{"id":185157,"date":"2022-07-28T13:00:30","date_gmt":"2022-07-28T06:00:30","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=185157"},"modified":"2022-07-28T08:56:17","modified_gmt":"2022-07-28T01:56:17","slug":"perjalanan-saya-berdagang-dan-5-kebiasaan-pembeli-yang-bikin-hilang-akal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/perjalanan-saya-berdagang-dan-5-kebiasaan-pembeli-yang-bikin-hilang-akal\/","title":{"rendered":"Perjalanan Saya Berdagang dan 5 Kebiasaan Pembeli yang Bikin Hilang Akal"},"content":{"rendered":"<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Selama berdagang, saya kerap menemui pembeli yang aneh bin ajaib<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak 2015, saya mulai berkenalan dengan berdagang dan dunia perkelontongan. Suatu usaha yang kian digandrungi masyarakat Sumenep di perantauan, jauh sebelum akhirnya saya memutuskan untuk ambil bagian. Waktu itu tidak ada jalan lain bagi saya selaku remaja yang putus sekolah kecuali meninggalkan kampung halaman, ikut arus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/6-coffee-shop-murah-dan-aesthetic-di-tangerang-selatan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tangerang<\/a> merupakan kota pertama yang saya pijaki. Kata \u201ckota\u201d di sini bisa dibilang semacam tempelan belaka. Toh pada kenyataannya saya tinggal sekaligus bekerja di pelosok Pakuhaji. Nggak ada bedanya dengan panorama pedesaan di Madura. Gedung-gedung megah sebagaimana dalam tayangan sinetron televisi hanya sempat saya saksikan beberapa saat dalam keadaan mabuk darat. Bukan untuk saya pandangi setiap hari seperti yang saya idam-idamkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lantaran <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/menjawab-gosip-netizen-perihal-warung-madura\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">warung Madura<\/a> tidak mempekerjakan seseorang secara ajek, maka kota selanjutnya yang menjadi pengaduan nasib saya adalah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kota-depok-layak-disebut-sebagai-kota-avatar-saat-musim-hujan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Depok.<\/a> Lagi-lagi kata \u201ckota\u201d di sini sebatas tempelan, meskipun tidak se-ndeso di Tangerang. Barulah di Bogor kemudian saya menemukan sensasi baru yang lumayan urban. Dan jadi benar-benar tercium udara urban itu setelah saya bermigrasi ke Jakarta Timur. Terakhir, saya menetap di bumi Jawa yang menurut Jokpin kota ini terbuat dari rindu, pulang, dan angkringan. Entah bagi yang lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah sekilas perjalanan saya menjemput rezeki dalam satu bidang pekerjaan yang sama: berdagang. Sengaja saya tidak mendeskripsikan secara detail mengenai pengalaman saya di beberapa kota itu karena hanya akan berlarut-larut dalam kisah suka-duka yang klise. Jika ditanya apa saja yang saya ketahui tentang seluk-beluk masing-masing kota, jawabannya: tidak ada selain logat dan gelagat pribuminya yang tentu saja berbeda-beda. Itu pun sudah pasti Anda dapat membayangkannya sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih dari itu, saya angkat tangan. Wong aktivitas saya cuma melayani pembeli. Kalau pun keluar warung, ya belanja barang dagangan ke agen. Apalagi saya termasuk kategori perantau yang relatif tidak bertahan lama. Jadi tidak punya cukup bekal buat me-review kota-kota yang sempat saya singgahi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, saya punya sebuah kesimpulan bahwa pembeli di setiap kota tersebut memiliki kecenderungan yang sama, setidaknya mereka yang pernah berkunjung ke warung yang saya kelola. Setelah saya amati selama berdagang, ternyata hal-hal ganjil yang saya alami dari sikap para pembeli ini tidak hanya terjadi satu-dua kali. Namun kerap terulang hingga membuat saya seolah kehilangan akal. Kadang bikin mual, kadang juga bikin terpingkal.<\/span><\/p>\n<p><b>#1 Suka komplain<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya yakin, semua orang yang berdagang pasti pernah menerima komplain dari pembeli dan itu bikin nyesek. Tapi, pembeli yang sering saya hadapi bukan komplain soal produk yang cacat atau kedaluwarsa. Melainkan harga jual yang katanya kelewat mahal sembari membandingkan harga yang dipatok warung sebelah yang tentunya lebih murah. Walau demikian, saya tetap teguh pendirian. Anehnya, makhluk-makhluk semacam itu tetap jadi pelanggan setia saya. Wekawekaweka~<\/span><\/p>\n<p><b>#2 Hobi curhat<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tak jarang selama saya berdagang, saya berhadapan dengan pembeli yang hobi curhat. Sambil lalu melakukan transaksi, tanpa ditanya mereka akan bercerita panjang-lebar tentang kehidupannya, pekerjaannya, bahkan ada yang menceritakan kebangsatannya sendiri, keterampilannya berkelahi dan menangkap gangster. Saya mengangguk-angguk saja seraya mencoba memaklumi, mungkin hamba-hamba seperti itu nggak suka nulis catatan harian.