{"id":184283,"date":"2022-07-18T13:00:06","date_gmt":"2022-07-18T06:00:06","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=184283"},"modified":"2022-07-18T12:45:09","modified_gmt":"2022-07-18T05:45:09","slug":"10-kutipan-terbaik-dari-drama-korea-paling-favorit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/10-kutipan-terbaik-dari-drama-korea-paling-favorit\/","title":{"rendered":"10 Kutipan Terbaik dari Drama Korea Paling Favorit, Lebih Ngena dari Buku Self Improvement"},"content":{"rendered":"<p><em>Kutipan terbaik dari berbagai judul drama Korea berikut ini lebih ngena dari buku self improvement, sih.<\/em><\/p>\n<p>Nggak seperti yang haters lihat, menyaksikan drama Korea sebenarnya memiliki <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-manfaat-kecanduan-drakor-yang-tak-perlu-diperdebatkan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">banyak manfaat<\/a>. Melanjutkan kembali nonton drama setelah letih bekerja seharian akan meningkatkan mood dan mengembalikan energi. Tema drama yang bervariasi pun membuat penontonnya mengenal profesi, ilmu, hingga bahasa baru yang tentunya baik untuk otak.<\/p>\n<p>Selain menaikkan mood dan menambah pengetahuan, nggak jarang pula kita menemukan kutipan yang relatable dengan hidup saat menonton drama Korea. Kalaupun nggak sesuai dengan kondisi kehidupan kita pada saat itu, kutipan dari drama Korea juga laksana buku pengembangan diri yang mampu membuat kita berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Bahkan lebih ngena.<\/p>\n<p>Dari banyaknya drama Korea yang menawarkan kutipan menyentuh hati, menohok, hingga menyimpan humor, berikut rangkuman sepuluh kutipan terbaik dari drama Korea.<\/p>\n<h4><strong>#1 \u201cHidup menjadi kebanggaan seseorang adalah hal sulit. Harus sembunyikan banyak hal karena takut mengecewakan, harus pura-pura hebat, juga baik-baik saja.\u201d\uff0dNam Do San, Start-Up<\/strong><\/h4>\n<p>Dibangga-banggakan oleh orang lain mungkin tampak keren di mata sebagian orang. Ibaratnya, sanjungan dan decak kagum menjadi makanan sehari-hari. Namun, menjadi kebanggaan orang lain juga merupakan sebuah tantangan, seperti kata <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/nam-do-san\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Nam Do San<\/a>. Kita jadi nggak bisa terbuka kepada orang yang membanggakan kita. Kita hanya bisa menyampaikan hal-hal baik atau prestasi yang sudah kita raih karena nggak mampu melihat orang tersebut terluka karena ekspektasi. Saat kita jatuh, bukan kita saja yang sedih, tapi juga harapan orang lain ikut kandas.<\/p>\n<h4><strong>#2 \u201cAku melakukan kesalahan, tapi setiap saat aku melakukan yang terbaik yang aku bisa.\u201d\uff0dRaja Yeongjo, The Red Sleeve<\/strong><\/h4>\n<p>Kalimat ini diucapkan <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Yeongjo_dari_Joseon#:~:text=Yeongjo%20(Hangeul%3A%20%EC%98%81%EC%A1%B0%EB%8C%80%EC%99%95%2C,Yeoning%2Dgun%2F%EC%97%B0%EC%9E%89%EA%B5%B0).\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Raja Yeongjo<\/a>, kaisar ke-21 Dinasti Joseon saat dirinya terbaring sakit. Meskipun konteks aslinya adalah Raja Yeongjo sebagai seorang pemimpin yang setiap keputusannya berdampak pada orang banyak, tapi ucapannya juga dirasakan oleh orang-orang tanpa keistimewaan seperti kita. Manusia memang tempatnya salah. Penyesalan selalu ada. Dan untuk menimimalisasi penyesalan itu kita perlu melakukan yang terbaik.<\/p>\n<h4><strong>#3 \u201cJangan bicara soal umur. Umur hanya memberimu lebih banyak tanggung jawab.