulap Merah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya akan melompati urusan praktik pengobatan alternatif ini. Karena ada isu yang lebih penting. Saya yakin kalau geger gedhen antara Pesulap Merah &amp; Gus Samsudin ini sebenarnya konspirasi. Bukan hanya tingkat nasional, tapi sudah melibatkan dua negara sekaligus. Dan dengan penuh rasa was-was, saya ingin membongkar konspirasi ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau Anda masih bingung siapa Gus Samsudin, mari saya jelaskan sebentar. Menurut <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Gus_Samsudin#:~:text=Samsudin%20(lahir%201989%20di%20Ngawi,pemimpin%20Padepokan%20Nur%20Dzat%20Sejati.\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Wikipedia,<\/a> Samsudin (lahir 1989 di Ngawi) atau dikenal sebagai Gus Samsudin adalah seorang praktisi paranormal dan pengobatan supranatural. Ia juga pemilik serta pemimpin Padepokan Nur Dzat Sejati. Sebelum menjadi Paranormal, Gus Samsudin adalah seorang pedagang barang bekas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebentar. Gus Samsudin punya laman Wikipedia sendiri? Jelas sudah ini sebuah konspirasi!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan Marcel Radhival (lahir 1995 di Tangerang) adalah seorang pesulap dan content creator di Youtube. Dikenal sebagai Pesulap Merah, memang Marcel Radhival selalu berpenampilan serba merah. Dari rambut sampai outfit, semua merah menyala. Ia juga menyebut dirinya \u201cPawang dukun\/paranormal\u201d di bio akun Instagramnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah Anda sudah menemukan benang merah dari konspirasi ini? Jika belum, mari kita lanjutkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pesulap Merah memang rutin membuat konten tentang membongkar praktik perdukunan. Dengan kemampuan dalam bidang sulap, Pesulap Merah menunjukkan trik yang biasa dipakai untuk mengelabui klien perdukunan. Salah satu yang viral adalah teknik \u201cmencabut\u201d benda mistis yang ditanam dalam tubuh klien atau korban.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu konten Pesulap Merah adalah membongkar trik membakar tisu dan api oleh Gus Samsudin. Sembari menekankan bahwa \u201ckesaktian\u201d Gus Samsudin hanyalah trik sulap. Tentu banyak respon negatif yang berujung dengan kedatangan Pesulap Merah langsung ke Padepokan Nur Dzat Sejati.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kedatangan Pesulap Merah tidak disambut oleh kekuatan magis. Tapi malah diwarnai cekcok dengan kuasa hukum Gus Samsudin. Pertemuan dua kekuatan besar ini menimbulkan kegaduhan. Masyarakat sekitar sampai ikut melakukan demonstrasi menuntut Padepokan Nur Dzat Sejati ditutup.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Percekcokan ini ditanggapi oleh Gus Samsudin. Ia menilai kedatangan Pesulap Merah hanya untuk mempermalukan dirinya. Gus Samsudin mempersilahkan Pesulap Merah melakukan pembuktian dengan menghubungi kuasa hukumnya. Menanggapi ini, Pesulap Merah mengaku telah menghubungi admin kanal YouTube milik Gus Samsudin, tapi tidak berbalas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum menemukan konspirasi di balik cekcok ini?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertikaian yang sebenarnya nggak penting ini berbuntut panjang. Gus Samsudin melaporkan Pesulap Merah ke Polda Jawa Timur pada Rabu (3\/8\/2022) atas tuduhan pencemaran nama baik. Pasal yang dibebankan, seperti biasa, tercantum dalam UU ITE. Tepatnya pasal 27 ayat 3, serta pasal 28 ayat 2 tentang konten video yang dibuat di Media Sosial dan YouTube.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cekcok ini terlihat akan memasuki babak baru. Dan masyarakat Indonesia akan terus disuguhi geger gedhen yang sebenarnya ra mashok ini. Tapi tidak masalah. Toh masyarakat butuh hiburan semenjak Kemenkominfo sibuk blokir berbagai situs dan aplikasi. Daripada stres mikir dana tertahan Paypal, mending ikutan goblok dengan menonton cekcok Pesulap Merah vs Gus Samsudin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Atau sebenarnya, memang itu yang diharapkan. Karena geger gedhen ini tidak lebih dari skenario besar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Baiklah, saya akan membahas konspirasi di balik geger gedhen ini. Saya minta, Anda meluangkan waktu menyalin artikel ini. Siapa tahu tidak lama setelah terbit, Mojok akan dibredel oleh elit global. Dan jika tidak ada artikel saya yang terbit, mungkin saya <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">kena mindblock dan bingung nulis apa<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> sedang diciduk para elit global.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Membongkar konspirasi ini adalah dengan melihat penampilan Pesulap Merah dan Gus Samsudin. Penampilan mereka sangat mencolok dan khas: rambut merah si Marcel dan brewok hitam lebat si Gus Samsudin. Pesulap Merah menjadi si orang baik sedangkan Gus Samsudin menjadi si orang jahat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anda sudah menangkap konspirasi ini?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Betul! Geger gedhen Pesulap Merah VS Gus Samsudin hanyalah demi promosi film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">One Piece: Red<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">! Rakyat Indonesia dibuat terus memandang rambut merah dan brewok hitam keduanya. Dengan terus viral dan muncul di berbagai media, rakyat Indonesia akan terbentuk opininya. \u201cRambut merah, rambut merah, harus nonton si rambut merah,\u201d seperti itu ilusinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rambut merah Marcel Radheva membuat kita selalu ingat <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/konspirasi-one-piece-shanks-yonko-paling-misterius-kawan-atau-lawan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Akagami Shanks<\/a>, tokoh sentral di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">One Piece: Red<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Janggut hitam Gus Samsudin mengingatkan pada Marshal D. Teach alias Blackbeard, musuh bebuyutan Shanks. Keduanya terus ditanamkan dalam benak kita, sampai akhirnya kita terobsesi pada pertikaian rambut merah dan janggut hitam. Akhirnya, kita memaksa diri untuk menonton <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">One Piece: Red<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> demi memuaskan obsesi ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terjawab sudah. Ternyata geger gedhen nggak penting ini hanyalah alat promosi film kartun Jepang. Konspirasi yang melibatkan dua negara ini tidak lebih dari strategi marketing. Saya yakin itu. Seyakin saya pada kekuatan supranatural Gus Samsudin!<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Prabu Yudianto<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/shanks-dan-jokowi-itu-sama-datang-untuk-menghentikan-perang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Shanks dan Jokowi Itu Sama, Datang untuk Menghentikan Perang<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>K O N S P I R A S I<\/p>\n","protected":false},"author":793,"featured_media":186034,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[16525,16526,113,16527,16524],"class_list":["post-186033","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-akagami-shanks","tag-gus-samsudin","tag-konspirasi","tag-kurohige","tag-pesulap-merah"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/186033","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/793"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=186033"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/186033\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/186034"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=186033"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=186033"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=186033"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}