<\/span><\/p>\n<p><b>#3 Minta diwawancarai<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, tak sedikit pembeli yang nggak mau ngomong sebelum saya melontarkan pertanyaan berturut-turut sampai ketemu titik ujung. Perasaan saya berdagang bukan buat dengerin ginian. Rasanya sudah saya sentil tuh kuping andai saja saya tidak segera menyadari kalau dia adalah raja. Contoh:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya: beli apa?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Raja: beli mi, dong.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya: mie apa?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Raja: <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/top-5-indomie-goreng-terenak-yang-pernah-ada\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Indomie.<\/a><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya: goreng apa kuah?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Raja: goreng aja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya: rasa?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Raja: mmm&#8230; apa, ya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya: *&amp;df+\/$g@\/\/?!<\/span><\/p>\n<p><b>4# Pemikir ulung<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apalah daya, selama berdagang, mau nggak mau saya juga harus bisa mengontrol emosi ketika ada (calon) pembeli yang tidak langsung memberi tahu produk rokok apa yang hendak dituju. Biasanya manusia macam ini merenung cukup lama di depan etalase. Sesekali menanyakan harga rokok yang ditunjuk, dari satu rokok ke rokok lainnya. Begitu terus-menerus. Syukur kalau akhirnya jadi beli. Yang acap kali terjadi justru kayak mental pemain catur amatir. Mikir panjang ujung-ujungnya nyerah.<\/span><\/p>\n<p><b>#5 Pelupa kelas gajah<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Satu lagi kebiasaan pembeli yang sukses bikin geleng-geleng kepala: barang yang dibelinya cenderung ketinggalan di atas etalase. Padahal, jelas-jelas saya kasih barang yang dibeli itu sebelum uang kembaliannya. Eh, malah uang kembaliannya saja yang dibawa pergi. Pernah bahkan, ada orang beli kopi seduh yang juga jelas-jelas saya mengaduk kopi itu di depan batang hidungnya dan dia pun menunggu. Setelah uang kembalian saya sodorkan, lagi-lagi hanya uangnya yang diambil seraya berlalu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBang, kopinya!\u201d cegah saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sontak dia menoleh, \u201cWaduh, lupa,\u201d sambil tepuk jidat dan ketawa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya pun ketawa lantas membatin, \u201cIni orang ikut puyeng mikirin utang negara kalik, ya.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yah, begitulah. Maha Kuasa Tuhan menciptakan manusia dengan segala kegemasannya yang beragam. Dan saya kerap menemuinya selama saya berdagang.<\/span><\/p>\n<p><em>Sumber gambar: <a href=\"https:\/\/commons.wikimedia.org\/wiki\/File:Warung_te_Surabaya,_KITLV_160235.tiff\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Fridus Steijlen via Wikimedia Commons<\/a><\/em><\/p>\n<p>Penulis: Daviatul Umam<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/warung-madura-adalah-surganya-para-perokok\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Warung Madura Adalah Surganya Para Perokok<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada-ada saja.<\/p>\n","protected":false},"author":1901,"featured_media":185185,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12911],"tags":[4619,2946,5823,16221],"class_list":["post-185157","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-loker","tag-pedagang","tag-pembeli","tag-toko-kelontong","tag-warung-madura"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/185157","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1901"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=185157"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/185157\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/185185"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=185157"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=185157"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=185157"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}