\u201d\uff0dVincenzo Cassano, Vincenzo<\/strong><\/h4>\n<p>Kutipan terbaik dari drama Korea selanjutnya diucapkan oleh <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/vincenzo-cassano\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Vincenzo Cassano<\/a> dari drama <em>Vincenzo<\/em>. Saat masih kecil, mungkin sebagian dari kita pengin segera tumbuh besar biar bisa merasakan lebih banyak pengalaman. Misalnya tumbuh lebih tinggi biar memenuhi tinggi badan minimal untuk naik rollercoaster atau bisa menjajal belajar di bangku perguruan tinggi yang kelihatan elok.<\/p>\n<p>Padahal umur kita yang bertambah satu setiap tahunnya ini berbanding lurus dengan bertambahnya lebih banyak tanggung jawab. Selain sudah harus bisa memberikan keputusan, sebagai bagian dari masyarakat, terkadang kita harus memenuhi harapan orang lain. Ketika pengin bebas sebentar, langsung terdengar kritik, \u201cKamu kan udah gede.\u201d Seandainya saja kita bisa kembali ke masa kecil ya, Gaes.<\/p>\n<h4><strong>#4 Hidup tak selalu adil bagi semua orang. Ada orang yang jalannya penuh lubang dan tidak mulus. Ada juga orang yang berlari sekuat tenaga, lalu menemui jurang di ujung jalannya.\u201d\uff0dHong Du Shik, Hometown Cha-cha-cha<\/strong><\/h4>\n<p>Siapa bilang start semua orang sama dengan lintasan yang sama datar dan mulusnya? Nyatanya, hidup tak pernah adil bagi setiap orang. Perjalanan hidup ini berbeda-beda, tergantung takdir dan kemauan. Namun, nggak jarang ada orang yang mengalami kejadian persis seperti kutipan yang dikatakan Hong Banjang, yakni sudah berlari sekuat tenaga berkat motivasi yang kuat, tapi takdir tak mengizinkannya menempuh perjalanan yang lancar.<\/p>\n<h4><strong>#5 \u201cRasanya seperti semua orang berjalan ke depan, tapi hanya aku yang kehilangan arah. Aku seperti pecundang. Aku seperti berjalan di tempat.\u201d\uff0dChoi Jun Woong, Tomorrow<\/strong><\/h4>\n<p>Ketika melihat lini masa Instagram dan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/linkedin\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">LinkedIn<\/a>, kok kelihatannya orang-orang sudah menemukan pencapaian masing-masing. Sudah ada progress dalam hidup mereka. Sementara waktu kita melihat diri sendiri, rasanya kok masih stagnan. Hidup masih gitu-gitu aja, di situ-situ aja. Membandingkan diri sendiri dengan orang lain memang nggak baik, tapi kerap kali mengadu nasib seperti ini nggak dapat kita hindari.<\/p>\n<h4><strong>#6 \u201cHidupmu adalah keinginanmu dan perjuanganmu, jadi berharaplah selalu. Tuhan selalu mendengar harapanmu, hanya saja sabarmu akan diuji lebih dulu.\u201d\uff0dDan, Angel\u2019s Last Mission<\/strong><\/h4>\n<p>Sebagai makhluk yang nggak berdaya di hadapan Tuhan, manusia sudah seharusnya selalu meminta kepada-Nya. Namun, nggak jarang doa yang dipanjatkan dengan penuh kekhusyukan nggak segera mendapatkan jawaban dari Tuhan. Ketika doamu nggak segera dikabulkan oleh Tuhan, jangan patah arang. Bersabarlah, berikhtiarlah, dan teruslah berdoa. Tuhan nggak menutup telinga-Nya. Tuhan hanya ingin kamu menunggu sebentar sembari kamu menguatkan tekad dan menunjukkan keseriusan. Kutipan dari drama\u00a0<em>Angel&#8217;s Last Mission<\/em> ini memang terbaik, sih.<\/p>\n<h4><strong>#7 \u201cKata orang uang itu tak penting, tapi kenyataannya uang itu justru yang terpenting.\u201d\uff0dKo Dong Man, Fight for My Way<\/strong><\/h4>\n<p>Masih menjadi perdebatan di kalangan masyarakat apakah uang dapat membeli kebahagiaan atau nggak. Perseteruan pendapat tentang hal itu memang nggak akan pernah usai. Namun, nggak ada yang bisa mengelak bahwa uang memegang peranan penting dalam usaha bertahan hidup. Tanpa uang, apa benar kita bisa bertahan hidup? Apa kita bisa membeli makanan, membayar tagihan, dan memakai pakaian tanpa uang? Orang kaya pun butuh uang. Tanpa uang, mereka nggak akan dikategorikan sebagai orang kaya lagi, dong. Dan tanpa uang, mereka nggak punya power untuk mendoktrin bahwa uang bukanlah segalanya.