{"id":184675,"date":"2022-07-24T14:00:10","date_gmt":"2022-07-24T07:00:10","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=184675"},"modified":"2022-07-25T11:51:42","modified_gmt":"2022-07-25T04:51:42","slug":"menjawab-gosip-netizen-perihal-warung-madura","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/menjawab-gosip-netizen-perihal-warung-madura\/","title":{"rendered":"Menjawab Gosip Netizen Perihal Warung Madura"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Merebaknya <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/warung-madura-adalah-surganya-para-perokok\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">warung kelontong<\/a> Madura di berbagai kota besar mendapat sorotan dari banyak pihak. Selain banyak yang ngepoin sistem kerjanya, rahasia di balik kesuksesannya, modal awal yang dibutuhkan, serta segala hal terkait keberadaannya, tak sedikit pula yang ngepoin tingkah laku atau kebiasaan penjualnya sehari-hari, yakni orang Madura itu sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejauh ini, orang Madura yang terkenal unik memang kerap menjadi buah bibir publik. Seiring semakin mudahnya orang Madura dijumpai dengan adanya usaha perniagaan itu, kini tidak hanya dialek te-satte ala Kadir yang menjadi guyonan mereka. Cara mengelola warung, melayani pembeli, sampai gerak-gerik dan gaya berpakaian perantau dari Pulau Garam ini, juga menjadi perbincangan dan kelakar ringan di media sosial.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan di sini, saya akan menjawab beberapa gosip yang beredar <a href=\"https:\/\/mojok.co\/susul\/geliatwarga\/bisnis-palugada-toko-kelontong-madura\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">seputar<\/a> warung Madura dan orangnya itu sendiri.<\/span><\/p>\n<h4><b>#1 Warung seumur hidup<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Statement <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-profesi-yang-lekat-dengan-orang-madura\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pekerja keras<\/a> sering dilekatkan pada diri orang Madura. Ruko (kontrakan) tempat mereka berdagang yang mayoritas tidak pernah tutup alias kerja nonstop adalah bukti nyata. Walaupun, barangkali, sebagian kecil melakukannya lantaran terpaksa. Misalnya, ruang ruko terlalu sempit untuk menampung barang dagangan yang terlampau banyak. Sehingga lemari pendingin, sejumlah tabung gas dan air galon, mau nggak mau harus ditempatkan di luar. Dan akan sangat ribet bila harus dikeluar-masukkan ruko tiap hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai orang yang tengah menggeluti pekerjaan ini, tak jarang saya menerima pertanyaan dari pelanggan: Emang nggak ngantuk, Bang? Tidurnya kapan? Gimana, sih, cara aplusnya? dsb. Jangankan orang luar Madura, sesama Madura pun yang tidak bersentuhan dengan bidang usaha ini juga heran bin penasaran, lho. Hanya saja beda pertanyaan: Sempat nggak, sih, melaksanakan sunah rasul? Hadeeh~<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini rupanya membuat warga TikTok usil. Saya pernah menemukan konten rekaman warung Madura yang tetap buka di saat hari resepsi pernikahan, di mana acara tersebut digelar tepat di depan warung itu. Diawali dengan backsound im addicted to (oooamdiketu), jelas konten itu merupakan lelucon. Bermacam komentar pun bermunculan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di tempatku, warung Madura tetap buka di hari raya; Warung seumur hidup dilawan; Warung Madura cuma tutup pas hari kiamat; Begitu kira-kira bunyi sebagian komentar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di postingan akun lain, ada pula konten rekaman warung Madura yang sedang tutup pada malam hari. Lagi-lagi itu dijadikan bahan tertawaan karena bagi si pemilik akun, mungkin, pemandangan itu amatlah langka. Seolah-olah nggak ada sejarahnya warung Madura tutup. Padahal, cukup banyak yang tidak sepenuhnya buka 24 jam.<\/span><\/p>\n<h4><b>#2 Suka teleponan<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sambil lalu nunggu pembeli, iseng-iseng saya berbagi sedikit pengalaman tentang warung kelontong Madura di YouTube. Dari sekian banyak komentar di sana, beberapa kali saya mendapat pertanyaan yang sama. Kurang-lebih begini: Bang, kenapa, sih, pedagang di warung Madura selalu\/suka teleponan? Neleponnya lama lagi. Tentu saja saya menjawabnya sesuai pengalaman pribadi. Dan jawaban itu akan saya uraikan di sini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi gini ya, netizen yang budiman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang Madura itu punya rasa persaudaraan yang kuat. Nah, sebagai