{"id":184397,"date":"2022-07-21T11:32:45","date_gmt":"2022-07-21T04:32:45","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=184397"},"modified":"2022-07-21T11:32:45","modified_gmt":"2022-07-21T04:32:45","slug":"rumah-di-desa-jauh-dari-tetangga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/rumah-di-desa-jauh-dari-tetangga\/","title":{"rendered":"Rumah di Desa, Terpencil, dan Jauh dari Tetangga Memang Menyiksa"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rumah, saya rasa adalah kebutuhan paling krusial dalam hidup. Boleh rumah sendiri, numpang sama orang tua, apartemen, apa saja bentuknya. Punya rumah, setidaknya, memberi rasa aman tersendiri. Namun, terkadang, ada juga sengsara dari sebuah rumah di desa, terpencil, dan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/rumah-saya-jadi-alamat-penerima-paket-tetangga-saya-dan-itu-menyebalkan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">jauh dari tetangga<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan salah, saya tetap bersyukur karena ada atap tempat kami berlindung. Yah, meskipun ini rumah orang tua. Belum bisa punya rumah sendiri. Oleh sebab itu, saya tidak pernah punya masalah, apakah mau punya rumah di desa atau kelak di tengah kota.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keluarga saya sendiri sudah menempati rumah di desa sejak lama sekali. Situasinya begini: rumah tetangga itu cukup jauh dari rumah kami. Mungkin lebih dari 500 meter jarak rumah kami dengan tetangga. Saya belum pernah mengukurnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terpencil, membuat kami terkadang merasa \u201csendirian\u201d. Ada sisi suka dari kondisi tersebut, dan tentu saja ada dukanya. Nah, izinkan saya menceritakannya secara singkat.<\/span><\/p>\n<h4><b>#1 Kurang hubungan sosial<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rumah di desa dan terpencil membuat hubungan sosial keluarga kami dengan tetangga menjadi tidak terlalu hangat. Mungkin, sudah ada warga desa yang menganggap kami sombong atau anti-sosial. Padahal ya nggak gitu juga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cuma, lantaran posisi rumah kami terpencil, kami jadi jarang bisa mengobrol lama dengan penduduk. Paling cuma papasan di jalan, lalu basa-basi sekejap. Terkadang, meski satu desa, ketika papasan, kami cuma saling lempar senyum saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hubungan sosial yang tidak terlalu hangat terasa di tengah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mending-pakai-jasa-wo-daripada-sistem-rewang-untuk-pesta-pernikahan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kumpulan warga<\/a>. Sebagai warga yang berusaha untuk bisa akrab, keluarga kami hampir selalu memenuhi undangan kumpulan. Tapi ya itu. Rasanya jadi canggung karena tidak terlalu akrab. Kadang sulit masuk ke obrolan warga yang rumah saling berdekatan bahkan ada yang saling menempel.<\/span><\/p>\n<h4><b>#2 Kurang informasi<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seiring hubungan sosial yang kurang hangat, kami jadi merasa kurang mendapat asupan informasi penting. Misalnya, posisi rumah di desa yang terpencil membuat kami sering melewatkan kabar orang meninggal, kerja bakti, kumpulan warga, dan acara-acara penting lainnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><b>#3 Kurang silaturahmi<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Poin ini adalah penegasan dari poin nomor 1 di atas. Keluarga kami jadi merasa silaturahmi itu tidak terlalu kuat. Selain itu, kebetulan, keluarga kami memang \u201corang rumahan\u201d. Sangat jarang keluar kalau tidak ada yang penting.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh sebab itu, kami jadi merasa kurang enak dengan tetangga. Mau bagaimana lagi? Tapi tenang, kami sudah berusaha untuk lebih berkumpul dengan tetangga. Paling nggak ketika ada ronda, ada orang rumah yang turut serta. Setidaknya, ini usaha kami untuk nggak selalu jadi bahan omongan tetangga.<\/span><\/p>\n<h4><b>\u00a0#4 Lebih damai<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Punya rumah di desa dan kebetulan jauh dari tetangga tentu ada sukanya. Salah satunya adalah hidup jadi lebih damai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maksudnya begini. Jadi, anggapan punya rumah di desa itu enak, damai, dan serba dilakukan bersama-sama itu nggak sepenuhnya benar. Hidup di desa, ya sama seperti hidup di mana saja, harus kuat menghadapi <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/saya-mahasiswa-ushuluddin-yang-masa-depannya-dipertaruhkan-oleh-mulut-tetangga\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">omongan tetangga<\/a>. Bahkan, di derajat tertentu, omongan tetangga desa lebih terasa pedih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Posisi rumah terpencil memberi sedikit keuntungan. Kami jadi hampir tidak pernah mendengar obrolan pedas para tetangga. Meskipun kami sadar, bisa jadi, keluarga kami yang sedang jadi objek obrolan. Namun, selagi tidak mendengar omongan negatif mereka, bukankah hidup jadi lebih damai?<\/span><\/p>\n<h4><b>#5 Terbiasa sendiri<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Punya rumah di desa yang terpisah jauh dengan tetangga membuat kami harus bisa mengerjakan segala sesuatu sendirian. Tentu ini baik untuk sifat pribadi. Namun, kurang baik untuk kehidupan sosial. Kami lebih akrab memanggil jasa ketimbang minta tolong sama tetangga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya ketika ada pohon besar yang tumbang. Para warga akan tolong-menolong. Memotong ranting dan batang untuk dibersihkan. Kami? Kami ya panggil jasa karena terkadang muncul rasa \u201c<a href=\"https:\/\/www.idntimes.com\/life\/inspiration\/dewinner93\/7-alasan-kurangi-rasa-gak-enakan-sama-orang-lain-c1c2\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">nggak enakan<\/a>\u201d merepotkan orang lain. Kadang saya berpikir betapa enaknya kalau rumah jadi ramai karena aktivitas bersama warga desa lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yah, itulah suka dan duka punya rumah di desa dan kebetulan berjauhan dengan rumah warga. Kok ternyata lebih banyak dukanya, ya. Ya memang begitu, kadang menyiksa, kadang memberikan rasa tenteram dan damai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Rakhma Fauzia<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/alasan-masyarakat-desa-nggak-bangun-pagar-rumah-meskipun-sering-kemalingan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Alasan Masyarakat Desa Nggak Bangun Pagar Rumah Meskipun Sering Kemalingan<\/a>.<\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada suka, banyak dukanya.<\/p>\n","protected":false},"author":1887,"featured_media":184517,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[322,16356,16355,16357],"class_list":["post-184397","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-featured","tag-desa","tag-omongan-tetangga","tag-rumah-di-desa","tag-rumah-orang-tua"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/184397","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1887"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=184397"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/184397\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/184517"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=184397"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=184397"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=184397"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}