<\/p>\n<h4><strong>#8 \u201cKau akan menemukan kecepatanmu jika melakukannya perlahan. Pelan-pelan saja. Tidak akan membaik dalam sekali coba. Semuanya akan perlahan membaik seiring waktu.\u201d\uff0dYoo Babi, Yumi\u2019s Cells 2<\/strong><\/h4>\n<p>Manusia sering kali nggak sabaran. Ketika menjumpai kesulitan, tantangan, atau bahkan kegagalan, banyak orang yang pengin segera menyelesaikannya dengan kilat. Padahal semuanya ada proses. Tahap ini memerlukan ketekunan, semangat, dan kelapangan hati. Nggak ada proses yang instan. Sebab, yang instan itu ya <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/indomie\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Indomie<\/a>.<\/p>\n<h4><strong>#9 \u201cKita tidak bisa menilai penderitaan orang lain semudah itu. Bagi sebagian orang, mungkin bukan apa-apa, tapi bagi yang mengalaminya, itu pasti terasa sangat berat.\u201d\uff0dOh Han Byul, Shooting Stars<\/strong><\/h4>\n<p>Kutipan terbaik selanjutnya adalah kutipan dalam drama <em>Shooting Stars <\/em>yang baru saja menyelesaikan episode ke-16 bulan Juni kemarin. Hanya karena dari luar seseorang terlihat tegar dan baik-baik saja, bukan berarti mereka punya hidup yang mulus tanpa cobaan. Tahu apa kita soal penderitaan orang lain? Di sini Han Byul pengin menyampaikan bahwa kita nggak berhak menghakimi orang lain soal beban yang sedang mereka pikul. Lebih baik fokus mengurus kesengsaraan diri yang nggak pernah ada habisnya.<\/p>\n<h4><strong>#10 \u201cCinta bertepuk sebelah tangan itu awalnya menyakitkan, lalu lebih menyakitkan, lebih menyakitkan lagi, dan selanjutnya sakit setengah mati.\u201d\uff0dKim Ji Ung, Our Beloved Summer<\/strong><\/h4>\n<p>Jatuh cinta memang indah. Rasanya dunia seperti sedang musim semi setiap kita bertemu atau sekadar memikirkan dirinya. Tapi, begitu tahu doi nggak memiliki perasaan yang sama seperti kita, dunia bakal berubah jadi neraka. Seperti yang Ji Ung katakan dalam <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/our-beloved-summer\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em>Our Beloved Summer<\/em><\/a>, cinta bertepuk sebelah tangan itu menyakitkan dan akan terus menyakitkan. Kalau penderitaan gara-gara cinta bertepuk sebelah tangan bisa berakhir, tentu siapa pun akan berharap agar bisa berakhir sekarang juga.<\/p>\n<p>Sepuluh kutipan terbaik drama Korea di atas mungkin nggak semuanya relate dalam kehidupan kita, tapi setidaknya dengan membaca kembali kutipan di atas, kita bisa makin bijaksana dalam memaknai kehidupan.<\/p>\n<p>Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi<br \/>\nEditor: Intan Ekapratiwi<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/10-kutipan-paling-relatable-dari-my-liberation-notes\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">10 Kutipan Paling Relatable dari My Liberation Notes<\/a>.<\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ngena banget.<\/p>\n","protected":false},"author":1077,"featured_media":184285,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13118],"tags":[1293,5013,5192],"class_list":["post-184283","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-serial","tag-drama-korea","tag-drama-korea-favorit","tag-kutipan"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/184283","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1077"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=184283"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/184283\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/184285"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=184283"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=184283"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=184283"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}