perantau yang posisinya sangat jauh dari keluarga, kerabat, tetangga, teman, satu-satunya jalan agar komunikasi\u2014terlebih ikatan batin\u2014tetap terjalin, ya teleponan. Apalagi, sekali merantau, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun terlampaui. Kebayang tuh, kangennya kayak kaum mager merindukan kehadiran <a href=\"https:\/\/www.apple.com\/id\/iphone\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">iPhone<\/a> di tangan tapi kerjanya cuma rebahan bareng android butut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka wajar saja kalau mereka suka mojok berjam-jam setiap hari. Pihak yang terlibat dalam mojok itu bisa berjumlah tiga sampai lima orang. Biasanya sesama penunggu warung. Sedangkan obrolannya bisa melanglang buana hingga ponsel hampir meledak saking panasnya. Begitulah, menjadi keasyikan tersendiri bagi mereka, termasuk saya, alih-alih penghilang jemu dan kantuk.<\/span><\/p>\n<h4><b>#3 Pakai sarung<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan rahasia umum kalau orang Madura punya budaya sarungan. Sudah sangat lumrah mereka memakai sarung di mana-mana. Sebagian bahkan merasa tak perlu beradaptasi dengan tempat atau acara yang hendak didatanginya. Maka kemudian orang luar gampang menebak, jika seseorang yang dilihatnya memakai sarung, pasti itu orang Madura.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kenapa, ya, penjual di warung Madura suka pake sarung? Celetuk masyarakat dumay yang mungkin baru tahu fenomena ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi saya, sih, nyaman saja. Lebih bebas bergerak ketimbang mengenakan celana, lebih praktis kalau hendak BAK\/BAB. Pokoknya nyaman. Itu saja. Bukan simbol kealiman ataupun pertanda bahwa pemakainya orang baik-baik. Soalnya pernah ada orang yang pengen ngutang bensin tapi nggak saya kasih karena dia tidak punya jaminan apa pun\u2014lebih-lebih itu muka belum pernah saya lihat sebelumnya\u2014lantas dia bilang: Percuma kau pakai sarung kalo tidak punya hati nurani. Slebeeww~<\/span><\/p>\n<h4><b>#4 Gonta-ganti penunggu<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fakta lain yang acapkali diasumsikan oleh netizen perihal penjual di warung Madura, adalah gonta-ganti orang. Benar. Penunggu setiap warung memang selalu gonta-ganti. Dalam satu tahun, sebuah warung bisa-bisa tiga kali berganti pengelola. Sebab, rata-rata warung Madura tidak memprioritaskan pekerja tetap. Ada perjanjian antara juragan dan anak buah tentang seberapa lama masa kerja yang mesti disepakati.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa kali saya pindah dari warung ke warung di beberapa kota, ungkapan keterkejutan \u201ceeeh&#8230; ganti laagi\u201d dari pelanggan begitu karib di telinga. Saya lantas menjawab dengan suara selembut sutra, berharap terlihat lebih santun dari penunggu warung sebelumnya. Namun, tatkala pembicaraan pelanggan itu terasa makin menjurus ke inti, seperti, \u201cSaya sering belanja ke sini. Lengkap, murah-murah, blablabla&#8230;\u201d seketika saya agak gerah lalu berancang menyusun kata-kata penolakan yang jauh lebih santun lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah tanggapan singkat saya mengenai empat kebiasaan penjual di warung Madura yang kerap dipergunjingkan netizen di medsos. Semoga dapat membayar rasa penasaran mereka dan cukup memuaskan pembaca sekalian.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Daviatul Umam<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/perbedaan-mencolok-warung-kelontong-milik-orang-madura-dan-batak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Perbedaan Mencolok Warung Kelontong Milik Orang Madura dan Batak<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Netizen bertanya, penjaga warung menjawab.<\/p>\n","protected":false},"author":1901,"featured_media":184792,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12911],"tags":[905,6110,5201,16221],"class_list":["post-184675","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-loker","tag-netizen","tag-pertanyaan","tag-tiktok","tag-warung-madura"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/184675","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1901"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=184675"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/184675\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/184792"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=184675"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=184675"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=184675"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}