{"id":185749,"date":"2022-08-02T12:00:39","date_gmt":"2022-08-02T05:00:39","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=185749"},"modified":"2022-08-02T11:06:17","modified_gmt":"2022-08-02T04:06:17","slug":"soto-qonaah-dan-semangkuk-kenangan-bagi-mahasiswa-uin-malang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/soto-qonaah-dan-semangkuk-kenangan-bagi-mahasiswa-uin-malang\/","title":{"rendered":"Soto Qonaah dan Semangkuk Kenangan bagi Mahasiswa UIN Malang"},"content":{"rendered":"<p><em>Soto Qonaah adalah saksi bisu bagi perjalanan mahasiswa UIN Malang. Dan makanan, sering jadi penyerap kenangan paling hebat<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Soto Qonaah memang bukan soto yang paling enak se-Nusantara. Tapi, ketika singgah di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-hal-yang-tidak-bisa-dilakukan-di-malang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Malang,<\/a> saya selalu mengunjunginya. Kenapa? Karena bagi saya, selain rasa, ada satu hal yang membuat makanan menjadi cukup nyaman dinikmati, yakni kenangan. Iya, kenangan membuat rasa sebuah makanan menjadi cukup menyenangkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Disadari atau tidak, kita sering mengingat suatu kejadian hanya karena sebuah makanan. Iya, pasti ada beberapa makanan yang cukup sentimentil bagi kita ketika memakannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini yang saya alami ketika mengunjungi Kota Malang kembali. FYI aja, dulu saya sempat 4 tahun menjadi anak kos di Malang. Tentu saja pengalaman tersebut membuat saya merasakan beragam hal, mulai dari drama akhir bulan, riwehnya tugas perkuliahan, sampai beberapa perjalanan yang susah untuk diungkapkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan mengunjungi warung makan yang dulu sering dijadikan langganan membuat semua kenangan tersebut muncul di kepala secara tiba-tiba. Ah, nikmat sekali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi yang belum tahu, soto Qonaah ini merupakan kuliner legend yang lokasinya persis di belakang gerbang UIN Malang. Makanan ini, entah kenapa, selalu ramai saja. Padahal, dari segi penampilan, tempat makan ini terlihat sederhana. Jika diamati, warung ini hanya sebatas gerobak warna hijau-kuning dengan ukuran yang mungil. Tempat untuk makan juga menggunakan lesehan terpal, semacam acara tahlilan ala-ala.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pelanggan di sini tak hanya dari mahasiswa UIN malang saja, tapi juga dari kampus lain. Seperti, UB (<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-hal-nggak-enaknya-menjadi-mahasiswa-universitas-brawijaya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Universitas Brawijaya<\/a>), UMM (Universitas Muhammadiyah Malang), UM (Universitas Negeri Malang), <a href=\"https:\/\/unisma.ac.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">UNISMA<\/a> (Universitas Islam Malang), dan sebagainya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi tentu saja, pelanggan terbesarnya adalah para mahasiswa UIN Malang. Khususnya mahasiswa baru yang sedang mencari sarapan selepas kegiatan mahad. Karena itu jangan heran kalau rata-rata pengunjungnya memakai sarung, kopiah, dan baju koko. Yah, vibe pondok sekali memang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dulu, salah satu hal yang sangat menonjol dari soto Qonaah adalah harga yang murah. Ketika saya awal kuliah (2015), satu porsi soto ini dibandrol dengan harga lima ribu rupiah saja. Itu sudah termasuk \u201cfasilitas\u201d berupa <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/alasan-kerupuk-jadi-teman-makan-yang-cocok-di-berbagai-suasana\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kerupuk<\/a> yang ditaruh dalam mangkuk kecil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya masih ingat, banyak pelanggan yang nyemil kerupuk tersebut ketika sedang antre. Dan saat pesanan sudah ready, tanpa ina-inu melakukan refill kerupuk tanpa beban sama sekali. Salah satu pelanggan tersebut adalah saya sendiri, xixixi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cFasilitas\u201d refill kerupuk tersebut berlangsung setidaknya dua tahunan. Sebab, setelah itu dibatasi hanya mendapat empat kerupuk saja. Kemudian entah sejak kapan, tapi sampai tulisan ini dibuat, kerupuk tersebut dikurangi lagi menjadi dua buah saja, dan harganya kini naik menjadi delapan ribu rupiah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konon, soto ini sudah mulai berjualan dengan harga dua ribu lima ratus rupiah. Kebayang kan jualan dari tahun berapa? Yaktul, Soto Qonaah telah berjualan sejak 1998. Namun, sebagaimana namanya, soto ini tidak membuka cabang. Sungguh qonaah sekali emang, xixixi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oh, iya, meski harganya murah, tapi rasanya juga nikmat. Bayangkan saja soto dengan porsi agak banyak, dipadukan dengan kentang goreng yang diiris tipis-tipis yang terasa krenyes ketika dikunyah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Satu lagi yang tidak bisa diabaikan, yakni keramahan dan senyuman dari penjualnya yang cukup adem. Sungguh, benar-benar perpaduan yang menawan untuk satu porsi menu sarapan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi anak-anak UIN Malang, soto Qonaah adalah makanan yang sangat sentimentil. Banyak kenangan yang terekam lewat kuliner ini. Iya, entah berapa banyak orang yang datang dan melahap semangkuk soto sederhana, kemudian menguatkan tenaganya untuk melewati dunia perkuliahan yang menyebalkan, kisah cinta yang menguras emosi, hubungan pertemanan toxic, sampai beban seputar kehidupan yang brengsek ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Soto Qonaah adalah saksi bisu bagi perjalanan mahasiswa UIN Malang. Termasuk bagi saya. Karena itu, ketika mengunjungi Malang, saya selalu menyempatkan mampir ke sini, sekadar nostalgia, dan mengenang kembali sebuah perjalanan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">iya, saya kira salah satu &#8220;healing&#8221; yang paling sederhana adalah mengunjungi tiap-tiap sudut kenangan, kemudian menertawakan semua kejadian bodoh yang dulu sempat dilakukan dengan jumawa. Duh, urep iki meh golek opo to yo.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: M. Afiqul Adib<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/uin-malang-kampus-buat-santri-dan-yang-pengin-jadi-santri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">UIN Malang, Kampus Buat Santri dan yang Pengin Jadi Santri<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Makanan sering jadi penyerap kenangan paling hebat.<\/p>\n","protected":false},"author":580,"featured_media":185787,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12909],"tags":[495,16498,6090],"class_list":["post-185749","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-kenangan","tag-soto-qonaah","tag-uin-malang"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/185749","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/580"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=185749"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/185749\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/185787"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=185749"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=185749"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=185749"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}