{"id":184901,"date":"2022-07-25T11:55:29","date_gmt":"2022-07-25T04:55:29","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=184901"},"modified":"2022-07-25T11:55:29","modified_gmt":"2022-07-25T04:55:29","slug":"semarang-kota-terbaik-versi-universitas-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/semarang-kota-terbaik-versi-universitas-indonesia\/","title":{"rendered":"Semarang Kota Terbaik di Indonesia Versi Universitas Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebuah kejutan yang menyenangkan. Kalau saya ditanya soal Semarang dan status yang baru saja mereka dapatkan berdasarkan penilaian yang dilakukan Universitas Indonesia. Lantaran nggak ada yang nanya ke saya, ya sudah, saya tulis saja. Selamat, Semarang, kamu jadi kota terbaik di Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, Universitas Indonesia menggunakan yang namanya sistem penilaian UI Green Metric. Komponen penilaian mencakup 6 variabel. Mereka adalah penataan ruang, tata kelola air, tata kelola <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/8-jajanan-sampah-khas-bandung-yang-rasanya-bikin-nagih\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sampah atau limbah<\/a>, penggunaan energi terbarukan, manajerial akses mobilitas, dan tata pamong atau pemerintahan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Prof. Dr. Riri Fitri Sari, Ketua UI Green Metric mengungkapkan bahwa proses seleksi yang dilakukan didasarkan kepada 3 pilar, yaitu lingkungan hidup, ekonomi, dan sosial. Nah, bobot indikator yang dipakai mencakup penataan ruang dan infrastruktur (16 persen), energi dan perubahan iklim (19 persen), tata kelola sampah dan limbah (19 persen), tata kelola Air (15 persen), akses dan mobilitas (16 persen), tata pamong (15 persen).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cUI Green Metric tidak hanya bertujuan meningkatkan kesadaran daerah terhadap keberlanjutan, namun mendorong seluruh masyarakat agar turut mendukung upaya peningkatan Kabupaten\/Kota yang hijau dan berkelanjutan dengan endorsement dari pihak Kementerian,\u201d ungkap Prof. Fitri seperti dikutip <a href=\"https:\/\/www.kompas.com\/properti\/read\/2022\/07\/23\/170000521\/kalahkan-jaksel-semarang-jadi-kota-terbaik-di-indonesia-versi-ui?page=all#:~:text=JAKARTA%2CKOMPAS.com%2D%20Kota,Indonesia%2C%20Depok%2C%20Jawa%20Barat.\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kompas<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, Semarang sendiri menjadi yang terbaik di bidang penataan ruang dan infrastruktur. Untuk sebuah kota yang dikenal sebagai langganan banjir dan macet di beberapa titik, ini capaian yang luar biasa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain luar biasa, capaian ini juga bisa dibilang sangat menyenangkan, lho. Gimana nggak menyenangkan ketika sebuah kota yang terkenal dengan kuliner <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-toko-lumpia-paling-enak-di-semarang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">lumpia<\/a> ini mengalahkan beberapa kota yang cukup populer. Semarang mengalahkan Jakarta Selatan, Madiun, Kediri, Padang, dan Parepare. Jogja? Duh, jangan ditanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengalahkan Jakarta Selatan saja sudah jadi prestasi. Lha ini Semarang jadi yang terbaik di Indonesia, versi penilaian Universitas Indonesia, ya. Coba kalau Universitas Terbuka yang bikin penilaian, pakai UT Green Metric, kota mana yang jadi pemenang, ya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi lupakan soal UT. Ada beberapa alasan mengapa saya bahagia melihat Semarang jadi kota terbaik di Indonesia versi Universitas Indonesia. Nah, yang ingin saya jelaskan itu alasan utamanya. Ya biar nggak kepanjangan aja tulisan ini. Saya sudah ditunggu deadline yang lain.<\/span><\/p>\n<h4><b>Semarang (seharusnya bisa) mendobrak stigma negatif<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tidak bisa membantah apabila ada warga dari kota lain yang protes kenapa Semarang yang menang. Semua kembali ke Universitas Indonesia. Namun, dari peristiwa ini, saya bahagia karena sebuah kota bisa mendobrak stigma negatif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, kalau bicara Semarang, salah satu stigma yang terkenal adalah \u201ckota langganan banjir\u201d. Selain itu, macet juga jadi bahasan yang mulai biasa kalau ngomongin sisi kotanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu sebab stigma itu menjadi tak lekang oleh waktu adalah berkat sebuah lagu berjudul \u201c<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jangkrik-genggong-dan-betapa-lekatnya-semarang-dengan-banjir\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jangkrik Genggong<\/a>\u201d. Ada sebuah lirik di dalam lagu tersebut yang membuat kota ini diingat sebagai sebuah tempat yang kurang enak untuk dijadikan tempat tinggal. Adapun liriknya berbunyi seperti ini:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semarang kaline banjir<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jo sumelang rak dipikir<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangkrik upo sobo ning tonggo<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melumpat ning tengah jogan<\/span><\/p>\n<p><iframe title=\"Jangkrik Genggong - Waldjinah\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/4PwtjhCS0s8\" width=\"660\" height=\"371\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal, you know what, banjir ini nggak menutup seluruh permukaan daerah di sana. Banjir tuh di bagian yang dekat pantai. Namun, faktanya, kalau ngomongin Semarang, ingatnya ya kaline banjir. Selain banjir, biasanya soal cuaca yang kelewat panas muncul di sela-sela obrolan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, kalau ngomongin banjir, tentu berkaitan dengan infrastruktur dan tata kota. Dan kebetulan, di dua kategori itu, Semarang tercatat unggul. Tentu saja Universitas Indonesia yang bikin catatan ya. Artinya, kota ini sudah mencapai sebuah perbaikan dan perkembangan hingga layak untuk menjadi pemenang, mengalahkan Jaksel dan kota-kota cantik lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh sebab itu, prestasi ini, saya harap bisa perlahan mengikis stigma negatif yang selama ini melekat. Memang bakal butuh proses lama, tapi setidaknya sekarang ada \u201csebuah cara\u201d untuk melawan anggapan negatif tersebut. Lagian, ini yang menilai Universitas Indonesia, lho. Nggak main-main.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akhir kata, semoga Semarang semakin berkembang. Menjadi sebuah daerah yang layak huni untuk usia tua seperti Batu di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kota-malang-kota-paling-ideal-untuk-kuliah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Malang<\/a>. Saya 5 tahun kuliah di Malang, jadi agak tahu enaknya hidup di sana. Kalau susah menjadi seperti Batu karena cuaca, ya paling nggak kayak Solo, deh. Sama-sama agak gerah, tapi layak huni.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bravo, Semarang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Moddie Alvianto W.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/6-kuliner-hidden-gem-di-semarang-yang-wajib-dicoba\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">6 Kuliner Hidden Gem di Semarang yang Wajib Dicoba<\/a>.<\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Selamat, Semarang!<\/p>\n","protected":false},"author":1885,"featured_media":184903,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[2211,16394,4652,12428],"class_list":["post-184901","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-jaksel","tag-kota-terbaik-di-indonesia","tag-semarang","tag-universitas-indonesia"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/184901","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1885"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=184901"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/184901\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/184903"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=184901"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=184901"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=184901"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}